Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 13]

–What is LOVE?–

13

Turn up the volume, let the glasses overflow..
I’ll steal your lips and things will got hotter between us..
Turn up the volume and stop time..
You and I, just two here you know that
(Trouble Maker – Turn Up The Volume)

Eunji berhenti melangkah karena mendengar ibunya sedang berbicara dengan seseorang di telepon, tanpa menimbulkan suara ia mendekat ke pintu kamar ibunya dan mendengarkan.
“Omo.. kau ini.. Tenang saja, suamiku sedang pergi keluar negeri. Kau tau kan dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, jadi kau tidak perlu khawatir..” ucap ibu Eunji manja.
Eunji mengepalkan tangannya mendengar pembicaraan ibunya, ia sudah tau bagaimana sifat ibunya, namun tak pernah ingin merusak keluarga. Ia kembali melangkah dan segera masuk ke kamarnya. Ia membanting tasnya ke kasur dan duduk di pinggirnya, bulir air matanya berjatuhan begitu saja karena mengingat ibunya.
=Flashback, Rumah Nenek=
Eunji yang masih berusia 13 tahun melihat Hyunseung hanya duduk tenang sementara keluarganya yang lain sibuk saling berbicara dan menikmati makanan di acara ulang tahun nenek mereka itu. “Hyunseung-a, waeyo?” Tanyanya sambil duduk disebelah sepupunya itu.
Hyunseung memandang Eunji lesu, “Aku bosan sekali disini..” ucapnya.
“Oh.. bagaimana jika kita bermain di ruang rahasia kakek?” usul Eunji.
Hyunseung mengangguk dan langsung berdiri, “Khaja..” ajaknya dan melangkah bersama Eunji menuju pintu belakang. Tangannya terulur untuk membuka pintu gudang namun tak langsung membukanya karena seperti mendengar suara seseorang didalam.
Eunji berpandangan dengan Hyunseung, “Hm? Siapa ya?” bisiknya.
Hyunseung menggeleng tanda tak tau dan membuka pintu sedikit untuk mengintip kedalam. Matanya membesar melihat siapa yang ada didalam dan memandang Eunji tak percaya.
Eunji bingung melihat ekspresi Hyunseung dan ikut mengintip kedalam, ia sangat terkejut melihat ibunya di dalam gudang sedang bercumbu dengan seseorang. Bukan ayahnya.
Hyunseung tau sepupunya pasti sangat terkejut, ia tak mungkin berdiam diri melihat ekspresi terluka di wajah Eunji. Namun ketika ia hendak membuka pintu itu lebar, Eunji menahan tangannya. membuatnya menatap gadis itu tak mengerti.
Bulir air mata Eunji berjatuhan dengan kepala menunduk, “Jangan Hyunseung, ayo pergi..” bisiknya dan menarik sepupunya pergi.
Hyunseung menatap Eunji tak percaya. Sepupunya menarik dirinya hingga ke taman belakang. “Ya! Kenapa kau pergi? Ibumu berselingkuh! Kau harus memberitau ayahmu!”
Bulir air mata Eunji terus berjatuhan ketika memandang Hyunseung, “Aniya Hyunseung, jika aku memberitau ayahku. Mereka akan bertengkar dan mungkin saja berpisah.. Aku tidak mau mereka berpisah..”
Hyunseung menatap Eunji marah, “Jadi kau akan membiarkan ibumu membohongi ayahmu dan berpura-pura tidak tau?!”
“Aku tidak bisa Hyunseung! Aku tidak mau mereka saling menyakiti satu sama lain!” tangis Eunji.
Hyunseung menatap Eunji sambil menghela nafas dalam, “Keure, berpura-puralah seumur hidupmu!” ucapnya dingin, lalu melangkah pergi tanpa memandang kebelakang lagi.
=Flashback End=
Beberapa hari kemudian.
Eunji melangkah masuk ke rumah setelah mengurus beberapa hal, dia mulai membantu ayahnya di perusahaan jadi cukup sibuk akhir-akhir ini. Ketika melangkah melewati kamar ibunya, langkah kakinya terhenti mendengar suara tawa ibunya. Dahinya berkerut dan membuka pintu perlahan, matanya membesar melihat ibunya duduk diatas pangkuan seorang pria muda. Hatinya sangat terluka menyadari wanita yang seharusnya menjadi orang paling mengagumkan dimatanya melakukan hal rendah di rumah suaminya.
Tawa ibu Eunji berhenti ketika menyadari putrinya sudah berdiri di pintu menatapnya marah dan bangkit dengan cepat, “Eunji-a..”
Eunji memalingkan wajahnya dan segera berlari keluar dari rumah.
“Eunji!! Eunji-a!!” panggil ibu Eunji sambil mengejar putrinya.
Eunji menghentikan sebuah taxi yang berlalu dan langsung naik, “Cepat pergi ahjussi!” ucapnya.
“Eunji!! Dengarkan eomma dulu!!” panggil ibu Eunji, namun putrinya tetap pergi.
Eunji menyeka bulir air mata yang berjatuhan ke pipinya tanpa mendengarkan panggilan ibunya.
“Agassi, anda akan pergi kemana?” Tanya supir taxi itu.
Eunji memandang supir taxi itu, “Jalan saja dulu ahjussi, aku akan memikirkannya..” ucapnya dan berpikir sejenak. Tangannya mengeluarkan ponsel dan menghubungi Taemin.
“Yo Eunji, bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Taemin.
“Gwenchana..” jawab Eunji, “Mmm.. apa kalian ada rencana untuk berkumpul? Aku merasa bosan..” ucapnya memberi alasan.
“Berkumpul? Belum, aku masih harus menemani Krystal berbelanja. Ahhh… kau tau bagaimana rasanya?” ucap Taemin sebal.
“Ohh.. baiklah.. Sampai nanti..” ucap Eunji dan memutuskan telepon. Ia sungguh malu dengan kenyataan tentang keluarganya. Semua orang berpikir keluarganya sangat harmonis dan didambakan keluarga lainnya, tapi sebenarnya tidak sama sekali.

