Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 28]

–Because I Loved You–

28

Dujun masuk keruangan Brian Kim dan membungkuk sopan, “Tuan, Jang Hyunseung datang untuk berbicara denganmu..”

Brian Kim diam sejenak, lalu menghela nafas dalam. “Biarkan dia masuk..” ucapnya.

“Baik tuan..” Dujun membungkuk sopan dan kembali keluar.

Tak lama Hyunseung masuk dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseo Tuan Kim..”

Brian Kim menatap Hyunseung tajam, “Apa maumu?”

Hyunseung memandang Brian Kim tanpa ragu, “Aku kemari untuk meminta restumu untuk menikahi Hyuna..”

Brian Kim tertawa sinis, “Mwo? Menikahi putriku?”

“Ne..” jawab Hyunseung yakin, “Aku tidak bisa berjanji akan membuatnya selalu bahagia. Tapi aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuknya..”

Brian Kim menatap Hyunseung seperti baru saja mendengar sebuah lelucon, “Jang Hyunseung..” ucapnya menahan tawa, “Aku membantu perusahaan ayahmu karena ayahmu adalah teman lamaku. Memang kesalahanku meninggalkan Hyuna seorang diri disini. Tapi aku akan menebus kesalahanku pada putriku.” Ucapnya, “Pertama, aku tidak akan membiarkannya menjadi bahan cemoohan disini. Kedua, aku tidak akan membiarkannya menghabiskan waktunya untuk pria yang telah membuatnya menderita. Ketiga..” dia diam sejenak, “Aku tidak peduli dia mengandung anakmu atau tidak, aku akan tetap membawanya pergi..”

Hyunseung menatap Brian Kim kesal, “Pertama, aku tidak akan membiarkan siapa pun mencemooh Hyuna. Kedua, aku tidak akan membuat gadis yang kucintai menderita. Ketiga, apa pun usahamu, kau tidak akan bisa membawanya pergi..” ucapnya dingin.

Brian Kim tertawa kecil, “Dengar Jang Hyunseung..” ucapnya, “Aku tidak akan mengijinkanmu menikahi Hyuna. Karena masih banyak pria yang lebih baik darimu, yang bisa mencintainya sepenuh hati sejak awal. Kau mengerti?”

Hyunseung tersenyum sinis, “Tapi putrimu hanya mencintaiku, Tuan Kim.. Dia tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain diriku..” ucapnya yakin.

“Aku tidak peduli..” ucap Brian Kim.

“Jika kau menyayangi putrimu, kau harus merestui kami..” ucap Hyunseung, lalu membungkuk sopan dan berbalik pergi.

“Kau akan menyesali keputusanmu..” ucap Brian Kim sebelum Hyunseung keluar.

Hyunseung berhenti sejenak menatap Brian Kim, “Tidak akan pernah..” ucapnya dingin, lalu keluar.

Brian Kim tersenyum sinis melihat pintu ruangannya tertutup, “Kita lihat, apa kau bisa membiarkan Hyuna tersiksa?” ucapnya pelan.

=Rumah Hyunseung=

Hyuna keluar dari kamarnya dengan baju panjang dan celana panjang agar bekas cambukan ayahnya tempo hari tidak terlihat. Ketika melewati pintu samping dia melihat Hyunseung duduk seorang diri di taman belakang. Melihat tidak ada siapa pun disana, dia segera menghampiri pria itu. “Oppa..” sapanya ceria.

Hyunseung memandang Hyuna dan tersenyum, “Hei..”

Hyuna duduk disebelah Hyunseung, “Apa yang kau lakukan disini?”

Hyunseung tersenyum, “Hanya memikirkan sesuatu..”

Hyuna tertegun, “Apa tentang ayahku?” tanyanya pelan, “Oppa, na gwenchana…”

Hyunseung mengelus rambut Hyuna sambil menggeleng, “Aniya, bukan itu..”

“Lalu apa?” Tanya Hyuna ingin tau.

“Mmm.. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu..” ucap Hyunseung serius.

“Apa?” Tanya Hyuna.

Hyunseung menghela nafas dalam dan menggenggam kedua tangan Hyuna sambil menatapnya dalam, “Apa kau bersedia menjadi istriku, Kim Hyuna?”

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung dan menatap pria itu tak percaya.

“Aku tidak bisa menunggumu berusia 25 atau 30 untuk menikah, karena jika aku tidak melakukannya dalam waktu dekat ini. Ayahmu mungkin akan membawamu pergi darku. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi..” ucap Hyunseung sepenuh hati.

Hyuna tersentuh mendengar ucapan Hyunseung, “Oppa..”

Hyunseung mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memperlihatkannya pada Hyuna.

Hyuna tertegun melihat Hyunseung mengeluarkan sebuah kotak cincin.

Hyunseung melepaskan tangan Hyuna dan membuka kotak itu, “Aku ingin kau mengenakan sepasang cincin ini bersamaku.. Agar kau selalu ingat bahwa kau adalah kekasihku, kau tidak akan memandang pria lain karena kau memilikiku..”

Hyuna menutup mulutnya menahan senyuman yang terus ingin mengembang.

