Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 6]

–Ill Do Anything For You Baby–

 6

I’ll do anything for you baby – I understand how you feel..
You’ll do anything for me baby, I’m so thankful for your heart..
Baby, trust me, if I wasn’t confident, I wouldn’t even say this..
Show me your heart a little more so I can trust you..

I’m not joking, this is real, if we can love, let’s go anywhere..
You’ll be surprised at how big it is, even I think it’s amazing..
When I hug you, I feel like I have the whole world, if I lose you, I feel like it’ll all be over..
I put you in everything and even serious trouble doesn’t seem like a big deal..

(Yong Jun Hyung ft G.Na – Anything)

=Kamar=

Hyuna berbaring ditempat tidur memikirkan ucapan Kris tadi siang, ia merasa membutuhkan bantuan pria itu, namun ia tidak sedang dalam masalah besar. “Eoteokhe?” gumamnya bingung.

Tok! Tok! Tok!

Hyuna langsung bergerak duduk sambil memandang pintu, “Ne..”

Pintu terbuka, muncul Hyunseung dari baliknya. “Mmm.. apa aku mengganggu tidurmu?”

Hyuna tersenyum tipis, “Aniya.. Waeyo?”

Hyunseung melangkah masuk dan duduk di dekat Hyuna, “Mmm.. Taemin merencanakan perjalanan akhir minggu ini, apa kau tidak keberatan?”

Hyuna merasa tidak enak mengingat acara akhir minggu mereka sebelumnya berantakan karena ia meninggalkan Sohyun di caravan, “Aku tidak keberatan..” ucapnya tanpa ragu.

Hyunseung tersenyum, “Baiklah.. Aku akan memberitaukannya pada yang lain..” ucapnya.

Hyuna mengangguk.

=Akhir Minggu=

“Maksudmu hotel yang besar itu?” Tanya Kris sambil menguaskan cat ke kanvas, ia sedang berbicara dengan Hyuna melalui telepon.

“Ne.. Mereka bilang ingin menghabiskan waktu disana..” jawab Hyuna sambil memasukkan beberapa bajunya ke tas.

“Mmm.. apa kau ingin aku juga datang kesana?” Tanya Kris.

“Ne? oh.. mereka akan tau kau yang memberikan tisu padaku waktu itu..” ucap Hyuna khawatir.

Kris tertawa kecil, “Aniya.. Aku akan menginap disana juga tanpa sepengetahuan mereka, dengan begitu saat kau bosan atau merasa tidak nyaman bersama mereka, kau bisa datang padaku..”

Hyuna tersenyum lebar, “benarkah?”

“Keurom..” jawab Kris dengan senang hati.

Hyuna tertawa kecil, “Mmm.. itu pasti menyenangkan..”

Pintu kamar terbuka, muncul Hyunseung yang menggendong Sohyun. “Hyuna-a, sudah selesai?”

Hyuna langsung memutuskan telepon dan memandang Hyunseung, “Oh.. ne..” jawabnya.

Hyunseung memandang Hyuna heran, “Wae?”

“Hm? Ani..” jawab Hyuna sambil tersenyum dan menutup tasnya.

“Khaja…” ajak Hyunseung sambil memberikan Sohyun pada Hyuna dan mengangkat tas Hyuna.

Hyuna menghela nafas lega karena Hyunseung tidak curiga dan segera mengikuti pria itu keluar.

“Kalian sudah siap pergi?” Tanya ibu Hyunseung.

“Ne eomma, aku harus merepotkanmu dengan menjaga Sohyun akhir minggu ini.” Ucap Hyunseung menyesal.

Ibu Hyunseung tersenyum lebar, “Gwenchana, merepotkan apa? Eomma senang bisa menjaga Sohyun..”

Hyuna tertegun, “Ne? sohyun tidak ikut dengan kita?” tanyanya.

“Aniya, dia akan bersama eomma..” Jawab ibu Hyunseung.

Hyuna memandang Hyunseung tak mengerti, “wae?”

Hyunseung tersenyum tipis, “Ini acara orang-orang dewasa, akan tidak nyaman jika dia ikut..”

“Tapi…” Hyuna memandang Sohyun yang sedang memperhatikan kerah baju yang ia kenakan, “…aku tidak bisa tenang jika Sohyun tinggal..”

Ibu Hyunseung tertawa kecil dan mengambil Sohyun dari gendongan Hyuna, “Tenang saja, Sohyun akan baik-baik saja bersama eomma. Kalian nikmati waktu saja..” ucapnya.

“Baiklah, ayo Hyuna..” ajak Hyunseung sambil menarik tangan Hyuna.

Hyuna memandang Sohyun sedih dan melangkah mengikuti Hyunseung.

Perjalanan.

Hyunseung melirik Hyuna yang terus menghela nafas dalam, “Waeyo Hyuna-a?”

