Uncategorized

Baby Boo~~ [Chapter 23]

–How to Love, Hard To Love–

 23

=Kafe=

Mata Naeun membesar menatap Hyuna, “Ayahmu?!!” serunya kaget.

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Naeun berusaha berpikir cepat, “Maksudmu ayahmu yang membantu perusahaan ayahnya Hyunseung oppa?”

Hyuna mengangguk lagi, “Ne..”

“Aissh… bagaimana mungkin ayahmu bisa kembali seenaknya!” gumam Naeun kesal.

“Ne.. aku sangat membenci ayahku! Aku tidak akan memaafkannya!” ucap Hyuna kesal,

Naeun memandang Hyuna hati-hati, “Tapi Hyuna, jika ayahmu membawamu ke Amerika bagaimana?”

“Aku tidak akan pergi! Memangnya aku barang yang dibawa kesana kemari?!” ucap Hyuna kesal.

Naeun diam sejenak, “Tapi Hyuna… dia kan ayahmu..”

Hyuna terdiam memandang Naeun, lalu menunduk sedih. Naeun benar, sebesar apa pun dia membenci pria tua itu. pria tua itu tetaplah ayahnya.

“Nona Kim Hyuna..” ucap Dujun sambil membungkuk sopan di sebelah Hyuna.

Hyuna terkejut melihat Dujun, “Kenapa kau disini?”

Naeun memandang Dujun bingung, “Siapa Hyuna?”

“Tuan Kim ingin berbicara dengan anda..” ucap Dujun memberitau.

Hyuna mendengus kesal dan memalingkan wajahnya, “Shiro!”

Dujun membungkuk sopan lagi dan langsung melangkah maju menarik tangan Hyuna.

“Ya! Lepaskan!!” seru Hyuna, namun Dujun langsung mengangkat pinggangnya ke bahu. “Kyaaaa!! Turunkan aku!!!”

“Hyuna!! Ya!! Turunkan dia!!” seru Naeun sambil berusaha menghalangi Naeun.

“Naeun!! Tolong aku!!” jerit Hyuna.

Dujun terus berjalan keluar dari kafe tanpa mempedulikan orang-orang yang memandang mereka bingung.

“Hyuna!!” panggil Naeun, namun seorang pria langsung menghalangi jalannya.

“Maaf nona Son, ayahmu tidak akan senang jika kau menghalangi kami..” ucap pria itu sambil menahan bahu Naeun.

“Mwo?! Lepaskan aku!!” seru Naeun, namun pria itu terus memagang bahunya. Hyuna sudah dibawa pergi Dujun dengan mobilnya. Dia menatap pria itu kesal, lalu mendorongnya. “Ugh!!” ucapnya kesal dan berjalan pergi.

Ruangan Hyunseung.

Ponsel Hyunseung berbunyi, dia sempat tertegun melihat Naeun yang menghubunginya. “Ne..”

“Oppa! Hyuna dibawa paksa oleh orang suruhan ayahnya!” ucap Naeun langsung.

Hyunseung tertegun, “Ne?”

=Hotel=

Brian Kim langsung bergerak bangkit begitu mendengar suara Hyuna berseru.

“Lepaskan!!” teriak Hyuna sambil berusaha menahan langkahnya.

Dujun bisa dengan mudah menarik Hyuna hingga tiba didepan Brian Kim, “Tuan, nona Hyuna sudah tiba..”

Hyuna menatap ayahnya tajam, “Apa maumu?!! Kenapa kau menculikku seperti ini?!!”

Brian Kim melangkah maju dan memegang bahu Hyuna, “Appa akan membawamu ke Amerika.. Sore ini kita berangkat..”

Mata Hyuna membesar, “Andwae!! Aku tidak akan pergi!!!” teriaknya.

“Kau akan pergi..” ucap Brian Kim.

“Kenapa kau melakukan ini?! Jika kau pergi, tetaplah pergi!! Untuk apa kembali lagi?!!!” seru Hyuna marah.

