Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 27]

–I’m OK–

 27

“Dia hamil.” Jawab ibu Hyunseung pelan.

Hyunseung langsung menatap ibunya kaget. Begitu juga Hyuna.

“Mwo?!” seru Brian Kim dan menatap Hyuna marah.

Hyunseung terkejut merasakan tangan ayahnya mencengkeram kerah bajunya.

“Jang Hyunseung!!” seru ayah Hyunseung marah.

Hyunseung hanya bisa menunduk menyesal, dia sudah menyiapkan diri untuk mendapat respon seperti ini dari ayahnya.

“Kau benar-benar tak bermoral Hyuna!!” seru Brian Kim marah.

Hyuna menatap ayahnya kesal, “Wae??! Seharusnya appa bersyukur aku tidak hamil karena pria-pria di klub itu!” serunya.

Mata Brian Kim melotot pada Hyuna, “Apa kau bilang?!!” serunya, tangannya dengan cepat melepaskan ikat pinggang di celananya.

Mata Hyuna melotot dan bersiap kabur melihat ayahnya mendekat.

“Apa yang harus kusyukuri darimu?!!” seru Brian Kim dan melayangkan ikat pinggangnya ke tubuh Hyuna. PAKKK!!

“KYAAAAAAA!!!!” teriak Hyuna histeris dan terduduk kelantai.

“Hentikan!!” teriak Hyunseung sambil melepaskan cengkeraman ayahnya dan menahan Brian Kim agar tidak menyakiti Hyuna lagi. “Berhenti!!” serunya.

“Tuan Kim!! Jangan seperti ini!!” seru ibu Hyunseung marah.

Brian Kim menatap Hyunseung marah, “Menyingkir!! Aku akan membunuh anak tak berguna itu!!” serunya sambil mendorong pria muda itu hingga tersungkur ke lantai.

Hyuna menangis ketakutan di lantai, “Ampun appa!!” mohonnya.

Brian Kim sudah ditutupi kemarahan, tangannya kembali melayangkan ikat pinggang ketubuh Hyuna. PAKKK!!

“KYAAA!!!” teriak Hyuna lagi.

Hyunseung langsung menghampiri Hyuna dan memeluk gadis itu untuk melindunginya.

“Tuan Kim! Hentikan!!” seru ayah Hyunseung sambil menarik Brian Kim menjauh dari kedua anak muda itu.

Dujun yang mendengar keributan dari dalam rumah segera masuk, dia terkejut melihat Brian Kim masih berusaha memukul Hyuna dengan ikat pinggangnya meskipun ayah Hyunseung sudah menahannya. “Tuan!! Hentikan! Tenangkan dirimu!” ucapnya sambil menahan tangan pria itu.

Brian Kim berhenti sambil menatap Hyuna marah.

“Tuan Kim! Sudah terbukti putrimu mengandung anak putraku, kau tidak bisa membawanya pergi begitu saja! Dia harus melahirkan anak itu dirumah kami!” ucap ayah Hyunseung tegas.

Brian Kim menghela nafas kesal, “Kau sangat mengecewakan appa, Hyuna..” ucapnya dingin, lalu melangkah keluar.

Dujun membungkuk sopan dan mengikuti Brian Kim keluar.

Ayah Hyunseung menatap putranya yang masih memeluk Hyuna dilantai, lalu berbalik dan berjalan ke ruang kerjanya.

Hyunseung melirik ayahnya sambil tetap mengelus punggung Hyuna, “Sssshh.. gwenchana, ayahmu sudah pergi..” bisiknya pada gadis itu.

“Hyunseung, bawa Hyuna ke kamar. Berikan obat untuk lukanya..” ucap Ibu Hyunseung dan melangkah pergi.

Hyunseung melepaskan pelukannya dan memandang Hyuna yang masih menangis tersedu-sedu, “Ayo Hyuna..” ucapnya sambil mengangkat tubuh gadis itu ke kamar.

Malamnya.

Hyunseung menatap tanda merah di paha dan lengan Hyuna sedih, dengan lembut tangannya mengelus bekas merah dipaha gadis itu.

