Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 12]

–Melting–

12

Baby tell me, how to love..
Open up your closed heart, empty the toughts filled in your head..
How to love, it’s okay if the scars are still there..
Because we’ll be happy the moment we love..
(Beast – How to Love)

=Sebuah Taman=
Kris memasang earphone di kedua telinganya dan berlari kecil di sepanjang jalan batu itu. Hatinya terasa sangat sakit hingga tak bisa bernafas setelah Hyuna memilih kembali pada Hyunseung. Ia tidak tau mengapa rasanya sesakit itu karena dia dan Hyuna belum terlalu lama bertemu. Matanya kembali di penuhi air, kakinya berlari lebih cepat untuk menghilangkan bayangan Hyuna yang terus muncul di kepalanya.
Krystal melangkah sambil menatap layar ponselnya kesal, “Aissh!! Oppa!” gumamnya kesal karena Taemin tak kunjung datang untuk menjemputnya. Karena pria itu sudah berjanji akan menemaninya kemana pun selama dia ada di Korea. “You want to die oppa?!” gumamnya lagi. Tiba-tiba seseorang menabraknya, “AHH!!!”
BRUKK!!!
Krystal terjerembab ke tanaman dan dipenuhi tanah, “Awww..” rintihnya karena tubuhnya terasa sakit.
Kris meringis sakit karena ia terjatuh ke jalanan batu, begitu menyadari ia menyebabkan seorang gadis terjatuh, ia segera bangkit dan menghampiri gadis itu. “Cesonghamida.. kau baik-baik saja?”
Krystal bergerak duduk sambil membersihkan bajunya dari tanah, “ARE YOU BLIND?!!!” serunya pada Kris marah, namun semua kemarahannya langsung luntur begitu melihat siapa yang ada di hadapannya. Matanya sampai tak berkedip karena terpana dengan ketampanan Kris, ‘Oh my god! This is heaven?’ batinnya tak percaya.
“Cesonghamida, aku tidak melihatmu. Apa kau terluka?” Tanya Kris khawatir.
“Oh.. ne, aku baik-baik saja.. jawab Krystal sambil tersenyum.
Kris membersihkan tanah di lengan Krystal dan tertegun melihat siku gadis itu berdarah, “OH.. kau berdarah..”
Krystal tertegun, “Hm? Aku?” tanyanya sambil memandang siku, matanya membesar melihat darah yang mengalir dari lukanya. “Blood!!!” serunya ngeri, kepalanya terasa pusing dan tak sadarkan diri.
Kris terkejut dan langsung menarik Krystal ke lengannya, “Ya.. ya.. kau kenapa?” tanyanya tak mengerti, namun melihat gadis itu tak sadarkan diri, dia segera menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit.

