Chapter · Uncategorized

Baby Boo~~ [Chapter 13]

–I Did It For Love 2–

 13

=Kamar Eunji=

Eunji terkejut mendapatkan panggilan dari Hyunseung, dengan cepat dia mengangkat panggilan itu. “Ne Hyunseung..”

Terdengar Hyunseung menghela nafas berat, “Eunji, tolong aku..”

Eunji tertegun, “Ne? dimana kau sekarang?”

Setelah mengetahui dimana lokasi Hyunseung, Eunji segera bersiap dan pergi untuk menemui sepupunya itu. karena tidak biasanya Hyunseung menghubunginya untuk meminta pertolongan, pasti sesuatu yang buruk telah terjadi.

=Sebuah Taman=

Eunji mengedarkan pandangannya mencari Hyunseung, akhirnya dia melihat pria itu duduk di sebuah bangku dengan mata terpejam. “Hyunseung!” panggilnya sambil menghampiri pria itu.

Hyunseung membuka matanya dan memandang Eunji lemah.

Eunji terkejut melihat eskpresi Hyunseung, “Ya! Ada apa denganmu?”

Hyunseung merintih pelan, “Tanganku..” ucapnya.

Dahi Eunji berkerut, “Tangan?” ucapnya bingung dan memandang tangan Hyunseung, matanya melotot melihat tangan kanan sepupunya itu berlumuran darah. Perban disana juga sudah berwarna merah. “Omo!! Kenapa kau tidak langsung kerumah sakit?!”

Hyunseung merasa sangat lemah karena banyak kehilangan darah.

Eunji menarik satu tangan Hyunseung ke bahunya, “Ayo.. kita langsung kerumah sakit..” ucapnya dan membantu sepupunya itu bangkit.

=UGD=

Eunji memandang Hyunseung sedih. Pria itu berbaring ditempat tidur dengan mata menatap kosong ke langit-langit. Pria itu harus menunggu cairan infusnya habis baru bisa pergi. “Hyunseung-a, apa yang terjadi?” tanyanya.

Hyunseung tak menjawab Eunji, bahkan dia tak mengedipkan matanya.

“Hyunseung-a..” panggil Eunji.

Taemin muncul dan langsung menghampiri Hyunseung, “Hyunseung! Apa yang terjadi padamu?!” tanyanya panic.

“Gwenchana, dia sudah tidak apa-apa..” jawab Eunji.

“Kenapa dia bisa seperti ini?” Tanya Taemin pada Eunji.

Eunji menggeleng tanda tidak tau.

Perlahan mata Hyunseung terpejam.

“Oppa..” telinganya seperti mendengar suara Hyuna, atau karena ingin mendengar suara Hyuna. “Oppa, gwenchana? Appo?” suara khawatir gadis itu terdengar seperti ingin menangis.

“Neomu appo..” gumam Hyunseung. Bulir air mengalir dari sudut matanya.

Taemin dan Eunji tertegun mendengar Hyunseung bergumam dan air matanya mulai mengalir, lalu saling berpandangan bingung.

=Keesokan Harinya=

“Ne?! Hyunseung oppa sampai dibawa kerumah sakit?” Tanya Naeun kaget setelah mendengar cerita Taemin.

Taemin mengangguk, “Ne.. karena kehilangan banyak darah. Aku khawatir sekali padanya..” ucapnya.

Naeun tidak tau harus mengatakan apa lagi.

Sorenya.

Naeun memandang Hyuna yang sedang mengupas jeruk di depannya, “Hyuna-a..”

“Ne?” jawab Hyuna sambil memandang Naeun.

“Kau masih mencintai Hyunseung oppa?” Tanya Naeun.

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Naeun, lalu menunduk bingung.

“Jika kau mencintainya, kenapa kau tetap melakukan ini?” Tanya Naeun sedih.

Hyuna menghela nafas dalam, “Sudahlah.. aku tidak ingin membahas Hyunseung oppa..”

“Dia terpaksa harus di bawa kerumah sakit kemarin..” ucap Naeun.

Hyuna menatap Naeun kaget, “Ne?”

“Luka ditangannya kembali berdarah, bahkan lebih parah..” jelas Naeun.