=Kampus Naeun=
Naeun memanggil nomor Taemin dan menempelkannya ke telinga, tak lama panggilan itu terjawab.
“Ne Naeun-a..” jawab Taemin di seberang.
“Oppa, odiga? Oppa bilang akan menjemputku..” Tanya Naeun heran.
“Ne? omo!! Aissh.. ini karena Krystal memintaku terus menemaninya belanja aku sampai lupa! Sebentar lagi oppa tiba.. Tunggu..” ucap Taemin cepat.
Naeun menghela nafas dalam, “Sudahlah, aku pulang naik taxi saja.. Bye..” ucapnya dan langsung memutuskan telepon. Ia sangat kesal pada Taemin karena selalu lupa pada janjinya akhir-akhir ini dan langsung melangkah menuju gerbang depan kampusnya.
Sebuah sepeda motor berhenti disebelah Naeun, seorang pria yang mengendarainya langsung membuka kaca helm sambil tersenyum. “Annyeong.. butuh tumpangan?”
Naeun tersenyum lebar, “Oh! Baekhyun?! Kau Byun Baekhyun kan?!” tanyanya tak percaya.
Pria tampan bernama Baekhyun itu tersenyum lebar, “Ne.. Kau masih mengingatku, Son Naeun?”
“Omo! Apa yang kau lakukan disini? Kupikir keluargamu ada di Kanada?” Tanya Naeun.
Baehkyun mengambil helm cadangan dan memberikannya pada Naeun, “Ini, aku akan mentraktirmu makan..” ucapnya.
Naeun mengambil helm dan mengenakannya, lalu naik ke motor Baekhyun.