Hyuna memandang Hyunseung khawatir, “Hyunseung-ssi, apa tidak sebaiknya Sohyun ikut bersama kita?”

Hyunseung tersenyum, “Tenang saja, dia akan baik-baik saja bersama eomma..”

“Ne.. Tapi aku tidak tenang jika dia tidak bersamaku..” ucap Hyuna khawatir.

Hyunseung senang Hyuna sangat perhatian pada putri mereka, satu tangannya terangkat dan mengelus kepala gadis itu. “Hanya semalam, tidak apa-apa..”

Hyuna tersenyum, ia sudah mulai terbiasa dengan sikap manis Hyunseung sekarang. “Oh ya, berapa usia Sohyun sekarang?”

“Sudah masuk 6 bulan..” jawab Hyunseung.

“Hmm.. tanggal berapa dia lahir?” Tanya Hyuna lagi.

“30 Agustus..” jawab Hyunseung lagi, lalu melirik Hyuna yang terlihat masih memikirkan sesuatu. Bibirnya membentuk senyuman, “Ada yang ingin kau tanyakan lagi?”

Hyuna memandang Hyunseung, “Mmm.. Hyunseung-ssi, aku tidak pernah bertanya mengapa aku bisa kecelakaan..”

Hyunseung tertegun, senyumannya luntur perlahan. “Mmm.. itu..” ia agak ragu untuk menceritakannya.

“Wae?” Tanya Hyuna.

“Dokter berkata jangan terlalu memaksa ingatanmu, aku takut jika aku menceritakannya kau akan tertekan..” jawab Hyunseung.

“Ohh.. Apakah kecelakaannya sangat parah?” Tanya Hyuna ingin tau.

“Mmm.. ne..” jawab Hyunseung, ia menghela nafas dalam. “Aku akan menceritakannya setelah kau merasa lebih baik..”

Hyuna mengangguk setuju, “Baiklah..” ucapnya. Ponselnya terasa bergetar di saku celananya, perlahan ia mengeluarkannya dan memandang layarnya. Matanya melirik Hyunseung yang serius memperhatikan jalanan, lalu membaca pesan itu.

From: Kris

Aku sudah tiba dan memesan kamar, beritau aku kamar berapa kau menginap.. ^^

Hyuna tersenyum membaca pesan dari Kris dan membalas dengan cepat.

To: Kris

Ne.. ^^

Hyunseung memandang Hyuna heran, “Wae?”

“Hm?” Hyuna memandang Hyunseung masih dengan senyuman di wajahnya karena senang mendapat pesan dari Kris, “Oh.. aku hanya senang kita akan pergi..” ucapnya.

Hyunseung tersenyum, “Begitu..” ucapnya, hatinya sangat senang mendengar ucapan Hyuna.

=Sebuah Hotel Berbintang=

“Kau yakin dengan rencana ini?” Tanya Hyunseung pada Taemin dan Eunji di balkon kamar, sementara Naeun, Hyuna dan Key menonton tv.

“Dengar, rencana ini sudah pasti berhasil..” ucap Eunji setengah berbisik.

“Ne, Hyuna kan sudah menyukaimu sejak kecil. Berarti kita harus memancing perasaannya lagi..” ucap Taemin setengah berbisik juga.

“Ne? Apa rencana kalian?” Tanya Hyunseung.

Taemin dan Eunji tersenyum evil, “Kita akan menggunakan drama lagi..” ucap mereka.

Dahi Hyunseung berkerut menatap kedua temannya itu.

Hyuna merasakan ponselnya bergetar dan melihat Kris memanggilnya, “Oh… aku ingin ke toilet..” ucapnya dan segera melangkah ke toilet. Setelah mengunci pintu, ia masuk ke bath up dan duduk disana. “Ne, Kris..” bisiknya.

“Hei.. kenapa berbisik?” Tanya Kris menahan tawa.

“Hihihi.. Aku harus bersembunyi di dalam toilet..” jawab Hyuna setengah berbisik.

“Hmm.. kau menginap di kamar berapa?” Tanya Kris.

Hyuna tersipu malu, “Kamar 024..”

“Ahh.. aku menyewa kamar 031..” ucap Kris kecewa.

“Gwenchana.. Kita bisa bertemu di restaurant atau atap hotel.. hehehehe..” ucap Hyuna menenangkan.

Kris tertawa kecil, “Keure.. Sampai nanti..” ucapnya dan memutuskan telepon.

Hyuna tersenyum memandang ponselnya, lalu melangkah ke wastafel dan mencuci tangannya.

Malamnya.

Hyuna tertegun melihat Hyunseung terlihat sangat tampan dengan setelan kemeja dan blazer.

Hyunseung tersenyum, “Kau siap pergi sekarang?” tanyanya sambil mengulurkan tangan.