=Rumah Sakit=
Krystal membuka matanya dan meringis menahan sakit sambil memegang kepalanya.
Kris yang sejak tadi duduk di sisi tempat tidur langsung berdiri memandang Krystal, “Kau sudah sadar?”
Krystal memandang Kris sambil tetap memegang kepalanya, “Hm? Dimana ini?”
“Kau di rumah sakit, tadi kau pingsan di taman..” jelas Kris.
Krystal kembali ingat kejadian tadi dan langsung bergerak duduk sambil memeriksa sikunya, ternyata sudah di tutup perban, dia menghela nafas lega karena tidak ada darah lagi disana.
“Kau baik-baik saja? Apa kepalamu terbentur ketika terjatuh tadi?” Tanya Kris khawatir.
“Aniya, aku baik-baik saja..” jawab Krystal sambil tersenyum, dia merasa senang karena Kris mengkhawatirkannya.
“Oh ya, aku tidak tau siapa namamu. Jadi aku menggunakan namaku untuk menjaminmu selama dirawat disini..” ucap Kris memberitau.
“Gamshamida..” ucap Krystal tersipu.
Taemin muncul dan langsung menghampiri Krystal khawatir, “Krystal! Are you okay?!!” tanyanya panic.
Kris tertegun melihat Taemin.
Krystal memegang bahu Taemin, “I’m fine, oppa..” ucapnya menenangkan.
Taemin menghela nafas lega, “Fiuuuh.. jika terjadi sesuatu padamu, aku bisa digantung orang tuaku!”
Krystal menatap Taemin kesal, “Jadi kau tidak mengkhawatirkanku?!”
“Keurom, mana mungkin aku tidak khawatir adikku yang cantik ini terluka..” ucap Taemin menggoda Krystal.
Krystal tersipu malu, “Aigoo..”
Taemin baru menyadari ada orang lain disana dan tertegun melihat Kris, “Noe?”
Kris membungkuk sopan, “Annyeonghaseo..”
Krystal memandang Taemin dan Kris bergantian, “Hm? Oppa mengenalnya?”
Taemin menatap Kris tajam, “Apa yang kau lakukan pada adikku?!”
“Aku tidak sengaja menabraknya di taman..” jawab Kris pelan.
“Oppa, gwenchana.. aku baik-baik saja..” ucap Krystal.
“Mwo? Baik-baik saja? Kau sampai pingsan dan dibawa kemari! Apa yang baik-baik saja?” Tanya Taemin kesal.
“Aku benar-benar minta maaf, seharusnya aku lebih berhati-hati..” ucap Kris menyesal.
“Aniya, Kris.. Kau tidak salah kok..” ucap Krystal membela.
Taemin menatap Krystal kesal, “Sudahlah! Ayo pulang!” ucapnya sambil menarik tangan gadis itu dan menariknya pergi.
“Oppa!”ucap Krystal sambil berusaha menahan pria itu, namun tak berguna.
Mobil Taemin.
“Oppa! Kenapa kau menyalahkan Kris seperti itu? bukan karena dia aku pingsan!” ucap Krsytal kesal pada Taemin yang menyetir mobil.
Taemin memutar bola matanya kesal, “Sudah! Jangan membelanya lagi! Kau tidak tau betapa buruknya pria itu!!”
“Aissh.. tapi aku benar-benar tidak pingsan karena Kris!” ucap Krystal berusaha menjelaskan.
Taemin menatap Krystal kesal, “Kubilang hentikan!!” serunya dan kembali memandang jalanan.
Krystal menatap Taemin kesal juga, “Oppa! Aku pingsan karena melihat darah di sikuku! Kau tidak tau aku phobia darah?!”
“Apa pun alasannya! Dia yang menyebabkanmu terluka! Okay?!” ucap Taemin kesal.
“Aissh..” ucap Krystal kesal dan menyilangkan kedua tangannya di dada, “Memangnya apa sih yang dia lakukan hingga oppa seperti ini?” tanyanya sambil memalingkan wajah ke jendela.
Taemin menghentikan mobilnya di lampu merah dan menatap Krystal, “Pria bernama Kris itu yang hampir menyebabkan Hyuna dan Hyunseung bercerai! Kau mengerti?!”
Krystal tertegun dan menatap Taemin tak percaya, “Ne? jinja? Omo.. wajahnya benar-benar menipuku..” ucapnya ngeri.
Taemin kembali menginjak gas begitu lampu berubah menjadi hijau, “Jangan bahas pria itu lagi, kau mengerti?”
Krystal memandang Taemin menyesal, “Ne, oppa..”
Taemin mengangguk setuju, “Good girl..”

=Rumah Eunji=
Eunji membuka pintu gudang dan melangkah masuk sambil mencari-cari sesuatu. Kakinya berhenti melangkah melihat sebuah kotak diatas lemari. Ia mencari sesuatu yang bisa dijadikan pijakan dan naik untuk mengambil kotak itu. beruntung pembantnya sering membersikan gudang jadi tidak begitu banyak debu disana. Bibirnya membentuk senyuman melihat kotak itu dan melangkah keluar, tidak lupa dia kembali menutup pintu sebelum pergi.
Eunji masuk ke kamarnya dan membawa kotak tadi ke meja di sebelah jendelanya, lalu duduk dan mulai membukanya. Bibirnya kembali membentuk senyuman melihat isinya. Itu adalah photo-photo masa kecilnya dan kekonyolannya bersama Hyunseung dulu. Mereka memang cukup dekat ketika kecil, namun sesuatu terjadi hingga sepupunya itu menjauh. Senyumnya luntur sembari mengambil sebuah photo dan memandangnya, itu adalah photo dirinya dan Hyunseung di pesta ulang tahun nenek mereka. Ia menghela nafas dalam mengenang masa itu, “Miane Hyunseung-a..” ucapnya pelan.