Brian Kim menatap Hyuna sedih, “Karena appa tua kau telah menderita setelah appa pergi.. Appa ingin menebusnya Hyuna.. Appa sangat menyesal..” ucapnya menahan tangis.

Mata Hyuna memerah menahan air matanya, “Jika appa menyesal, pergilah! Jangan pernah kembali lagi!!”

Brian Kim memberi isyarat pada Dujun untuk melepaskan tangan Hyuna dan memeluk putrinya erat, “Appa berusaha bangkit untukmu Hyuna.. Jika bukan karena kau, mungkin appa sudah menjadi orang tak berguna. Kau adalah satu-satunya harapan appa yang tersisa..”

Hyuna mendorong ayahnya, bulir air matanya mulai mengalir dari matanya. “Jika memang begitu, pergilah lagi! Aku bisa menghadapi semuanya seorang diri!! Aku tidak butuh kau lagi!! Kau tau?!!”

Brian Kim menunduk beberapa saat, “Tolong tinggalkan kami..” ucapnya pelan.

Dujun membungkuk sopan dan berjalan pergi.

Brian Kim kembali memandang Hyuna, “Appa membuatmu menderita disini, karena itu appa akan membawamu ke Amerika dan membuatmu bahagia disana..”

“Aku tidak akan pergi!!” seru Hyuna.

Brian Kim menghela nafas dalam sambil menatap putrinya, “Apakah ini karena Hyunseung?”

“Ne!! jika tidak ada Hyunseung oppa, aku sudah mengakhiri hidupku dengan meloncat dari gedung sekolah!!!” teriak Hyuna.

Brian Kim menghela nafas dalam lagi, “Appa tau mengapa kau meloncat dari gedung sekolah..” ucapnya pelan, “Appa juga tau apa yang membuatmu kembali ke klub itu lagi..”

Hyuna tertegun mendengar ucapan ayahnya.

Brian Kim berjalan ke meja untuk mengambil ipad dan kembali ke hadapan Hyuna, “Karena ini kan?” tanyanya sambil memperlihatkan sebuah video.

Mata Hyuna membesar melihat itu adalah video yang disebarkan ibu Hyunseung, lalu menatap ayahnya tak percaya. “Bagaimana itu…..”

“Appa selalu mengawasimu Hyuna.. Appa tau bagaimana menderitanya dirimu disini. Wanita itu, Kim Jiwoo. Dia hanya memikirkan putranya, selama kau masih bersama Hyunseung, dia tidak akan berhenti menyakitimu..” ucap Brian Kim.

“Tapi.. tapi itu…” Hyuna bingung apa yang harus ia katakan pada ayahnya.

Brian Kim memegang kedua bahu Hyuna, “Sudah saatnya kau berhenti dari cinta masa kecilmu Hyuna, hidup yang sebenarnya tidak semanis yang kau bayangkan..” ucapnya.

Hyuna mendorong ayahnya, “Andwae!! Hyunseung oppa mencintaiku! Dia akan melakukan apa pun demi diriku!!”

“Ne! tapi apa kau akan membiarkan Hyunseung menyakiti ibunya?” Tanya Brian Kim.

Hyuna tertegun, “Ne?”

“Hyuna.. Appa tau bagaimana buruknya ibu Hyunseung memperlakukanmu. Hyunseung memang selalu berada di pihakmu, tapi apa kau tau itu berarti dia mengkhianati ibunya sendiri? Hyuna, kau mungkin besar tanpa seorang ibu karena ibumu sudah meninggal. Tapi bagaimana dengan Hyunseung yang dibesarkan ibunya dengan kasih sayang? Mungkin dia tidak pernah memperlihatkan bagaimana perasaannya tentang ibunya, tapi dia pasti merasa bersalah telah melawan ibunya. Kenapa kau tidak memikirkan itu?” ucap Brian Kim berusaha membuka pikiran putrinya.

