Uncategorized

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 5]

–Lonely–

 5

Baby I’m sorry even now you’re here I’m lonely..
I’m so selfish, I ain’t worthy of your heart..
Wait here, and watch me walk away..
I’m sorry, here’s the ending to our story..
When we’re close I still feel like we’re worlds apart..
I can’t stay, cause with you baby..
I’m so lonely..

(2ne1-Lonely)

Hyuna mengaduk-aduk minuman digelasnya sambil menghela nafas dalam, kepalanya melirik kearah meja teman-teman Kris dan menyadari pria itu juga memandang kearahnya.

Kris tersenyum tipis pada Hyuna.

Hyuna tidak tau apa yang terjadi padanya, tapi dia merasa nyaman karena senyuman Kris dan membalas senyumannya. Lalu kembali memandang gelas di depannya.

Kris mencoba mencari cara bagaimana dia bisa mendekati Hyuna, setelah beberapa saat dia mengambil tisu dan menulis sesuatu disana. Kemudian bangkit dan menghampiri meja Hyuna dan teman-temannya.

Keadaan meja langsung hening melihat Kris datang.

“Hallo semua, maaf.. Aku ingin mengembalikan ini padanya..” ucap Kris sambil memberikan tisu tadi pada Hyuna.

“Ne?” ucap Hyuna bingung.

Hyunseung memandang tangan Kris dan wajah pria itu, terlihat jelas dia tidak menyukainya.

Kris tersenyum, “Tadi kau tidak sengaja menjatuhkannya..” ucapnya, “Baiklah.. selamat tinggal..” ucapnya pada yang lain dan kembali ke mejanya.

Hyuna memandang tisu ditangannya bingung.

“Hyuna-a, apa itu?” Tanya Naeun.

“Hm? Hanya tisu..” jawab Hyuna.

Hyunseung menatap kearah Kris tadi dan memandang Hyuna, “Sepertinya kau sangat mengenal pria itu..” ucapnya.

Hyuna tertegun menatap Hyunseung, “Ne?”

Eunji memandang kedua orang itu bergantian, “Ya, sudahlah.. Pria itu hanya bersikap sopan saja Hyunseung..” ucapnya menengahi.

Hyunseung menghela nafas dalam dan kembali sibuk dengan makanannya.

Hyuna menunduk menyesal, teman-temannya yang lain juga terlihat canggung untuk mengatakan sesuatu. Ia kembali memperhatikan tisu ditangannya dan membuka lipatannya satu persatu, dahinya berkerut melihat ada nama Kris dan nomor ponsel disana. Dengan cepat ia menutup lipatan itu dan melirik sekitar memastikan tidak ada yang memperhatikannya. Lalu memandang kearah Kris.

Kris tersenyum pada Hyuna dan memberi isyarat agar gadis itu menghubunginya, lalu bangkit dan pergi bersama teman-temannya.

Hyuna tersenyum tipis dan memasukkan tisu itu ke saku bajunya.

=Rumah=

Hyuna melihat Hyunseung mengucapkan selamat malam pada Sohyun yang sudah tidur di box dari pinggir tempat tidur, ia masih merasa canggung saat berduaan dengan pria itu.

Hyunseung mengelus rambut Sohyun yang sudah semakin panjang, lalu memandang Hyuna dengan ekspresi canggung. “Baiklah, selamat malam..” ucapnya, lalu melangkah ke pintu.

Hyuna segera bangkit, “Hyunseung-ssi..”

Hyunseung berhenti dan memandang Hyuna, “Ne?”

Hyuna menatap Hyunseung menyesal, “Cesongeo, sepertinya aku sangat mengganggumu..”

Hyunseung menghela nafas dalam sejenak, “Sudahlah.. jangan pikirkan..”

Hyuna melangkah maju mendekati Hyunseung, “Mmm.. bukankah kau yang berkata mungkin kita bisa mulai berteman dulu? Kurasa aku memang harus melakukannya..”

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa maksudmu?”

Hyuna melirik Sohyun dan kembali memandang Hyunseung, “Aku tidak ingin Sohyun merasa tidak nyaman karena kedua orangtuanya terus seperti ini, paling tidak dia bisa bersama kita disaat yang bersamaan..” jelasnya, “Maksudku, saat aku dan kau ada untuknya.”

Hyunseung diam sejenak, perlahan bibirnya membentuk senyuman. Hal itu keluar sendiri dari mulut Hyuna, gadis yang sangat ia cintai meskipun saat ini tidak mengingat apa pun tentangnya. “Ne..”

Hyuna tersenyum, lalu melangkah maju dan mencium pipi Hyunseung. Kemudian kembali memandang pria itu, “Selamat malam, Hyunseung-ssi..”

Hyunseung sempat tertegun merasakan kecupan Hyuna di pipinya dan menatap gadis itu tak percaya, namun ia senang. Tangannya terangkat dan memegang pipi Hyuna, “Selamat malam..” ucapnya, lalu melangkah keluar.

