Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 14]

–New Life,With You–

 14

“Hyunseung, appa tau jika kau marah pada eomma. Tapi kau tidak bisa berteriak padanya seperti kemarin..” ucap ayah Hyunseung kecewa.

“Appa tau eomma memang keterlaluan, tapi kita tidak bisa menyalahkannya. Semua ini tentu ada alasannya..” ucap ayah Hyunseung.

Hyunseung mengangguk mengerti, “Ne appa..”

“Ya sudah, kembalilah ke kamarmu.” Ucap ayah Hyunseung.

Hyunseung berdiri, membungkuk sopan dan berjalan keluar. Begitu keluar dari ruangan ayahnya, dia langsung berpapasan dengan ibunya.

“Hyunseung! Kau merasa hebat karena appa ada dipihakmu?” Tanya ibu Hyunseung kesal.

Hyunseung menatap ibunya, “Eomma, jika aku memberitau appa semua yang telah kau lakukan pada Hyuna. Apa kau akan tetap menyandang gelar istri Tuan Jang?” tanyanya sinis.

Mata ibu Hyunseung membesar, “Mwo?”

Hyunseung tersenyum sinis dan melangkah ke kamarnya.

Ibu Hyunseung menatap putranya tak percaya, dia baru saja di gertak oleh anaknya sendiri.

Hyunseung membuka pintu kamarnya dan masuk tanpa menimbulkan suara karena melihat Hyuna masih terlelap. Dia duduk disebelah gadis itu perlahan. Tubuhnya condong ke satu sisi dengan satu tangannya menopang ke sebelah tubuh Hyuna di tempat tidur. Bibirnya membentuk senyuman melihat wajah tenang gadis itu. tangannya yang lain terulur mengelus pipinya yang masih bengkak akibat tamparan kemarin, “Hyuna..” panggilnya lembut.

Dahi Hyuna berkerut dan membuka matanya perlahan.

Hyunseung menyambut Hyuna dengan senyuman manisnya, “Ayo bangun, kita sarapan..” ucapnya.

Hyuna tersenyum dan bangkit sambil memeluk leher Hyunseung, “Kupikir kejadian kemarin hanya mimpi..”

Hyunseung memeluk Hyuna sambil mengelus punggungnya, “Ani.. semua yang terjadi sangat nyata..”

Hyuna melepaskan pelukannya dan menatap wajah Hyunseung lekat-lekat, tangannya memegang pipi pria itu. Tatapannya tampak sedih melihat memar diwajah pria itu.

“Wae?” Tanya Hyunseung.

Hyuna tersenyum, “Aniya..”

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Hyunseung ingin tau.

“Aku hanya…” Hyuna kembali memperhatikan wajah Hyunseung, “..memastikan tidak ada yang berubah dari wajahmu kecuali memar ini..” jawabnya.

Hyunseung menahan tawa, “Pff.. sudahlah.. Kau bisa mandi dulu dan mengenakan pakaianku, ambil saja dilemari..” ucapnya sambil bangkit, “Aku akan menunggu diluar.

=Sebuah Kafe=

“Hyuna-a, kau bisa tinggal dirumahku. Aku tidak mau kau bertemu dengan ibu Hyunseung oppa. Dia kejam sekali padamu..” ucap Naeun pada Hyuna, namun dia segera sadar ada Hyunseung disana. “Miane oppa..” ucapnya menyesal.

Hyunseung tersenyum kecil, “Ne..”

“Aniya, Naeun benar..” ucap Eunji, “Kita harus mencari jalan lain untuk Hyuna.” Ucapnya.

“Mmm.. meskipun agak aneh membicarakan ibu seseorang didepan anaknya, aku setuju..” ucap Taemin.

“Tapi aku baik-baik saja..” ucap Hyuna.

“Aniya Hyuna, semakin sering kau bertemu ibu Hyunseung, itu akan membuatmu terancam..” ucap Eunji, “Miane Hyunseung..”

Hyunseung tidak mengatakan apa pun karena ibunya memang orang yang paling berbahaya untuk Hyuna saat ini.

“Lalu aku akan tinggal dimana?” Tanya Hyuna.

“Dirumahku!” jawab Naeun cepat.

Hyuna memandang Naeun ragu, “Errr.. Naeun-a, jika aku tinggal dirumahmu. Orang tuamu pasti akan terkena imbasnya juga..”

Naeun tampak kecewa, lalu menemukan ide lain. “Atau, aku menyewa sebuah tempat dan kita tinggal berdua?” tanyanya.

Hyuna menggeleng karena itu bukan ide yang baik.

Hyunseung mendapat sebuah ide selagi yang lain membahas sesuatu, lalu memandang Eunji. “Eunji-a, kau ingat rumah nenek dulu?”