=Super Market=
Hyuna mendorong trolly sambil memperhatikan apa yang dia butuhkan lagi. Sohyun duduk di tempat duduk bayi di hadapannya.
Sohyun memandang Hyuna dan mengulurkan tangannya untuk menangkap kalung ibunya yang terus bergoyang-goyang ketika berjalan, “Eommmah…”
Hyuna memandang Sohyun dan tersenyum lebar, “Wuaaa.. Sohyun sudah bisa memanggil eomma..” ucapnya senang dan mencium pipi putrinya. “Oh.. apa kita kirimkan video pada appa?” tanyanya bersemangat sambil mengeluarkan  ponselnya dan menghidupkan perekam video kearah Sohyun. “Sohyun-a… ayo panggil eomma lagi..” ucapnya sambil mengelus kepala putrinya.
Sohyun memandang ponsel Hyuna bingung karena ada lampu yang berkedip-kedip disana, lalu tertawa lucu. “Eommmmah.. eommmah..” ucapnya gemas sendiri.
“Aigoo… neomu keyowa..” ucap Hyuna gemas, lalu menyudahi rekaman itu dan mengirim hasilnya pada Hyunseung. “Apa yang akan dikatakan appa ya?” tanyanya pada Sohyun. Ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya dan memandang kearah orang itu, ia langsung tertegun melihat Kris menatapnya dengan kaleng minuman di tangannya.

=Kafe=
Kris memandang Hyuna yang duduk canggung di hadapannya, “Bagaimana kabarmu?”
Hyuna memandang Kris, “Baik, kau?”
Kris menghela nafas dalam dan tersenyum tipis, “Tidak terlalu baik kurasa..”
Hyuna bingung harus mengatakan apa karena terlalu canggung, “Mmm.. Kris, bisakah kita melupakan apa yang terjadi sebelumnya?”
Kris hanya diam menatap Hyuna. Hatinya terasa sakit karena terlambat bertemu gadis seperti Hyuna.
“Maaf Kris, saat itu aku tidak tau apa yang kulakukan. Karena aku tidak ingat apa pun. Kupikir semua orang berusaha membohongiku dan tidak ingin bersama mereka, tapi ternyata aku salah..” ucap Hyuna berusaha menjelaskan.
Kris memikirkan apa yang harus dia katakan.
“Mmm.. Sepertinya kita tidak bisa bertemu lagi Kris, sekarang aku pergi..” ucap Hyuna, lalu menggendong Sohyun dan bangkit.
Kris memandang Hyuna, “Apa kita tidak bisa tetap berteman?”
Hyuna memandang Kris menyesal, “Maafkan aku Kris, tapi Hyunseung oppa akan sangat marah jika kau masih berhubungan denganku..”
Kris muak mendengar ucapan Hyuna mengenai Hyunseung dan bangkit, “Persetan dengan Hyunseung! Aku tersiksa karena perasaan rinduku padamu! Apa aku harus menanggungnya?! Wae?!”
Hyuna merasa bersalah atas semua yang terjadi, “Miane Kris..” ucapnya.
Kris mendengus kesal, lalu kembali duduk sambil memalingkan wajahnya. “Pergilah..” ucapnya pelan tanpa memandang Hyuna.
Hyuna menunduk menyesal dan segera melangkah pergi.

