Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 21]

–Give Me The Light, You’re My Sunrise–

 21

Hyunseung memandang kertas ditangannya namun tidak memikirkan itu. Dikepalanya seperti ada mesin pemutar yang terus mengulang-ulang ucapan Hyuna.

“Selamat Tinggal oppa..”

Dia meletakkan kertas tadi dan memejamkan matanya. Dadanya terasa sesak mengingat ucapan itu.

“Oppa..” ucap Jihyun riang dari pintu.

Hyunseung membuka matanya dan memandang kepintu.

Jihyun menghampiri Hyunseung dengan senyuman manisnya, “Oppa, appa berkata kita bisa mencoba baju pengantin. Khaja..” ajaknya sambil memeluk lengan gadis itu dan menariknya.

Hyunseung menahan tubuhnya dan menatap Jihyun dingin, “Jihyun, aku harus bekerja. Jika kau ingin mengajakku pergi, hubungi aku dulu dan Tanya apakah aku bisa pergi atau tidak. Jangan selalu mendadak seperti ini!” tegasnya.

Jihyun tertegun mendengar nada bicara Hyunseung, “Oppa?”

Hyunseung melepaskan tangan Jihyun dan kembali duduk ditempatnya.

Jihyun tampak menahan air matanya dan langsung berlari pergi.

Sorenya.

“Ada apa dengan putramu?! Kenapa membentak putriku seperti itu?!” Tanya Tuan Nam di ruang kerja ayah Hyunseung.

“Maafkan aku Tuan Nam, sepertinya Hyunseung sedang banyak pikiran..” jawab ayah Hyunseung menenangkan.

Saat itu Hyunseung melangkah masuk dan membungkuk sopan, “Maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak Jihyun. Aku akan meminta maaf padanya..”

“Ne! kau memang seharusnya begitu!” ucap Tuan Nam marah. “Kau harus memperlakukan putriku dengan baik untuk kerja sama perusahaan ini!!”

Ayah Hyunseung memandang Tuan Nam tak percaya, baru saja dia merasa telah menjual putranya sendiri.

Hyunseung semakin membungkuk, “Ne, maafkan aku..”

“Ahhh.. kau juga terlalu dingin! Memangnya putriku tidak berharga hingga kau memperlakukannya seperti itu?!” ucap Tuan Nam semakin meledak-ledak.

“Tuan Nam..” ucap ayah Hyunseung, membuat pria itu memandangnya. “Jika putrimu tidak bisa menerima putraku, kenapa putraku yang harus disalahkan?”

Dahi Tuan Nam berkerut, “Ne?”

Hyunseung memandang ayahnya tak mengerti.

Ayah Hyunseung mendengus kesal, “Putrimu terlalu manja! Hyunseung selalu kesulitan karenanya! Kau tau?!”

“Tuan Jang?” ucap Tuan Nam tak percaya.

“Mwo?! Kau pikir aku akan bersikap baik dan menerima apa pun yang kau lakukan pada keluargaku hanya karena kau membantu kami?! Aku lebih memilih bangkrut dari pada harus menjual putraku!! Kau bisa pergi!!” ucap Ayah Hyunseung dan langsung duduk ke tempatnya.

Hyunseung menatap ayahnya tak percaya. Apalagi Tuan Nam langsung melangkah cepat pergi dari ruangan itu.

BLAMM!!! Pintu dibanting Tuan Nam dibelakang Hyunseung.

“Appa?” ucap Hyunseung tak mengerti.

Ayah Hyunseung menghela nafas dalam sambil memegang dahinya, lalu memandang putranya. Perlahan dia bangkit dan menghampiri pria itu, lalu memegang bahunya sambil tersenyum simpul. “Gwenchana.. Appa tidak ingin kau menjadi budak hanya karena menyelamatkan perusahaan appa..”

“Appa, aku…”

“Gwenchana..” potong ayah Hyunseung sambil menepuk bahu putranya, “Appa akan menyiapkan pesangon semua karyawan dan bereskanlah semua barang-barangmu.” Ucapnya tenang.

Hyunseung menatap ayahnya penuh haru, dia selalu mengagumi sosok ayahnya. Dan akan selalu begitu. Dia membungkuk sopan dan berbalik menuju pintu.

“Dan Hyunseung..” panggil ayah Hyunseung.

Hyunseung berhenti dan kembali memandang ayahnya.

Ayah Hyunseung tersenyum, “Jemput Hyuna..”

Hyunseung tertegun, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan langsung berlari keluar. Dia akan segera menjemput gadis yang dia cintai. Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti.

=Rumah Naeun=

Eunji dan Taemin datang untuk berkunjung karena Hyuna selalu murung setelah berpisah dari Hyunseung.

