Chapter

Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 1)

–Beautiful New Life–

 1

Even if I have a whole world, it’s no use to me..

You know I can’t go on without you..

(ZIA ft Lee Haeri – If You Loved Me)

Dahi Hyuna berkerut mendengar suara tangis bayi, namun rasa lelahnya terlalu menguasai dirinya. Ia ingin segera bangun, tapi tak sanggup melawan rasa lelahnya sendiri.

Hyunseung yang juga terbangun mendengar suara tangisan bayi itu. “Hmm..” Gumamnya sambil bangkit dan mengusap mata. Kepalanya menoleh ke box bayi disudut kamar dan menoleh pada Hyuna yang masih terlelap disisinya. Terlihat gadis itu sangat kelelahan karena mengurusi bayi mereka. Perlahan dia turun dari tempat tidur dan menghampiri box bayi. Bibir membentuk senyuman dan mengelus pipi bayi yang menangis itu, “Sshhh.. Sohyun-a.. Jangan menangis lagi..” Ucapnya setengah berbisik sambil mengangkat bayi mungil berusia 2 bulan itu dari box dan mengganti popoknya.

Hyuna akhirnya bisa benar-benar terbangun, “Hmm..” Gumamnya sambil mengelus pundaknya, “ahh..” Rintihnya karena kepalanya terasa pusing, dia baru tertidur selama 2 jam dan sekarang sudah harus bangun lagi. Setelah beberapa saat dia baru menyadari tidak mendengar suara tangisan bayi lagi. Perlahan dia bangkit dan turun dari tempat tidur, bayinya tidak ada. Lalu melangkah keluar dari kamar sambil mencari-cari. Dia tertegun melihat Hyunseung berdiri didepan jendela sambil menimang-nimang bayi digendongannya dengan botol susu yang tinggal setengah. Bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri pria itu. “Oppa..”

Hyunseung memandang Hyuna dan tersenyum, “Oh.. Kau bangun?”

Hyuna mengangguk dan memandang bayinya yang tampak tenang bersama Hyunseung, lalu memandang pria itu. “Kenapa tidak membangunkanku?”

“Kau terlihat lelah sekali, istirahatlah lagi. Aku akan menidurkan Sohyun dulu..” Ucap Hyunseung setengah berbisik.

“Ani, oppa saja yang tidur. Besok kan harus bekerja. Aku akan menggendongnya..” Ucap Hyuna sambil hendak mengambil Sohyun dari tangan Hyunseung.

Hyunseung menghindari tangan Hyuna, “Tidak apa-apa, aku juga ingin menghabiskan waktu bersamanya..” Ucapnya sambil tersenyum.

Hyuna tersenyum lebar dan berdiri disisi Hyunseung agar bisa memandangi wajah putrinya.

Hyunseung dan Hyuna memulai kehidupan baru mereka sebagai orangtua setelah putri mereka yang diberi nama Jang Sohyun lahir.

=Minggu Sore=

Hyunseung mengelus rambut Hyuna yang tertidur di lengannya. Sementara bayi mereka tidur menelungkup di dadanya. Hidupnya terasa sangat lengkap setelah memiliki Hyuna dan Sohyun, tidak ada yang dia inginkan lagi selain membahagiakan keluarga kecilnya itu.

Hyuna perlahan membuka matanya dan memandang Hyunseung. Seulas senyum muncul di wajahnya, “Oppa..”

Hyunseung memandang Hyuna sambil tersenyum, “Hei..”

Hyuna menatap kedua mata Hyunseung penuh arti.

“Wae?” Tanya Hyunseung.

Hyuna memandang Sohyun yang masih terlelap sambil menepuk-nepuk pelan pantatnya dan kembali memandang Hyunseung, “Rasanya aku tidak percaya telah melahirkan anakmu..” Ucapnya, lalu tertawa kecil.

Hyunseung tersenyum lebar memandang Sohyun.

=Suatu Hari=

Hyuna mendorong trolly belanjaan sambil melihat-lihat apa yang dia perlukan.