=Ruang Kerja Hyunseung=
Hyunseung mulai jenuh dengan berkas-berkas yang tak berhenti diberikan sekretarisnya, ia mengelus pundaknya dan merenggangkan tubuhnya. Ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk, tangannya bergerak menjangkau ponsel dan melihat pesan itu. ternyata sebuah video. Bibirnya langsung membentuk senyuman melihat Sohyun tertawa dan menyebut eomma dengan ekspresi lucu. “Jinja, pantas saja memiliki anak sangat menyehatkan..” gumamnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya sambil tersenyum.

=Kamar=
Hyuna yang sudah duduk di kasur memandang Hyunseung yang masuk ke kamar gugup, ia tidak tau mengapa jadi segugup itu setelah bertemu Kris tadi siang.
Hyunseung menyibak selimut dan naik ke kasur, ia heran melihat ekspresi Hyuna. “Waeyo?”
Hyuna memandang Hyunseung ragu, “Mmm.. oppa, aku akan jujur padamu.. Tapi kau harus berjanji untuk tidak marah..”
Hyunseung diam sejenak, “Apa kau membuat Sohyun terjatuh lagi?” tebaknya.
Mata Hyuna membesar, “Ani!!” jawabnya cepat.
“Kau mengatakan sesuatu pada Eomma yang tidak ia sukai?” tebak Hyunseung lagi.
“Ani!” jawab Hyuna lagi.
“Baik, katakan padaku..” ucap Hyunseung menunggu.
Hyuna menggigit bibir bawahnya ragu, “Mmm..” ia benar-benar takut mengatakannya.
“Cepat katakan..” desak Hyunseung yang sudah terlanjur penasaran.
“Tapi oppa harus berjanji dulu tidak akan marah..” ucap Hyuna.
Dahi Hyunseung berkerut, “Keure, aku berjanji tidak akan marah..”
Hyuna menghela nafas dalam dan mengumpulkan keberaniannya, “Tadi…” ucapannya terhenti sendiri karena masih belum yakin Hyunseung tidak akan marah.
“Mwo?” Tanya Hyunseung.
Hyuna berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, “Aku tidak jadi mengatakannya..”
Hyunseung memandang selimut yang menutupi wajah Hyuna bingung, lalu menariknya. Tampak gadis itu menghindari tatapannya, “Ada apa? Cepat katakan! Kenapa kau membuatku penasaran?”
Hyuna kembali duduk dan menunduk menyesal, “Tadi siang aku…” ucapannya kembali terputus.
“Ada apa Kim Hyuna?!” Tanya Hyunseung lebih tegas.
Hyuna memandang Hyunseung ngeri, “Oppa sudah berjanji tidak akan marah..”
“ne.. Aku tidak akan marah..” ucap Hyunseung.
Hyuna memperbaiki duduknya menghadap Hyunseung dan menatap pria itu serius, “Tadi siang aku bertemu Kris..”
Hyunseung diam memandang Hyuna tanpa ekspresi beberapa saat.
Hyuna kembali menarik selimut sambil berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya sebelum Hyunseung mengatakan sesuatu. Atau lebih tepatnya sebelum pria itu memperlihatkan wajah seramnya.
Hyunseung kembali menarik selimut yang menutupi wajah Hyuna dan memandang gadis itu, “Apa yang dia katakan?”
Hyuna menggigit bibir bawahnya, “Dia bertanya apakah kami masih bisa berteman atau tidak..”
“Dan apa jawabanmu?” Tanya Hyunseung.
“Aku berkata oppa akan marah jika dia tetap berhubungan denganku..” jawab Hyuna.
Hyunseung diam sejenak mendengar jawaban Hyuna, tak lama bibirnya membentuk senyuman dan merendahkan tubuhnya dengan menjadikan salah satu siku tumpuan agar wajahnya tepat berada di atas wajah Hyuna. “Jawaban yang bagus..” ucapnya sambil tangannya yang lain membelai rambut gadis itu lembut, namun Hyuna masih terlihat risau. “Ada apa lagi?”