Hyuna menatap Naeun sejenak, lalu kembali menunduk. Hatinya akan terasa teriris jika mengingat Hyunseung, “Dia akan segera melupakanku..” ucapnya menahan tangis.

Naeun memegang bahu Hyuna, “Hyuna-a..”

Bulir air mata Hyuna menetes perlahan, “Kumohon Naeun, jangan buat aku semakin sesak..”

Naeun menatap Hyuna sedih dan memeluknya, “Hyunseung oppa sangat tersiksa karena kau pergi Hyuna, dan kau juga tersiksa pergi darinya.. kenapa kalian sama-sama bodoh?”

=Kampus=

Naeun melihat Taemin duduk dikelasnya bersama teman-temannya yang lain, dia menghela nafas dalam dan melangkah masuk. “Oppa..”

Taemin memandang Naeun dan tersenyum, “Naeun-a..”

“Oppa, bisakah kita berbicara sebentar?” Tanya Naeun serius.

Taemin bingung melihat ekspresi Naeun, “Oh.. Ne.” jawabnya.

Kafetaria.

“Oppa, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?” Tanya Naeun.

“Apa itu?” Tanya Taemin ingin tau.

Naeun menghela nafas dalam sejenak, “Ini tentang Hyunseung oppa…” ucapnya pelan, “…dan Hyuna..”

Taemin tertegun, “Hyuna?”

=Malamnya=

Hyunseung memandang Taemin dan Eunji tak mengerti karena membawanya ke klub dimana dia memergoki Hyuna setahun lalu, “Untuk apa kemari?” tanyanya dingin.

Taemin tersenyum lebar sambil merangkul Hyunseung, “Tentu saja untuk bersenang-senang!” ucapnya bersemangat.

“Khaja!!!” ajak Eunji sambil menarik Hyunseung masuk meskipun pria itu tidak mau.

Dengan perasaan berat Hyunseung kembali masuk ke tempat itu dengan paksaan sepupu dan temannya.

“Ya.. kudengar di ruang VIP ada pertunjukkan striptis, bagaimana jika kita kesana?” Tanya Taemin dengan senyum evilnya.

Eunji tertawa, “Hahahaha.. ide bagus! Aku ingin juga melihat yang seperti itu..”

Hyunseung tertegun mendengar ucapan kedua orang itu, lalu berhenti melangkah.

“Waeyo Hyunseung?” Tanya Taemin.

“Aku pergi..” jawab Hyunseung dan langsung berbalik.

“Eiitttss!! Enak saja! Ayo kita lihat sebentar, baru pulang..” ucap Eunji sambil menarik Hyunseung.

“Aku tidak mau!!” seru Hyunseung.

“Ayolaaaah…” bujuk Taemin dan langsung menyeret Hyunseung ke ruang VIP.

Namun begitu duduk di ruangan VIP di meja paling belakang…

Eunji menelan ludah melihat banyak penari striptis mulai membuka bajunya di atas panggung, lalu menatap Taemin yang menatap ngeri para gadis itu. sementara Hyunseung tampak tak peduli sambil meminum bir di botol. “Ya.. kau yakin dengan rencana ini?” bisiknya Taemin.

Taemin melirik Hyunseung, “Mmm.. ini ide Naeun, coba saja dulu..”

“Kau lihat, Hyunseung sudah mulai mabuk..” ucap Eunji.

Taemin memandang Hyunseung dan memandang ke panggung, ‘Apa Hyuna tidak tampil malam ini?’ batinnya sambil memandang jam tangannya.

Music berganti, para dancer tadi bergerak turun dan mendatangi pria-pria dibagian depan. Setelah panggung benar-benar kosong, hidup lampu sorot yang langsung menyorot seorang gadis bertubuh sexy di atas panggung.

Mata Eunji dan Taemin langsung melotot melihat siapa gadis sexy itu, lalu berpandangan tak percaya. Kemudian memandang Hyunseung yang masih berkutat dengan botol biar ditangannya.

Hyuna tak memikirkan apa pun saat itu. berusaha menjadi dirinya yang lain. Namun pikirannya selalu tertuju pada satu orang, Hyunseung. Meskipun sudah setahun menjadi penari seperti itu, ia tetap tak bisa melupakan ekspresi pria itu ketika melihatnya disana. Bayangan itu membuatnya tak berdaya. ‘Oppa, bencilah aku seumur hidupmu..’ batinnya pedih.

