Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 29]

–I can’t Breathe Without You–

 29

Hyuna dan Naeun melangkah bersama keluar dari sebuah pusat perbelanjaan, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa menghabiskan waktu bersama seperti gadis seusia mereka.

“Hyuna-a, ini sudah masuk bulan kedua.. Apa kandungan palsumu belum diketahui?” Tanya Naeun.

“Mmm.. belum, tapi aku khawatir sekali..” ucap Hyuna.

“Ahh.. jika ayahmu tau duluan kau tidak hamil. Hyunseung oppa akan dalam masalah..” ucap Naeun.

“Aku juga memikirkan itu.. Bagaimana jika ayahku melakukan sesuatu pada Hyunseung oppa? Memikirkannya saja sudah membuatku depresi..” ucap Hyuna sedih.

“Hyuna-a, bujuk saja Hyunseung oppa agar menikahimu meskipun tanpa restu ayahmu. Jika kalian sudah menikah kan ayahmu tidak bisa memisahkan kalian begitu saja..” ucap Naeun.

Hyuna berpikir sejenak, “Hmm.. masalahnya ayah Hyunseung oppa tidak mengijinkan kami menikah jika tidak mendapat ijin dari ayahku..”

Naeun menghela nafas berat, “Ne, Hyunseung oppa juga berkata akan terlalu lama jika menunggu usiamu genap 20 tahun..”

Hyuna garuk-garuk kepala bingung.

“Ya sudah, bagaimana jika kita pulang sekarang? Sudah sore..” ucap Naeun memberi usul.

“Tunggu, aku ingin ke toilet dulu..”ucap Hyuna sambil menarik Naeun menuju toilet. “Pegang ini..” ucapnya sambil memberikan tas belanjaannya pada Naeun dan masuk.

Naeun berdiri menunggu Hyuna didepan toilet.

Tak sampai 10 menit Hyuna sudah keluar dari bilik toilet dan menghampiri wastafel untuk mencuci tangan. Saat itu seorang wanita keluar dari bilik lain dan ikut mencuci tangannya di sebelah Hyuna.

Hyuna mengangkat wajahnya memandang pantulan wajah wanita itu di cermin, dahinya berkerut dan menoleh kesamping. “Sepertinya aku pernah melihatmu..” ucapnya.

Wanita itu memandang Hyuna, “Ne?”

Hyuna memperhatikan wajah wanita itu, tak lama dia terkejut sendiri. “Kau…”

Wanita itu tersenyum dan dengan cepat menyemprotkan sesuatu kewajah Hyuna.

“Kyaaa!!” jerit Hyuna, namun kesadarannya menurun drastic dan jatuh tak sadarkan diri kelantai.

“Ne nona, aku sekretaris ayahmu..” ucap wanita itu, lalu berjalan ke ventilasi di dinding dan membukanya.

Naeun memandang jam tangannya dan memandang kearah toilet, “Kenapa Hyuna lama sekali?” tanyanya sendiri, lalu melangkah kesana. “Hyuna..” panggilnya sambil membuka pintu, tidak ada siapa pun. “Hyuna..” panggilnya lagi dan memeriksa bilik demi biliknya. Dahinya berkerut dan mengeluarkan ponsel untuk menghubungi gadis itu. tapi tidak aktif, “Hm? Kenapa ini?” tanyanya mulai khawatir dan mencoba lagi dan lagi. “Omo! Ada apa ini?”

Kantor Hyunseung.

Hyunseung yang sedang mengikuti rapat bersama para petinggi mendengar ponselnya berbunyi, dia mengeluarkan benda itu dan melihat layarnya.

“Ehem..” dehem ayah Hyunseung agar putranya segera mematikan bunyi itu.

Hyunseung diam-diam mengangkat telepon Naeun dan menempelkannya ke telinga, karena disana gelap dia bisa menyembunyikan ponselnya. “Ne..” jawabnya pelan.

“Oppa! Hyuna hilang!” ucap Naeun panic.

Mata Hyunseung membesar, “Mwo?!” serunya, membuat semua orang langsung menatapnya. “Ne..” ucapnya mengerti, lalu berdiri. “Cesonghamida, saya tidak bisa mengikuti rapat ini hingga akhir..” ucapnya sambil membungkuk sopan dan berjalan cepat meninggalkan ruang rapat.

