Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 4]

–Hyuna like Kris?–

 4

=Rumah Sakit=

Hyuna tiba di rumah sakit bersama Naeun, Key dan Taemin. Mereka langsung berpapasan dengan Eunji dan Hyunseung yang berjalan keluar, Sohyun tampak dalam gendongan Eunji.

“Sohyun-a!” Ucap Hyuna sambil melangkah cepat menghampiri Sohyun dengan wajah paniknya.

Hyunseung mengulurkan satu tangannya menahan Hyuna dan menatap gadis itu tanpa ekspresi.

“Hyunseung-ssi, apa yang terjadi? Bagaimana keadaannya?” Tanya Hyuna, dia langsung terkejut melihat perban didahi Sohyun. “Omo!”

Eunji melirik Hyunseung masih menatap Hyuna tanpa ekspresi, “Hyunseung?”

Hyuna mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Sohyun, namun tangan Hyunseung kembali menahannya. Membuatnya langsung memandang pria itu tak mengerti, “Hyunseung-ssi?”

“Jauhkan tanganmu dari putriku..” Ucap Hyunseung dingin, “..Hyuna-ssi..” Lanjutnya.

Hyuna terkejut mendengar nada bicara Hyunseung.

Hyunseung mengambil Sohyun dan gendongan Eunji dan melangkah pergi.

Hyuna menangis melihat Hyunseung membawa Sohyun begitu saja. Ia menyadari semua ini memang salahnya. Seharusnya dia tak pergi.

Yang lainnya hanya bisa garuk-garuk kepala bingung. Mereka juga menyalahkan Hyuna atas kecerobohannya, tapi melihat gadis itu menangis pedih membuat mereka tak bisa melakukan apa pun.

“Mmm.. Sohyun sudah tidak apa-apa, hanya perlu satu jahitan..” Ucap Eunji memberitau.

Hyuna menatap Eunji kaget, “Ne?!”

Naeun memegang bahu Hyuna, “Hyuna-a, gwenchana.. Yang penting dia tidak apa-apa.. Khaja..” Ajaknya.

Always by my side is your story..

I took it out, your story..

Even when time passes, it’s only you..

Won’t you comeback to me?

(Kim Hyun Joong – Your Story)

=Rumah=

Begitu masuk rumah, Hyuna disambut ayah dan ibu Hyunseung yang sepertinya menunggu dirinya di ruang tengah.

Ayah dan ibu Hyunseung tampak ragu untuk berbicara.

Ibu Hyunseung menghela nafas dalam, “Istirahatlah Hyuna, besok pagi kita bicara..” Ucapnya.

Hyuna menunduk menyesal dan melangkah ke kamarnya. Begitu masuk, dia tertegun tak menemukan Sohyun di box bayi. Dengan cepat dia melangkah keluar dan menghampiri kamar tamu, “Hyunseung-ssi..” Panggilnya sambil membuka pintu.

Hyunseung yang sedang menidurkan Sohyun di tempat tidur memandang Hyuna, “Jangan berisik, putriku tidur..” Ucapnya dingin.

Hyuna sangat mengkhawatirkan Sohyun, dia hanya ingin memeluk bayinya dan meminta maaf sedalam-dalamnya. “Sohyun-a..” Ucapnya sambil melangkah menuju tempat tidur.

Dengan cepat Hyunseung bangkit dan menahan Hyuna, juga mendorong gadis itu mundur beberapa langkah.

Hyuna menatap Hyunseung tak mengerti, “Apa yang kau lakukan? Aku ingin melihat keadaannya..”

Hyunseung diam sejenak, “Kemana kau tadi?” Tanyanya.

Hyuna tertegun, “Mmm.. Tadi aku pergi berjalan-jalan sebentar, lalu bertemu temanku dan mengobrol dengannya sesaat..” Jelasnya.

Hyunseung menatap Hyuna yang tampak gugup, “Teman? Kau bahkan tidak mengingat Naeun yang berteman sejak kecil denganmu, teman yang mana yang kau maksud?” Tanyanya dingin.

Hyuna menatap Hyunseung menyesal, “Hyunseung-ssi, aku tau semua yang terjadi pada Sohyun hari ini adalah kesalahanku. Aku sangat menyesal. Biarkan aku melihat keadaannya..” Pintanya.

Hyunseung diam sejenak menetralkan emosinya, “Masuklah ke kamarmu, dia sudah tidur..”

“Hyunseung-ssi! Bagaimana aku bisa tidur tanpa melihat putriku!” Ucap Hyuna kesal.

Hyunseung menatap Hyuna tanpa ekspresi, “Putrimu? Apa kau ingat telah melahirkannya?” Tanyanya dingin.

Hyuna tertegun, “Ne?”

“Kau tidak ingat apa pun Hyuna, termasuk kalau dia adalah putrimu.” Ucap Hyunseung, “Ibu macam apa yang meninggalkan putrinya seorang diri di karavan?”

Rongga mata Hyuna mulai dipenuhi air, “Hyunseung-ssi..” Ucapnya dengan suara bergetar.