“Hyuna-a, setelah ini apa yang akan kau lakukan?” Tanya Eunji.

Hyuna berpikir sejenak, “Aku juga belum tau..” ucapnya.

“Hyuna-a.. aku berpikir untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, bagaimana jika kita tinggal diluar negeri saja?” ajak Naeun.

“Ne? lalu bagaimana denganku?” Tanya Taemin sambil menunjuk dirinya.

“Aissh..” ucap Eunji aneh.

Hyuna tertawa kecil, “Entahlah.. aku belum tau apa yang akan kulakukan..”

“Hyuna!!” seru seseorang.

Hyuna dan yang lain serentak memandang kearah suara itu, dia tertegun melihat Hyunseung melangkah cepat masuk ke rumah Naeun. “Oppa?” ucapnya sambil berdiri.

Eunji, Naeun dan Taemin tertegun melihat Hyunseung langsung memeluk Hyuna erat seperti tidak akan melepaskannya lagi.

Hyuna hanya terdiam ditempatnya, merasakan pelukan pria itu. tak percaya dia benar-benar merasakan pelukan hangat itu lagi.

Hyunseung mempererat pelukannya, “Saranghae Hyuna..” bisiknya ditelinga gadis itu.

Hyuna tersentuh mendengar ucapan Hyunseung, perlahan tangannya bergerak memeluk pria itu seiring air mata yang mulai berjatuhan.

Taemin, Naeun dan Eunji saling melirik bingung, lalu bangkit perlahan dan pergi tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun.

Setelah cukup lama, akhirnya Hyunseung melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Hyuna untuk menatap matanya dalam. “Miane…”

Hyuna menundukkan kepalanya, “Oppa, seharusnya kau tidak menemuiku lagi..”

Hyunseung menggeleng, “Aniya.. Aku tidak akan menikah dengan putri dari Tuan Nam..”

Hyuna menatap Hyunseung kaget, “Ne? lalu perusahaan ayahmu?”

“Gwenchana, meskipun harus bangkrut, aku akan membangunnya lagi. Aku akan berjuang dari awal lagi.. Aku tidak peduli bagaimana sulitnya, selama kau ada disisiku..” ucap Hyunseung sepenuh hati.

Hyuna tersenyum haru, “Oppa..”

Hyunseung tersenyum, “Entah apa yang kupikirkan kemarin, berpisah denganmu sama saja kiamat bagiku..” ucapnya dan kembali memeluk Hyuna.

Hyuna memeluk Hyunseung dengan mata terpejam.

=Ruangan Hyunseung=

Hyunseung melirik Hyuna yang membantunya membereskan barang-barang, hari ini perusahaan sudah ditutup dan karyawan yang ada hanya untuk membereskan barang-barang mereka. Bibirnya membentuk senyuman bisa kembali bersama gadis itu.

“Oppa, buku-buku disini juga dimasukkan ke kardus?” Tanya Hyuna.

“Ne.. masukkan saja semuanya..” jawab Hyunseung.

Hyuna mengangguk, “Oki doki..” ucapnya.

Pintu terbuka, masuk ayah Hyunseung dengan senyuman lebar diwajahnya. “Hyunseung! Kita tidak akan menutup perusahaan!!” serunya senang.

Hyuna dan Hyunseung memandang ayah pria itu bingung.

“Apa maksudmu appa?” Tanya Hyunseung.

Ayah Hyunseung langsung merangkul putranya, “Seorang pengusaha dari Amerika bersedia menjadi sponsor kita!!”

Mata Hyunseung membesar, “Ne?”

“Ne!!!” ucap Ayah Hyunseung.

“Omo.. berarti perusahaan akan bangkit lagi?” ucap Hyuna tak percaya.

“Ne!!” ucap ayah Hyunseung lagi.

“Wuaaaaa..” sorak Hyuna girang sambil berloncat-loncatan.

Hyunseung tersenyum lebar, “Siapa pengusaha itu appa? Bukankah appa tidak punya kenalan dari Amerika?”

“Tadi perwakilan dari pengusaha itu datang menemui appa, katanya seseorang memintanya membantu appa.. Pastinya kita sangat bersyukur dengan bantuannya.. sudah.. kembalikan semuanya ketempatnya, kita harus kembali membuka perusahaan secepatnya..” ucap ayah Hyunseung bersemangat, lalu keluar dari ruangan Hyunseung.

Hyunseung memandang Hyuna senang, “Perusahaan ayahku tidak akan bangkrut!!!” serunya girang dan langsung memeluk gadis itu itu, lalu memutar tubuhnya.

“Kyaaaa.. oppa!!” teriak Hyuna kaget.

Hyunseung tertawa dan menurunkan Hyuna, “Aku senang sekali..” ucapnya.

Hyuna tersenyum, “Ne, aku juga sangat senang..”

