Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 15]

–What is LOVE? 3–

15

I can’t protect you anymore or love you anymore..
It’s my heartaching story..
It’s okay if it’s a little late..
Just take step by step, slowly..
(Davichi – Turtle)

=Rumah Eunji=
“Gommo, apa Eunji tidak mengatakan apa pun saat dia pergi?” Tanya Hyunseung ingin tau.
Ibu Eunji menggeleng, “Aniya, dia hanya pergi begitu saja..” ucapnya.
Taemin dan Key tampak berpikir, “Apa dia terlihat aneh saat itu?” Tanya Key.
“Ani.. Semuanya baik-baik saja..” jawab ibu Eunji.
Hyunseung berusaha mencerna semuanya karena terasa sangat janggal baginya.
“Apa kita perlu mencarinya ke tempat lain?” Tanya Taemin pada yang lain.
“Ah.. bagaimana jika kita mencarinya ke perusahaan ayahnya? Biasa saja kan dia datang ke sana untuk bekerja secara diam-diam..” usul Key.
“Bisa saja..” ucap Taemin.
“Hmm.. sebaiknya kita mencarinya kesana..” ucap Hyunseung.
Key dan Taemin bangkit, “Baiklah gommo, kami akan mencari Eunji ke tempat lain. Anda tenang saja..” ucap mereka, lalu membungkuk sopan.
Ibu Eunji berdiri, “Ne, terima kasih sudah membantuku..”
Key dan Taemin melangkah keluar rumah duluan, sementara Hyunseung masih berdiam di tempatnya memandangi bibinya.
“Gommo, apa Eunji benar-benar tidak mengatakan apa pun?” Tanya Hyunseung hati-hati.
Ibu Eunji tertegun mendengar Hyunseung menanyakan itu lagi, “Ne, wae?”
Hyunseung menghela nafas dalam dan menatap bibinya serius, “Gommo bisa jujur padaku, hanya kita yang ada disini. Jika aku tau yang sebenarnya terjadi, mungkin aku tau dimana Eunji..”
Ibu Eunji menunduk gugup, “Aniya, Hyunseung.. Gommo benar-benar tidak tau apa pun..”
“Gommo, jebal..” ucap Hyunseung dengan nada memaksa.
Ibu Eunji memandang Hyunseung ragu, “Hyunseung-a, kenapa kau seperti menuduh gommo penyebab Eunji pergi?”
Hyunseung maju selangkah mendekati bibinya, “Gommo, aku bukan anak kecil yang tidak tau apa pun lagi. Aku tau apa yang kau lakukan dibelakang samchon, jadi katakan yang sejujurnya padaku..” ucapnya setengah mengancam.
Ibu Eunji tersentak dan menatap Hyunseung tak percaya, “Hyun.. Hyunseung?”
Sementara di luar.
Taemin bingung Hyunseung tak kunjung keluar saat dia dan Key sudah masuk ke mobil, “Mana Hyunseung? Kenapa lama sekali?”
“OH.. itu dia..” ucap Key menunjuk Hyunseung yang akhirnya keluar.
Hyunseung langsung masuk ke mobil dan mengenakan sabuk pengaman, “Aku dimana Eunji! Cepat!!”
“Ne? dimana?” Tanya Taemin tak percaya.
“Rumah nenekku!! Cepat!!” seru Hyunseung.