Hyuna terdiam mendengar ucapan ayahnya.

Brian Kim memegang kedua bahu Hyuna lagi dan menatapnya dalam, “Pikirkan lagi Hyuna..” ucapnya pelan, “Appa tentu ingin kau bahagia bersama orang yang kau cintai, tapi apa kau akan bahagia jika Hyunseung terus-menerus menyakiti ibunya?”

Bulir air mata Hyuna berjatuhan perlahan.

“Apa kau akan bahagia?” Tanya Brian Kim lagi.

Hyuna menunduk dan menggeleng perlahan.

Brian Kim memeluk putrinya, “Karena itu, ayo kita pergi..”

Hyuna hanya diam dalam pelukan ayahnya.

Brian Kim melepas pelukannya dan memandang Hyuna, “Apa masih ada yang ingin kau lakukan?”

Hyuna memandang ayahnya, “Ijinkan aku mengambil barang-barangku dirumah Hyunseung oppa..”

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung pulang secepat yang dia bisa ketika mendapat kabar Hyuna kembali kerumah bersama ayahnya, namun ketika kembali dia terkejut melihat gadis itu sedang membereskan barang-barangnya. “Apa-apaan ini?” tanyanya.

Hyuna yang sedang memasukkan barangnya ke dalam tas memandang Hyunseung.

Hyunseung melangkah cepat menghampiri Hyuna dan merebut tas gadis itu, “Apa yang kau pikirkan?!”

Hyuna menunduk menyesal didepan Hyunseung, “Miane oppa, aku harus pergi bersama ayahku ke Amerika..”

Hyunseung menatap Hyuna kesal, “Mwo?”

Hyuna mengulurkan tangannya untuk mengambil tasnya, namun pria itu melempar tasnya kesisi lain kamar. “Oppa?!” ucapnya kaget.

Hyunseung menarik tangan Hyuna dan membawanya keruang tengah, dimana ayah Hyuna dan kedua orangtuanya menunggu.

“Hyunseung? Ada apa ini?” Tanya ayah Hyunseung tak mengerti.

Hyunseung menatap Brian Kim, lalu melepaskan tangan Hyuna dan berlutut di depan pria itu. “Appanim, anda tidak perlu khawatir tenang putrimu disini. Aku akan menjaganya sepenuh hatiku..” ucapnya dengan kepala tertunduk.

Hyuna tertegun melihat Hyunseung melakukan itu, “Oppa?”

Ayah dan Ibu Hyunseung saling berpandangan bingung.

Brian Kim menghela nafas dalam dan memegang bahu Hyunseung, “Bangkitlah.. Aku akan tetap membawa Hyuna..”

Hyunseung tak bergerak sedikit pun, “Aniya! Aku akan menikahi Hyuna! Aku akan menjaganya dengan baik! Anda tidak perlu khawatir..”

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya.

Brian Kim memandang Hyuna yang terpaku karena ucapan Hyunseung, lalu memandang kedua orang tua Hyunseung yang tampak tak tau harus mengatakan apapun.

“Aku akan menjadi suami yang baik untuknya, percayalah padaku..” ucap Hyunseung lagi.

Brian Kim memandng Hyunseung yang masih berlutut dengan kepala tertunduk, “Aku akan bertanya satu hal padamu..” ucapnya pelan, “Jika kau harus memilih, siapa yang akan kau pilih? Putriku Hyuna atau ibumu?”

Semuanya tertegun mendengar pertanyaan Brian Kim.

Hyunseung memandang Brian Kim kaget, “Ne?”

“Tuan Kim, kenapa kau menanyakan itu?” Tanya ayah Hyunseung tak mengerti.

“Aku tau apa yang telah dilakukan ibumu untuk menyingkirkan putriku, Jang Hyunseung..” ucap Brian Kim.

Ibu Hyunseung tertegun mendengar ucapan Brian Kim, lalu menunduk menyesal.

Hyunseung melirik ibunya, lalu kembali memandang Brian Kim.

