Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 14]

–What is LOVE? 2–

14

Come here baby, attention, give me your love lololove..
Hurry and come baby, attention, show me your love lololove..
Show me baby, attention..
Oh come here, come here..
Baby, I’m  that girls (yeah, that girls)
Show me your love lololove..
(Trouble Maker – Attention)

Hyuna masuk ke kamar dan mulai menyusun buku-bukunya di meja, kepalanya menoleh kearah Hyunseung yang terlihat berusaha menghubungi seseorang namun tak juga tersambung. Karena penasaran ia menghampiri suaminya dan memandang layar ponsel pria itu, “Waeyo oppa?”
“Eunji sudah hampir seminggu tidak pulang ke rumah..” jawab Hyunseung dan menempelkan ponselnya ke telinga lagi.
Hyuna terkejut mendengar ucapan Hyunseung, “Ne? Eunji eonni? Waeyo?”
“Na mola..” jawab Hyunseung dan memandang Hyuna, “Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, ponselnya juga tidak aktif selama berhari-hari. Ibunya sangat khawatir..”
Hyuna benar-benar tak habis pikir mengapa Eunji sampai begitu, “Omo.. apa jangan-jangan Eunji eonni diculik?” tebaknya.
Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Mmm.. bisa saja..” ucapnya dan menempelkan ponselnya ke telinga, “Hallo, Taemin.. Ibu Eunji membertauku kalau Eunji sudah seminggu tidak pulang kerumah.. Kau tau?”
Hyuna memperhatikan Hyunseung berbicara dengan Taemin sejenak, lalu menoleh pada Sohyun yang sedang bermain di box bayi dengan mainan lunak untuk merangsang pertumbuhan giginya. Bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri putrinya, “Sohyun-a..” ucapnya sambil mengelus rambut putrinya.
Sohyun memandang ibunya sambil menggigit mainan itu dan kembali sibuk dengan dunianya.
“Ne? baik, aku segera kesana..” ucap Hyunseung sambil memutuskan telepon dan mengambil baju hangatnya.
Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Oppa, mau kemana?”
“Hyuna, aku harus pergi. Sepertinya Taemin tau dimana Eunji..” ucap Hyunseung sambil mengenakan baju hangatnya dan menghampiri box bayi, “Sohyun-a, appa pergi sebentar..” ucapnya dan mencium dahi putrinya lembut, “Tidak perlu menungguku..” ucapnya pada Hyuna dan langsung pergi.
Hyuna menatap Hyunseung pergi bingung, “Ahh.. dia bahkan tidak menciumku dulu..” ucapnya tak habis pikir.

