Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 16]

–Woram/Boram–

16

Please, please don’t leave me..
I can’t let you go like this, even if I die, I can’t let you go like this..
Say it, say it wasn’t trus..
Please don’t say goodbye..
Baby Please..
(Ailee – How Could You do this to me?)

Hyuna menyambut Hyunseung yang baru kembali ke rumah sekitar pukul 9 siang, “Oppa, bagaimana Eunji eonni?” tanyanya ingin tau.
Hyunseung menghela nafas dalam dan memegang kedua bahu Hyuna, “Dia baik-baik saja.. Tapi masih ragu untuk pulang sekarang, jadi biarkan dia menenangkan diri dulu..”
“Dimana Eunji eonni? Aku sangat khawatir..” ucap Hyuna.
Hyunseung tersenyum tipis, “Gwenchana.. Dia hanya merasa sedih. Dia ada di rumah nenekku..”
“Ohh.. syukurlah..” ucap Hyuna lega.
“Oh ya, mana Sohyun? Aku sangat merindukannya..” ucap Hyunseung sambil melangkah ke kamar.
“Hm? Oppa saja tidak rindu padaku..” ucap Hyuna sebal sambil mengikuti Hyunseung.
Hyunseung langsung menggendong Sohyun yang sedang asik di box dan memeluknya, “Annyeonghaseo.. kau merindukan appa sayang?”
“Ne, dia tidak bisa tidur karena oppa tidak ada..” ucap Hyuna sambil menghampiri Hyunseung.
“Jinja?” Tanya Hyunseung dan kembali memandang Sohyun, lalu mencium pipinya gemas. “Aigoo.. appa sangat merindukanmu sayang..” ucapnya.
“Aku akan menyiapkan makanan..” ucap Hyuna sambil melangkah ke pintu.
“Oh.. Hyuna-a..”panggil Hyunseung.
Hyuna berhenti dan memandang Hyunseung, “Ne?”
Hyunseung memandang Hyuna ragu, “Ini tentang Dokter Seo dan Woram..” ucapnya.
Hyuna tertegun, “Ne?”

=Kediaman Keluarga Seo=
Hyuna melangkah masuk ke rumah Dokter Seo sambil memandangi sekitar, Hyunseung mengikutinya bersama Sohyun yang dia gendong dan dokter Seo. Ia berhenti dan memandang Dokter Seo, “Dokter Seo, aku tidak yakin apa aku bisa membantu kali ini. Tapi aku akan melakukan semampuku..” ucapnya.
Dokter Seo tersenyum, “Ne..”
Hyuna kembali memperhatikan sekitar dan melangkah lebih masuk. Ketika melewati sebuah pintu, ia berhenti sejenak dan mengintip kedalam. Tampak Woram berdiri di sebelah jendela memandang sedih kedepan, ia juga ikut merasakan hal yang sama.
“Waeyo Hyuna-ssi?” Tanya Dokter Seo.
Hyuna memandang Dokter Seo, “Sepertinya Woram masih sangat sedih atas kematian Boram..” ucapnya.
Dokter Seo menghela nafas berat, lalu membuka pintu kamar Woram perlahan dan memandang ke dalam. “Ne, dia masih sering menangis. Bahkan ketika dia menatap bayangannya di cermin..”
Hyuna memandang Woram sedih.
“Kurasa dia terlalu lama menangis dan jatuh tertidur..” ucap Dokter Seo sambil kembali menutup pintu.
Hyuna tertegun mendengar ucapan Dokter Seo, “Ne?” ucapnya tak mengerti, lalu kembali mendorong pintu dan melangkah masuk. Ternyata Woram berbaring di tempat tidur. Jadi yang berdiri di depan jendela adalah Boram? Ia memandang Woram yang terlelap dan kembali memandang Boram.
Boram menoleh kearah Hyuna.
“Hyuna-ssi? Waeyo?” Tanya Dokter Seo tak mengerti.
Sohyun tiba-tiba menangis histeris dan terlihat sangat ketakutan.
“Oh.. Sohyun-a.. gwenchana.. appa disini..” ucap Hyunseung sambil menimang-nimang Sohyun dan membawanya keluar.
Dokter Seo tertegun melihat reaksi Sohyun dan menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna-ssi, Boram ada disini?”
Hyuna tak percaya dia masih akan melihat sosok Boram, ia pikir setelah semuanya selesai gadis itu akan pergi.
“Hyuna-ssi?” Tanya Dokter Seo lagi.
“Ne, dia disini..” jawab Hyuna pelan.
Dokter Seo melangkah masuk sambil memandang sekitar, “Jinja? Dimana dia?” tanyanya.
Boram memandang Dokter Seo sedih dan kembali memandang Hyuna.
“Tepat didepanku..” jawab Hyuna.
Woram terbangun dari tidurnya mendengar suara orang berbicara, “Hmm.. oppa, waeyo?” tanyanya sambil bergerak bangkit.
Dokter Seo bergerak duduk disebelah Woram, “Woram-a, kau benar.. Boram masih disini..”
Mata Woram membesar dan langsung memandang Hyuna, “Benarkah dia masih disini?”
Hyuna memandang Woram dan mengangguk pelan.
Woram turun dari tempat tidur dan menghampiri Hyuna, “Dimana dia?” tanyanya, lalu memandang sekitar kamarnya. “Boram-a..” panggilnya dan kembali memandang Hyuna. “Katakan dimana dia?!”
Hyuna menatap Woram sedih, lalu melirik Boram yang sekarang sudah berdiri di hadapan saudarinya. “Dia ada didepanmu..”
Woram memandang kedepan namun tidak terlihat apa pun selain kehampaan, bulir air matanya mengalir perlahan menyadari saudarinya memang masih disana namun dia tidak bisa melihatnya. “Boram-a..” ucapnya pelan.
Hyuna memandang Woram sedih.
“Kenapa aku tidak bisa melihatmu Boram? Kenapa kau tidak menampakkan dirimu padaku?” Tanya Woram sambil menangis.
“Dia sendiri tidak bisa melakukan apa pun Woram..” ucap Hyuna memberi penjelasan.
Woram terisak sesaat sambil memandang sekitar kamarnya.
Bulir air mata Boram ikut berjatuhan melihat saudarinya menangis, tangannya terlurur untuk menyeka air mata Woram namun tidak bisa menyentuh kulit saudarinya. Hal itu membuatnya sangat sedih. Kenyataan bahwa sekarang mereka sudah berada di alam berbeda.
“Hyuna-ssi, bisakah kau berkomunikasi dengan Boram?” Tanya Dokter Seo.
Woram memandang Hyuna.
“Aku tidak bisa.. Aku hanya bisa melihatnya..” jawab Hyuna menyesal.
Woram menunduk putus asa karena itu.

