Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 15]

–Ghost?!–

 15

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Hyunseung terkejut mendengar teriakan Hyuna dan langsung berlari ke kamar sebelahnya, “Hyuna!! Hyuna!!!” serunya sambil menghampiri gadis yang masih berteriak histeris sambil menutup wajahnya. “Hyuna!!!” serunya sambil memegang kedua bahu gadis itu.

Hyuna membuka wajahnya dan langsung memeluk Hyunseung, “Oppa!!”

Hyunseung tak mengerti mengapa Hyuna tampak ketakutan dan memeluknya erat, “Tenang, oppa ada disini..” ucapnya. Lalu memandang wajah gadis itu, “Ada apa? Kau mimpi  buruk?” tanyanya.

Hyuna tampak panic, tubuhnya gemetaran dengan keringat membasahi wajahnya. Kepalanya menoleh kesamping namun tak melihat siapa pun. Ketakutannya berlipat ganda dan mulai menangis, “Oppa… aku takut..” tangisnya di dada pria itu.

Dahi Hyunseung berkerut, “Wae?”

Akhirnya malam itu Hyuna tidur dikamar Hyunseung karena takut akan melihat gadis tadi lagi.

Paginya.

“Tunggu, maksudmu kau melihat hantu?” Tanya Hyunseung ketika mendengar cerita Hyuna dimeja makan.

Hyuna mengangguk ngeri, “Ne..”

Hyunseung memandang Hyuna tak mengerti, lalu garuk-garuk kepala bingung. “Kau yakin?”

“Ne, oppa..” jawab Hyuna yakin, “Awalnya dia berdiri disudut kamar, tapi kemudian menghilang. Lalu tiba-tiba muncul didepan wajahku..”

Hyunseung bingung harus mengatakan apa menanggapi cerita Hyuna, “Mmm.. aku tidak ingin mengatakannya, tapi sepertinya kau hanya berhalusinasi..”

Hyuna menggeleng, “Aniya oppa. Aku benar-benar melihatnya!”

“Hyuna..” ucap Hyunseung sambil memegang tangan Hyuna, “Dengar, terkadang orang akan merasa melihat sesuatu yang aneh ketika datang ke tempat baru. Arasso?”

Hyuna menghela nafas dalam karena Hyunseung tak percaya padanya, lalu menarik tangannya dari pegangan Hyunseung dan melanjutkan sarapannya.

Hyunseung hanya bisa memandang Hyuna bingung.

=Kamar Mandi=

Hyuna mematikan shower dan mengenakan baju handuk, lalu melangkah ke wastafel sambil memperhatikan wajahnya. Lalu memandang keran untuk menghidupkannya, ketika dia kembali memandang wajahnya di cermin. Dia terkejut pantulan dirinya di sana bukanlah dirinya. Melainkan gadis yang dia lihat semalam!! Dia langsung mundur ketakutan dan berlari keluar dari kamar mandi. Jantungnya berdegup kencang dan seluruh tubuhnya gemetaran. “Eo.. eoteokhe?” ucapnya tergagu.

Akibatnya..

Hyunseung duduk menghadap kedinding dan menghela nafas dalam, “Hyuna, masih lama?” tanyanya.

“Jangan mengintip!!” seru Hyuna sambil mengenakan pakaiannya.

Hyunseung mengacak-acak rambutnya tak habis pikir.

“Oke, aku selesai..” ucap Hyuna sambil merapikan rambutnya.

Hyunseung berbalik memandang Hyuna dan memandangnya bingung, “Kau yakin melihat seorang gadis? Mungkin saja itu bayanganmu tapi kau tidak mengenalinya..”

Hyuna menatap Hyunseung sebal, “Ani.. aku memang melihat orang lain.. Bagaimana mungkin aku melupakan wajahku sendiri..” ucapnya.

Hyunseung menghela nafas dalam dan menarik Hyuna ke kamar mandi, ke depan cermin di wastafel. Dia memadang cermin itu beberapa saat, namun tidak ada sesuatu yang aneh. Lalu memandang Hyuna, “Tidak ada yang aneh kan?”