Hyunseung datang menghampiri Hyuna bersama Sohyun yang sudah menginjak bulan ke 5 saat ini. “Sohyun eomma, masih butuh apa lagi? Ini sudah banyak..” Tanyanya sebal.

Hyuna tertawa kecil, “Ne, ini sudah selesai.. Khaja kita bayar ini..” Ucapnya dan mendorong trolly ke kasir.

“Huummm.. Huhuhu..” Sohyun mulai rewel di gendongan ayahnya saat mereka mengantri.

Hyuna memandang Sohyun, “Waeyo Sohyun-a?”

Hyunseung menimang-nimang Sohyun, “Wae? Kau bosan?”

“Hmm.. Sepertinya dia ingin menyusu..” Ucap Hyuna sambil mengelus rambut Sohyun.

Hyunseung memberikan Sohyun pada Hyuna, “Pergilah dulu, aku akan membayar ini..” Ucapnya, lalu mengeluarkan kunci mobil. “Ini, langsung saja ke mobil..”

Hyuna tersenyum, “Sampai nanti oppa..” Ucapnya dan melangkah pergi.

Hyunseung memperhatikan Hyuna berjalan pergi sesaat dan menunggu gilirannya membayar di kasir. Ketika dia tiba di parkiran, tampak beberapa pria sedang berdebat disudut lain parkiran. Dia hanya menghela nafas dalam dan menghampiri mobilnya, lalu membuka pintu belakang untuk memasukkan belanjaan tadi, lalu masuk ke pintu kemudi.

Hyuna yang baru selesai menyusui Sohyun di bangku belakang menoleh kearah Hyunseung.

Hyunseung tersenyum, “Kita pulang sekarang?”

“Oppa, aku ingin ke toilet..” Ucap Hyuna.

“Keure, aku akan menggendong Sohyun..” Ucap Hyunseung sambil mengambil Sohyun dari gendongan Hyuna.

“Sohyun, bersama appa dulu ya..” Ucap Hyuna sambil mengelus kepala Sohyun, lalu keluar dari mobil.

Hyunseung mengangkat Sohyun dengan kedua tangannya sambil tersenyum, “Kau mengantuk Sohyun?” Tanyanya karena putrinya tampak menguap. “Ayo kita tunggu eomma diluar..” Ucapnya sambil membuka pintu dan turun dari mobil. Ia berdiri di sebelah mobil sambil menimang-nimang Sohyun agar tertidur sambil bersenandung kecil.

Sohyun mulai memejamkan mata. Satu tangan Hyunseung menahan kepalanya agar menempel ke dada pria itu.

Dari kejauhan Hyunseung melihat Hyuna melangkah kembali menuju mobil. Bibirnya membentuk senyuman, namun tiba-tiba Sohyun kembali merengek dan mulai menangis. “Sssh.. Waeyo Sohyun?” Tanyanya sambil menimang-nimang putri kecilnya. “Eomma segera tiba..” Ucapnya.

Hyuna melihat Sohyun menangis di gendongan Hyunseung, dia langsung mempercepat langkahnya.

Salah seorang pria yang berdebat tadi masuk ke mobilnya dan langsung menginjak gas menuju pintu keluar parkiran. Matanya membesar melihat seorang gadis muncul dari sisi jalan dan langsung menginjak rem.

CKIIIIITTT!!! BRUUKKK!!!

Hyunseung terkejut dan langsung menoleh ke arah bunyi mengerikan itu. Matanya membesar Hyuna tidak terlihat diseberang parkiran, mobil yang mengerem mendadak tadi tampak terdapat bercak darah. Kakinya melangkah cepat menuju mobil itu, Sohyun terus menangis histeris dipelukannya. Jantungnya terasa terhenti melihat Hyuna terbaring di jalan dan dipenuhi darah.

=UGD=

Seluruh tubuh Hyunseung bergetar dengan darah yang memenuhi pakaiannya. Dia bahkan tak menenangkan Sohyun yang terus menangis karena terlalu shock.

