Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 25]

–I Did It For Love 3–

 25

Hyuna melangkah cepat dikoridor rumah sakit mencari ruang UGD, keringat memenuhi wajahnya karena berlari kesana kemari. ‘Oppa.. jebal..’ batinnya sambil terus melangkah.

“Hyuna!!” panggil Naeun dari kejauhan.

Hyuna memandang kearah Naeun dan melihat disana ada Taemin dan Eunji juga. Dengan cepat kakinya melangkah kesana.

“Hyuna..” ucap Naeun dengan bulir air mata berjatuhan.

“Apa yang terjadi?! Mana Hyunseung oppa?” Tanya Hyuna panic.

Naeun menggigit bibir bawahnya dan menunduk sambil terus menangis.

Hyuna menatap Naeun tak percaya, lalu memandang Eunji yang juga tampak menyeka air matanya. Taemin duduk dengan kepala tertunduk. “Apa yang terjadi?”

“Hyunseung oppa.. dia… dia…” Naeun tak sanggup melanjutkan ucapannya dan menangis di depan Hyuna.

Mata Hyuna membesar, “Ada apa Naeun?!! Apa yang terjadi padanya?!!” tanyanya sambil memegang kedua bahu Naeun.

Eunji melangkah maju, “Hyunseung…” ucapnya pelan, membuat Hyuna menatapnya. “Dia menghubungiku, berkata akan menyusulmu ke bandara, tapi…” dia diam sejenak, “Mobilnya menabrak mobil pendingin dan….” Sebulir air jatuh dari matanya dan menunduk sedih.

Seluruh tubuh Hyuna gemetaran, tangannya yang memegang bahu Naeun terlepas. “Apakah dia….”

“Hyunseung oppa tidak bertahan Hyuna..” ucap Naeun memberitau dengan suara bergetar.

Hyuna menutup mulutnya dan bulir air berjatuhan dari matanya, dia tak percaya mendengar itu. “Andwae! Ini tidak mungkin!! Oppa..”

Taemin berdiri dan menatap Hyuna marah, “Kau puas sekarang?!”

Hyuna memandang Taemin, “Apa maksudmu oppa?”

“Hyunseung tak pernah menyukai seseorang seperti ini! Dia benar-benar bertahan dan berjuang untukmu!! Tapi kau memilih pergi ke Amerika?!! Apa kau puas sekarang?!!” seru Taemin marah.

“Oppa.. kemanhe..” ucap Naeun sambil menghampiri Taemin.

“Neo…” ucap Taemin sambil menunjuk Hyuna, “Kau akan menyesalinya!!!”

Hyuna menangis pedih sambil memegang dadanya yang terasa sesak, kakinya terasa lemah dan jatuh terduduk ke lantai. “Oppa..”

Eunji berlutut didepan Hyuna sambil memegang bahunya, “Gwenchana Hyuna, kau bisa pergi ke Amerika setelah ini.. tidak ada lagi Hyunseung yang akan menahanmu..” ucapnya pelan.

“Ne!! pergilah!! Hyunseung beruntung berakhir seperti ini daripada bersama orang egois sepertimu!!!” seru Taemin.

“Oppa…” ucap Naeun menenangkan Taemin.

Hyuna menggeleng, “Ani.. AKu tidak akan pergi… oppa.. miane.. aku tidak akan pergi.. oppa..” tangisnya dengan kepala tertunduk.

“Hyuna, jika kau tidak pergi, Hyunseung tidak akan seperti ini..” ucap Eunji sedih.

“Ne.. ini salahku! Oppa, miane… Aku tidak akan pergi..” tangis Hyuna.

Hyunseung melangkah keluar dari ruang UGD dengan kedua tangan disaku celana, bibirnya membentuk senyuman melihat Hyuna menangis tersedu-sedu dilantai. Perlahan dia menghampiri gadis itu dan berjongkok disebelahnya.

“Oppa.. Miane..” Tangis Hyuna, “Aku tidak akan pergi… jebal..” tangisnya.