=Rumah Kris=
Krystal membuka matanya dan memandang sekitarnya bingung, lalu bangkit perlahan. “Dimana ini?” gumamnya. Setelah beberapa saat ia baru ingat mengenai kejadian kemarin malam dan segera menyibak selimut untuk melihat lututnya, ternyata lukanya sudah ditutupi plester. Ia turun dari tempat tidur dan melangkah ke pintu. Keluar dari kamar, ia langsung terkesima melihat lukisan-lukisan yang terpajang di dinding dan ada sebuah lukisan yang sedang di selesaikan. Ia terpaku melihat lukisan siapa yang sedang diselesaikan itu, Kim Hyuna.
“Hmmm..” gumam Kris yang tertidur di sofa.
Krystal memandang Kris dan memperhatikan pria itu terjaga.
Kris memandang Krystal dengan mata mengantuknya, “Oh.. kau sudah bangun..” ucapnya pelan sambil mengusap wajahnya dan bangkit duduk.
“Mmm.. kau membawaku kemari?” Tanya Krystal memastikan.
“Ne, aku tidak mungkin meninggalkanmu pingsan di pinggir jalan.” Jawab Kris.
Krystal kembali memandang lukisan Hyuna dan memandang Kris, “Jadi benar kau yang membuat hubungan Hyunseung oppa dan Hyuna eonni renggang?”
Kris tertegun mendengar pertanyaan Krystal dan memandang lukisannya, dengan cepat ia bangkit dan menutup lukisan itu dengan kain. “Bukan sesuatu yang penting lagi sekarang..” ucapnya pelan.
“Jika bukan hal penting lagi, kenapa kau melukis Hyuna eonni?” Tanya Krystal.
Kris menghela nafas dalam dan menatap Krystal tegas, “Sepertinya itu bukan urusanmu, jika kau sudah merasa lebih baik, pergilah..” ucapnya, lalu melangkah ke kamar.
“Hyuna eonni sudah menikah dan memiliki seorang putri..” ucap Krystal pada Kris.
Langkah Kris terhenti dan diam sejenak ditempatnya memikirkan ucapan Krystal, “Karena itu, sekarang semuanya sudah tidak penting lagi..” ucapnya pelan.
“Jika sudah tidak penting, kenapa kau masih mengingatkan dirimu tentang Hyuna eonni? Seharusnya kau menjauhi semua tentangnya. Jika kau tetap melakukan ini, kau akan merusak pernikahannya.” Ucap Krystal.
Kris berbalik menatap Krystal marah, “Sudah selesai kau berbicara?! Jika sudah, kau bisa pergi..”
Krystal memandang Kris sedih, “Miane..” ucapnya pelan.
Kris menghela nafas dalam, “Aniya, kau tidak salah. Aku hanya terlalu sensitive sekarang..” ucapnya menyesal.
“Mmm.. itu..” ucap Krystal sambil garuk-garuk kepala, “Aku selama ini tinggal di Amerika, jadi aku tidak tau jalanan di Seoul. Mmm.. apa kau tidak keberatan mengantarkanku?”
Kris diam sejenak, “Hmm.. jika kau berjanji tidak mengatakan apa pun tentang lukisan itu..” ucapnya.
Krystal tersenyum sambil berpura-pura menresleting mulutnya tanda dia takkan buka mulut.
Kris tersenyum tipis dan mengangguk, “Sebentar, aku akan bersiap dulu.”
Perjalanan.
Kris mengendarai mobilnya dengan tenang di jalanan sibuk Seoul, “Oh ya, namaku Kris.” Ucapnya ketika menghentikan mobil di lampu merah.
“Krystal..” jawab Krystal.
“Mmm.. bisa aku tau kenapa kau selalu pingsan ketika bertemu denganku?” Tanya Kris tak habis pikir.
“Ne? aniya.. bukan karena bertemu denganmu..” jawab Krystal cepat, “Aku phobia darah..” ucapnya memberitau.
“Ne? phobia darah?” Tanya Kris tak percaya.
Krystal menghela nafas dalam sambil garuk-garuk kepala, “Ne.. Ketika kecil aku dan eonniku pernah tidak sengaja melukai seekor rusa di hutan, dan darah rusa itu menyembur seperti air mancur ke wajahku. Sejak saat itu aku sangat takut jika melihat darah..” ceritanya.
Kris menatap Krystal tak percaya sejenak, lalu tertawa kecil. “Well, pengalaman yang tidak menyenangkan..”
Krystal tertawa malu, “Ne.. memang..” ucapnya, “Apa kau punya phobia akan sesuatu?” tanyanya.
Kris kembali menjalankan mobil sambil berpikir, wajahnya berubah sedih. “Sepertinya..” ucapnya pelan.
“Oh ya? Apa itu?” Tanya Krystal ingin tau.
Kris tersenyum sedih, “Aku phobia saat seseorang meninggalkanku..”
Krystal tertegun mendengar ucapan Kris, lalu tertawa kecil. “Ne? memangnya ada phobia seperti itu?”
“Aku juga tidak mengerti..” jawab Kris.
“Sejak kapan kau merasa seperti itu?” Tanya Krystal mulai penasaran.
Kris menghela nafas dalam, “Saat ibuku pergi meninggalkanku.” Jawabnya berat.
Krystal tertegun menatap Kris, “Ne?”
“Aku benar-benar dicampakkan ibuku. Dia berkata aku bukan anak yang bisa dia besarkan hingga memilih pergi meninggalkanku begitu saja.” Ucap Kris sedih.
“Oh.. I’m sorry…” ucap Krystal menyesal.
Kris memandang Krystal sambil tersenyum dan kembali memandang jalanan, “Kurasa karena itu aku merasa sangat sulit ketika Hyuna meninggalkanku, mencampakkanku seperti aku bukan seseorang yang berharga.”
“Aniya Kris..” ucap Krystal cepat, “Hyuna eonni tidak bisa bersamamu karena dia sudah menikah dan memiliki putri, jangan merasa di buang seperti itu..”
Kris tak mengatakan apa pun hingga menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah, “Ini alamat yang kau tuju..” ucapnya.
Krystal memandang keluar jendela dan melihat rumah Taemin, lalu kembali memandang Kris. “Kris, aku tau terkadang hidup tidak adil. Tapi kau harus melewatinya..” ucapnya.
Kris tersenyum tipis, “ne..”
“Baiklah.. Terima kasih sudah mengantarkanku..” ucap Krystal, lalu turun dari mobil.

