Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 26]

26

–Sweet Lies–

“Mwo… Mworaguyo?” Tanya Ibu Hyunseung tak percaya.

Hyuna menunduk menyesal dan melirik Hyunseung yang juga menunduk menyesal.

“Cesonghamida.. Kejadian itu terjadi saat kami tinggal dirumah nenek..” ucap Hyunseung menyesal.

“Arrrghhh…” erang Brian Kim sambil memijat pangkal hidungnya kesal.

“Hyunseung! Appa berharap banyak padamu!!” seru ayah Hyunseung kecewa.

Hyunseung menggigit bibir bawahnya, “Cesongeo, aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahi Hyuna secepatnya..” ucapnya.

“NE! kau harus!!” seru Ibu Hyunseung marah.

“Tidak perlu!!” ucap Brian Kim yang membuat semua orang terkejut, lalu menatap Hyuna. “Putriku akan baik-baik saja tanpa kau, kami akan tetap pergi ke Amerika..”

Hyunseung menatap Brian Kim kaget, “Mwo?! Andwae!!” serunya.

Hyuna menatap ayahnya tak percaya.

“Sudahlah.. Jangan bertingkah seperti orang kolot! Sudah banyak tempat aborsi saat ini, kau tidak perlu bertingkah seperti pahlawan..” ucap Brian Kim dan menarik Hyuna bangkit.

Hyuna mendorong ayahnya marah, “Andwae!! Aku tidak akan menggugurkannya!” serunya.

PLAKK!!!

Mata Hyunseung melotot melihat Brian Kim menampar Hyuna didepan wajahnya.

“Tuan Kim!!!” seru ayah Hyunseung tak percaya.

“Hyuna! Apa yang kau harapkan lagi dari pria ini?!” Tanya Brian Kim, “Kau lihat?! Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan melakukan ini padamu! Dan jika kau tetap melahirkan anak itu, kau akan terikat pada keluarga ini!!”

Hyuna memegang pipi dan menatap ayahnya tak percaya, “Appa?”

“Ayo pergi..” ucap Brian Kim sambil menarik tangan Hyuna, namun dia berhenti merasakan tangan Hyunseung mencengkeram tangannya yang memegang tangan Hyuna.

Hyunseung menatap Brian Kim dingin, “Tidak ada yang boleh menyakiti Hyunaku..” ucapnya.

Brian Kim mendengus kesal, “Apa kau bilang?”

Ayah Hyunseung maju dan memegang bahu Brian Kim, “Maaf Tuan Kim, sepertinya kau harus segera pergi dari rumahku..” ucapnya.

Brian Kim menatap ayah Hyunseung kesal, “Aku memang akan pergi, ayo Hyuna!” ucapnya sambil kembali mengulurkan tangan untuk menarik tangan Hyuna, namun kali ini ayah Hyunseung yang menahan tangannya.

“Anda tidak  bisa memaksa Hyuna pergi jika dia tidak ingin pergi dari sini..” ucap ayah Hyunseung dingin.

Brian Kim menatap ayah Hyunseung marah, “Tuan Jang, kau tidak berhak menghalangiku membawa putriku pergi!”

“Tapi dia mengandung cucuku, aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja..” ucap ayan Hyunseung.

Brian Kim menggemertakkan giginya menahan marah.

“Silahkan pergi..” ucap ayah Hyunseung.

Brian Kim mendengus kesal dan memandang Hyuna, lalu berbalik pergi.

Hyunseung menghela nafas lega Brian Kim akhirnya pergi, namun dia tertegun melihat tatapan ayahnya.

“Urusan kita belum selesai!” ucap ayah Hyunseung dingin, lalu berbalik dan masuk ke kamarnya.

Hyunseung melirik ibunya yang hanya menghela nafas dalam dan mengikuti suaminya. Dia berbalik dan memandang Hyuna yang masih tak percaya ditampar ayahnya, “Appo?” tanyanya sambil memegang tangan gadis itu dipipi.

Hyuna memandang Hyunseung, “Dia bukan ayahku.. ayahku tidak pernah menyakitiku..” ucapnya sambil menggeleng, bulir air matanya kembali berjatuhan.

Hyunseung mengangguk sambil menyeka air mata Hyuna, “Ne..” ucapnya, “Uljimara.. Ayo, beristirahat..” ucapnya sambil merangkul Hyuna dan membawanya ke kamar.

Malamnya.

Hyuna dan Hyunseung duduk bersandar ke kepala tempat tidur tanpa berbicara. Mereka merasa berada di masalah baru akibat kebohongan mereka.

Hyuna memandang Hyunseung, “Oppa..”

Hyunseung memandang Hyuna, “Hm?”