Hyunseung melirik Eunji yang juga sudah menahan tawanya sekarang, lalu memandang Hyuna yang belum menyadari keadaan itu. “Jeongmall?”

“Ne..” jawab Hyuna ditengah tangisnya.

Hyunseung menahan tawa. Dengan lembut tangannya memegang kepala gadis itu dan mencium pipinya.

Hyuna tertegun seseorang mencium pipinya dan menoleh, matanya membesar dan terlonjak kebelakang melihat Hyunseung tersenyum padanya. “O.. oppa?”

“Kau sudah berkata tidak akan pergi…” ucap Hyunseung.

“Eoteokhe?” ucap Hyuna tak mengerti lalu memandang Eunji yang tersenyum padanya, juga Taemin dan Naeun yang tampak menahan tawa. Saat itu dia sadar dikerjai lagi. “OPPA!!!!” serunya kesal.

“Ne, cagiya..” jawab Hyunseung manis.

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya, karena terlalu kesal dia malah semakin menangis. “Mwoya?!” serunya sambil memukul bahu pria itu, “mwoya?” tangisnya.

Hyunseung menahan tawa dan memeluk Hyuna, dengan lembut tangannya mengelus rambut gadis itu.

“Oppa.. kupikir kau benar-benar mati..” tangis Hyuna sambil memukul lengan Hyunseung pelan.

“Aniya..” ucap Hyunseung.

“Huhuhu.. napeun namja!” ucap Hyuna sambil menangis.

“Ne..” ucap Hyunseung sambil mengelus rambut Hyuna, wajahnya memancarkan kebahagiaan yang tak terkira melihat gadis itu bahkan datang untuknya.

Dari kejauhan Dujun berdiri memandangi Hyuna yang terus menangis di pelukan Hyunseung. Ponselnya berbunyi, dia tau siapa yang memanggil. “Ne, Tuan Kim..”

“Dimana kau? Pesawat kita akan tiba 10 menit lagi!” ucap Brian Kim diseberang.

Dujun menghela nafas dalam, “Tuan Kim, sepertinya anda harus menunda penerbangan hingga besok..”

=Kafe=

“Ahhh.. aktingku semakin baik..” ucap Taemin senang.

Naeun tertawa kecil, “Ne.. tadi itu seru sekali..”

Eunji memandang Hyuna yang masih cemberut disisi Hyunseung, “Hyuna-a, miane.. Kami juga tidak tau Hyunseung meminta kami melakukan itu..”

Naeun memandang Hyuna, “Ne, Hyuna-a.. Kami hanya membantunya. Jangan cemberut terus..” bujuknya.

Hyuna memandang teman-temannya dan memandang Hyunseung yang tampak bingung harus melakukan apa.

Hyunseung tersenyum canggung, “I’m sorry, baby..” ucapnya pelan.

“Micheoso?! Memangnya oppa kucing bisa mati berkali-kali?!” Tanya Hyuna kesal.

“Jika tidak begini kau sudah terbang ke Amerika sekarang..” jawab Hyunseung.

“Lalu bagaimana sekarang? Aku akan dimarahi! Kau juga!” ucap Hyuna tak habis pikir.

“Mau bagaimana lagi?” Tanya Hyunseung santai.

“Oppa!” ucap Hyuna kesal.

“Sudah.. sudah..” ucap Eunji menengahi.

“Hufft.. kalian ini..” ucap Taemin tak habis pikir.

“Annyeong semua..” sapa Key yang baru datang.

“Oh.. Key..” sapa Eunji.

Key tersenyum dan duduk di sebelah Eunji, “Sepertinya ada wajah baru..” ucapnya, “Annyenghaseo, Key imnida..” ucapnya pada Hyuna dan Hyunseung.

“Ne, Jang Hyunseung..” ucap Hyunseung, “Ini Kim Hyuna..” ucapnya sambil menunjuk Hyuna.

“Sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang serius, ada apa?” Tanya Key ingin tau.

“Hyunseung membuat Hyuna tidak menaiki pesawatnya ke Amerika..” jawab Eunji.

“Oh.. apakah ini tentang kisah cinta tak direstui?” tebak Key.