=Sebuah Kamar Hotel=

Hyuna membuka matanya perlahan, “Hmm..” gumamnya sambil mengusap mata.

“Sudah sadar nona?” Tanya wanita yang sebenarnya adalah sekretaris ayah Hyuna dulu, Heo Gayoon.

Hyuna segera bangkit dan memandang sekitarnya kaget, lalu menatap Gayoon tak mengerti. “Dimana ini?! Kenapa kau membawaku kemari?!”

Gayoon tersenyum, “Maaf nona, aku hanya menjalankan tugas..” ucapnya.

Pertanyaan Hyuna terjawab saat melihat ayahnya masuk ke ruangan itu bersama dua orang pria berjas hitam.

Mata Hyuna melotot, “Appa?!”

Brian Kim tersenyum pada Hyuna, “Akhirnya kau sadar..” ucapnya.

“Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau melakukan ini?!!” Tanya Hyuna marah.

Brian Kim hanya tertawa sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

Hyuna turun dari tempat tidur dan menatap ayahnya tajam, “Apa pun yang kau lakukan padaku! Aku tidak akan mengubah keputusanku! Aku akan tetap bersama Hyunseung oppa!!” serunya.

“Benarkah? Tidak akan lama lagi.” Ucap Brian Kim, lalu memberi isyarat pada dua anak buahnya untuk melakukan sesuatu.

Hyuna melotot melihat anak buah ayahnya mendekat, “Ya!! Jangan mendekat!! Pergi!!!” serunya, namun kedua pria itu dengan kasar menariknya ke sofa tunggal dan mendorongnya duduk disana. “Aissh!! Lepaskan!!” teriaknya, kedua tangannya dipegangi oleh pria-pria itu hingga tak bisa berontak.

“Tugasmu..” ucap Brian Kim sambil memberikan sebuah pil pada Gayoon.

“Ne, Tuan..” ucap Gayoon sambil mengambil pil itu dan menghampiri Hyuna dengan sebotol penuh air di tangannya.

“Mau apa kau?!” seru Hyuna.

“Buka mulutmu nona…” ucap Gayoon sambil memegang dagu Hyuna dan menyodorkan pil tadi ke mulutnya.

Hyuna langsung menutup rapat mulutnya dan berusaha memalingkan wajahnya.

“Nona! Tolong jangan mempersulit!!” ucap Gayoon, tapi Hyuna tetap tak mau diam. “Pegangi kepalanya..” ucapnya.

Satu pria tadi memegang kepala Hyuna agar tidak bergerak lagi, lalu membantu Gayoon membuka mulut Hyuna.

“Mmmph!!!” seru Hyuna sambil tetap mempertahankan mulutnya tertutup.

Gayoon dengan susah payah akhirnya bisa memasukkan pil itu dan langsung mendorongnya dengan air ke mulut Hyuna.

Hyuna berusaha menyemburkan air itu, namun malah masuk ke hidung dan membuatnya tak punya pilihan lain selain menelannya. “Uhuk! Uhuk!! Uhuk!!” semua orang itu melepaskannya.

Brian Kim tersenyum melihat Hyuna sudah menelan pil itu, “Ini demi kebaikanmu, Hyuna..” ucapnya.

Hyuna memegang hidungnya yang terasa perih, lalu menatap ayahnya marah. “Kau pria mengerikan!!! Aku benci padamu!!” teriaknya.

“Kau akan segera terlepas dari Hyunseung!” ucap Brian Kim.

Dahi Hyuna berkerut dan menatap ayahnya ngeri, “Apa yang kuminum tadi?! Pil apa itu?!” serunya sambil berdiri dihadapan ayahnya.

“Pil itu akan menggugurkan kandunganmu..” jawab Brian Kim santai, “Kalian bisa pergi..” ucapnya pada dua pria tadi.

Mata Hyuna membesar dan memegang perutnya, “Ne?!!”

Brian Kim tersenyum sinis, “Ne.. Kandunganmu..”

Hyuna terkejut berkali-kali lipat karena dia tidak hamil tapi sudah menelah pil penggugur kandungan, “Appa!! Kau!!!” ucapnya tak percaya.

“Sekretaris Heo, tetap awasi dia..” ucap Brian Kim dan berjalan pergi.

“Ya!! Kau ingin membunuhku?!!” teriak Hyuna panic.