=Mini Market=
Kris melangkah masuk ke mini market untuk membeli mi ramen, karena tadi sedang melukis dia tidak sempat membersihkan cat yang melumuri tangannya.
Gadis di kasir sempat tertegun melihat tangan Kris dan memandangnya bingung.
Kris tersenyum tipis, “Berapa semuanya?”
Ketika keluar dari mini market, Kris langsung melangkah menuju rumahnya yang tidak jauh dari sana. Namun langkahnya terhenti melihat seorang gadis yang duduk di depan mini market sambil memandangi ponselnya.
Krystal menghela nafas dalam dan menyimpan ponselnya, “Hufft… bagaimana aku pulang? Taemin oppa benar-benar..” ucapnya sebal.
Kris hendak melangkah pergi saja agar tidak mendapat masalah, namun sebuah ide muncul dikepalanya sebelum kakinya melangkah. Ia kembali memandang Krystal dan menghampiri gadis itu, “Annyeonghaseo..”
Krystal memandang Kris dan terkejut, “Omo..” ucapnya dan langsung berdiri. “Hello, bye..” ucapnya dan melangkah pergi karena Taemin sudah memperingatinya untuk tidak berhubungan dengan Kris.
“Hei.. kenapa kau pergi?” Tanya Kris sambil mengikuti Krystal.
Krystal melirik kebelakang dan terkejut melihat Kris mengikutinya, “Oh! Kenapa kau mengikutiku?” tanyanya sambil mempercepat langkahnya.
“Tunggu, aku tidak akan menyakitimu..” ucap Kris juga sambil mempercepat langkahnya.
Krystal ketakutan dan langsung berlari meskipun dia mengenakan high heels, “Oh My god!” ucapnya takut.
Kris heran melihat Krystal malah berlari, “Ya! Berhenti dulu!” panggilnya sambil mengejar gadis itu lebih cepat.
“Kyaa!!! Kenapa kau mengejarku?!” seru Krystal sambil terus berlari.
“Karena kau berlari! Berhentilah!” seru Kris.
“Andwae!” seru Krystal dan mempercepat larinya.
Kris memperlambat larinya dan berhenti sambil mengatur nafasnya memperhatikan Krystal yang terus berlari, “Ahh.. ada apa dengan gadis itu?”
Krystal tidak tau Kris sudah berhenti mengejarnya. Tiba-tiba salah satu hak sepatunya masuk ke lubang air di pinggir jalan dan menyebabkannya langsung terjatuh, “Ahh!!” serunya.
Kris terkejut melihat Krystal terjatuh, “Omo!” ucapnya sendiri dan segera menghampiri gadis itu.
Krystal yang terduduk dengan satu kaki tersangkut pada lubang air meringis sakit karena lututnya terluka dan pergelangan kakinya terasa sangat sakit, “Aww..”
Kris menyamakan tingginya dengan Krystal dan memeriksa keadaan gadis itu, “Hei.. kau baik-baik saja?”
Krystal memegang pergelangan kakinya yang sepatunya tersangkut, “Ohh.. my heels!!” ucapnya hampir menangis karena itu high heels favoritnya.
Kris memperhatikan bagaimana sepatu Krystal tersangkut dan menariknya perlahan hingga keluar dari lubang air, “Sudah keluar..” ucapnya sambil tersenyum.
Krystal memandang Kris tak mengerti, “Why you help me?”
“Mana mungkin aku membiarkanmu seorang diri terjebak disini, apalagi ini sudah malam.” ucap Kris heran.
Krystal tidak tau harus mengatakan apa dan hanya memijat pergelangan kakinya yang terasa ngilu.
“Wae? Kakimu sakit?” Tanya Kris sambil memegang pergelangan kaki Krystal.
“Ouch!!” seru Krystal kesakitan.
Kris terkejut karena serusan Krystal, “Oh.. sorry..” ucapnya menyesal.
“Ahh.. hati-hati.. ini sangat sakit..” ucap Krystal.
“Ne, sepertinya kakimu terkilir..” ucap Kris.
Krystal meringis menahan sakit, “Hmm.. eoteokhe?”
“Apa kau terluka? Sepertinya tadi kau terjatuh cukup keras..” Tanya Kris.
“Entahlah.. Mungkin..” ucap Krystal sambil memperhatikan dirinya, karena lututnya terasa nyeri ia memandangnya. Matanya membesar melihat darah dari luka disana, “Blood!!” serunya.
“Hm? Lututmu terluka?” Tanya Kris.
Kepala Krystal mulai terasa pusing dan jatuh tak sadarkan diri.
Kris terkejut Krystal hampir terbaring ke jalanan dan segera menarik gadis itu ke arahnya, “Hei.. ada apa denganmu? Ya!!” panggilnya, namun gadis itu tak memberi respon. Melihat tidak ada siapa pun disana untuk dimintai pertolongan, ia segera mengangkat gadis itu dan membawanya kerumah.

=Kafe=
Hyunseung masuk ke kafe dan melihat Taemin dan Key sudah duduk di meja biasa mereka berkumpul, ia segera menghampiri mereka dan duduk. “Apa kalian tau dimana Eunji?”
“Dimana pastinya aku tidak tau, tapi beberapa hari lalu dia menghubungiku bertanya apakah kita akan berkumpul atau tidak. Mungkin saat itu dia ingin bercerita namun tidak ada yang bisa dia ajak bicara..” cerita Taemin.
“Ohh.. ini sudah kelewat batas, dia pergi dari rumah hampir seminggu dan tidak menghubungi siapa pun dari kita..” ucap Key tak mengerti.
“Ne.. Ponselnya juga tidak aktif..” ucap Hyunseung.
“Kemana dia ya?” Tanya Taemin sambil berpikir.
“Hyunseung, kau tau tempat-tempat favorit Eunji?” Tanya Key.
Hyunseung tertegun mendengar pertanyaan Key, “Ne? mmm.. entahlah.. Aku tidak begitu tau..”
“Aissh.. sepertinya hanya dia yang merasa perhatian padamu..” ucap Key sebal.
Hyunseung menunduk canggung karena memang tidak tau apa pun tentang kemana saja Eunji sering pergi.
“Apa kita perlu menghubungi polisi?” Tanya Taemin.
“Aniya, ibunya bilang dia yakin Eunji sedang berada di suatu tempat..” jawab Hyunseung, “Ayahnya masih berada di Amerika untuk bekerjaannya, jika ayahnya tau mengenai ini dia akan sangat khawatir..”
“Lalu, kita akan menunggu hingga dia kembali?” Tanya Taemin.
“Mungkin, tapi kita juga harus mencari dimana dia. Aku khawatir dia melakukan sesuatu yang aneh..” jawab Hyunseung.
“Maksudmu seperti bunuh diri?” Tanya Key tak percaya.
“Aniya, Eunji tidak sedangkal itu untuk bunuh diri..” jawab Hyunseung.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Taemin.
Hyunseung mengelus belakang kepalanya sambil berpikir, “Mmm.. karena sekarang sudah malam, kupikir sebaiknya kita pulang dulu. Besok kita berkumpul lagi untuk membicarakannya..”ucapnya. “Akhir-akhir ini Sohyun selalu rewel karena pertumbuhan giginya, jadi Hyuna akan kewalahan jika hanya sendiri menanganinya..” ucapnya memberi alasan.
“Keure.. Besok kita berkumpul lagi..” ucap Key setuju.