Hyuna menatap Hyunseung kesal, lalu berbalik dan berjalan keluar sambil melepaskan tangan Hyunseung dari tanganya.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil memandang pantulan wajahnya dicermin, setelah merapikan rambutnya dia segera mengikuti Hyuna. “Hyuna..” panggilnya sambil menuruni tangga mengikuti gadis itu.

Hyuna terus melangkah turun tanpa menghiraukan Hyunseung, dia hanya kesal karena pria itu tidak mempercayainya. Meskipun tidak masuk akal, tapi dia memang melihat gadis itu.

Malamnya.

Hyuna duduk diatas tempat tidur sambil memeluk lututnya yang tertutupi selimut, matanya melirik ke kanan dan kiri memastikan tidak ada apa pun disana. Jantungnya berdegup kencang. Dia merasa seperti ada seseorang disana, namun dia tak tau dimana. Dia membiarkan semua lampu hidup. ‘Kumohon.. jangan ganggu aku..’ batinnya dan langsung meringkuk dibawah selimut dengan mata terpejam dan juga menutup wajahnya dengan tangan.

Klek!

Hyuna tertegun dan membuka matanya dibalik tangan, lampu kamarnya tiba-tiba mati. Lampu di meja juga. Jantungnya berdegup semakin kencang, tubuhnya juga bergetar hebat. ‘oppa! Oppa!! Tolong aku!’ batinnya ngeri.

Kit..

Tubuh Hyuna tersentak merasakan tempat tidurnya bergoyang, seperti ada seseorang yang naik. Dia menelan ludah dan tak bergerak sama sekali. Bulir air matanya mengalir begitu saja karena ketakutuan. ‘Oppa…’ tangis batinnya. Tubuhnya merasakan hawa dingin yang merayap naik ke tubuhnya. Tak berapa lama seluruh tubuhnya terasa beku dan nafasnya mulai berat, untuk menghela nafas terasa sakit. Kesadarannya menurun dan semuanya menjadi gelap.

…………………………………………………………………………

“Boram-a.. lihat ini..” ucap seorang gadis.

Gadis bernama Boram itu memandang gadis yang memanggilnya, “Ne?”

“Lihat ini..” ucap gadis tadi sambil memperlihatkan cermin di tangannya kewajahnya dan Boram.

Boram tersenyum melihat pantulan wajah mereka dicermin, sama sekali tidak ada beda. “Woram, melihat cermin ini sama saja seperti aku memandangmu..” candanya.

Gadis bernama Woram itu tertawa kecil, “Ne, aku juga memikirkan hal  yang sama..”

Boram tersenyum memandang Woram.

………………………………………………………………………….

Hyuna membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa kaku. Pandangannya kabur. Namun samar-samar terlihat seseorang di depan wajahnya. Matanya berusaha focus melihat siapa orang itu.

“Hyuna..” terdengar suara itu sangat jauh dari telinganya, “Hyuna..” semakin dekat. “HYUNA!!” serunya.

Hyuna tersentak dan kembali melihat jelas.

Hyunseung memegang kedua pipi Hyuna dan menatapnya cemas, “Hyuna! Waekeure?!”

Hyuna memejamkan matanya beberapa saat dan kembali membukanya.

“Hyuna, kau membuatku takut!” ucap Hyunseung.

Hyuna mengedarkan pandangannya, dia masih berada di kamarnya. Namun dengan selang oksigen dan botol infuse. “Apa yang terjadi oppa?”

“Aku mendengar sesuatu yang aneh dari kamarmu kemarin malam dan datang memeriksa, tapi aku malah menemukanmu pingsan dibawah selimutmu. Apa yang kau lakukan?! Beruntung Park Eunhye-ssi membantuku memanggil dokter yang tinggal disekitar sini! Pabo! Kenapa kau menutup seluruh tubuhmu?! Kau bisa mati jika kekurangan oksigen!!” ucap Hyunseung kesal.