Saat itu, untuk pertama kalinya setelah ia sadar dari koma setelah kecelakaan, jantungnya berdegup kencang karena Hyunseung. Kedua pipinya terasa panas. Perlahan ia melangkah maju dan menyambut uluran tangan pria itu.

Hyunseung menggenggam tangan Hyuna dan membawanya keluar dari kamar.

“Kita akan kemana?” Tanya Hyuna ingin tau.

“Yang lain menyiapkan makan malam romantic untuk kita..” jawab Hyunseung.

Hyuna tertawa kecil, “Benarkah? Apa ada lilin dan bunga mawar yang bertebaran?” tanyanya dengan nada bercanda.

Hyunseung tertawa kecil dan menahan langkah Hyuna, “Kau bisa melihatnya..” ucapnya sambil menunjuk dengan gerakan kepalanya ke beranda hotel.

Hyuna memandang Hyunseung bingung, lalu melangkah ke beranda hotel perlahan. Begitu tiba di pembatas beranda, matanya membesar melihat sebuah meja di pinggir kolam renang yang di hiasi dengan dua lilin menyala berwarna merah. Juga mawar yang bertebaran disekitarnya membentuk tanda hati. Bibirnya membentuk senyuman dan memandang Hyunseung tak percaya.

“Kau menyukainya?” Tanya Hyunseung lembut.

Mata Hyuna tampak berkaca-kaca karena kejutan itu, kepalanya mengangguk perlahan. “Ne.. Aku sangat menyukainya..”

Hyunseung tersenyum sambil membelai pipi Hyuna, “Aku kita kesana..” ucapnya, lalu menggenggam tangan gadis itu dan membawanya turun melalui tangga menuju kolam renang.

Hyuna sangat senang dengan kejutan manis itu. apalagi Hyunseung menarikkan kursi untuknya.

Setelah Hyuna dan Hyunseung duduk, Taemin dan Naeun keluar dengan pakaian pelayan untuk menuangkan wine dan menghidangkan makanan mereka.

Hyuna tertawa kecil melihat kedua orang itu, “Kalian pelayannya?”

Naeun tersenyum lebar, “Selamat menikmati..” ucapnya, lalu kembali pergi bersama Taemin.

Hyunseung mengambil gelas berkaki panjang didekatnya, “Bersulang?”

Hyuna mengambil gelas berkaki panjang di dekatnya dan mendentingkannya pada gelas Hyunseung, lalu meneguknya sedikit.

Hyunseung meneguk wine di gelasnya hingga habis dan kembali meletakkannya.

Hyuna tersenyum lebar, rasanya itu hari paling special di hidupnya. “Mmm.. apa kau sering melakukan ini sebelumnya?”

Hyunseung tersenyum malu, “Tidak juga..”

“Jadi ini sangat special kan?” Tanya Hyuna.

Hyunseung mengangguk, “Ne, benar-benar special..” ucapnya, “Mmm.. kau mau menambah wine-nya lagi?”

“Aniya.. Aku masih menyusui Sohyun, itu tidak baik untuknya..” ucap Hyuna menjelaskan.

Hyunseung tersenyum, “Kau sudah benar-benar menjadi ibu Sohyun sekarang..”

Hyuna tersenyum malu, “Keurom..”

“Ayo kita mulai makan..” ucap Hyunseung mengusulkan.

Hyuna mengangguk dan memulai makan.

“Oppa..” panggil seorang gadis dengan nada manja dari kejauhan.

Hyunseung memandang siapa yang memanggilnya dan langsung membesarkan mata.

Hyuna heran melihat ekspresi Hyunseung dan menoleh kebelakang, matanya juga ikut membesar melihat seorang gadis cantik melangkah menghampiri mereka.

“Oppa! Aku merindukanmu..” ucap gadis yang mengenakan dress berwarna putih itu sambil memeluk leher Hyunseung dari samping dan memberi kecupan manis di pipinya.

Hyunseung terkejut dan langsung berdiri, “Krystal!” ucapnya kaget.

Mata Hyuna terasa hampir keluar melihat gadis itu mencium Hyunseung didepan matanya.

Gadis bernama Krystal yang tak lain adalah adik sepupu Taemin itu cemberut, “Wae? Biasanya oppa tidak berkomentar jika aku mencium pipimu..” ucapnya.

Hyunseung terkejut mendengar ucapan Krystal, “Ne? ya.. apa yang kau ucapkan?!” ucapnya sambil melirik Hyuna.

Hyuna berdiri dan menatap Hyunseung marah, “Siapa dia?!”

“Hyuna, aku bisa jelaskan..” ucap Hyunseung.

“Oppa! Wae? Apa yang perlu dijelaskan? Bukankah dia sudah tau siapa aku?” ucap Krystal memotong.