Ayah dan ibu Hyunseung berlari menghampiri putranya dengan wajah panik, “Hyunseung! Apa yang terjadi?” Tanya ayah Hyunseung.

Hyunseung tak mengatakan apa pun.

Ibu Hyunseung langsung menggendong Sohyun dan menenangkannya, “Ssshh.. Sayang, tidak apa-apa.. Tenanglah..” Ucapnya sambil melangkah meninggalkan ruangan itu.

“Hyunseung, apa yang terjadi?” Tanya ayah Hyunseung sambil memegang bahu Hyunseung.

Hyunseung tetap tak mengatakan apa pun, wajahnya tampak tanpa ekspresi.

Terdengar beberapa orang berlari menghampiri ayah dan anak itu. Ternyata Eunji, Taemin dan Naeun menghampiri mereka.

“Hyunseung! Apa yang terjadi?!” Tanya Eunji panik.

“Omo! Oppa.. Darah siapa itu?” Tanya Naeun tak percaya.

“Jangan tanyai dia dulu, dia terlihat shock..” Ucap Taemin.

Hyunseung memejamkan matanya dan menundukkan kepala sambil menopang dahi dengan tangan.

Eunji menghela nafas dalam dan bergerak duduk disebelah Hyunseung, lalu menarik sepupunya itu kepelukannya agar lebih tenang.

Taemin merangkul Naeun yang mulai menangis.

“Samchon, dimana Sohyun?” Tanya Naeun.

“Dia bersama neneknya..” Jawab ayah Hyunseung.

Naeun mengangguk mengerti.

Ruang Perawatan Hyuna.

Hyunseung memejamkan matanya sambil menempelkan punggung tangan Hyuna yang belum sadarkan diri ke dahinya. Istrinya mendapatkan benturan keras dikepalanya dan beberapa luka kecil ditubuhnya.

Eunji memegang bahu Hyunseung, “Hyunseung, kau harus kuat demi Hyuna. Juga putrimu..”

Hyunseung membuka mata dan memandang Eunji, “Ne..”

“Kau tau, Sohyun tidak berhenti menangis diluar. Dia pasti merasakan apa yang terjadi pada ibunya, temuilah dia..” Ucap Eunji pelan.

Hyunseung menghela nafas dalam dan bangkit, “Aku akan keluar sebentar..” Ucapnya.

Eunji mengangguk, “Ne, aku akan menjaga Hyuna untukmu..”

Hyunseung tersenyum tipis, lalu menoleh pada Hyuna. Meskipun berat, dia melangkah keluar dari ruang perawatan Hyuna untuk menenangkan Sohyun. Begitu menutup pintu dibelakangnya, dia sudah bisa mendengar suara tangisan bayi dari ruang tunggu. Kakinya melangkah kesana dan melihat ibunya menimang-nimang Sohyun yang tak berhenti menangis.

Naeun berdiri begitu melihat Hyunseung, “Oppa?”

Semuanya terdiam menatap Hyunseung.

Hyunseung diam sejenak karena menjadi pusat perhatian, lalu melangkah lurus menghampiri ibunya dan tersenyum pada Sohyun. “Sohyun-a, kemari..” Ucapnya sambil mengulurkan kedua tangannya.

Sohyun mengulurkan kedua tangannya kearah Hyunseung.

Hyunseung mengambil Sohyun dan menimang-nimangnya, “Sssh.. Eomma gwenchana.. Tenanglah sayang..” Ucapnya lembut.

Perlahan Sohyun mulai tenang karena Hyunseung memeluknya.

Ibu Hyunseung memegang bahu putranya, “Hyunseung, bawalah Sohyun pulang. Dia tidak akan bisa tidur disini..”

Hyunseung memandang ibunya, “Aniya eomma, aku akan bermalam disini. Apakah eomma bisa menjaga Sohyun dirumah?”