Hyuna memegang tangan Hyunseung dan menatapnya dalam, “Gwenchana oppa, sudah tidak sakit..” ucapnya.

Hyunseung menatap Hyuna sedih, “Miane.. Seharusnya aku tidak membiarkanmu menghadapi ayahmu seorang diri..” ucapnya menyesal.

Hyuna menggeleng pelan, “Aniya.. Ayahku sangat marah tadi, karena itu dia melakukannya..”

Hyunseung menghela nafas dalam dan memegang pipi Hyuna, “Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu lagi padamu..” ucapnya bersungguh-sungguh.

Hyuna tersenyum, “Ne, oppa..”

“Oh.. tapi, bagaimana hasil tes tadi?” Tanya Hyunseung ingin tau.

Hyuna diam sejenak, “Yang muncul hanya satu garis, oppa..”

Hyunseung tertegun, “Ne? tapi kenapa ibuku berkata kau hamil?”

Hyuna diam memandang Hyunseung, lalu memandang kepintu.

Hyunseung memandang kebelakang, ibunya melangkah masuk dan menghampiri mereka.

Hyunseung berdiri, “Waeyo eomma?”

Ibu Hyunseung memandang putranya sejenak, lalu mengulurkan tangan memberikan alat uji kehamilan Hyuna tadi.

Hyunseung mengambil alat itu dan memandangnya dengan dahi berkerut, lalu menatap ibunya tak mengerti.

“Kau harus mempertanggung jawabkan keputusanmu Hyunseung..” ucap ibu Hyunseung, lalu berbalik pergi.

“eomma..” panggil Hyunseung.

Ibu Hyunseung berhenti dan kembali memandang putranya.

Hyunseung masih menatap ibunya tak mengerti, “Kenapa eomma membantuku?”

Ibu Hyunseung diam sejenak, lalu memandang Hyuna dan kembali memandang putranya. “Karena eomma tau betapa besar cintamu pada Hyuna, eomma tidak bisa melihatmu terpuruk lagi. Sebelumnya eomma berpikir kau hanya merasakan perasaan sementara karena kasihan pada Hyuna, tapi setelah melihat semua yang kau lakukan. Eomma tau perasaan itu bukan sekedar perasaan sementara..” jawabnya, “Eomma miane..” ucapnya menyesal, lalu kembali berbalik.

Hyunseung tersentuh mendengar ucapan ibunya, kakinya melangkah cepat mengejar ibunya dan memeluk wanita itu dari belakang.

Ibu Hyunseung tertegun merasakan Hyunseung memeluknya.

Hyunseung memejamkan mata dan mempererat pelukannya, “Gumawoyo eomma..” ucapnya tulus.

Ibu Hyunseung tersenyum dan mengelus punggung tangan putranya, “Ne..”

Hyuna tersenyum melihat Hyunseung kembali berdamai dengan ibunya.

Ibu Hyunseung melepas pelukan putranya dan menatap putranya dalam, kedua tangannya memegang pipi pria itu. “Kau sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang bijaksana, Hyunseung. Eomma bangga padamu..”

Hyunseung tersenyum, “Ne, eomma..”

Ibu Hyunseung memandang Hyuna, “Hyuna-a, selamat datang dikeluarga Jang..”

Hyuna senang mendapat sambutan baik dari ibu Hyunseung, “Ne eommanim..”

Ibu Hyunseung memandang putranya lagi, lalu melangkah keluar dari kamar Hyuna.

Hyunseung memandang Hyuna dan kembali duduk di sisinya, “Kau lihat, ibuku akhirnya menyetujui kita..”

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Hyunseung memandang alat tes kehamilan tadi yang hanya menunjukkan satu garis disana, lalu memandang Hyuna. “Paling tidak ibuku tau aku tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk padamu..” ucapnya senang.

Hyuna tertawa kecil.

=Kampus=

“Hufft.. Ternyata Hyunseung oppa dan Hyuna masih harus menghadapi ayah Hyuna yang mengerikan..” ucap Naeun prihatin.