“Keluar, sebelum aku yang menyeretmu..” Ucap Hyunseung tetap tanpa ekspresi.

Hyuna benar-benar terluka mendengar ucapan Hyunseung. Dengan berat hati dia berbalik dan melangkah keluar dari kamar tamu.

Hyunseung memejamkan matanya sesaat, lalu kembali memandang pintu yang ditutup oleh Hyuna dari luar sedih. ‘Bagaimana mungkin kau melakukan ini pada putri kita Hyuna?’ Batinnya.

Keesokan Harinya.

Hyuna memeluk Sohyun sambil mengelus punggungnya, “Eomma miane Sohyun-a..” Tangisnya penuh sesal.

Ibu Hyunseung memandang putranya yang duduk di sofa sebelah tanpa ekspresi dan memandang Hyuna, “Hyuna-a..”

Hyuna memandang ibu Hyunseung dan memangku Sohyun.

Ibu Hyunseung menghela nafas dalam dan mengambil Sohyun dari pangkuan Hyuna.

Hyuna memandang ibu Hyunseung tak mengerti.

“Hyuna, eomma dan Hyunseung sudah sepakat untuk membatasimu dan Sohyun..” Ucap ibu Hyunseung.

Hyuna tertegun, “Ne?” Ucapnya kaget, “Wae? Dia putriku!”

“Maaf Hyuna, ini demi Sohyun.” Ucap ibu Hyunseung, “Kau perlu membiasakan dirimu lagi menjadi seorang ibu, eomma, juga Hyunseung tidak ingin kejadian seperti kemarin malam terjadi lagi..”

Bulir air mata Hyuna semakin deras berjatuhan, “Aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi.. Kumohon jangan lakukan ini padaku..”

Hyunseung mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya, lalu meletakkannya di depan Hyuna.

Hyuna memandang Hyunseung tak mengerti karena pria itu memberikannya alat pompa ASI.

“Kau bisa menyimpan ASI-mu, eomma atau aku akan memberikannya pada Sohyun..” Jelas Hyunseung dingin.

Hyuna sangat terkejut, “Hyunseung-ssi…”

Hyunseung mengambil Sohyun dari tangan ibunya dan melangkah ke pergi.

“Hyunseung-ssi!” Seru Hyuna.

“Hyuna..” Ucap ibu Hyunseung sambil memegang tangan Hyuna.

“Eommanim, jangan lakukan ini! Kumohon!!” Mohon Hyuna.

“Ini hanya sementara waktu hingga kau bisa membiasakan dirimu lagi..” Ucap ibu Hyunseung.

Hyuna benar-benar menyesal karena kecerobohannya, “Aku sangat menyesal eommanim, aku tidak akan melakukannya lagi. Kumohon jangan lakukan ini padaku..” Tangisnya.

Ibu Hyunseung hanya bisa mengelus punggung tangan Hyuna dan menatapnya sedih.

=Beberapa Hari Kemudian=

Hyunseung tertawa kecil sambil menggelitik Sohyun yang tertawa lucu ditempat tidur.

Tok! Tok! Tok!

Hyunseung menoleh ke arah pintu dan melihat Hyuna berdiri disana memegang botol susu penuh dengan susu. Mendadak ruangan itu dipenuhi kecanggungan.

“Mmm.. Aku ingin memberikan botol susu ini..” Ucap Hyuna pelan.

Hyunseung turun dari tempat tidur dan melangkah kearah Hyuna, “Ne..” Ucapnya sambil mengambil botol susu itu.

Hyuna menatap Hyunseung penuh harap, “Hyunseung-ssi.. Bisakah aku memeluknya sebentar?” Pintanya.

Hyunseung memandang Hyuna sedih, sebenarnya dia juga tidak ingin memisahkan Sohyun dari ibunya. Dia menjawab dengan anggukan kepala.

Hyuna tersenyum dan langsung melangkah masuk. Ia sangat merindukan putrinya. Ia duduk di sebelah Sohyun dan menatapnya dalam, “Sohyun-a..” Sapanya dengan mata berkaca-kaca.

Sohyun memandang Hyuna dan mengulurkan tangannya kearah rambut ibunya yang menjuntai.

Hyuna memegang tangan Sohyun dan mencium jari-jari imutnya, “Sohyun-a, eomma miane.. Eomma akan berusaha menjadi lebih baik dan akan kembali selalu bersamamu..”

Hyunseung yang masih berdiri di tempatnya merasa bersalah mendengar ucapan Hyuna, “Hyuna..”

Hyuna memandang Hyunseung, “Beri aku aku beberapa menit lagi..” Pintanya.

Hyunseung diam sejenak dan memandang botol ditangannya, lalu kembali memandang Hyuna. “Aniya, kau bisa menyusuinya dulu..” Ucapnya dan melangkah keluar.

Hyuna tersenyum lebar dan memandang Sohyun senang, “Sohyun-a.. Kau haus? Kemari..” Ucapnya sambil menggendong bayi mungil itu dan membuka kancing bajunya untuk menyusui bayi mungil itu.