Eunji memandang Hyunseung, “Ne, dulu paman Kiljo yang tinggal disana. Tapi sekarang sudah kosong..”

Hyunseung mengangguk, “Ne.. Rumah itu kosong..” ucapnya dan memandang Hyuna.

“Lalu?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Hyunseung menatap Hyuna kesal, “Kita bisa tinggal disana..” ucapnya.

Dahi Hyuna berkerut, “Kita?”

“Jadi kau mau tinggal sendiri lagi? Bagaimana jika kau diculik atau terjadi sesuatu buruk seperti saat kau demam tinggi itu?!” Tanya Hyunseung kesal.

Hyuna garuk-garuk kepala.

“Ya.. jika kau tinggal berdua dengannya, aku lebih khawatir kau yang melakukan sesuatu padanya..” Ucap Eunji sebal.

Hyuna menatap Hyunseung lalu menunduk takut karena pria itu menatapnya kesal.

“Aniya!” ucap Hyunseung.

“Tapi ide Hyunseung oppa tidak buruk..” ucap Naeun setuju.

“Ne, kita juga bisa berkumpul disana kan…” ucap Taemin setuju.

Hyunseung memandang Hyuna dan tersenyum tipis.

=Rumah Hyunseung=

“Mwo?! Rumah nenek?! Ya Hyunseung!” seru ibu Hyunseung ketika putranya sudah membawa keluar koper dan barang-barang yang akan dia bawa pindah.

Hyunseung menatap ibunya, “Ne..” jawabnya, lalu memandang Hyuna. “Hyuna, masukkan ini didepan..” ucapnya sambil memberikan kardus kecil pada Hyuna.

Hyuna mengambil kardus itu dan segera memasukkannya ke mobil Hyunseung yang sudah dikembalikan ibunya.

Hyunseung mengangkat kopernya dan memasukkannya ke bagasi.

“Hyunseung…” ucap ibu Hyunseung tak percaya sambil memperhatikan putranya memasukkan barang-barang ke bagasi. “Eomma membesarkanmu sejak kecil, eomma yang mengajarimu berbagai hal. Tapi kenapa kau melakukan ini?” tanyanya menahan tangis.

Hyunseung berhenti sambil menghela nafas dalam, lalu memandang ibunya. “Eomma, tidak pernah sekali pun aku ingin menyakiti hatimu. Tapi kenapa eomma tidak mencoba mengerti perasaanku?”

Bulir air mata ibu Hyunseung mulai mengalir, “Tapi eomma melakukan ini untukmu Hyunseung, eomma ingin yang terbaik untukmu..”

“Eomma.. mungkin menurutmu apa yang kulakukan tidak baik untukmu. Tapi aku bahagia menjalaninya, aku hanya merasa seperti ini ketika Hyuna ada bersamaku. Tak bisakah eomma mengerti?” Tanya Hyunseung.

Hyuna menatap Hyunseung dan ibunya sedih, lalu menunduk karena menyesal dia penyebab semua itu.

Ibu Hyunseung memegang bahu putranya sambil menatapnya sedih.

Hyunseung memegang tangan ibunya, “Aku menghargai usahamu untuk masa depanku, tapi aku sudah memiliki keputusanku sendiri..” ucapnya, lalu memeluk ibunya beberapa saat dan kembali memandangnya. “Aku pergi eomma..” ucapnya dan berjalan ke mobil.

Hyuna membungkuk sopan pada ibu Hyunseung dan ikut masuk ke mobil.

Selama perjalanan Hyunseung hanya menatap lurus kedepan tanpa mengatakan apa pun. Dia merasa sedikit sedih karena harus meninggalkan rumah, namun ini demi gadis yang dia cintai. Jadi dia akan bertahan.

Hyuna memandang Hyunseung, “Oppa, gwenchana?”

Hyunseung memandang Hyuna dan mengangguk, “Ne..” jawabnya dan kembali memandang jalanan.

Hyuna menatap Hyunseung menyesal, “Oppa, sebaiknya kita kembali saja..”

“Hm? Wae?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

“Aku tidak ingin ibumu merasa aku seperti mencurimu darinya..” jawab Hyuna sambil menunduk.

Hyunseung menatap Hyuna bingung, lalu tertawa kecil. “Tidak ada yang mencuriku, sudah tenang saja..”

Tak lama mobil Hyunseung masuk kesebuah rumah dengan pagar tinggi yang di tumbuhi bunga-bunga indah. Mata Hyuna membesar melihat rumah itu bergaya eropa yang indah.

“Wuaaa.. rumah siapa ini?” Tanya Hyuna.

Hyunseung menghentikan mobilnya dan memandang Hyuna sambil tersenyum, “Rumah nenekku..” ucapnya sambil melepaskan safety belt.