=Rumah Nenek Hyunseung dan Eunji=
Taemin menghentikan di depan rumah tua yang dulu sempat ditinggali Hyuna dan Hyunseung, lalu segera turun bersama teman-temannya.
Hyunseung terlebih dulu menuju pintu depan dan membukanya, ternyata tak terkunci. “Eunji..” panggilnya begitu masuk, tak ada jawaban. “Eunji..” panggilnya lagi.
“Eunji!! Eunji-a!!” panggil Taemin dan Key.
Hyunseung melangkah cepat ke kamar utama yang terdapat di lantai satu, “Eunji!!” panggilnya, tidak ada jawaban. Lalu segera melangkah cepat menuju lantai atas dan memeriksa kamar-kamar disana. Ketika membuka kamar yang dulu di tempati Hyuna, ia tertegun melihat Eunji di tempat tidur. “Eunji?” panggilnya sambil melangkah masuk. Dahinya berkerut melihat sepupunya seperti tertidur, “Eunji..” panggilnya lagi sambil mengguncang bahu gadis itu perlahan.
“Oh! Dia benar disini!” ucap Taemin tak percaya.
Key berlari kecil menghampiri tempat tidur, “Eunji.. dia tidur?” tanyanya bingung.
Hyunseung memeriksa denyut nadi Eunji yang terasa lemah, “Ani.. dia tidak tidur..” ucapnya mulai panic.
Taemin melihat botol obat beserta gelas kosong di meja disebelah tempat tidur, “Botol apa ini?” tanyanya sambil mengambil botol itu.
Hyunseung memandang Taemin dan mengambil botol itu, matanya membesar membaca nama di botol itu. “Oh! Ini obat penenang!” ucapnya.
“Omo!! Bagaimana ini?! Ayo bawa dia kerumah sakit!!” ucap Key panic.
“Ani! Tunggu! Aku akan memanggil dokter Seo saja, dia tinggal disebelah rumah ini..” ucap Hyunseung sambil melangkah cepat keluar dari ruangan itu.
Beberapa saat kemudian.
Hyunseung, Taemin dan Key memperhatikan dokter Seo memeriksa keadaan Eunji dengan wajah cemas.
Dokter seo melepaskan stetoskop dari telinganya dan memandang ketiga pria dibelakangnya, “Dia akan segera sadar sebentar lagi..” ucapnya pelan.
Hyunseung, Taemin dan Key menghela nafas lega.
“Dan seharusnya obat penenang hanya diminum satu buah jika memang benar-benar membutuhkannya, jika di minum lebih dari dua butir disaat bersamaan bisa menyebabkan over dosis dan kematian bagi peminumnya..” ucap dokter Seo memberitau.
“Ne, kami akan lebih memperhatikannya Dokter. Terima kasih bantuanmu..” ucap Hyunseung sambil membungkuk sopan.
Setelah itu Hyunseung mengantarkan Dokter Seo menuju pintu depan.
Dokter Seo berhenti dan memandang Hyunseung sambil tersenyum, “Hyunseung-ssi, aku belum sempat mengucapkan terima kasih atas bantuanmu beberapa bulan lalu..” ucapnya bersungguh-sungguh.
Hyunseung tersenyum dan mengangguk, “Ne, tidak perlu dipikirkan Dokter. Dan apakah adikmu Woram baik-baik saja?”
Dokter Seo menghela nafas dalam, “Mmm.. dia masih terguncang atas kematian Boram, tapi tidak ingin pindah karena merasa disini ia merasakan kembarannya masih bersamanya..” ceritanya.
Hyunseung menunjukan rasa simpatiknya atas kejadian yang telah menimpa keluarga dokter Seo, “Semoga dia bisa melewati semuanya dengan baik..”
Dokter Seo tersenyum, “Oh ya, Hyunseung-ssi.. Apakah aku bisa meminta sedikit bantuan padamu?”
Hyunseung tertegun, “Ne? bantuan apa dokter Seo?”
Dokter Seo tampak ragu mengatakannya, “Ini mengenai Hyuna-ssi..”
“Ne?” ucap Hyunseung tak mengerti.
“Mmm.. bisakah dia datang kemari dan melihat apakah Boram benar-benar masih ada disini atau tidak?” Tanya Dokter Seo lebih jelas.