“Ne, oppa.. Bahkan kisah mereka lebih dramatis dari kisah dinovel..” jawab Naeun.

“Hmm.. pasti rumit sekali..” ucap Key, lalu memandang Hyuna. “Hyuna-a, tenang saja. Tidak lama lagi kalian akan mendapat restu..” ucapnya menyemangati.

Hyuna memandang Key bingung, “Kenapa kau yakin sekali?”

Key tersenyum, “Dulu kedua orangtuaku juga tidak mendapat restu, tapi akhirnya sekarang mereka bahagia bersama.”

“Oh ya? Apa yang dilakukan kedua orang tuamu agar mendapat restu?” Tanya Taemin ingin tau.

“Mereka memilikiku sebelum menikah, jadi mau tak mau mereka harus direstui..” jawab Key sambil tersenyum.

Semuanya terdiam mendengar jawaban polos Key.

Hyunseung tersenyum dan memandang Hyuna.

Hyuna menatap Hyunseung kaget, “Mwo?! Andwae!!” serunya.

Hyunseung tertawa kecil, “Kenapa kita tidak mencobanya?”

“Andwae!! Oppa!!” ucap Hyuna sebal. Namun bibirnya membentuk senyuman dengan wajah merona merah.

Yang lainnya tertawa kecil melihat sepasang kekasih itu. Eunji tersenyum melihat sepupunya yang selalu dingin bisa tertawa karena Hyuna.

=Rumah Hyunseung=

Langit sudah terang ketika Hyunseung menghentikan mobilnya di depan rumah dan melihat ada mobil ayah Hyuna juga terparkir disana, lalu memandang Hyuna.

“Oppa, eoteokhe?” Tanya Hyuna.

Hyunseung berusaha berpikir, “Mmm.. kita akan mati..” gumamnya.

Hyuna diam sejenak, “Aku akan masuk untuk meminta maaf, lalu pergi bersama ayahku. Setelah itu kau baru masuk kerumahmu..” usulnya.

Hyunseung menatap Hyuna kesal, “Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Araso?!” tegasnya.

“Lalu bagaimana?” Tanya Hyuna sebal.

Hyunseung berusaha berpikir cepat, sebuah ide muncul dikepalanya. “Hmm.. kurasa aku tau..”

“Tau apa?” Tanya Hyuna.

“Ucapan Key tadi, kita bisa menggunakannya!” ucap Hyunseung.

Mata Hyuna membesar, “Maksudmu memiliki anak?! Shiro!!”

“Aniya! Aku juga tidak mau memiliki anak sebelum menikah!” ucap Hyunseung sebal, “Tapi mereka kan tidak tau apa yang belum dan telah kita lakukan?”

Hyuna diam menatap Hyunseung dengan dahi berkerut.

“Ahhh.. Hyuna, kita bisa berkata kau sudah hamil. Mereka kan tidak tau aku pernah menyentuhmu atau tidak..” ucap Hyunseung memberi jalan keluar.

Hyuna berpikir sejenak, lalu tersenyum. “Kau benar!”

Hyunseung mengangguk senang, “Ayo turun..” ucapnya.

Hyuna segera menarik Hyunseung sebelum membuka pintu, “Tapi oppa..”

Hyunseung kembali memandang Hyuna, “Apa lagi?”

“Bagaimana jika orangtuamu dan ayahku memintaku melakukan tes kehamilan?” Tanya Hyuna.

Hyunseung berpikir sejenak, “Benar.. Hmm..” dia mengelus dagunya sambil berpikir.

Hyuna garuk-garuk kepala bingung, “Eoteokhe?”

“Ahhh… aku akan memikirkannya nanti! Sekarang kita masuk dan membuat mereka tidak berpikir untuk memisahkan kita lagi! Khaja..” ajak Hyunseung sambil membuka pintu dan turun.

Hyuna turun dari mobil dan memandang rumah Hyunseung gugup.

Hyunseung menggenggam tangan Hyuna dan menariknya masuk. Dia bisa merasakan gadis itu sangat gugup. “Kami kembali..” ucapnya pelan ketika masuk ke rumah.