=Paginya=
Hyunseung terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan Hyuna disisinya, dengan mata mengantuk ia bangkit untuk melihat jam di sebelah tempat tidur yang masih menunjukkan pukul 2 pagi dan memandang sekitar. Satu tangannya terangkat menutup mulutnya ketika menguap dan merenggangkan tubuhnya sesaat, lalu turun dari tempat tidur dan menghampiri box bayi. Sohyun tidak ada. Saat itu pintu kamar terbuka dan masuk Hyuna yang menggendong Sohyun.
Hyuna tertegun melihat Hyunseung sudah bangun, “Oh oppa, sudah bangun?”
Hyunseung melihat Sohyun yang terlihat baru saja menangis, “Waekeure?” tanyanya sambil mengelus pipi putrinya.
Hyuna memandang Sohyun, “Dia sepertinya merasa tidak nyaman karena pertumbuhan giginya, jadi aku membawanya ke taman belakang untuk menenangkannya..” ucapnya.
“Hmm.. kenapa tidak membangunkanku?” Tanya Hyunseung sambil mengambil Sohyun dari gendongan Hyuna.
“Oppa kan harus bekerja besok, mana mungkin aku membangunkanmu..” ucap Hyuna.
Hyunseung memandang Hyuna heran, “Kau juga besok akan kembali masuk kuliah kan? Istirahatlah, oppa akan menidurkan Sohyun..”
Hyuna tersenyum, “Keure..” ucapnya, lalu memandang Sohyun. “Selamat tidur sayang..” ucapnya dan mencium putrinya, juga mencium Hyunseung di pipi. “Selamat tidur oppa..”
Hyunseung tersenyum, “Ne, tidurlah..” ucapnya.
Hyuna kembali ke tempat tidur dan masuk ke bawah selimut.
Hyunseung menimang-nimang Sohyun sambil bersenandung kecil agar putrinya tertidur, tidak perlu waktu lama bayi mungil itu sudah memejamkan mata dan mendengkur halus. Bibirnya membentuk senyuman dan membaringkan putrinya ke box dengan hati-hati, lalu kembali ke tempat tidur dan melihat Hyuna sudah terlelap. Tanpa menimbulkan gerakan yang akan membangunkan gadis itu, ia masuk ke bawah selimut dan berbaring di sebelah Hyuna. Tangannya terangkat dan membelai rambut gadis itu lembut, lalu memejamkan mata untuk tidur.

=Di Suatu Tempat=
Eunji duduk di depan jendela memandangi langit malam yang terlihat sangat jelas dari sana. Bulir air matanya jatuh perlahan ke pipinya. Ia merasa sangat lelah menyimpan semuanya, namun terlalu takut untuk mengungkapkannya.