=Malamnya=
Hyunseung naik ke tempat tidur sambil memandangi Hyuna yang tampak sedih, “Hyuna, waeyo?” tanyanya sambil merangkul gadis itu.
Hyuna memandang Hyunseung dan menghela nafas sedih, “Oppa, aku sangat sedih tidak bisa membantu Woram dan Boram..”
Hyunseung mengelus bahu Hyuna dan mengangguk sedih, “Ne, aku tau..” ucapnya pelan, “Tapi kita tidak bisa melakukan apapun, kau sudah berusaha membantu tapi tidak ada yang bisa kau lakukan..”
Hyuna berusaha memikirkan sesuatu yang bisa dia lakukan untuk membantu kedua saudari kembar itu.
“Sudahlah.. Jangan memikirkannya lagi.” Ucap Hyunseung, “Tadi Sohyun sangat ketakutan karena merasakan keberadaan Boram disana, jadi jangan berpikir kembali kesana..”
Hyuna memandang Hyunseung dan mengangguk.
Hyunseung tersenyum tipis dan mencium dahi Hyuna, “Ayo tidur..” ucapnya sambil memperbaiki posisi tidurnya.
Hyuna ikut berbaring disebelah Hyunseung meskipun pikirannya belum bisa berhenti memikirkan Boram dan Woram.