Gayoon memegang bahu Hyuna, “Tenang saja nona, anda hanya akan merasakan sedikit kram dan pendarahan seperti datang bulan.. Tidak akan lama..” ucapnya.

Hyuna menggigit bibir bawahnya, ‘Oppa! Eoteokhe?!’ batinnya panic.

=Pusat Perbelanjaan=

“Bagaimana bisa hilang?!! Dia bersamamu Naeun!!” seru Hyunseung pada Naeun.

Naeun menunduk menyesal, “Miane oppa, tadi dia berkata akan ke toilet. Jadi aku menunggu di luar, tapi dia tak pernah keluar dan hilang begitu saja..” ucapnya menahan tangis.

“Ya.. jangan memarahinya seperti itu! dia juga tidak ingin Hyuna menghilang!” ucap Taemin sambil merangkul Naeun.

Hyunseung memejamkan matanya dan mengacak-acak rambutnya frustasi, “Arrrgh!!! Bagaimana sekarang?!!” serunya pada Taemin dan Naeun, “Bisa saja Hyuna sudah berada dalam pesawat ke Amerika!!” serunya.

“Tenang dulu!! Aku akan menghubungi bandara Incheon dan mencari tau tentang penerbangan ke Amerika atas nama Hyuna..” ucap Taemin memberi solusi, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bagian informasi bandara.

‘Hyuna… odiga?’ batin Hyunseung khawatir.

Taemin menyudahi panggilannya, “Belum ada penerbangan atas nama Kim Hyuna hari ini..” ucapnya memberitau.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan cepat dia mengangkat panggilan itu dengan harapan Hyuna yang memanggilnya, “Yoboseo..”

“Jang Hyunseung, ini asisten Yoon..” ucap Dujun diseberang.

Hyunseung tertegun, “Ya! Dimana Hyuna! Aku tau Tuan Kim yang menculiknya!!”

Dujun menyebutkan sebuah tempat, “Datang kesana sekarang juga jika kau tidak ingin terjadi sesuatu pada nona Hyuna..” ucapnya dan langsung memutuskan telepon.

“Mwo?! Ya! Yoboseo! Yoboseo!” seru Hyunseung.

“Waeyo?” Tanya Taemin.

Hyunseung memandang Taemin dan Naeun bergantian, “Aku harus pergi!” ucapnya dan segera berlari pergi.

“Ya! Kami juga pergi!” ucap Taemin sambil menarik Naeun berlari bersamanya.

=Kamar Hotel=

Gayoon yang duduk di sofa memandang jam tanganya kemudian memandang Hyuna yang duduk di tempat tidur sambil memegang perutnya.

Hyuna mulai merasa keanehan diperutnya.

Gayoon bangkit dan menghampiri Hyuna, “Gwenchana nona, perut anda akan terasa kram beberapa saat dan pendarahan akan terjadi beberapa hari..” ucapnya.

Hyuna menatap Gayoon kaget, apalagi rasa sakit perutnya mulai menyiksa. “Ahh..” rintihnya sambil mencengkeram perutnya. Matanya terpejam dan tubuhnya jatuh ke kasur, “Ahhh!!!” teriaknya menahan sakit.

Gayoon duduk di belakang tubuh Hyuna sambil mengelus kepalanya, “Tenang nona, obat itu sedang melakukan proses pengguguran..” ucapnya pelan.

“Ahhhhh!!!” rintih Hyuna semakin keras dan mulai menggeliat di tempat tidur, bulir air matanya juga mengalir karena rasa sakit yang luar biasa di perutnya.

Gayoon berdiri dan memandangi Hyuna yang terlihat sangat kesakitan, “Maafkan saya nona..” ucapnya pelan.

Sementara itu. Hyunseung, Taemin dan Naeun berlari keluar dari lift dan mencari kamar yang tadi disebutkan Dujun. Begitu tiba disana, tampan Dujun berdiri di depan sebuah kamar.

“Ya!!” seru Hyunseung sambil menarik kerah baju Dujun, “Dimana Hyuna?!!”

Dujun menahan tangan Hyunseung di kerah bajunya, “Disana..” ucapnya sambil melirik pintu didekatnya.

Naeun langsung membuka pintu dan berlari masuk bersama Taemin. Hyunseung menyusul di belakangnya.

Gayoon terkejut melihat ketiga orang itu, “Ya!”

Mata Naeun membesar melihat Hyuna kesakitan di tempat tidur, “Hyuna!!” serunya sambil menghampiri sahabatnya.