Hyunseung mengambil satu cincin dengan butiran berlian dan memasangkannya ke jari manis Hyuna, lalu menatap gadis itu dengan senyuman diwajahnya. “Aku, Jang Hyunseung, berjanji akan setia pada Kim Hyuna hingga akhir hayatku. Tidak akan menyerah hingga Tuan Kim merestui pernikahan kami. Juga tidak akan berhenti menjadi pria terbaik untuknya..” ucapnya seperti mengucapkan janji setia di altar.

Hyuna tertawa kecil mendengar ucapan Hyunseung, lalu mengambil cincin lain dan menyematkannya di jari manis Hyunseung. Kemudian menatap pria dihadapanya sambil tersenyum lebar, “Aku, Kim Hyuna, berjanji akan setia pada Jang Hyunseung hingga akhir hayatku. Tidak akan membuatnya khawatir dan mencintainya sepenuh hatiku. Juga akan berusaha menjadi gadis terbaik untuknya..”

Hyunseung tertawa kecil dan memajukan wajahnya untuk mencium bibir Hyuna.

Hyuna tertawa malu, “Kenapa kita melakukan ini?”

“Anggap saja latihan sebelum kita benar-benar menikah..” jawab Hyunseung menahan tawa.

Hyuna memandang cincin di tangannya dan memandang Hyunseung.

Hyunseung menggenggam tangan Hyuna dan menatapnya dalam, “Nah.. calon istriku, jangan khawatirkan apa pun, aku akan menyelesaikan semuanya untukmu..”

Hyuna mengangguk, “Baiklah calon suamiku..”

=Makan Malam=

Ayah Hyunseung memandang putranya dan Hyuna yang duduk bersebelahan, “Hyunseung, Hyuna..”

“Ne?” jawab Hyunseung dan Hyuna hampir bersamaan.

“Meskipun Hyuna hamil, kalian tetap tidak boleh tidur di kamar yang sama sebelum menikah. Araso?!” Tegas ayah Hyunseung.

“Ne..” jawab Hyunseung.

Hyuna memandang Hyunseung tanpa menjawab, karena biasanya pria itu yang masuk ke kamarnya.

“Kau juga Hyuna!” tegas ayah Hyunseung.

“Ne..” jawab Hyuna akhirnya.

“Yobo, bisakah kau membawa Hyuna ke dokter kandungan? Dia harus mengetahui bagaimana kondisi kehamilannya..” ucap ayah Hyunseung pada suaminya.

“Hm? Oh.. ne..” jawab ibu Hyunseung sambil melirik Hyuna yang terlihat bingung.

“Aku akan melakukannya appa..” ucap Hyunseung.

Ayah Hyunseung menatap putranya, “Apa kau ingin membuat orang-orang tau kau menghamili seorang gadis?”

“Ne? oh.. benar..” ucap Hyunseung sambil garuk-garuk kepala.

=Beberapa Hari Kemudian=

Hyuna melangkah keluar dari rumah untuk membuang sampah di depan pagar, setelah memasukkan bungkusan sampah, dia memandang langit yang cerah sambil tersenyum. “Kenapa oppa belum pulang ya?” gumamnya bingung. Dia tertegun melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari pagar rumah.

Dujun keluar dari mobil dan membungkuk sopan pada Hyuna.

Hyuna menatap Dujun ngeri dan bergerak mundur untuk kabur masuk ke rumah.

“Tunggu nona, saya datang bukan karena ayah anda..” ucap Dujun cepat.

Hyuna memandang Dujun ragu, “Lalu untuk apa kau datang?”

Dujun memandang ke kanan dan kiri, lalu maju selangkah mendekati Hyuna. Namun gadis itu mundur selangkah menghindarinya.

“Katakan saja, aku bisa mendengarmu!” ucap Hyuna memperingati.

Dujun menghela nafas dalam, “nona..”

CKIIIIT!! Mobil Hyunseung berhenti didepan pagar, pria itu juga langsung turun dari mobil dan menghampiri Hyuna.

“Oppa..” ucap Hyuna.

Hyunseung menatap Dujun tajam, “Apa yang kau lakukan disini?!”

“Saya hanya ingin berbicara dengan nona Hyuna..” ucap Dujun.

“Tidak perlu! Kau bisa pergi!” ucap Hyunseung sambil menarik Hyuna ke mobilnya.

Dujun hanya menghela nafas dalam melihat mobil Hyunseung masuk ke kawasan rumah.

Hyuna memandang Hyunseung, “Oppa, sepertinya asisten Yoon memang ingin berbicara denganku..”

Hyunseung menghentikan mobilnya di depan rumah dan menatap Hyuna kesal, “Untuk apa berbicara denganmu?! Agar kau mengubah pemikiranmu?! Atau agar kau pergi meninggalkanku dengan berita-berita tidak benar?! Apa jangan-jangan dia sudah mengumpulkan bukti palsu kalau aku sudah memiliki gadis lain dan kau akan langusung percaya padanya!” ucapnya emosi.

Hyuna memandang Hyunseung bingung.

“Wae?!” Tanya Hyunseung karena Hyuna tak mengatakan apa pun.