Hyuna memandang Hyunseung yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya itu, “Oppa, aku merasa bersalah pada Kris..”
Hyunseung tertegun, “Mwo?”
“Karena kecerobohanku, aku membuat masalah besar dan membuatnya terjebak di masalah itu..” jelas Hyuna menyesal.
Hyunseung menatap Hyuna serius, “Jangan pikirkan dia.. Untuk apa kau memikirkan pria lain saat suamimu ada di depan wajahmu?”
“Aniya, oppa.. Aku hanya merasa terlalu bodoh..” ucap Hyuna dengan wajah polos.
Hyunseung hampir tertawa mendengar ucapan Hyuna, “Kau memang bodoh, mana ada orang yang pergi bunuh diri setelah bercinta dengan kekasihnya..” ledeknya, lalu mencium gadis itu lembut.
Hyuna mendorong Hyunseung dan menatapnya sebal, “Oppa!”
Hyunseung tersenyum, “Wae? Aku benarkan?”
“Aissh!” Hyuna memukul bahu Hyunseung sebal dengan wajah merona.
“Juga, mana ada orang yang tertangkap basah dua kali menari di klub?” ledek Hyunseung lagi.
Hyuna memukul bahu Hyunseung dan berbalik membelakangi pria itu dengan wajah cemberut, “Sudahlah! Aku ingin tidur!!”
Hyunseung menahan tawa karena sikap Hyuna, lalu memeluk gadis itu dari belakang dan menempelkan pipinya ke pipi gadis itu. “Aku lebih bodoh karena percaya kau menghilang karena muak padaku, padahal ibuku yang membuatmu pergi..” ucapnya pelan.
Hyuna tertegun mendengar ucapan Hyunseung. Matanya melirik pria itu tanpa bergerak.
Wajah Hyunseung berubah sendu mengingat masa lalu, “Juga, aku sangat bodoh saat tidak curiga ketika kau berkata ingin memberikan semua yang kau miliki padaku.” Lanjutnya, matanya mulai berkaca-kaca. “Aku juga sangat bodoh berpikir kau hanya memikirkan dirimu karena berpikir bunuh diri adalah jalan keluar, kupikir……” ucapannya tertahan sejenak karena bulir air mata yang hampir terjatuh. “Kupikir aku benar-benar akan kehilanganmu..” suaranya terdengar bergetar ketika mengatakan kalimat terakhir.
Hyuna dapat merasakan kesedihan Hyunseung. Kepalanya menoleh kebelakang dan bergerak berputar lagi agar bisa berhadapan dengan pria itu. tatapan Hyunseung terlihat sangat sedih. Tangannya terulur ke pipi pria itu dan menatapnya penuh arti, “Miane oppa..”
Hyunseung mengangguk dengan wajah seriusnya, “Ne, kau memang harus meminta maaf padaku dan menebus semua kesalahanmu.”
Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Hm? Bagaimana caranya?”
Hyunseung memegang pipi Hyuna dan menatapnya dalam, “Kau harus berada disisiku seumur hidupmu, araso?” ucapnya dan tersenyum.
Hyuna tersenyum, “Ne..”
Hyunseung memiringkan kepalanya dan mencium Hyuna dalam sambil memejamkan mata.
Hyuna memejamkan mata dan memegang leher Hyunseung.
Satu tangan Hyunseung terulur ke lampu meja dan mematikannya tanpa melepas ciumannya bersama Hyuna.

<<Back     Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 12]

  1. kasian ama oppa ku yg satu ituuuu…
    kris kn cuma korban salah jatih cinta ajaaa…
    *pukpuk kris oppa..
    sama krystal aja oppa..
    lupakan hyuna unni.. ^^
    penasaran banget ama masalah hyun oppa n eunji n masa lalu…
    >_<

  2. Yeahh kris dapet penggantinya yaitu krystal *loncat2
    Duhhh 2hyun bnr2 so sweet n kocak banget.. aku jadi penasaran sama cerita eunji.. tapi juga penasaran sama kelanjutan hubungan kris&krystal hehehe *lanjutbaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s