Hyuna tak bisa berhenti merintih karena perutnya terasa sangat sakit, matanya terbuka untuk memandang Naeun dan kembali tertutup karena rasa sakit itu. “Ahhh.. Naeun-a!!” serunya, satu tangannya mencengkeram lengan sahabatnya itu.

“Hyuna! Apa yang terjadi?” Tanya Naeun panic.

Hyunseung menghampiri Gayoon dan menarik lengannya, “Apa yang kau lakukan padanya?!!!”

Gayoon terkejut dengan bentakan Hyunseung, “Di.. dia.. dia..”

“Hyunseung!! Segera bawa Hyuna kerumah sakit!!” seru Taemin.

Hyunseung menyentak tangan Gayoon dan langsung menghampiri Hyuna, “Hyuna.. Hyuna..” panggilnya sambil menarik gadis itu ke lengannya dan menyeka keringat diwajahnya.

“Oppa.. sakit.. oppaa… ahhh!!!” rintih Hyuna kesakitan.

“Tahan sedikit lagi, aku akan membawamu kerumah sakit!” ucap Hyunseung dan langsung menggendong Hyuna dengan kedua tanganya, lalu setengah berlari keluar dari ruangan itu.

Mobil.

Hyunseung memeluk Hyuna yang terus merintih kesakitan di kursi belakang sementara Taemin mengendarai mobil seperti di sirkuit balapan menuju rumah sakit.

“Oppa!! Perutku… sakit sekali!!” tangis Hyuna dengan satu mencengkeram perut dan satunya mencengkeram lengan Hyunseung.

Hyunseung menatap Hyuna iba, “Ne.. kita akan segera tiba dirumah sakit..” ucapnya sambil menyeka air mata gadis itu.

Naeun ikut menangis melihat Hyuna tak henti merintih kesakitan.

“Ahhh.. oppa… oppa!!!” teriak Hyuna kesakitan.

“Aku disini! Hyuna!! Bertahan sedikit lagi!” pintu Hyunseung sambil memegang pipi Hyuna.

Hyuna menatap Hyunseung menahan sakit, “Sakit oppa..” rintihnya. “Ahhh!!” serunya sambil memejamkan matanya.

“Taemin!! Cepat!!” seru Hyunseung pada Taemin.

“Ne! kita sudah masuk kawasan rumah sakit!” seru Taemin juga.

“Oppa.. opp…” Hyuna tak sadarkan diri.

Hyunseung terkejut melihat Hyuna berhenti merintih, “Hyuna!!” serunya sambil menepuk pipi gadis itu perlahan.

“oh! Eoteokhe?!” seru Naeun panic.

“Kita tiba!! Cepat!!” seru Taemin sambil menginjak rem di depan rumah sakit.

Hyunseung segera mengendong Hyuna dan turun dari mobil.

=UGD=

Hyunseung mondar-mandir di depan ruang UGD dengan perasaan risau. Dia tak bisa tenang sedetik pun selama belum tau apa yang terjadi pada Hyuna. Tangannya bergerak melonggarkan dasi dilehernya sambil terus berjalan kesana kemari. Blazer membuatnya terasa panas meskipun ada pendingin ruangan disana. Tangannya mulai melepaskan belazer itu dan melemparkannya ke lantai karena terlalu emosi.

“Oppa.. kemanhe..” ucap Naeun.

Hyunseung berhenti melangkah dan memejamkan matanya sambil mengusap wajahnya.

Taemin bangkit dan menghampiri Hyunseung, “Tenangkan dirimu, Hyuna akan ditolong dokter-dokter itu..” ucapnya sambil memegang bahu pria itu.

Hyunseung menghela nafas dan berdiri menghadap ke dinding untuk menenangkan dirinya.

Beberapa Jam Kemudian.

Hyunseung terpaksa tidak bisa menemui Hyuna karena harus menemui dokter, “Apa yang terjadi padanya dokter? Kenapa tunanganku merasa kesakitan pada perutnya?”

Dokter itu memandang Hyunseung tak mengerti, “Jang Hyunseung-ssi, tunanganmu tidak hamil. Tapi mengapa membiarkannya mengkonsumsi pil penggugur kandungan?”

Hyunseung terkejut, “Ne?!”