Spontan Hyunseung langsung mengecup bibir Hyuna.

Hyuna terkejut, “Oppa..” ucapnya malu.

Hyunseung tertawa dan kembali memeluk Hyuna.

=Beberapa Saat Kemudian=

Hyunseung kembali sibuk dengan perusahaan, sementara Hyuna sibuk menyiapkan diri untuk ujian akhir setara dengan lulus SMA.

Setelah ujian.

Hyuna berdiri didepan papan pengumuman mencari namanya dengan hati gelisah. Kedua tangannya saling tergenggam karena gugup. Matanya membesar melihat namanya, “Oh!! Namaku!! Wuaaaa!!!” soraknya girang, lalu segera berlari keluar dari kerumunan orang menghampiri Naeun yang menunggu sambil berdoa tak jauh dari sana.

Naeun tampak memejamkan matanya dengan tangan saling menggenggam, “Lulus.. lulus.. lulus..” gumamnya seperti jampi-jampi.

“Naeun!!!” teriak Hyuna sambil memeluk Naeun.

Naeun membuka matanya dan memandang Hyuna, “Bagaimana?”

“Aku lulus!!! Yeaaaaah!!!!” sorak Hyuna.

“Wuaaaaa!!!!” sorak Naeun sambil berloncat-loncatan bersama Hyuna girang.

“Ayo! Kita langsung merayakannya!!” ucap Hyuna senang.

=Kafe=

“Naaaaah… untuk merayakan kelulusan Hyuna, kita akan makan sepuasnya hari ini!!” ucap Eunji yang ikut merayakan keberhasilan Hyuna bersama Taemin.

“Aku menyiapkan hadiah untukmu..” ucap Taemin sambil menyodorkan sebuah kado yang terbungkus rapi.

Hyuna tersenyum, “Wuaa.. gumawo oppa.. Apa ini?” Tanyanya sambil membukanya.

Taemin tersenyum melihat mata Hyuna membesar melihat sebuah pajangan meja bertuliskan ‘You’re The Best’. “Aku memilih itu karena kau juga lulus ujian masuk universitas..”

Hyuna tersenyum lebar, “Gumawo oppa..” ucapnya senang.

“Oh ya, kau akan masuk ke kampusku kan?” Tanya Naeun memastikan.

“Keurom.. kan aku ingin bersama denganmu lagi..” jawab Hyuna senang.

Naeun tersenyum lebar.

“Oh ya, dimana Hyunseung? Apa dia tidak kemari?” Tanya Eunji.

“Hm? Oh.. oppa sedang sibuk dengan urusan perusahaan, jadi aku tidak memberitaunya..” jawab Hyuna menjelaskan.

“Hmm.. Hyunseung oppa pasti terkejut mendengarnya..” ucap Naeun.

“Ne..” ucap Eunji menahan tawa.

=Rumah Naeun=

Taemin menghentikan mobilnya di depan rumah Naeun, “Sudah sampai..” ucapnya.

Naeun tersenyum sambil melepaskan safety beltnya, “Gumawoyo oppa.. Bye eonni..”

Taemin tersenyum dan mangangguk, “Sampai jumpa besok..”

“Bye..” balas Eunji.

Wajah Naeun merona, “Ne, sampai jumpa oppa..” ucapnya sambil membuka pintu dan turun dari mobil Taemin.

Taemin tersenyum lagi melihat Naeun melambai padanya, lalu menginjak gas pergi.

“Hei.. jangan lupa kau harus mengembalikan bukuku yang kau pinjam..” ucap Eunji mengingatkan.

“Ne.. aku tidak lupa..” ucap Taemin, tiba-tiba seorang pria berlalu didepannya. “OH!!” serunya sambil menginjak rem.

“Awas!!” teriak Eunji.

BRUKK!!

Taemin terpaku ditempatnya dengan mata melotot karena mengenai pria itu. begitu juga Eunji.

“Apa dia mati?” tanya Eunji ngeri.

“Mola..” ucap Taemin.

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung memandang Hyuna yang tampak tenang membaca buku disebelahnya, lalu memandang pajangan di meja yang bertuliskan ‘You’re The Best’. “Sejak kapan kau memiliki itu?”

“Hm?” Hyuna memandang Hyunseung, lalu memandang mejanya. “Oh.. itu.. Tadi Taemin oppa yang memberikannya padaku..”

Dahi Hyunseung berkerut, “Kenapa dia memberikanmu itu?” Tanyanya.

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Itu hadiah karena aku lulus ujian masuk universitas..” jawabnya santai.

Hyunseung tertegun, “Ne?” ucapnya, “Kau lulus?”

Dahi Hyuna berkerut, “Wae? Oppa tidak yakin aku lulus?” tanyanya sebal.