Hyunseung diam sejenak, “Mmm.. entahlah.. Aku tidak tau apakah dia masih bisa atau tidak melihat arwah Boram…” jawabnya ragu.
“Bisakah dia mencoba? Woram berkata seperti melihat sosok Boram, tapi aku takut itu hanya khayalannya saja dan membuat mentalnya semakin terpuruk. Aku ingin memastikan itu benar-benar Boram atau tidak. Hanya itu..” ucap dokter Seo setengah memohon.
Hyunseung sempat tidak tau harus mengatakan apa beberapa saat, “Mmm.. aku akan membawa Hyuna nanti..”
Dokter Seo tersenyum dan membungkuk sopan, “Saya permisi Hyunseung-ssi…” ucapnya dan melangkah pergi.
3 am.
Eunji yang baru tersadar menatap Hyunseung menyesal, sementara Taemin dan Key masih terlelap di sofa.
“Kenapa kau bersembunyi disini seorang diri?” Tanya Hyunseung tak mengerti.
Eunji menunduk menyesal, “Aku tidak punya muka bertemu siapa pun..”
“Kau bisa bertemu denganku. Kenapa kau menyimpannya seorang diri?” Tanya Hyunseung kesal.
Bulir air mata Eunji mulai berjatuhan dan kembali memandang Hyunseung, “Kau tau kenapa aku pergi Hyunseung, kau yang tau semuanya..”
Hyunseung menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya sesaat.
“ibuku.. dia bahkan membawa kekasihnya kerumah saat ayahku tidak ada. Aku sangat malu! Bagaimana mungkin dia melakukan itu? kenapa dia masih mengkhianati ayahku setelah bertahun-tahun?” ucap Eunji dengan bulir air mata berjatuhan.
Hyunseung memandang Eunji, “Jika kau dulu memberitaunya pada ayahmu, semua ini tidak akan terasa sangat berat untukmu.” Ucapnya.
“Mudah untuk diucapkan Hyunseung, tapi bagaimana jika kau ada di posisiku?” Tanya Eunji.
Hyunseung menatap Eunji dalam, “Aku akan merasa sangat terluka saat itu, karena  wanita yang kuhargai mencoreng harga dirinya sendiri di depan wajahku. Mungkin aku juga akan sangat membencinya karena menyebabkan keluargaku hancur berantakan. Tapi aku tidak akan tumbuh dengan semua kebohongan itu, aku akan tumbuh seperti apa yang seharusnya.” Ucapnya pelan, satu tangannya terulur memegang pipi Eunji. “Kau mengerti?”
Eunji menangis pedih mengingat semua kekacauan yang telah terjadi dalam keluarganya selama ini, “Bagaimana dengan ayahku? Dia akan sangat terluka jika mengetahuinya..”
“Kebenaran memang terkadang menyakitkan Eunji, tapi kau akan merasa bebas setelah mengatakannya. Arasso?” Tanya Hyunseung.
Eunji diam menatap Hyunseung, tangannya bergerak menggenggam tangan Hyunseung yang memegang pipinya. “Jeongmall miane Hyunseung..” ucapnya penuh sesal, “Jika saat itu aku mempunyai keberanian untuk mengatakannya, kau tidak akan benci padaku..”
Hyunseung menggeleng, “Aniya, aku tidak pernah membencimu..” ucapnya, “Aku hanya merasa tidak berguna, karena seharusnya aku yang melindungimu. Tapi aku membiarkanmu terluka seorang diri. Aku sangat menyesal untuk itu..”
Eunji bergerak maju dan memeluk sepupunya itu erat.
Hyunseung mengelus punggung Eunji dan membiarkan gadis itu melepas bebannya sementara waktu.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 15]

  1. ternyata masa lalu kriss oppa sangat menyakitkan..
    pantes dya kehilangan bgt pas d tinggal hyuna unni padahal mrka ru kenal..
    ahhhh soojung ternyata dirimu bsa dewasa jugaaa ^^

    jadi bener2 salah paham antara hyun oppa n eunji waktu kecil…
    kasian eunji..
    sampe minum obat penenang bny gtooo..
    😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s