Hyuna kembali teringat kejadian beberapa saat sebelum dia pingsan, dia merasa ada sesuatu yang naik ke tempat tidurnya. Juga mimpinya beberapa saat yang lalu, itu gadis yang dia lihat. Namun ada dua?

Hyunseung menatap Hyuna cemas, “Hyuna-a, jika kau takut kenapa tidak datang ke kamarku?” tanyanya, lalu memeluk gadis itu.

Hyuna mengangkat satu tangannya untuk mengelus punggung Hyunseung.

=Keesokan Harinya=

“Hyuna-a, gwenchana?” Tanya Naeun yang datang berkunjung karena mendapat kabar mengenai Hyuna. Namun gadis itu tidak menjawabnya, “Hyuna?” panggilnya.

Hyuna memandang kearah tangga tanpa berkedip.

“Hyuna!” panggil Naeun sambil menyentak tubuh gadis itu.

Hyuna tersentak dan memandang Naeun.

“Hyuna-a, waekeure?” Tanya Naeun khawatir.

Hyuna tampak bingung, lalu kembali memandang ke tangga.

Naeun ikut memandang ke tangga, namun tidak ada apa pun disana. Lalu memandang Hyuna tak mengerti, “Hyuna-a?”

“Naeun-a..” ucap Hyuna tanpa memalingkan tatapannya, “Apa kau melihat gadis itu?” Tanya pelan.

Naeun menatap Hyuna kaget, “Ne?!” tanyanya, lalu kembali memandang ke tangga. Dia mulai merinding karena tidak ada siapa pun disana. “Hyuna! Jangan bercanda!!”

Namun Hyuna memang melihat seorang gadis yang mengenakan dress putih berdiri di anak tangga paling akhir sambil menatapnya. Wajah gadis itu sangat pucat, seperti tidak ada darah yang mengalir dikulitnya.

“Hyuna?” ucap Naeun khawatir.

Sorenya.

“Hm? Gadis?” Tanya Hyunseung setelah mendengar cerita Naeun.

“Shhh..” Naeun menempelkan telunjuknya ke bibir, lalu melirik Hyuna yang masih duduk di ruang tengah sambil menatap ke tangga tanpa berkedip. “Jangan terlalu keras..” ucapnya setengah berbisik.

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa maksudmu seorang gadis?” tanyanya setengah berbisik.

“Lihat dia..” ucap Naeun, pria itu memandang Hyuna. “Dia terus menatap kearah itu, dia bertanya padaku apa aku melihat gadis disana..”

Hyunseung tertegun dan menatap Naeun kaget, “Ne?”

Naeun mengangguk, wajahnya tampak sangat risau.

Hyunseung kembali memandang Hyuna yang memang terlihat aneh seperti itu.

Malamnya.

Hyunseung memandang Hyuna yang termenung disebelahnya, “Hyuna-a, gwenchana?”

Hyuna memandang Hyunseung, “Hm? Oh.. ne..” jawabnya pelan.

Hyunseung mulai khawatir melihat wajah Hyuna terlihat lelah, juga ada lingkar hitam dibawah matanya. Dia sengaja tidur dikamar gadis itu untuk memastikan kekasihnya baik-baik saja. Dia merapikan selimut dan menarik Hyuna berbaring di dekatnya dan mematikan lampu di meja.

Dalam kegelapan itu Hyuna membuka matanya dan memandang langit-langit, “Oppa..”

“Hm?” gumam Hyunseung sambil memandang Hyuna.

“Dingin sekali..” ucap Hyuna pelan.

Dahi Hyunseung berkerut, “Kemari..” ucapnya sambil mengangkat satu tangannya keatas kepala Hyuna dan menarik gadis itu kedadanya.

Hyuna membaringkan pipinya kedada Hyunseung dan memejamkan matanya.

Hyunseung memeluk Hyuna dan memejamkan matanya.

Beberapa jam kemudian.