Taemin yang melangkah disebelah Naeun garuk-garuk kepala bingung, “Ne, cerita mereka bahkan lebih seru dari sebuah novel. Aku tidak mengerti mengapa mereka jadi seperti ini..”

Naeun mengangguk, “Ne oppa.. Ayah Hyuna memang baik, tapi jika Hyuna terus membangkang padanya, dia juga akan mengeluarkan wajah mengerikannya…”

Taemin menghela nafas dalam, “Aku penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka..”

“Aku juga.. Ahhh.. kuharap mereka tidak perlu berpisah lagi, karena itu akan sangat menyakitkan bagi Hyuna..” ucap Naeun sedih.

Taemin memandang Naeun bingung, “Naeun-a, kenapa kau selalu mengkhawatirkan Hyuna? Kupikir kau agak berlebihan..” ucapnya.

Naeun berhenti melangkah dan menatap Taemin kesal, “Berlebihan? Apa maksudmu?”

Taemin berhenti melangkah juga, “Aku tidak bermaksud buruk, aku hanya merasa kau dan Hyuna kan memiliki hidup masing-masing, tapi kau selalu membantunya.”

Naeun menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Taemin kesal, “Lalu, yang oppa lakukan pada Hyunseung oppa bagaimana? Apakah tidak berlebihan juga?”

“Aku? Ani.. Aku hanya mencoba membantunya sebisaku. Karena Hyunseung yang kukenal dulu dan sekarang sudah banyak berbeda sejak bertemu Hyuna, dan itu sangat baik untuknya..” jelas Taemin.

“Hyuna yang kukenal dulu dan sekarang juga banyak berubah, semua itu juga karena Hyunseung oppa.. Sejak kecil dia sama sekali tak pernah membicarakan pria lain selain Hyunseung oppa. Meskipun tidak mendapat respon dia terus bersikap manis padanya. Aku awalnya ingin membuat Hyuna sadar kalau Hyunseug oppa tidak menyukainya, tapi oppa lihat sendiri kan? Justru Hyunseung oppa yang mengejar Hyuna sekarang..” ucap Naeun kesal.

“Ne… Arasso.. Kenapa kau jadi marah-marah sih?” ucap Taemin cemberut.

Awalnya Naeun menatap Taemin sebal, tapi melihat wajah cemberutnya, dia jadi tertawa.

Taemin memandang Naeun bingung, “Kenapa kau tertawa?”

“Aniya, kau lucu sekali kalau monyong begitu..” ucap Naeun sambil menunjuk wajah Taemin.

Taemin menahan senyuman, “Seperti ini?” tanyanya sambil memonyongkan bibirnya lagi.

Naeun langsung tertawa geli, “Ahahahaha.. lucu sekali..”

“Jinja?” ucap Taemin sambil terus memonyongkan bibirnya.

Tiba-tiba Hyunseung muncul dan menarik kerah baju Taemin dari belakang, “Ikut aku..” ucapnya sambil terus berjalan.

“Uhuk! Uhuk! Ya!! Aku tercekik!” ucap Taemin sambil berusaha melonggarkan kemejanya.

Naeun memandang Hyunseung bingung, lalu mengikutinya.

Kafetaria.

Eunji, Naeun dan Taemin melotot mendengar cerita Hyunseung.

“Hyuna hamil?!” Tanya Naeun tak percaya.

“Aniya.. hanya pura-pura, semua ini agar ayahnya tidak berkeras membawanya ke Amerika.” Jelas Hyunseung.

“Ohh..” ucap Naeun mengerti.

“Omo.. kenapa kau sampai melakukan itu?” Tanya Taemin tak mengerti.

“Apa lagi yang harus kulakukan? Jika tidak begitu Hyuna sudah berada di Amerika sekarang..” jawab Hyunseung.

“Ya.. Kau harus menikahi Hyuna secepatnya jika begitu..” ucap Eunji.

“Ne, karena itu aku mengumpulkan kalian..” ucap Hyunseung dan memandang ketiga orang itu serius, “Aku masih belum mendapat ijin ayah Hyuna, aku harus segera menikahinya sebelum mereka sadar kehamilan Hyuna itu palsu..”