Paginya.

Ayah dan ibu Hyunseung tak melanjutkan makan mereka karena terpaku memperhatikan Hyunseung dan Hyuna yang terlihat sibuk karena Sohyun tidak mau menghabiskan makanannya.

“Sohyun-a.. ayo habiskan ini..” bujuk Hyuna sambil menyodorkan sendok ke mulut Sohyun.

Sohyun merengek dan menggeliat di gendongan Hyunseung.

“Sohyun-a, makanlah sedikit lagi..” bujuk Hyunseung.

“Sohyun-a..” bujuk Hyuna.

Ayah dan ibu Hyunseung saling berpandangan bingung, namun mereka senang tidak ada kecanggungan lagi.

Saat mengantarkan Hyunseung dan ayahnya pergi ke kantor.

“Bye appa..” ucap Hyuna sambil melambaikan tangan Sohyun pada Hyunseung.

Hyunseung tersenyum dan mencium pipi Sohyun, “Appa berangkat bekerja sayang..” ucapnya lembut, lalu memandang Hyuna.

“Sampai jumpa Hyunseung-ssi..” ucap Hyuna sedikit canggung.

Hyunseung memegang pipi Hyuna dan tersenyum, “Aku pergi..”

Hyuna mengangguk.

Ayah dan Ibu Hyunseung kembali terpaku melihat kedua anak mereka, lalu saling berpandangan dan menahan senyuman.

Siangnya.

Hyuna duduk di taman belakang sambil memandangi tisu bertuliskan nomor ponsel Kris. Ia masih memutuskan akan menghubungi pria itu atau tidak. Jika ia menghubungi Kris, tentu saja ia bisa terus berhubungan dengan pria itu. namun masalahnya ia berstatus istri Hyunseung, meskipun begitu ia sendiri tidak ingat apa pun.

=Tempat Lain=

Kris yang seorang pelukis berhenti menggerakkan kuas ditangannya dan menoleh pada ponselnya diatas meja, “Ahh.. kenapa dia belum menghubungiku?” tanyanya tak mengerti. “Apa pria kemarin kekasihnya? Ahh.. sial!”

Ponselnya berbunyi, membuatnya langsung meletakkan kuas dan mengambil ponsel. Serta mengangkatnya dengan harapan itu Hyuna. “Yoboseo..”

“Kris-ssi?” ucap seorang gadis diseberang.

Kris langsung tersenyum lebar, “Hyuna?”

“Ne..” jawab Hyuna.

=Kamar=

Hyunseung memperhatikan Hyuna yang terus tersenyum sambil menidurkan Sohyun di tempat tidur, bibirnya membentuk senyuman. “Hyuna-a..”

Hyuna memandang Hyunseung, “Ne?”

“Aku senang kita menjadi lebih dekat..” ucap Hyunseung.

Hyuna tersenyum, “Ne..”

“Mmm.. Bagaimana jika besok aku menjemputmu untuk makan siang bersama?” Tanya Hyunseung.

Hyuna berpikir sejenak, “Besok?” tanyanya, “Mmm.. aku harus memeriksakan diri kerumah sakit..”

Hyunseung tertegun, “Oh.. benar..” ucapnya, “Miane, aku lupa.” Ucapnya menyesal.

Hyuna tersenyum tipis, “Gwenchana..”

“Kalau begitu aku akan menjemputmu untuk pergi ke rumah sakit..” ucap Hyunseung.

“Aniya.. Tidak perlu Hyunseung-ssi. Aku bisa pergi sendiri..” ucap Hyuna.

“Sendiri? Bagaimana jika terjadi sesuatu dijalan?” Tanya Hyunseung khawatir.

Hyuna tertawa kecil, “Apa yang akan terjadi? Aku baik-baik saja..”

Hyunseung masih terlihat khawatir, “Tapi, aku akan merasa lebih tenang jika aku yang mengantarkanmu..”

“Gwenchana, kau harus bekerja. Jangan khawatirkan aku..” ucap Hyuna.

“Tapi…”

“Gwenchana..” ucap Hyuna lagi.

Akhirnya Hyunseung menghela nafas dalam, “Baiklah..” ucapnya, “Apa kau akan membawa Sohyun?”

“Mmm.. eommanim berkata rumah sakit bukan tempat yang baik untuk bayi, jadi mungkin akan kutitipkan pada eommanim saja..” jawab Hyuna.

“Oh.. baiklah..” ucap Hyunseung, “Lalu, kau akan pergi dengan siapa?”

“Mmm.. mungkin Naeun..” jawab Hyuna.

=Keesokan Harinya=

Hyuna melangkah keluar dari ruang dokter dan langsung tersenyum pada Kris yang menunggunya.

Kris tersneyum, “Sudah selesai?”

Hyuna mengangguk, “Ne..”

“Khaja.. kita makan siang dan aku akan mengantarkanmu pulang..” ucap Kris.

Hyuna tersenyum lebar, “Baiklah..”

Sebuah Kafe.