Hyuna membuka matanya, dia merasa ada sesuatu yang memanggilnya. Kepalanya menoleh kearah kaki tempat tidur. Disana, gadis yang hanya bisa terlihat oleh matanya, berdiri sambil memandangnya. Perlahan dia bergerak bangkit duduk memandang gadis itu. tangan Hyunseung yang memeluknya bergerak jatuh ke tempat tidur. Setelah seharian memandangi gadis itu, dia sama sekali tak merasa takut seperti sebelumnya. “Siapa kau?” tanyanya.

Gadis itu hanya menatap Hyuna tanpa menjawab, tampak kesedihan dalam tatapannya.

Hyuna diam sambil menatap gadis itu, “Kau salah satu dari gadis yang kumimpikan itu kan?”

Gadis itu mengangguk pelan.

“Kau Woram?” Tanya Hyuna, gadis itu menggeleng. “Berarti kau Boram..” ucapnya lagi, gadis itu mengangguk. “Apa kau hantu?” Tanya Hyuna.

Gadis bernama Boram itu tampak sedih mendengar pertanyaan Hyuna dan mengangguk berat.

“Kenapa kau muncul didepanku?” Tanya Hyuna.

Boram mengulurkan tangannya dan menunjuk jendela.

Hyuna memandang kearah jendela dan terkejut sekarang Boram sudah berdiri disana, lalu kembail memandang kearah gadis itu berdiri tadi. Sudah tidak ada. Kepalanya menoleh kearah jendela. Perlahan dia menyibak selimut dan turun dari tempat tidur untuk berjalan ke jendela, lalu menggeser hordeng dan mengintip keluar. Namun dia tak bisa melihat apa pun karena diluar gelap, “Aku tak melihat apa pun..” ucapnya.

Hyunseung terbangun karena tak merasakan ada Hyuna disisinya, perlahan dia bangkit dan mengedarkan pandangannya. Matanya yang masih terasa mengantuk memandang Hyuna bingung, “Hyuna-a..”

Hyuna terkejut Hyunseung tiba-tiba memanggil namanya, lalu berbalik memandang pria itu.

“Apa yang kau lakukan disana?” Tanya Hyunseung.

“Hm? Oh.. aniya..” jawab Hyuna.

“Kembali tidur..” ucap Hyunseung.

Hyuna melangkah kembali ke tempat tidur dan membaringkan kepalanya di dada Hyunseung lagi.

=Paginya=

Hyuna berdiri didepan jendela kamarnya memandang keluar, ‘Apa yang Boram maksud ya?’ batinnya tak mengerti.

Hyunseung masuk ke kamar Hyuna dan memandangnya bingung, “Hyuna..”

Hyuna memandang Hyunseung, “Ne?”

Hyunseung menghampiri Hyuna sambil memandang keluar, “Apa yang kau lihat?”

“Aniya, aku hanya menikmati pemandangan..” jawab Hyuna sambil tersenyum tipis.

“Oh..” ucap Hyunseung mengerti.

Hyuna kembali memandang keluar, namun saat itu dia melihat Boram berdiri disebuah rumah disebelah rumah yang dia dan Hyunseung tempati. “Oppa, rumah siapa itu?”

“Hm?” Hyunseung memandang rumah yang dimaksud Hyuna, “Oh.. itu rumah dokter Seo, dia yang memberikan perawatan padamu saat itu..” jawabnya.

“Dokter Seo?” Tanya Hyuna.

“Ne..” jawab Hyunseung, “Khaja, yang lain sudah menunggu.”

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 15]

  1. omooo hyuna unni bisa liat hantuuuuu…
    huwaaa tiba2 genre ny jd horor..
    untung baca nya gag pas malam hari…
    unni kereeeennn..
    cepet bgt ngatasi ketakutan nyaaa..
    padahal bru bbrp hari d tampaki boram..
    ihhhh penasaran..
    knpa boram dtngin hyuna unni teruuuss..
    ^^

  2. kenapa ceritanya jdi horor gini ya. tpi justru makin seru ceritanya. kayanya hantunya minta tolong sama hyuna. makanya dia ganggu hyuna terus.

  3. igw mwoya??
    aigoo ini eonnie author bener” deh ya …. bisa aja kepikiran cerita ghost gni disaat lgi moment indah … aigooooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s