Naeun diam sejenak untuk berpikir, “Mmm.. Ayah Hyuna sangat sudah ditaklukkan oppa.. Jujur saja, ini akan sangat sulit..”

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus rambut belakangnya.

“Lalu apa kata ayahmu tentang ini?” Tanya Eunji ingin tau.

“Ayahku sangat marah..” jawab Hyunseung, “Tapi aku akan menjelaskan padanya setelah aku benar-benar menikahi Hyuna..” ucapnya, “Dia juga tidak ingin keluarga besar tau karena itu sangat memalukan..”

“Tentu saja.. Mana ada dikeluarga kita kejadian memalukan seperti itu..” ucap Eunji sebal.

Hyunseung menatap sepupunya kesal, “Apa kau bisa berdiam diri jika akan dipisahkan dengan orang yang kau cintai?”

“Aissh.. tidak usah berlebihan..” ucap Eunji.

“Oppa, bagaimana dengan Hyuna? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Naeun khawatir.

Hyunseung mengangguk pelan, “Ne.. Dia hanya terkejut dengan perlakuan ayahnya..” ucapnya berat.

“Perlakuan apa?” Tanya Naeun.

Hyunseung menggigit bibir bawahnya ragu, “Begitu tau Hyuna hamil, ayahnya langsung mencambuk Hyuna dengan ikat pinggang..” jawabnya.

Naeun terkejut dengan mata membesar, “Mwo?!”

“Oh.. jinja.. Bagaimana mungkin seorang ayah melakukan itu?” ucap Eunji tak percaya.

“Hm? Memangnya kau tidak akan terkejut mengetahui putrimu hamil diluar nikah?” Tanya Taemin pada Eunji.

Semuanya menatap Taemin kesal.

“Aku memang akan terkejut, tapi memukulnya seperti itu bukan jalan keluar. Araso?!” ucap Eunji kesal.

“Hei! Jangan menyalahkan siapa pun sekarang! Aku butuh rencana!” ucap Hyunseung menengahi teman-temannya.

Naeun mencoba berpikir, “Mmm.. bagaimana jika oppa datang ke tempat ayah Hyuna dan berbicara empat mata dengannya? Katakan betapa seriusnya perasaanmu pada Hyuna. Mungkin saja kan ayah Hyuna akan mengerti..” usulnya.

Hyunseung diam sejenak, “Bukan ide buruk..”

“Tapi bagaimana tidak berhasil?” Tanya Taemin.

“Menikah saja dengan Hyuna tanpa sepengetahuan ayahnya..” jawab Eunji.

“Hyuna masih dibawah umur, bagaimana mungkin aku menikahinya tanpa sepengetahuan ayahnya?” Tanya Hyunseung kesal.

“Kalau begitu tunggu dia tepat 20 tahun, baru menikah dengannya…” jawab Eunji.

“Jika aku menunggu dia berusia 20 tahun, kehamilan palsunya akan terungkap dengan berjalannya waktu!” ucap Hyunseung kesal.

“Oh.. benar..” ucap Eunji dan kembali berpikir.

“Tapi oppa, Hyuna kan akan berumur 20 tahun beberapa bulan lagi. Jadi tidak masalah kan?” ucap Naeun.

“Memang, tapi ayahnya akan curiga jika tidak ada perubahan fisik pada Hyuna setelah 2 atau 3 bulan berlalu.” Jawab Hyunseung.

“Kalau begitu, berbicaralah dengan ayahnya..” ucap Eunji.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 27]

  1. ahhh akirnya umma nya oppa luluh n ngrestuin jugaaaa…
    sekarang tinggal appa nya hyuna unni..
    tp knpa tega banget..
    sampe nyambuk gtoo…
    penasaran apa yg akan d lakuin 2hyun selanjutnyaaa..
    lanjuuuuttt ^^

  2. akhirnya ummanya hyunseung ngedukung hubungannya hyunseung sama hyuna. kira” apa ya yg bakalan mereka lakuin selanjutnya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s