“Mmm.. sepertinya kita memiliki anak saja agar tidak perlu berbohong..” ucap Hyuna.

Hyunseung diam sejenak, “Kau yakin?””

Hyuna mengangguk.

Hyunseung diam sejenak lagi, “Keure..” ucapnya, lalu memegang kedua bahu Hyuna dan bergerak hendak menciumnya.

Hyuna terkejut dan menahan tubuh Hyunseung, “Tu.. tunggu..”

Hyunseung memandang Hyuna bingung, “Wae? Kau bilang ingin punya anak..”

“Se.. sekarang?” Tanya Hyuna dengan wajah memerah seperti tomat.

“Bukankah lebih cepat lebih baik?” Tanya Hyunseung menahan senyum.

“Ta.. tapi.. Aku…” Hyuna memalingkan wajahnya malu.

Hyunseung tertawa kecil dan kembali duduk lurus, “Aku hanya bercanda..” ucapnya.

Hyuna menghela nafas lega.

“Paling tidak sekarang kita bisa tenang karena ayahmu akan pergi..” ucap Hyunseung.

“Bagaimana jika ayahku tidak pergi?” Tanya Hyuna.

“Baru kita memiliki anak betulan..” jawab Hyunseung santai.

Hyuna tersenyum malu, “Bagaimana jika ayahku memaksaku menggugurkannya?”

“Kita kan bisa membuatnya lagi..” jawab Hyunseung dengan nada bercanda.

“Oppa..” ucap Hyuna malu sambil mendorong bahu Hyunseung.

Hyunseung tertawa dan memegang kedua pipi Hyuna, serta menatap kedua matanya. “Dengar, apa pun yang terjadi aku akan memperjuangkanmu. Jangan berpikir untuk pergi lagi! Jika tidak, aku akan benar-benar berakhir di UGD! Arasso?!!”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Hyunseung, perlahan bibirnya membentuk senyuman sambil memegang lengan pria itu. “Oppa, kenapa kau jadi seperti ini sekarang?”

“Karena aku mencintaimu..” jawab Hyunseung serius, lalu tersenyum.

Hyuna memegang kedua pipi Hyunseung dengan senyuman lebar diwajahnya, “Jeongmall? Sebesar apa?”

“Lebih besar dari cintamu padaku..” jawab Hyunseung menahan tawa.

Hyuna lega Hyunseung benar-benar mengatakan perasaannya, tanganya bergerak memeluk leher pria itu dan memejamkan matanya.

Hyunseung mengelus punggung Hyuna lembut, “Jika ayahmu masih tidak setuju, aku akan benar-benar membawamu kabur dan kita menikah..”

Hyuna tertawa mendengar ucapan Hyunseung.

“Aku serius.. Jangan tertawa..” ucap Hyunseung sebal.

=Ruang Kerja Ayah Hyunseung=

BRAK!! Hyunseung terkejut ayahnya tiba-tiba melempar buku ke lantai, lalu kembali duduk dengan kepala tertunduk di hadapan ayahnya. “Cesonghamida appa..”

Ayah Hyunseung menatap putranya kecewa, “Appa percaya padamu Hyunseung! Kau berkata mencintainya, tapi kenapa kau melakukan ini padanya?!!”

Hyunseung memandang ayahnya, “Aku melakukan ini karena aku mencintainya, appa.. Aku tidak ingin dia pergi dariku, aku akan bertanggung jawab padanya..” jawabnya.

Ayah Hyunseung tampak menghela nafas dalam untuk menetralkan emosinya, “Mwo?! Pria macam apa yang menodai gadis yang dia cintai?! Ini sangat memalukan Hyunseung!! Tidak pernah terjadi sekali pun dalam keluarga kita!!”

Hyunseung kembali menunduk menyesal, “Ne, appa.. cesonghamida..”

Ayah Hyunseung benar-benar tak bisa mengatakan apa pun lagi, “Secepatnya! Kau harus menikahi Hyuna, jangan sampai ada orang yang tau dia telah hamil..” ucapnya. “Kau bisa pergi..”

Hyunseung berdiri sambil membungkuk sopan, lalu berbalik sambil menahan senyuman karena rencananya berhasil.

Di ruang tengah Hyuna mondar-mandir menunggu Hyunseung selesai berbicara dengan ayahnya, “Oh.. oppa, bagaimana?” Tanyanya begitu melihat pria itu muncul.

Hyunseung mengelus pundaknya sambil melangkah pelan menghampiri Hyuna, “Mmm.. itu..”

Hyuna menatap Hyunseung serius, “Mwo?”

Hyunseung memandang Hyuna, lalu tersenyum sambil memeluk gadis itu. “Kita akan menikah..” ucapnya senang.

Hyuna tersenyum lebar, “Jinja?”