=Kampus=
Hyunseung menghentikan mobilnya di depan gedung yang dulu juga dia datangi untuk menyelesaikan kuliahnya, di sana Naeun dan Baekhyun sudah menunggu.
Hyuna tersenyum melihat Naeun yang melambai kearahnya dan segera melepaskan safety belt, “Gumawoyo oppa..” ucapnya.
Dahi Hyunseung berkerut melihat Baekhyun berdiri sebelah Naeun, “Bukankah itu si bayi cengeng itu?” tanyanya.
“Hm?” Hyuna bingung mendengar pertanyaan Hyunseung dan memandang Baekhyun, lalu tertawa kecil. “Ne, oppa.. tapi dia sudah bukan bayi cengeng lagi..” ucapnya.
“Kupikir dia sudah pindah keluar negeri..” ucap Hyunseung tak habis pikir.
“Dia sudah kembali kemar. Bye oppa..” ucap Hyuna sambil turun dari mobil dan menghampiri teman-temannya. “Hei semua..”
“Hyuna-a..” ucap Naeun bersemangat sambil memeluk Hyuna yang akhirnya kembali kuliah.
Baekhyun memperhatikan mobil Hyunseung pergi dan memandang Hyuna, “Itu si manusia es?”
Hyuna tertawa mendengar ucapan Baekhyun, “Ne, tapi dia sudah bukan manusia es lagi..”
“Tetap saja..” ucap Baekhyun sebal.
“Oh ya, Hyunseung oppa masih ingat kalau kau si bayi cengeng..” ucap Hyuna menahan tawa.
Wajah Baekhyun berubah merah, “Siapa bayi cengeng? Aku menangis juga ada alasannya..” ucapnya sebal.
Naeun tertawa, “Tapi kau memang bayi cengeng..” ejeknya.
“Aissh.. sudahlah, ayo masuk..” ajak Baekhyun mengalihkan pembicaraan dan melangkah masuk duluan.
Hyuna dan Naeun mengikuti Baekhyun sambil menahan tawa.
“Oh iya, bagaimana dengan Sohyun jika kau kuliah?” Tanya Naeun.
“Dia dijaga ibu Hyunseung oppa.. Sebenarnya aku juga agak berat meninggalkannya, tapi bagaimana lagi..” jawab Hyuna.
“Ne, pasti sulit sekali..” ucap Naeun.
Kafetaria.
“Hm? Eunji eonni sudah seminggu tidak pulang kerumah?” Tanya Naeun begitu mendengar cerita Hyuna sambil makan siang.
“Ne, Hyunseung oppa sangat khawatir..” jawab Hyuna.
Baekhyun memandang kedua temannya bingung, “Siapa lagi Eunji?” tanyanya.
“Ceritanya panjang, kami akan mengajakmu bertemu Eunji eonni, Key oppa, Taemin oppa dan Hyunseung oppa nanti.” Ucap Naeun dan kembali memandang Hyuna, “Apa tidak ada yang tau dimana dia?”
“Itulah.. Mereka masih mencari, karena tidak biasanya Eunji eonni sampai seperti ini..” ucap Hyuna.
“Hmm.. semoga Eunji eonni baik-baik saja..” ucap Naeun berharap.
Hyuna menghela nafas dalam dan teringat sesuatu, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ibu Hyunseung. “Oh.. eommanim, Sohyun baik-baik saja?”
Naeun dan Baekhyun memperhatikan Hyuna berbicara di telepon dengan ekspresi penasaran.
“Hm.. keure.. aku akan segera kembali setelah kelasku selesai. Ne, Gumawoyo, eommanim..” ucap Hyuna sambil tersenyum, “Sampai nanti Sohyun-a..” ucapnya dan memutuskan telepon.
“Hmm.. kurasa putrimu sangat beruntung..” ucap Baekhyun menahan tawa.
Hyuna tertawa kecil, “Ini pertama kalinya aku sangat jauh dengannya, dia pasti mencariku..”
“Oh iya, aku masih tidak yakin kau benar-benar menaklukan manusia es itu. apalagi sampai menikah dan mempunyai anaknya, tidak masuk akal..” ucap Baekhyun aneh sendiri.
“Aigoo.. berhentilah memikirkan itu!” ucap Hyuna sebal.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 14]

  1. kasian eunji..
    psti berat bgt jadi dya karna udah nyimpan rahasia kayak gto bertahun2…
    hihihi lucu dechh sama krystal…
    kris oppa kn penyebab 2hyun mau pisah*versi taemin
    bukan nya penjahat..
    knpa lari ny sampe kayak gtooo..
    hahaha
    lucu nyaa soojung ^^

  2. stres pasti … apa yg eunji eonnie rasakan,,aku juga mengalami ny..

    saat sekali ingin mempertahankan keluarga n ingin menangis atau hanya sekedar curhat kepada teman tp tetap tak bisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s