Hyunseung menyimpan botol susu tadi ke kulkas dan duduk di ruang tengah menunggu Hyuna selesai menyusui Sohyun. Tak lama tampak gadis itu melangkah keluar.

Hyuna menghampiri Hyunseung dan duduk di sofa yang berbeda, “Sohyun sudah tertidur..” Ucapnya memberitau.

Hyunseung mengangguk, “Ne..”

Hyuna memandang Hyunseung ragu, “Mmm.. Hyunseung-ssi, ijinkan aku bersama Sohyun. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik.. Kumohon..” Pintanya.

Hyunseung menghela nafas menghela nafas dalam, “Kurasa kau sudah bisa kembali mengurus Sohyun..”

Hyuna tersenyum lebar dan spontan berpindah duduk ke sebelah Hyunseung sambil memegang tangannya, “Gamshamida Hyunseung-ssi..”

Hyunseung memandang tangan Hyuna yang memegang tangannya, lalu memandang gadis itu sedih.

Hyuna bingung melihat ekspresi Hyunseung, “Waeyo Hyunseung-ssi?”

Tangan Hyunseung yang tidak di pegang Hyuna bergerak memegang pipi gadis itu sambil menatap kedua matanya dalam, “Hyuna, apa kau tidak bisa mencoba menganggapku sebagai suamimu? Orang yang kau cintai?”

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung, “Hyunseung-ssi..”

Hyunseung tetap berusaha menahan kesedihannya dan memeluk Hyuna erat, seperti tidak akan melepaskannya lagi.

Hyuna tak tau harus mengatakan apa. Dia tak merasa apa pun. Ia sendiri tidak tau apa yang terjadi padanya.

Hyunseung memejamkan matanya erat agar air tidak menetes dari sana. Setelah beberapa saat akhirnya ia melepaskan pelukan itu, lalu menatap kedua mata Hyuna.

“Hyunseung-ssi, jangan seperti ini..” Ucap Hyuna sambil bangkit dan berdiri canggung di tempatnya.

Hyunseung tidak tau harus melakukan apa agar Hyuna kembali seperti gadis manja dan menggemaskan yang selalu ada untuknya.

“Aku akan memeriksa Sohyun..” Ucap Hyuna dan berbalik pergi.

Hyunseung masih membeku ditempatnya, kumpulan air mulai menggenang di rongga matanya dan sebulir air terjatuh ke pipinya. “Aku juga membutuhkanmu Hyuna..” Gumamnya pedih.

Let’s not leave it like this..

Time is ticking while we hesitate..

I don’t wanna go..

This is the last time, right now is the last time..

(Trouble Maker – Now)

Hyuna melangkah menuju kafe dengan perasaan menyesal, ia bingung bagaimana menjelaskan tentang kejadian di karavan itu pada teman-temannya.

“Hyuna-ssi..” Sapa Kris.

Hyuna tertegun melihat Kris, “Oh, Kris-ssi?”

Kris tersenyum, “Kau akan bertemu seseorang?” Tanyanya.

Hyuna tersenyum tipis, “Ne, aku akan bertemu dengan teman-temanku..”

“Oh.. Aku juga sedang berkumpul dengan teman-temanku.” Ucap Kris senang, “Kebetulan sekali..” Ia memperhatikan Hyuna sesaat, “Wuaa.. Kau cantik sekali..”

Hyuna tersipu mendengar pujian Kris, “Gamshamida..” Ucapnya malu.

“Oh ya, apa kau mau memberikan nomor ponselmu padaku?” Tanya Kris hati-hati.

Hyuna tersenyum, “Keurom..” Jawabnya, namun tiba-tiba seseorang memegang lengannya, ia terkejut itu adalah Hyunseung yang langsung menatap Kris tajam.

“Siapa kau?” Tanya Hyunseung.

Kris memandang Hyunseung bingung, “Ne?”

Hyuna merasa situasi itu tidak baik, “Hyunseung-ssi, ini temanku Kris..” Ucapnya memperkenalkan.

Hyunseung tertegun Hyuna mengenal pria itu dan menyebutnya ‘teman’.

“Annyeong..” Ucap Kris.

Hyunseung menatap Kris tajam dan langsung menarik Hyuna menuju meja teman-temannya.

Kris tertegun melihat Hyuna ditarik pergi, apalagi gadis itu tampak menatapnya menyesal dan terlihat tidak ingin pergi kesana. Dia kembali ke teman-temannya sambil tetap memperhatikan Hyuna.

Hyuna memang duduk diantara Hyunseung, Eunji, Naeun, Taemin dan Key. Tapi dia merasa tidak mengenal mereka dan seperti seorang diri yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Rasanya dia tidak ingin disana. Ia hanya ingin pulang dan bersama Sohyun.

Hyunseung melirik Hyuna sedih, ia rela memberikan apa pun agar gadis itu kembali memanggilnya ‘oppa’ dan selalu tersenyum padanya.

<<Back          Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 4]

  1. ughhh kasihan oppa…
    knpa hyuna unni lebih nyaman k kris drpd k hyun oppa..
    huufft kapan unni inget lagiiii..
    setidak nya jgn jauh gto k oppa..
    TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s