“Oh iya, apa penyakitmu? Apakah parah?” Tanya Kris.

Hyuna tertegun, bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Kris. “Mmm.. sebenarnya aku bukan sakit, tapi sebulan lalu aku mengalami kecelakaan dan mendapat trauma parah di kepalaku, jadi harus memeriksakan diri setiap bulannya..” jelasnya.

Kris mengangguk mengerti, “Oh.. begitu..” ucapnya, lalu memperhatikan Hyuna. “Apa kau masih bisa berpikir? Berapa 2 + 2?” candanya.

Hyuna tertawa kecil, “Tentu saja masih.. 4..” jawabnya.

Kris tertawa kecil dan memandangi wajah Hyuna.

“wae?” Tanya Hyuna aneh.

“Aniya, aku hanya senang kau benar-benar menghubungiku..” ucap Kris.

Hyuna tersipu, “Aku juga senang kau memberikan nomormu..”

Kris tersenyum lebar, namun ia kembali teringat mengenai Hyunseung. “Dan.. siapa pria yang menarikmu kemarin itu?”

Hyuna tertegun, “Hm? Oh… dia..”

Kris menatap Hyuna penasaran, “Kekasihmu?”

Hyuna menggigit bibir bawahnya bingung, “Hmm.. Kris-ssi, saat ini aku sendiri masih bingung dengan kondisiku.” Ucapnya pelan.

Kris memperbaiki duduknya dan menatap Hyuna serius “Waeyo?”

Hyuna tampak bingung bagaimana harus menceritakannya, “Aku seperti merasa di tempat asing, semua orang terasa seperti orang baru meskipun mereka berkata adalah orang terdekatku. Kau mengerti?”

Kris memandang Hyuna bingung, “Maksudmu, kau seperti tidak mengenal mereka?”

“Ne..” jawab Hyuna cepat, “Aku tidak mengerti apa yang terjadi, aku hanya merasa tempatku bukan disana. Bukan bersama mereka.. Aku benar-benar tidak mengerti..”

Kris diam sejenak sambil berpikir, “Hmm.. apa ada sesuatu yang bisa kubantu?”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Kris yang terdengar tulus, “Kau akan membantuku?”

Kris tersenyum, “Kenapa tidak?”

Hyuna tersenyum senang mendengar ucapan Kris.

So now I come to you with open arms..

Nothing to hide believe what I’ve said..

So here I am with open arms..

Hoping you’ll see what your love mean to me..

(EXO – Open Arms)

=Ruang Kerja Hyunseung=

Hyunseung tersenyum sambil membolak-balik berkas di tangannya, ia sangat senang Hyuna mulai menerima keberadaannya lagi. Rasanya sudah sangat lama ia tidak merasa seperti itu. ponselnya berbunyi dan segera mengangkat panggilan itu, “Ne Taemin..”

“Ya.. kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi? Apa kau tidak merindukanku?” Tanya Taemin sebal.

Hyunseung memutar bola matanya kesal, “Apa maumu?”

Taemin tertawa kecil, “Aniya, aku hanya ingin bertanya apa kau ada waktu akhir minggu ini? Bagaimana jika kita melakukan sedikit drama untuk memancing perasaan Hyuna padamu?”

Hyunseung diam sejenak, “Maksudmu, seperti saat aku menggagalkan Hyuna agar tidak ikut ayahnya ke Amerika?”

“Yup! Benar sekali!!” ucap Taemin bersemangat.

“Apa rencanamu?” Tanya Hyunseung.

“Sudah, sediakan saja waktunya dulu. Aku akan memberitaumu nanti..” ucap Taemin.

“Ya, apa ini sangat aneh?” Tanya Hyunseung.

Taemin tertawa evil, “Lakukan saja apa yang kurencanakan, semuanya akan berjalan dengan baik. Hyuna itu masih bingung dengan ingatannya, jadi kita coba ingatkan dia dengan hatinya. Benarkan?”

Hyunseung tersenyum tipis, “Kau tau, sebenarnya aku beruntung mempunyai teman sepertimu..”

“Jinja? Wuaaa.. aku tau kau memang menyukaiku.. hahahha..” tawa Taemin.

Hyunseung kembali memutar bola matanya kesal, “Anggap aku tidak mengatakannya, sampai jumpa..” ucapnya dan memutuskan telepon. Ia memikirkan rencana yang dimaksud Taemin sejenak, lalu memandang layar ponselnya. Perlahan bibirnya membentuk senyuman, “Ayo coba ini Hyuna…” gumamnya.

<<Back          Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 5]

  1. unni jangan kayak gto dong..
    unni kn udah liat bukti sndiri kalo nikah apa hyun oppa..
    tu sama aja selingkuh unni…
    kasian hyun oppa..
    😦

  2. klo hyuna eonnie tdk mengenal siapa hyunseung oppa,, maka aku aja yg nggantiin hyuna eonnie jdi istri hyunseung oppa n ibu dari sohyun … #mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s