“Hyunseung, kau terlihat lelah. Sohyun juga. Dia tidak bisa tenang jika bukan kau yang menggendongnya..” Ucap ibu Hyunseung.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Tapi eomma..”

“Hyunseung..” Potong ibu Hyunseung, “Pikirkan Sohyun, eomma akan menjaga Hyuna disini.”

Hyunseung memandang Sohyun dan memandang ibunya.

“Pulanglah Hyunseung..” Ucap ibu Hyunseung.

“Keure Hyunseung, aku akan mengantarkanmu dan Sohyun pulang..” Ucap Taemin.

Hyunseung menghela nafas dalam dan memandang Sohyun, ” Jibe khaja(ayo pualng)..” Ucapnya pelan.

=Rumah=

Hyunseung bersenandung kecil sambil menepuk-nepuk pelan bagian belakang tubuh Sohyun yang tidur menelungkup di sisinya. Ia berhenti bersenandung melihat putri kecilnya sudah terlelap. Dengan lembut dia mengelus rambut tipis dikepala bayi mungil itu, “Kau mengkhawatirkan eomma kan? Appa juga..” Ucapnya pelan, “Tapi tenang saja, eomma akan baik-baik saja dan segera kembali bersama kita..” Bibirnya membentuk senyuman dan mencium dahi putrinya, lalu membaringkan kepalanya disebelah Sohyun dan memejamkan mata.

=Beberapa Hari Kemudian=

Hyunseung membuka matanya perlahan, rasanya sangat berat untuk kembali terbangun disetiap pagi setelah Hyuna mengalami kecelakaan. Namun disaat dia merasa hancur dan tak sanggup bangkit, Sohyun selalu memberikannya kekuatan. Perlahan dia bangkit sambil menoleh pada Sohyun yang sudah terjaga dan bermain-main dengan boneka di dekatnya, bibirnya membentuk senyuman dan memegang tangan bayi mungil itu. “Annyeonghaseo..” Sapanya ceria.

Sohyun tertawa lucu.

“Ayo bersiap dan mengunjungi eomma..” Ucap Hyunseung dan mencium dahi Sohyun.

Begitu Hyunseung selesai mengenakan pakaian pada Sohyun, ponselnya berbunyi. Dari ibunya. “Ne eomma..”

“Hyunseung! Segera kemari! Hyuna sadar!!” Ucap ibu Hyunseung girang.

Mata Hyunseung membesar, “Ne eomma!!”

=Ruang Perawatan Hyuna=

Hyunseung datang secepat yang dia bisa setelah mendengar berita dari ibunya. Nafasnya terasa sesak ketika dia membuka pintu, matanya langsung menatap Hyuna yang duduk ditempat tidur.

Hyuna memandang Hyunseung.

Hyunseung melangkah cepat menghampiri tempat tidur dengan senyuman lebar diwajahnya, “Hyuna..” Ucapnya penuh haru sambil memegang pipi Hyuna.

Hyuna memandang Hyunseung, lalu memandang Sohyun di gendongan pria itu.

“Kau ingin menggendongnya?” Tanya Hyunseung sambil mendudukkan Sohyun di hadapan Hyuna.

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Nuguseyo?”

Hyunseung tertegun, “Ne? Apa maksudmu Hyuna?”

“Aku tidak mengenalmu tuan, apa kau mengenalku?” Tanya Hyuna.

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa yang kau bicarakan?” Tanyanya tak mengerti. Dia merasakan sebuah tangan memegang bahunya dan menoleh.

“Hyunseung, ayo bicara diluar..” Ucap ibu Hyunseung, “Hyuna-a, bisakah kau menjaga Sohyun sebentar?”

Hyunseung kembali memandang Hyuna.

“Ne..” Jawab Hyuna, meskipun masih dengan wajah bingungnya.

Hyunseung mengikuti ibunya melangkah keluar sambil memperhatikan Hyuna yang terlihat canggung bersama Sohyun. Dia lebih bingung melihat ekspresi ibunya, “Waeyo eomma?”