Hyuna tersenyum lucu, “Aniya..” ucapnya.

“Apa yang tidak? Kau sangat mudah dipengaruhi! Tidak ingat beberapa waktu lalu kau hampir saja pergi ke Amerika karena ayahmu mempengaruhimu tentang ibuku?!” Tanya Hyunseung serius.

Hyuna tertawa kecil melihat Hyunseung marah-marah, pria itu selalu lucu ketika marah-marah menurutnya. “Aigoo…” ucapnya sambil memegang kedua pipi pria itu, “Aniya..” ucapnya lagi, lalu menarik tangan Hyunseung yang mengenakan cincin. “Lihat.. aku sudah berjanji tidak akan membuatmu khawatir kan? Jadi aku tidak akan mudah percaya ucapan-ucapan seperti itu lagi..” ucapnya.

Hyunseung menggenggam tangan Hyuna yang memegang tangannya dan menatap gadis itu serius, “Aku tidak akan khawatir jika kau menjauhkan dirimu dari asisten Yoon juga ayahmu..” ucapnya.

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Hyunseung masih menatap Hyuna serius karena gadis itu tak bisa begitu saja dipercaya tentang hal itu.

Hyuna tertawa kecil lagi, “Oppa.. Kenapa masih menatapku seperti itu?” tanyaku lucu, lalu memegang perutnya. “Kau membuat bayi kita takut..” ucapnya dengan wajah cemberut.

Hyunseung tertawa mendengar ucapan Hyuna dan ikut memegang perut gadis itu, “Miane..” ucapnya.

Malamnya.

Hyunseung membuka pintu kamarnya dan melihat keluar, lalu mengendap-endap ke kamar Hyuna. Dia terkejut merasakan seseorang memegang bahunya dari belakang, lalu menoleh.

Ayah Hyunseung menatap putranya serius, “Kamarmu ada disana..” ucapnya sambil menunjuk kamar pria muda itu.

Hyunseung tersenyum canggung sambil garuk-garuk kepala, “Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam pada Hyuna..”

Ayah Hyunseung menggeleng, “Belum saatnya..”

Hyunseung mengangguk dengan kepala tertunduk, “Ne, appa..” ucapnya dan kembali melangkah ke kamarnya.

Ayah Hyunseung geleng-geleng kepala, lalu berbalik dan kembali ke ruang kerjanya.

Dari balik pintu kamar, Hyunseung mendengarkan langkah kaki ayahnya diluar. Setelah beberapa saat dia membuka pintu dan melihat keluar, juga memastikan ayahnya sudah tidak terlihat. Dengan lebih hati-hati dia kembali keluar dan menuju ke kamar Hyuna. Tangannya bergerak mengetuk pintu kamar gadis itu pelan sambil melihat kearah ruang kerja ayahnya.

Pintu kamar terbuka, tampak Hyuna yang sudah mengenakan baju tidur. “oppa?”

Hyunseung langsung mendorong Hyuna masuk dan kembali menutup pintu.

“Waeyo oppa?” Tanya Hyuna bingung.

“Ssssh..” Bisik Hyunseung sambil menempelkan jari telunjuk ke bibir dan menahan senyuman. “Aku ingin mengucapkan selamat malam..” ucapnya.

Hyuna tertawa kecil, “Oppa..” ucapnya lucu.

Hyunseung tersenyum dan memeluk Hyuna, “Sepertinya aku sangat tergila-gila padamu..” candanya.

Hyuna memelus punggung Hyunseung dengan senyuman lebar diwajahnya.

Hyunseung melepaskan pelukannya dan memandang Hyuna, “Mmm.. aku harus segera kembali ke kamarku sebelum appa kembali datang memeriksaku..” ucapnya.

Hyuna mengangguk, “Ne..”

“Selamat malam..” ucap Hyunseung dan mencium dahi Hyuna.

“Selamat malam oppa..” ucap Hyuna.

Hyunseung membuka pintu sambil memandang Hyuna, lalu keluar.

Hyuna tertawa kecil dan berjalan ke tempat tidur.

=Sebuah Hotel=

“Tuan, pikirkan lagi keputusan anda..” ucap Dujun memohon pada Brian Kim yang berdiri menghadap ke jendela membelakanginya.

“Aniya.. Aku akan tetap melakukannya..” ucap Brian Kim tanpa ragu, lalu berbalik memandang Dujun. “Aku akan membawa Hyuna, bagaimana pun caranya..”

Dujun hanya bisa menghela nafas dalam dan menunduk.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 28]

  1. issshh oppa nappeun..
    masih aja tetep k kamar unni..
    hihihihi yg lg jatuh cintaaaa…

    ughhhh tu beneran tuan kim mau biat hyuna yg menderita???
    knpa kata2 ny malah mau nyakitin anak nya sendiri…
    padahal penyebab aeal mula yg buat unnni menderita dirinya knpa malah dya yg jd sok benar gtooo..
    ughhhh nyebelin >_<

  2. aigooo kenapa membayangkan apa yg akan dilakukan hyuna appa jd teringan perbuatan hyunseung eomma ya??

    apa mereka 11 12 jahat ny??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s