Hyunseung melepaskan pelukannya dan spontan memegang kedua pipi Hyuna dan menciumnya.

Hyuna mendorong Hyunseung kaget, “Oppa! Bagaimana jika ada yang melihatnya?” ucapnya malu sambil memandang sekitar.

Hyunseung tertawa kecil, “Gwenchana, kita juga sudah memiliki bayi..” candanya sambil mengelus perut Hyuna.

Hyuna tertawa malu, “Oppa..”

=Ruang Tengah=

Hyuna menatap test kehamilan yang dibawa ayahnya di meja sambil menelan ludah, lalu melirik Hyunseung yang tampak tegang.

“Ayo kita lihat apakah kau benar-benar hamil atau hanya alasan untuk tidak pergi bersamaku..” ucap Brian Kim dengan wajah sangarnya.

“Ne?” ucap Hyuna kaget, lalu memandang Hyunseung.

“Mwo? Kenapa kau meragukannya? Aku sudah mengakui perbuatanku, untuk apa pembuktian lagi?!” Tanya Hyunseung kesal.

“Aniya Hyunseung, Tuan Kim benar.. Paling tidak kami harus menerima bukti benar atau tidaknya kehamilan Hyuna kan?” Ucap Ibu Hyunseung setuju.

“Eomma!” ucap Hyunseung kesal.

“Hyuna, lakukan! Cepat!!” ucap Brian Kim tegas.

Hyuna menelan ludah, jika kebohongan mereka terungkap habislah sudah. Tangannya perlahan terulur dan mengambil alat uji kehamilan itu. lalu berpandangan panic dengan Hyunseung, ‘Ahhh.. eoteokhe?’ batinnya.

“Cepat Hyuna, masuk ke kamar mandi..” ucap ayah Hyunseung.

Hyunseung mengangguk kecil pada Hyuna agar orang tua mereka tidak curiga.

Hyuna membawa alat uji kehamilan itu masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya, dia berdiri didepan cermin wastafel sambil garuk-garuk kepala. “Eoteokhe? Tentu saja hasilnya akan negative.” Gumamnya bingung, “ahh.. habislah aku..” gumamnya lagi.

Di Ruang tengah, Hyunseung mengelus telapak tangan dan tak henti-hentinya menghela nafas dalam. ‘Ahh.. bagaimana ini?’ batinnya bingung.

“Ada apa Hyunseung? Kenapa kau tampak gugup begitu?” Tanya Brian Kim sambil tersenyum penuh kemenangan.

Hyunseung tertegun, “Ne? oh.. ani.. Aku hanya khawatir Hyuna tertekan dengan keadaan ini..” jawabnya setenang mungkin. Lalu melirik kedua orangtuanya yang juga terlihat tegang.

20 menit kemudian.

Hyuna menutup matanya dengan tangan didepan wastafel beberapa saat, lalu membukanya perlahan sambil mengintip tes kehamilan di atas wastafel. Jantungnya berdegup kencang ingin tau bagaimana hasilnya, meskipun dia sudah tau. Matanya menatap benda putih panjang itu serius, ‘Dua garis berarti positif, satu berarti negative..’ batinnya. Jantungnya terasa berhenti melihat hasilnya. Kedua tangannya langsung mengacak-acak rambutnya frustasi, ‘Ahhh!!!! Eoteokhe?!!’ batinnya panic.

Semua orang langsung menoleh mendengar langkah kaki seseorang. Hyuna kembali ke ruang tengah dengan wajah tegangnya.

“Bagaimana hasilnya?” Tanya Brian Kim sambil berdiri.

Hyunseung berdiri namun ayahnya menahan dirinya untuk tidak mendekati Hyuna.

Ibu Hyunseung menghampiri Hyuna dan mengambil alat uji kehamilan tadi, lalu memandangnya beberapa saat.

Hyunseung menelan ludah menatap Hyuna yang terlihat bingung, ‘Sial! Aku harus membawanya pergi!’ batinnya.

“Bagaimana hasilnya?” Tanya Brian Kim pada ibu Hyunseung.

Ibu Hyunseung memandang Hyuna, lalu memandang Hyunseung.

‘Habislah aku..’ batin Hyunseung sambil menunduk bingung.

“Dia hamil.” Jawab ibu Hyunseung pelan.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 26]

  1. hihihihi knpa d part ini aku seneng banget yaachhh.
    rencana2 konyol hyun oppa bila masi d tentang..
    hihihihi aigooo lucu nya oppa….
    apa lg pas d suruh tes ituuuu
    gga isa bayangin muka panik nya 2hyun…
    wkwkkwkw
    ahhhhh ituuu umma nya hyun oppa ngedukung rencana ny 2hyun yaaa…
    semoga ajaaa…
    next…… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s