=Rumah Nenek Eunji+Hyunseung=
“Apa kau sudah memikirkannya Eunji?” Tanya Taemin pada Eunji.
Eunji menghela nafas dalam dan mengangguk berat, “Ne, meskipun sangat berat. Aku akan membicarakannya pada ibuku..” ucapnya, “..juga ayahku..”
Naeun memegang tangan Eunji, “Eonni, jangan menghilang seperti kemarin lagi. Aku sangat khawatir..”
Eunji tersenyum tipis, “Ne, miane..”
“Kuharap semuanya akan lebih baik setelah ini..” ucap Hyunseung.
“Ne..” jawab Eunji.
Hyunseung memandang ke arah Hyuna yang sedang bermain bersama Sohyun. Putri mereka sudah mulai bisa berjalan jadi agak sulit menahan keaktifannya sekarang.
Key ikut bermain bersama Sohyun, “Sohyun-a, ayo ikuti. Samchon..” ucapnya sambil menunjuk dirinya.
Sohyun memandang Key dan mengedip-kedip bingung.
“Sam.. chon..” ucap Key lebih jelas.
Hyuna tertawa kecil, “Oppa, yang dia mengerti baru eomma..” ucapnya.
Key cemberut, “Aigoo.. kenapa dia belum bisa memanggil samchon?”
“Tunggu saja..” ucap Hyuna dan tertawa lagi. Sebuah ide muncul dikepalanya karena Key selalu memiliki ide yang aneh, “Oppa, apa kau pernah mendengar caranya berkomunikasi dengan arwah seseorang?”
Key memandang Hyuna bingung, “Ne? maksudmu orang mati?”
Hyuna mengangguk, “Ne..”
Key berpikir sejenak, “Hmm.. bagaimana ya?” gumamnya sendiri, “Aku pernah mendengar beberapa cara..” ucapnya, membuat Hyuna menatapnya penasaran. “Kau pernah mendengar arwah yang masuk ke tubuhmu dan  berkomunikasi dengan orang hidup?”
Hyuna memikirkan ucapan Key, “Mmm… seperti kerasukan begitu?”
“Ne..” jawab Key, “Tapi kau melakukannya dengan sengaja dan dengan maksud yang baik..”
“Bagaimana caranya?” Tanya Hyuna ingin tau.
“Aku tidak tau apakah ini berhasil atau tidak, tapi sepertinya jika kau menginginkannya kau bisa dirasuki arwah..” jawab Key.
Hyuna tertegun, “Jeongmall?”
Key mengangguk, “Ne, begitu yang kudengar..” jawabnya, “Tapi aku juga tidak begitu yakin..”
Hyuna diam memikirkan ucapan Key.
“Waeyo Hyuna?” Tanya Key ingin tau.
“Ne? oh.. aniya, hanya ingin tau saja..” jawab Hyuna sambil tersenyum, lalu kembali bermain dengan Sohyun.
Malamnya. Karena tidak mau membiarkan Eunji seorang diri, semuanya ikut menginap disana. Naeun tidur bersama Eunji, Taemin dan Key di kamar sebelahnya. Hyuna dan Hyunseung tidur di kamar utama.
Hyunseung keluar dari kamar mandi dan melihat Hyuna mencium pipi Sohyun yang sudah terlelap dengan posisi menelungkup di tempat tidur, bibirnya membentuk senyuman dan duduk di sisi lain tempat tidur.
Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Wae oppa?”
Hyunseung menggeleng pelan, “Aniya, aku hanya ingat sesuatu..”
“Mwo?” Tanya Hyuna ingin tau.
“Hmm..” Hyunseung mengingat-ingat, “Bukankah aku pernah berkata kalau kita menempati kamar utama setelah menikah?”
Hyuna kembali teringat ucapan Hyunseung itu dan tersipu malu, “Oppa masih mengingatnya?”
“Keurom..” ucap Hyunseung, lalu memandang Sohyun sambil mengelus rambutnya. “Sekarang kita bahkan sudah memiliki Sohyun..”
Hyuna tersenyum, “Ne.. Rasanya baru kemarin kita tinggal disini untuk menghindari eommanim…”
Hyunseung menatap Hyuna penuh arti dan memegang pipinya, “Karena itu, kau harus menjaga hatimu hanya untukku.” Ucapnya dalam, “Kita melewati begitu banyak masalah hingga bisa benar-benar bersama dan memiliki Sohyun. Keutji?”
Hyuna mengangguk, “Ne oppa.. Aku akan menjaganya sebaik mungkin hingga tidak mungkin masuk pria lain ke hatiku..” ucapnya dan tertawa kecil.
Hyunseung tersenyum, “Keure, ayo tidur..” ucapnya sambil bergerak berbaring dan menyelimuti Sohyun.
“Oh.. oppa tidur saja terlebih dulu..” ucap Hyuna, “Aku ingin mengobrol dengan Naeun dan Eunji eonni dulu..”
“Ne?” ucap Hyunseung bingung.
“Hanya sebentar..” ucap Hyuna sambil turun dari tempat tidur dan melangkah keluar kamar.
Hyunseung menghela nafas dalam dan berbaring, “Dasar wanita..” gumamnya.
Hyuna menutup pintu kamar perlahan dan memandang kearah tangga, tidak terlihat siapa pun. Ia menghela nafas dalam dan melangkah cepat menuju pintu depan tanpa menimbulkan suara, ia ingin ke rumah dokter Seo dan menjalankan niatnya.
Tok! Tok! Tok!
Dokter Seo yang sedang membaca buku menoleh ke arah pintu depan, lalu memandang jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. terdengar ketukan lagi, ia bangkit dan membuka pintu.
“Annyeonghaseo..” sapa Hyuna sambil membungkuk sopan.
Dokter Seo memandang Hyuna bingung, “Hyuna-ssi?”
“Maaf, aku tau sekarang bukan jam bertamu. Tapi aku harus melakukan sesuatu bersama Woram. Ini sangat penting..” jelas Hyuna langsung.
Dokter Seo tertegun mendengar ucapan Hyuna dan mengangguk pelan, lalu membiarkan gadis itu masuk ke kamar Woram.
Woram yang duduk sambil memeluk lutut di tempat tidur tertegun melihat Hyuna masuk ke kamarnya, “Hyuna-ssi?”
Hyuna memandang Woram dan Boram yang duduk disebelahnya, “Woram-ssi, mungkin aku bisa melakukan sesuatu untuk membantumu..”
Woram memandang Hyuna tak mengerti, “Ne?”

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 16]

  1. huwaaaa hyuna unni mau nglakuin apa yg key blg yaaa???
    knpa aku takut kalo sampe arwah ny gag isa keluar lg yaachhhh..
    *ketakutan gag penting
    penasaraaannnn ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s