Mata Hyuna langsung berbinar, “Kita akan tinggal disini?”

Hyunseung mengangguk.

Hyuna membuka pintu dan berlari keluar, “Wuaaaaaaa…” teriaknya girang melihat rumah itu.

Hyunseung ikut turun dan tertawa kecil melihat kelucuan Hyuna. Dia melihat  seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan keluar dari rumah dan membungkuk sopan padanya.

“Anda pasti cucu tuan Jang.. Annyeonghaseo, namaku Park Eunhye. Aku pembantu dirumah ini sejak tuan Kiljo yang meninggalinya..” ucap wanita bernama Park Eunhye itu sopan.

“Ohh.. ne, namaku Jang Hyunseung.” Ucap Hyunseung.

“Oppa! Disini ada mawar!!” seru Hyuna girang dari halaman.

Eunhye memandang Hyuna bingung dan memandang Hyunseung meminta penjelasan.

Hyunseung tersenyum tipis, “Dia Kim Hyuna..” ucapnya, “Errr.. calon istriku..”

“Oh.. ne, saya sdah membersihkan rumah dan kamar-kamar. Anda bisa langsung meninggalinya..” ucap Eunhye.

“Ne, gamshamida. Aku akan segera masuk..” ucap Hyunseung.

Eunhye membungkuk sopan dan kembali masuk.

Hyunseung memandang Hyuna yang berlari sambil berputar-putar di halaman, “Hyuna-a..”

Hyuna berhenti dan memandang Hyunseung.

“Ayo masuk..” panggil Hyunseung.

Hyuna segera menghampiri Hyunseung dengan senyuman cerianya dan masuk kerumah bersama. Dia kembali terkagum-kagum melihat isi rumah itu.

“Dilantai bawah ada kamar utama, dilantai dua ada dua kamar lagi. Kita akan menggunakan dua kamar dilantai atas..” ucap Hyunseung memberitau.

“Wae?” Tanya Hyuna.

“Karena kamar utama kita tempat setelah menikah..” jawab Hyunseung sambil menahan tawa dan melangkah ke dapur.

Wajah Hyuna merona merona, “Ne? oppa?” ucapnya sambil mengikuti pria itu.

“Silahkan duduk Hyunseung-ssi..” ucap Eunhye sopan.

Hyunseung mengangguk dan duduk di meja makan, Hyuna juga duduk disebelahnya.

“Park Eunhye-ssi, apa kau tinggal disini juga?” Tanya Hyuna.

“Aniya, Hyuna-ssi. Aku akan datang di pagi hari dan kembali setelah sore. Itu juga tidak setiap hari, biasanya hanya 3 kali seminggu. Tapi jika kau ingin aku datang setiap hari aku akan datang..” ucap Eunhye memberitau.

“oh.. aniya.. lakukan seperti biasa saja..” ucap Hyuna sambil tersenyum.

“Baiklah, aku akan membiarkan kalian menyantap makanannya. Permisi..” ucap Eunhye dan melangkah keluar.

Hyunseung memperhatikan wajah Hyuna yang tampak girang tinggal dirumah indah itu. dia juga ikut senang melihatnya.

Malamnya.

Hyuna menyusun baju dan barang-barangnya hingga sore, sekarang dia merasa sangat lelah dan langsung terlelap di tempat tidurnya. Sementara Hyunseung masih membaca sesuatu di ipadnya di kamar sebelah.

Hyuna mendengar sesuatu mengetuk-ketuk lantai kayu dikamarnya dan itu membuat tidurnya terganggu. “Hmm.. bunyi apa itu?” gumamnya. Namun suara itu terdengar lagi dan lagi. Perlahan matanya terbuka dan memandang sekitar bingung, lalu bangkit sambil menguap dan menghidupkan lampu di meja sebelahnya. Dengan mata mengantuk dia memandang sekitar dan terkejut seperti melihat seorang gadis berdiri di sudut kamarnya.  Matanya langsung terbuka lebar dan kembali memperhatikan sekitar kamar barunya itu, ternyata hanya salah lihat. Dia menghela nafas dalam dan kembali mematikan lampu, lalu berbaring sambil merapatkan selimutnya. Setelah beberapa saat dia berputar ke kanan, namun dia merasa sesuatu yang aneh. Matanya kembali terbuka dan tertegun melihat wajah pucat seorang gadis di depan wajahnya, matanya melotot. “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!” teriaknya histeris sambil menutup wajahnya dengan tangan.

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 14]

  1. cieeeeeee 2hyun udahh tinggal brng ajaaahh…
    yaaahhh walopun blm bisa sepenuhnya bersatu setidak nya part ini gag nyesek lahh..
    hiiiiii apa tuu yg d liat hyuna unni..
    gag berhantu kan rumah nyaaaa >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s