Mereka langsung disambut wajah marah Brian Kim dan Ayah Hyunseung.

“Dari mana saja kalian?!” seru ayah Hyunseung.

Hyunseung sama sekali tidak menunduk takut, “Cesonghamida, seharusnya aku tidak melakukan ini. Tapi aku harus mempertahankan orang kucintai..”

Hyuna menunduk disisi Hyunseung, takut apa yang akan dikatakan para orangtua itu.

“Kim Hyuna! Appa tidak percaya kau melarikan diri seperti itu!! apakah dia benar-benar penting bagimu?! Kau tidak ingat bagaimana dia membalas perhatianmu selama 10 tahun dulu?!” Tanya Brian Kim tak mengerti.

“Appanim..” ucap Hyunseung, “Kuakui selama 10 tahun itu aku sangat dingin pada Hyuna, karena aku belum menyadari betapa pentingnya dia bagiku. Tapi sekarang aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku akan mempertahankannya!”

“Hyunseung! Cukup! Biarkan Hyuna pergi bersama ayahnya! Kau benar-benar membuat appa malu!” ucap ayah Hyunseung kecewa.

“Andwae!” jawab Hyunseung tegas.

Brian Kim melangkah maju dan  menarik Hyuna, “Kemari Hyuna!!”

Hyuna memeluk lengan Hyunseung dan mempertahankannya sekuat yang dia bisa.

“Appanim! Lepaskan dia!!” seru Hyunseung sambil menahan tubuh Hyuna disisinya.

“Hyuna!!!” seru Brian Kim dan menarik Hyuna dengan kasar.

“Andwae!!” seru Hyuna sambil tetap memeluk lengan Hyunseung.

“Kim Hyuna!!” Brian Kim menarik Hyuna lebih keras hingga gadis itu terlempar ke sofa.

“Ahhhk..” rintih Hyuna.

Mata Hyunseung membesar, “Hyuna!!” serunya dan memeriksa kekasihnya.

“Tuan Kim!! Kenapa kau kasar sekali pada putrimu?!” Tanya ibu Hyunseung kesal.

Brian Kim menatap ibu Hyunseung, “Wae? Bukankah kau sudah menyebarkan ke semua orang kalau aku ayah yang mengerikan? Kenapa kau masih bertanya?!”

“Tuan Kim!” tegas ayah Hyunseung karena istrinya langsung tertegun akibat ucapan Brian Kim.

Hyunseung melirik para orang tua yang masih bersitegang, lalu memegang perut Hyuna, “Bayi kita baik-baik saja?” tanyanya dengan suara besar.

Ketiga orang tua itu langsung tertegun menatap anak-anak mereka.

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung, namun pria itu memberi isyarat agar ikut berpura-pura. “Mmm.. ne.. dia baik-baik saja..” jawabnya.

“Ya! Jang Hyunseung! Apa maksudnya itu?!” Tanya Ayah Hyunseung kaget.

Hyunseung memandang ayahnya dan ayah Hyuna, “Sebelumnya, maafkan aku..” ucapnya. “Hyuna sedang mengandung bayiku..”

“NE?!” seru ketiga orang tua itu dengan mata melotot.

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 25]

  1. hahhahaha hyun oppa ada2 aja sichh rencana nyaaa…
    udahh bikin hyuna unni n readee syok jantung gara2 berita kecelakaan nyaa..
    trus nie pake acara pura2 hamil segalaaa..
    hihihihihi aneh2 nie ide nyaaa…
    tp salut sama prinsip nya 2hyun yg gag mau punya anak sebelum nikahh…
    huwaaaa penasaran tanggepan nya para tetua..
    kkkkk ^_^

  2. sempet tegang pas baca hyunseung kecelakaan trus keadaannya kritis. tpi untunglah itu cuma pura”
    kenapa hyuna gak hamil beneran aja sih >_<

  3. key oppa datang disaat yg tepat … hhahaha membayangkan wajah eomma&appa hyunseung oppa serta appa hyuna sudah bisa membuatku menarik senyumanku hhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s