Dokter itu menghela nafas dalam sambil mengelus dahinya, “Jang Hyunseung-ssi, nyawa tunanganmu nyaris melayang karena itu. Untuk menggugurkan kandungan tanpa bantuan medis saja sangat berbahaya, apalagi jika dia tidak mengandung!”

“Tapi.. aku tidak.. dia.. bagaimana kondisinya sekarang?” Tanya Hyunseung panic.

Dokter itu menatap Hyunseung serius, “Pil penggugur itu sangat berbahaya, jika tidak ada janin yang akan digugurkan, maka rahim tunanganmu akan menjadi sasarannya..”

Hyunseung sampai tak bernafas beberapa saat mendengar penjelasan dokter itu, “Lalu?”

Dokter itu kembali menghela nafas dalam dan menatap Hyunseung, “Rahimnya terluka.. Saya masih memastikan seberapa parah luka yang ditimbulkan, tapi sebesar apa pun lukanya..” dia berhenti sejenak, “…kemungkinan reproduksi tunanganmu tidak bisa diharapkan lagi..”

Hyunseung menatap dokter itu tak percaya, “Ne?”

“Kami akan mempertahankan rahimnya agar tidak perlu melakukan operasi pengangkatan, tapi jika memang tidak bisa dipertahankan….” Dokter itu tampak berat mengatakannya, “…Dia tidak akan bisa memiliki anak seumur hidupnya..”

Hyunseung menunduk sambil memegang dahinya, ‘Ohh.. Hyuna..’ batinnya sedih.

Ruang Perawatan Hyuna.

Begitu sadar Hyuna kembali merasakan nyeri di perut bagian bawahnya, “Ahh..” rintihnya.

Naeun langsung bangkit dari duduknya dan menatap Hyuna serius, “Hyuna-a! kau sadar?”

Hyuna membuka matanya dan memandang Naeun, “Naeun?”

“Sudah lebih baik?” Tanya Naeun khawatir.

Hyuna mengangguk pelan, lalu memandang sekitar. “Dimana Hyunseung oppa?”

“Dia sedang menemui dokter..” Jawab Naeun, “Tapi Hyuna, siapa yang memberikanmu pil penggugur kandungan itu?” tanyanya.

Hyuna menghela nafas dalam, “Ayahku..” jawabnya pelan.

Naeun tertegun, “Ne?! ayahmu?!!”

Terdengar pintu terbuka, muncul Hyunseung dan langsung tertegun melihat Hyuna sudah sadar. “Hyuna?”ucapnya dan melangkah cepat menghampiri gadis itu.

Hyuna lega melihat Hyunseung muncul, “Oppa..” ucapnya sambil mengulurkan tangan pada pria itu.

Hyunseung menyambut tangan Hyuna dan mencium dahinya, “Ahh.. syukurlah kau sudah sadar..” ucapnya.

Naeun perlahan mundur, “Aku akan menunggu diluar..” ucapnya dan berbalik pergi.

Hyunseung memegang perut Hyuna sambil menatapnya khawatir, “Apakah masih sakit?”

Hyuna mengangguk dengan ekspresi menahan sakit.

Hyunseung mencium punggung tangan Hyuna berkali-kali dan tersenyum, “Gwenchana, rasa sakit itu akan segera menghilang..”

Hyuna mengangguk mengerti, “Oppa, apa sesuatu terjadi padaku?”

Hyunseung tertegun, “Mmm.. ani..” jawabnya sambil menggeleng.

“Tapi.. aku meminum pil penggugur kandungan, apakah baik-baik saja?” Tanya Hyuna.

Hyunseung tidak tau harus mengatakannya sekarang atau mencari waktu lain, tapi yang pasti dia sangat lega Hyuna kembali tersadar. “Dokter akan memberitau kita nanti..” ucapnya menenangkan gadis itu.

Hyuna mengangguk, “oh..”

Hyunseung tersenyum tipis, ‘Miane Hyuna, aku tidak ingin kau berpikir pergi lagi dariku. Aku tidak sanggup menghela nafas jika kau tidak disisiku..’ batinnya.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 29]

  1. ishhhhh ini lebih kejam dr umma ny hyun oppa..
    ini yg nglakuin ayah nya sendiri…
    hampir aja unni meningggal gara2 ayah nyaa…
    ughhhhhh kasian hyuna unni..
    kalo sampe rahim ny d angkat bakal timbil lg masalah buat 2hyun..
    TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s