Hyunseung menatap Krystal kaget, “Mwo?”

Hyuna tak percaya mendengar apa yang dikatakan Krystal, “Hyunseung-ssi?” ucapnya dengan perasaan terluka, lalu melangkah pergi sambil menahan air matanya.

“Hyuna!” panggil Hyunseung tak percaya, lalu menatap Krystal marah.

Krystal langsung melindungi wajahnya dengan tangan, “Miane oppa, aku hanya mengikuti ucapan Taemin oppa..” ucapnya.

Hyunseung mengerti sekarang, ini adalah rencana yang dimaksud teman-temannya. “Aissh..” gumamnya kesal, lalu segera mengejar Hyuna.

Hyuna melangkah cepat menuju kamarnya dengan perasaan terluka, ia tak percaya Hyunseung memiliki gadis lain. Ia pikir pria itu hanya setia padanya yang mereka bilang istrinya. Ia sendiri tidak tau mengapa berpikir seperti itu.

Kris yang sedang mencari dimana kamar Hyuna tertegun melihat gadis itu kembali dengan mata basah karena air mata, “Hyuna? Waekeure?” tanyanya sambil menghampiri gadis itu.

Hyuna menghela nafas dalam melihat Kris, bulir air matanya mengalir begitu saja dan hatinya terasa sangat sakit. Kedua tangannya bergerak memeluk Kris dan menangis didadanya.

Kris tertegun dan hanya mengelus punggung Hyuna agar merasa lebih baik.

Hyunseung terkejut melihat Hyuna berpelukan dengan seorang pria, “Ya!!” serunya sambil menghampiri kedua orang itu.

Kris dan Hyuna tertegun sambil memandang Hyunseung.

Hyunseung menatap Kris tajam, “Apa yang kau lakukan?!!” serunya sambil menarik kerah baju pria itu.

“Hentikan!! Lepaskan dia!!” seru Hyuna sambil mendorong Hyunseung menjauh.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna, kau memeluk pria lain saat suamimu ada didekatmu?!”

Kris tertegun mendengar ucapan Hyunseung dan memandang Hyuna yang terus menangis.

“Siapa suamiku?! Aku tidak ingat pernah menikah denganmu!! Juga untuk apa memiliki suami yang tega berselingkuh dibelakang istrinya?!!” seru Hyuna marah.

“Gadis tadi Krystal!! Dia adik sepupu Taemin!!” Seru Hyunseung menjelaskan.

“Taemin?! Oh! Seharusnya aku tau kalian semua berusaha memperdayaiku karena aku tidak mengingat apa pun!! Aku benci kau!!” teriak Hyuna, lalu berbalik dan menarik Kris pergi.

“Hyuna!! Kim Hyuna!!” seru Hyunseung sambil mengejar Hyuna dan menarik tangannya dengan kasar.

“Aah!!” jerit Hyuna karena pergelangan tangannya terasa sakit.

Kris langsung mendorong Hyunseung, “Ya! Lepaskan dia!!” serunya.

Hyunseung menatap Kris tajam, “Urus saja masalahmu!!”

“Lepaskan!!” Seru Hyuna sambil berusaha menarik tangannya.

Hyunseung menatap Hyuna marah, “Kau ikut denganku!!” ucapnya.

“Tidak!! Lepaskan aku!!” seru Hyuna, “Kris tolong aku!!”

Kris mendorong Hyunseung sambil melepaskan tangan pria itu dari Hyuna.

“Hyuna!! Kau istriku!! Kenapa kau meminta pria ini menolongmu?!!” Tanya Hyunseung tak percaya.

“Siapa istrimu?! aku tidak merasa adalah istrimu!!” seru Hyuna.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna-a?”

Hyuna melepaskan cincin di jari manisnya dan melemparkannya pada Hyunseung, “Aku tidak butuh cerita palsumu!! Aku pergi!!” teriaknya dan menarik Kris pergi.

Hyunseung terpaku di tempatnya memandangi Hyuna yang terus melangkah pergi. Kepalanya menunduk memandang cincin yang dilemparkan gadis itu tadi. Hatinya terasa tersayat-sayat mengetahui gadis yang paling ia cintai memilih pergi dengan pria lain.

“Hyunseung! Apa yang terjadi? Mana Hyuna?” Tanya Eunji sambil menghampiri Hyunseung.

Hyunseung mengambil cincin tadi dan memandanginya dengan mata memerah menahan air mata.

“Hyunseung!!” panggil Eunji lagi, namun sepupunya itu tak menjawab dan hanya melangkah masuk ke kamarnya.

<<Back          Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 6]

  1. aduuhhh knpa jd rumit sprti ini…
    hyuna unni knpa masi gag percaya sichh
    kn udah liat poto2 nyaa…
    nie part bikin mewek TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s