Ibu Hyunseung menghela nafas dalam dan memegang bahu putranya, “Hyunseung, ada berita buruk yang harus eomma katakan..”

Jantung Hyunseung berdegup kencang mendengar keseriusan di nada bicara ibunya.

“Akibat benturan keras yang dialami Hyuna di kepalanya, dia mengalami sesuatu yang disebut amnesia..” Jelas ibu Hyunseung perlahan.

Hyunseung menatap ibunya tak percaya, “Mwo?”

“Dia lupa semua ingatannya Hyunseung..” Ucap ibu Hyunseung berat.

Spontan Hyunseung memegang kedua bahu ibunya, “Eomma! Ini tidak lucu!”

“Itu yang sebenarnya terjadi Hyunseung..” Ucap ibu Hyunseung serius.

Hyunseung menggeleng, “Andwae! Aku harus bertemu dokter..” Ucapnya sambil melangkah cepat menuju ruangan dokter diikuti oleh ibunya.

Namun, berita yang didengar Hyunseung tetap sama.

“Istri anda mengalami trauma yang cukup keras di kepalanya, hal itu membuat tidak mengingat apa pun tentang dirinya atau pun masa lalunya..” Jelas dokter Kang.

Hyunseung terpaku menatap dokter Kang. Terasa ibunya mengelus bahunya untuk memberikan kekuatan. “Dia tidak mengingat apa pun?”

“Begitulah Jang Hyunseung-ssi..” Jawab dokter Kang.

“Tidak sedikit pun?” Tanya Hyunseung tak percaya.

Dokter Kang mengangguk berat, “Ne..”

Hyunseung benar-benar tak percaya mendengar apa yang diucapkan dokter, “Apa dia akan kembali mengingat semuanya lagi?”

Dokter Kang diam sejenak, “Mmm.. Mungkin iya, mungkin juga tidak..”

Hyunseung menatap dokter Kang marah, “Bagaimana kau bisa ragu seperti itu?!!”

“Hyunseung..” Ucap ibu Hyunseung menenangkan.

“Jang Hyunseung-ssi, seorang profesor sekalipun tidak bisa memastikan sesuatu yang terjadi diluar kendalinya.” Ucap dokter Kang pelan, “Apa yang dialami istrimu tidak seperti penyakit yang tumbuh perlahan, tapi terjadi secara tiba-tiba dan tak bisa diprediksi.”

Hyunseung memejamkan mata dan memegang dahinya.

“Dokter Kang, apakah ada kemungkinan Hyuna bisa mengingat semuanya lagi?” Tanya ibu Hyunseung penuh harap.

“Kemungkinan pasti ada nyonya, tapi sebesar apa saya sendiri tidak bisa memastikannya. Tapi, saya harus mengingatkan kalian untuk tidak menekannya dengan kenangan-kenangan dimasa lalunya. Jika otaknya masih trauma dan belum siap untuk kembali mengingat, akan terjadi kerusakan pada otaknya yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk hidup.” Jelas dokter Kang, “Atau bisa saja menyebabkan tekanan besar pada pembuluh darah di otaknya dan membuatnya meninggal..”

<<Back          Next>>

Advertisements

6 thoughts on “Baby Boo~~ (Season 2) [Chapter 1)

  1. baru part awal udda bikin gw mewek 😥
    kasian hyunseung am sohyun 😦
    aq mau menggantikan hyuna jdi istri seungi #plakdigamparhyuna o.O

  2. sedikit bosan untuk ff ini min *mianhae, soalnya dari awal(season 1) ceritanya kebanyakan rumit! Yang baca harus terbawah sedih! Berharap yang season 2 ada kebahagiaan tapi juga seperti ini , sekedar beri saran agar jalan ceritanya tidak terus mengalami masalah 🙂

  3. omooo ini masi awal cerita udahhh nyesek n timbul masalahhh..
    ternyata efek amnesia segto parah nyaa…
    huwaaaa kasian hyun oppa harus ngerawat sohyun n jagain hyuna yg hilang ingatan…
    TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s