“Jika dikedepan hari ibumu kembali merasa Hyuna adalah pengganggu dan dia kembali berusaha menyingkirkan putriku, apa kau bisa mempertahankannya? Apa kau akan sanggup mengkhianati ibumu sendiri?” Tanya Brian Kim.

“Tuan Kim, aku akan memastikan Hyuna tidak akan mengalami itu lagi..” ucap ayah Hyunseung yakin.

Brian Kim memandang ayah Hyunseung sambil tersenyum tipis, “Wae? Karena aku telah membantu kalian? Karena aku telah bangkit dan memiliki kekuasaan lagi?”

“Aniya!” ucap Ibu Hyunseung, “Aku mengakui kesalahanku, aku….”

“Terima kasih Kim Jiwoo-ssi..” ucap Brian Kim memotong ucapan ibu Hyunseung, “Aku tidak bisa membiarkan putriku mengabdikan hidupnya pada seorang wanita yang telah menghancurkan masa depannya..”

Ibu Hyunseung terdiam.

Hyunseung memegang kedua kaki Brian Kim, “Kumohon appanim.. Aku akan menjaga Hyuna..” ucapnya memohon dengan suara bergetar.

Brian Kim memegang bahu Hyunseung, “Terima kasih kau sudah menjaganya selama ini..” ucapnya, lalu memandang Hyuna. “Ayo Hyuna..” ucapnya dan melangkah pergi.

“Appanim!! Appanim!!” panggil Hyunseung.

Hyuna menarik Hyunseung sebelum pria itu mengejar ayahnya, “Oppa..”

Hyunseung memandang Hyuna dan memegang kedua pipinya, “Kau tidak perlu khawatir, aku akan mengubah keputusan ayahmu.. Kau tenang saja…” ucapnya cepat.

Mata Hyuna memerah menatap Hyunseung, lalu menggeleng pelan sambil melepaskan kedua tangan pria itu dari pipinya.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna?”

“Aku pergi oppa..” ucap Hyuna pelan, bulir air mulai berjatuhan dari matanya.

Mata Hyunseung membesar dan menggenggam kedua tangan Hyuna, “Apa yang kau ucapkan?! Kau tidak akan pergi!!”

Hyuna memalingkan wajahnya agar tidak memandang wajah Hyunseung.

“Nona, saya sudah memasukkan semua barang-barangmu..” ucap Dujun yang datang dari kamar Hyuna dengan tas gadis itu di tangannya.

Hyunseung menatap Dujun  marah, “Ya! Letakkan itu!!” serunya, namun dia terkejut merasakan Hyuna berusaha melepaskan genggaman tangannya. “Hyuna?”

Hyuna kembali memandang Hyunseung, “Oppa, aku harus pergi..”

Hyunseung menatap kedua mata Hyuna tak percaya, “Hyuna…”

“Ayo nona..” ucap Dujun.

Hyuna menatap kedua mata Hyunseung dengan bulir air mata berjatuhan, “Miane oppa..” ucapnya dan melangkah bersama Dujun keluar.

Hyunseung terdiam ditempatnya dengan bulir air berjatuhan dari matanya.

Ayah dan Ibu Hyunseung saling memandang sedih.

Ibu Hyunseung menghampiri putranya dan memegang bahunya, “Eomma miane Hyunseung-a..”

Hyunseung memandang ibunya, lalu ayahnya. “Maafkan aku karena hal ini..” ucapnya pelan, membuat kedua orang tuanya memandangnya bingung. Namun dia langsung berlari keluar mengejar Hyuna, “Kim Hyuna!!”

Hyuna yang sudah melangkah hendak masuk ke mobil berhenti dan memandang Hyunseung, “Oppa?”

Tanpa kata-kata lagi Hyunseung langsung menyambar tangan Hyuna dan menarik gadis itu ke mobilnya.

“Oppa!!” seru Hyuna.

“Hei!!!” teriak Dujun sambil mengejar Hyunseung.