=Sebuah Kafe=
“Ne? kau kembali ke Korea? Wae?” Tanya Naeun tak percaya.
Baekhyun tersenyum lebar, “Hanya bosan di Kanada..” jawabnya.
“Dan, apa kau pindah ke kampusku? Kenapa tadi ada disana?” Tanya Naeun.
Baekhyun tertawa kecil, “Kau masih banyak bertanya Naeun..” ucapnya lucu. “Ne, aku di pindahkan ke kampusmu! Kau puas?”
Naeun bertepuk tangan senang, “Wuaaaaaa!! Daebak! Pasti menyenangkan kita bisa bersama-sama lagi..” ucapnya.
Baekhyun tersenyum lebar melihat respon Naeun, “Oh ya, Hyuna sudah tidak tinggal di rumahnya yang lama? Kemana dia pindah? Apa dia juga di kampus kita?”
Naeun terdiam sambil garuk-garuk kepala, “Mmm.. Sekarang Hyuna sedang mengambil cuti kuliah dan memang sudah pindah rumah..”
Baekhyun memandang Naeun bingung, “Ne? kenapa tidak memberitauku jika pindah rumah? Aishh,. Aku saja pindah keluar negeri memberitau kalian..” ucapnya sebal.
Naeun cengengesan, “Miane, tapi keadaanya benar-benar rumit..”
“Tapi, kenapa Hyuna mengambil cuti? Apa dia sakit?” Tanya Baekhyun ingin tau.
“Aniya, bukan sakit..” Naeun garuk-garuk kepala bingung, “Mmm.. aku akan menceritakan semuanya dari awal agar kau mengerti, tapi kuharap kau tidak terkejut..”
Baekhyun menatap Naeun serius, “Ne..”
…………………………………………………………………………………..
Hyuna langsung datang begitu Naeun menghubunginya memberitau kalau sahabat masa kecil mereka kembali dari Kanada. Senyuman lebar langsung mengembang di bibirnya begitu melihat Baekhyun, “Byun Baekhyun!!” serunya senang.
Baekhyun berdiri sambil menatap Hyuna dalam, ia langsung melebarkan tangan dan menarik gadis itu kepelukannya.
Hyuna tertegun mendapat sambutan seperti itu.
“Miane Hyuna! Aku tidak ada saat kau mengalami masa sulitmu..” ucap Baekhyun menyesal sambil mendekap Hyuna erat.
Hyuna melirik Naeun yang tampak garuk-garuk kepala, “Mmm.. Baekhyun, lepaskan aku.. Aku tidak bisa bernafas..” ucapnya.
Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap Hyuna menyesal, “Jeongmall miane..”
Hyuna tersenyum melihat ekspresi Baekhyun, “Ne.. Kau tidak salah..” ucapnya.
Baekhyun menghela nafas dalam, lalu memperhatikan Hyuna yang datang sendiri. “Naeun bilang kau sudah melahirkan seorang bayi, mana dia?” tanyanya.
“Ya.. duduk dulu, kenapa kau langsung menginterogasinya seperti itu?” Tanya Naeun sebal sambil menarik Hyuna duduk.
Hyuna tertawa kecil sambil bergerak duduk, “Sekarang dia sudah berusia 6 bulan, jadi aku bisa meninggalkannya bersama neneknya sebentar..”
Baekhyun cemberut menatap Hyuna, “Aigoo.. kau juga tidak memberitauku jika sudah menikah dan memiliki bayi.. Nappeun gijibe..” ucapnya sebal.
Hyuna tertawa kecil, “Kau kan diluar negeri, bagaimana aku memberitaumu..”
“Hyuna-a, Baekhyun sekarang berkuliah di kampus kita. Jadi kita bisa bersama-sama lagi setelah kau kembali ke kampus..” ucap Naeun memberitau.
“Ne? wuaa.. itu bagus sekali..” ucap Hyuna, “Aku mungkin sudah kembali berkuliah awal bulan depan..”
Baekhyun tersenyum lebar, namun kembali luntur karena mengingat sesuatu. “Tunggu, Jang Hyunseung yang menikah denganmu itu, pria yang selalu sedingin es batu itu kan?”
Hyuna menatap Baekhyun sebal, “Aniya, sekarang dia bukan pria dingin lagi..”
Baekhyun menatap Hyuna kagum, “Wuaa.. kau keren sekali bisa menaklukannya.. Kupikir pada akhirnya kau akan terus bersedih karena tidak di balas oleh Hyunseung hyung..” ucapnya menahan tawa.
Hyuna tersenyum malu, “Keuromyeon.. itu yang dinamakan kekuatan cinta..” candanya. Lalu memandang Naeun, “Oh ya, kau bilang akan dijemput Taemin oppa. Dimana dia?”
Naeun menghela nafas dalam, “Sudahlah, aku tidak ingin membicarakannya. Dia menyebalkan sekali akhir-akhir ini..”
“Hm? Siapa Taemin?” Tanya Baekhyun ingin tau.
“Kekasih Naeun..” jawab Hyuna memberitau.
Baekhyun menatap Naeun kaget, “Ne?”
“Aniya, belum menjadi kekasihku. Kami hanya dekat saja kok..” ucap Naeun sebal.
Hyuna menahan tawa, “Benarkah?”
“Aissh.. kalian benar-benar berubah sekarang..” ucap Baekhyun sebal.