“Aniya.. bukan begitu..” jawab Hyunseung, “Kenapa kau tidak memberitauku?”

“Oppa sibuk terus.. Bagaimana aku memberitaumu?” Tanya Hyuna.

Hyunseung diam sejenak dan menatap Hyuna menyesal, “Oh.. miane..”

Hyuna tersenyum lucu, “Gwenchana..” ucapnya.

Hyunseung tersenyum, “Kau mau kuberi hadiah?”

Hyuna tertawa kecil, “Aniya… Aku sudah memiliki hadiahku..” ucapnya.

Senyum Hyunseung menghilang, “Pemberian Taemin?” tanyanya kesal.

Hyuna tertawa sambil meletakkan buku ditangannya dan mendekati Hyunseung, “Aniya..” ucapnya pelan, lalu memeluk lengan Hyunseung sambil meletakkan kepalanya ke bahu pria itu. “Ini hadiahku..” ucapnya malu.

Hyunseung tertegun, wajahnya terasa panas mendengar ucapan Hyuna. “Ne?” ucapnya gugup.

Hyuna mendongak memandang wajah Hyunseung sambil tersenyum.

Hyunseung memandang wajah Hyuna di bahunya, lalu tersenyum malu. “Aku?”

Hyuna mengangguk, “Ne..” jawab Hyuna, “Hadiah terbaik yang diberikan Tuhan padaku..”

Hyunseung tersentuh mendengar ucapan Hyuna, “Kau mau tau sesuatu?”

Hyuna mengangkat kepalanya dan meletakkan dagunya di bahu Hyunseung agar bisa memandang pria itu, “Apa?”

Hyunseung memegang tangan Hyuna yang memeluk lengannya, “Saat kau menginginkan kita berpisah, aku merasa berjalan di kegelapan.” Ucapnya sambil tersenyum.

Hyuna menahan tawa, “Oppa, jangan bercanda..”

Hyunseung tertawa kecil, “Ani, aku berkata jujur..” ucapnya, lalu menatap Hyuna serius. “Jadi, kau harus terus disisiku agar aku kembali melihat matahari bersinar setiap pagi. Arasso?”

Hyuna tersenyum malu dan mengangguk, “Ne..”

=Rumah Sakit=

“Ahhh..” rintih seorang pria ditempat tidur sambil memegang kepalanya.

Eunji dan Taemin langsung menatap pria itu serius.

Pria itu membuka matanya perlahan dan memandang sekitar, “Ohhh.. dimana aku?”

“Mmm.. kau.. kau di rumah sakit..” ucap Eunji memberitau.

Perlahan pria itu bangkit sambil memegang kepalanya, “Ahh..”

“Mmm.. kau baik-baik saja? Apakah terasa sakit ditempat lainnya?” Tanya Taemin khawatir.

Pria itu memandang Taemin dan Eunji, “Aniya.. Apa kalian yang menabrakku?”

“Ne.. Aku yang menabrakmu, cesonghamida..” ucap Taemin menyesal.

“Aniya.. aku yang salah.. maafkan aku..” ucap pria itu menyesal.

“Kenapa kau yang meminta maaf?” Tanya Eunji tak mengerti.

Pria itu menunduk menyesal, “Maaf, aku baru saja menjalani operasi pencangkokan mata beberapa bulan lalu. Terkadang mataku masih silau dengan cahaya matahari dan membuatku tidak bisa melihat dengan jelas..” jelasnya.

“Ohh.. begitu..” ucap Eunji dan Taemin mengerti.

Taemin tersenyum lebar, “Baiklah.. berarti tidak ada permusuhan.. Hai.. Namaku Lee Taemin..” ucapnya memperkenalkan diri, “Ini temanku, Jung Eunji..”

Pria itu tersenyum, “Panggil saja aku Key..” ucapnya.

Eunji tersenyum, senang ternyata dia dan Taemin tidak akan disalahkan karena kejadian kemarin.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 21]

  1. argghhhhh syukurlahhhh perusahaan nya gag jd bangkruuttt….
    hmmmm kalo bole nebak itu yg jd sponsor ayah hyuna kah???
    berharap ny gtoo…
    jd hyuna unni gag slalu jd beban trus..
    sekali2 jd pahlawan gtooo..
    hihihihi

    ituuituuu yg d bawah ndiri ada key muncuuull..
    arhhh apa hanna unni penggemar wegeem kah???
    key jd ma eunji yaa eon..
    hehehe *maksa
    *efek wgm
    kasian masak eunji sendirian trus…
    ngintilin bebeb taem truuusss..
    ehhehe
    next ^^

  2. apa yg membantu perusahaan appa hyunseung itu adalah appa hyuna eonnie??

    aish kukira siapa tdi yg tertabrak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s