Hyunseung membuka pintu mobilnya dan mendorong Hyuna masuk, menendang Dujun dan berlari ke mobil kemudi.

“Oppa!” Seru Hyuna.

Hyunseung menghidupkan mesin mobil dan langsung menginjak gas, tak peduli Dujun atau pun kedua orangtuanya mengejar mereka.

“Oppa!! Apa yang kau lakukan?! Hentikan mobil ini!!!!” Teriak Hyuna panic.

Hyunseung tak mengatakan apa pun, dalam pikirannya saat itu hanya membawa Hyuna pergi sejauhnya.

Melihat ekspresi Hyunseung, Hyuna tak bisa mengatakan apapun. Dia tau pria itu tidak akan bisa melepasnya pergi begitu saja. Jadi dia hanya diam dan membiarkan pria itu mengendarai mobil pergi.

Akhirnya, ketika langit sudah hampir gelap, Hyunseung menghentikan mobilnya di pinggiran kota dan hanya duduk diam ditempatnya.

“Oppa, kenapa kau melakukan ini?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Hyunseung memandang Hyuna, “Apa kau memang ingin pergi dariku?”

Hyuna terdiam mendengar pertanyaan Hyunseung.

“Apa menurutmu aku akan melepaskanmu pergi begitu saja?” Tanya Hyunseung lagi.

“Oppa..” Ucap Hyuna sedih.

Hyunseung memegang kedua pipi Hyuna dan menatapnya dalam, “Aku sudah berkata kau adalah matahariku.. Bagaimana mungkin kau pergi?!”

Bulir air mata Hyuna mengalir dari matanya dan memegang tangan Hyunseung dipipinya, “Oppa.. Jika kita terus bersama, kau akan melukai ibumu. Aku tidak ingin itu terjadi…” ucapnya.

Bulir air mata Hyunseung jatuh perlahan, “Wae?! Ibuku akan berhenti melakukan semua itu ketika melihatku bahagia bersamamu..” ucapnya, “Jebal Hyuna…”

Hati Hyuna terasa tak berdaya melihat bulir air berjatuhan dari mata Hyunseung, kedua tangannya terangkat dan menyeka air mata pria itu lembut. “Uljima, oppa..”

Hyunseung memegang tangan Hyuna dipipinya dan membiarkan tangan gadis itu merasakan air matanya, “Kau lihat, aku menangis karenamu.. Aku menjadi gila karenamu. Aku tidak akan bisa merasakan ini lagi karena gadis manapun.. Jebal, tetaplah disisiku..”

“Oppa…” ucap Hyuna sedih.

“Jebal Hyuna..” mohon Hyunseung.

Hyuna hanya bisa memandang Hyunseung sedih.

“Apa yang harus kulakuan agar kau tidak pergi? Bukankah kita bahagia? Jika ayahmu tidak ingin kau disakiti ibuku, aku akan mencari tempat tinggal lain untuk kita. Jebal..” pinta Hyunseung.

Hyuna memejamkan matanya sesaat dan kembali memandang Hyunseung, kedua tangannya memeluk leher pria itu erat.

Hyunseung memeluk Hyuna erat, seperti tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Hyuna memejamkan matanya dengan bulir air terus berjatuhan, “Oppa..” ucapnya pelan.

“Hmm..” gumam Hyunseung.

Hyuna menghela nafas dalam, “Aku…” dia diam sejenak, “…tidak bisa hidup bersamamu..”

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 23]

  1. omoooo kata2 apa itu yg d ucapin hyuna d akir chap….
    ahggghhhh andwaeeee..
    2hyun gag bole pisahhhh…
    knpa malah jd semakin rumit gnii..
    makiinnn kereenn konflik nyaaa..
    makin bikin penasaraannn >_<

  2. andwenika … kalian berdua (2hyun) saling membutuhkan satu sama lain n tidak bisa hidup tanpa satu sama lain knp jdi seperti ini?? aigoooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s