=Rumah Naeun=
Naeun yang sedang mengerjakan tugas di meja belajar mendengar ponselnya berbunyi dan langsung melihat siapa yang memanggil, ia memutar bola matanya kesal melihat nama Taemin  muncul di layarnya. Awalnya dia kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan tugasnya, tapi panggilan selanjutnya terus datang hingga dia muak sendiri.
“Ne, oppa..” jawabnya sebal.
“Naeun-a, joengmall miane..” ucap Taemin menyesal.
Naeun menghela nafas dalam, “Untuk apa?”
“Aku tau akhir-akhir ini aku selalu mengecewakanmu, aku akan menebusnya. Aku berjanji..” ucap Taemin bersungguh-sungguh.
“Oppa, jangan berjanji jika kau tidak bisa menepatinya.” Ucap Naeun, “Sudah, aku harus mengerjakan tugasku.” Ucapnya.
“Tunggu!! Dengarkan aku dulu..” pinta Taemin sebelum Naeun menutup pintu.
“Apa lagi?” Tanya Naeun sebal.
“Keluarlah ke balkon kamarmu, aku ada di depan pagar..” pinta Taemin.
Naeun memutar bola matanya sebal, “Ayahku ada dirumah, aku tidak akan keluar..” ucapnya.
“Sebentar saja! Hanya ke balkon kamar, aku ingin melihatmu.” Ucap Taemin.
Naeun semakin kesal karena dia juga ingin melihat Taemin saat itu, “Keure..” jawabnya sambil bangkit dan berjalan menuju pintu balkon kamarnya. Ia menggeser pintu kaca transparan itu ke samping dan melangkah ke pinggir balkon. “Aku sudah di luar..” ucapnya, ia langsung tertegun begitu melihat karangan bunga besar yang diletakkan Taemin diatas mobilnya di depan pagar.
Miane Naeun-a, Saranghae.. ^3^
Taemin tersenyum sambil melambai pada Naeun, “Kau suka?” tanyanya di telepon.
Naeun sampai kehilangan kata-katanya melihat karangan bunga itu. perlahan bibirnya membentuk senyuman dan tersipu malu.
“Saranghae..” ucap Taemin karena melihat Naeun sudah tersenyum.
Naeun merasa panas di kedua pipinya dan menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga, “Oppa, ini kekanakan sekali..” ucapnya malu.
Taemin tertawa kecil, “Tapi kau suka kan?”
Naeun tertawa malu, “Ne..”
“Baiklah.. Kembalilah masuk, udara sangat dingin..” ucap Taemin.
“Bye oppa..” ucap Naeun sambil memutuskan telepon dan melambai pada Taemin.
Taemin membalas lambaian Naeun dan memperhatikan gadis itu kembali masuk ke kamarnya. Ia senang rencananya berjalan lancar, lalu masuk ke mobilnya.
Key yang sejak tadi duduk di dalam mobil tersenyum lebar, “Kau lihat, berhasilkan..”
Taemin menepuk bahu Key senang, “Wuaaa.. kau memang ahlinya wanita..”
Key merapikan kerah bajunya bangga, “Keurom..” ucapnya, “Naah.. kau sudah berjanji akan mentraktirku makan. Khaja..”
“go.. go.. go..” ucap Taemin sambil menghidupkan mesin mobil dan menginjak gas pergi.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 13]

  1. jadi itu penyebab kerenggangan hub hyun oppa n eunji..
    pyiuhhh gag isa ngomong apa2..
    ternyata masalah keluarga yg cukup rumit..
    kasian eunji..
    ahhh ada baekki muncuuull..
    lanjuuttt makin penasaran ^^

  2. ooooo…jadi karna itu dlu hyunseung n eunji bertengkar??

    OMO …Byun Oppa …^_^

    aigoo taemin oppa romantis sekali …. huh ternyata key oppa ide nya hhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s