Eunji memukul bahu Hyunseung.

Hyunseung terkejut dan menatap Eunji tak mengerti.

Eunji menunjuk panggung dengan jarinya.

Hyunseung menoleh ke panggung dan memperhatikan gadis disana sebentar. Perlahan matanya membesar dan langsung berdiri. ‘Hyuna?’ batinnya tak percaya. Tubuhnya terasa kaku melihat gadis yang selama ini dia rindukan menari disana. Pikirannya hanya tertuju pada gadis itu, tubuhnya juga tanpa sadar mulai melangkah pelan mendekati panggung.

Hyuna memandang para penonton sambil tetap menggerakkan tubuhnya, membuat gerakan seduktif. Namun, seseorang naik keatas panggung sambil menatapnya tanpa berkedip. Tubuhnya langsung kaku seperti disetrum dengan listrik bertegangan tinggi. Dia tak percaya pria itu kembali memergokinya disana. Lagi.

Eunji dan Taemin berdiri ditempatnya memperhatikan apa yang akan terjadi dengan wajah cemas, “Haruskah kita meminta bantuan?” Tanyanya.

Taemin memandang Eunji, “Menurutmu apa yang akan terjadi?”

“Entahlah..” jawab Eunji.

Hyunseung dan Hyuna masih saling bertatapan tak percaya diatas panggung. Lampu sorot itu membuat semua orang memperhatikan mereka.

“YA!! Apa yang kau lakukan?!!” teriak seorang pria.

Hyunseung melangkah maju dan langsung mendekap Hyuna, memeluknya seerat mungkin dengan mata terpejam.

Hyuna juga melakukan hal yang sama, dia tak tau mengapa itu adalah responnya pada Hyunseung. Namun hatinya benar-benar merindukan pria itu, dia sudah cukup menderita karena tidak bisa bersama pria itu.

Hyunseung melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Hyuna sambil menatapnya dalam. Memastikan gadis yang ada dihadapannya ini memang gadis yang selama ini dia rindukan. “Hyuna..” ucapnya sepenuh hati.

Bulir air mata Hyuna mulai berjatuhan melihat Hyunseung ada dihadapannya.

“YA!!! Apa-apaan kalian?!! Mana pertunjukkannya?!!” seru pria lainnya.

Hyunseung menatap pria yang berseru tadi tajam, lalu menggenggam tangan Hyuna dan membawanya turun dari panggung. Beberapa pria berjas hitam langsung menahannya, dia menatap pria-pria itu tajam. “Minggir!”

“Kau tidak bisa membawa penari disini tanpa membayar terlebih dahulu..” ucap seorang pria tadi.

Hyunseung tertawa sinis, lalu langsung melayangkan pukulannya dan terjadi perkelahian yang tidak adil disana.

“KYAAA!! Oppa!!” teriak Hyuna panic.

“Oh! Hyunseung!” seru Taemin.

“Taemin! Bantu Hyunseung! Aku akan menghubungi anak buah ayahku!” ucap Eunji dan langsung berlari keluar.

Tanpa pikir panjang Taemin berlari kearah perkelahian itu dan segera membantu Hyunseung.

Keadaan ricuh itu menarik Manajer Jung keluar untuk melihat, dahinya berkerut melihat Hyuna berusaha menahan seorang anak buahnya agar tidak memukul seorang pria. “Bawa gadis itu..” ucapnya pada anak buahnya.

“Baik tuan..” ucap pria bertubuh besar itu dan langsung menghampiri Hyuna.

Hyuna terkejut ada seseorang yang mengangkat pinggangnya dari belakang, “Oppa!! Kyaaa!!! Oppa!!” teriaknya panic.

Hyunseung terkejut mendengar teriakan Hyuna, “Hyuna! Ya! Lepaskan dia!!” serunya sambil langsung mengejar pria yang membawa gadis itu.

“Lepaskan aku!!!” teriak Hyuna pada pria yang membawanya.

Pria itu membawa Hyuna kesebuah ruang karaoke dan melemparnya ke sofa.

“Ahhk..” rintih Hyuna, namun tiba-tiba pria tadi menarik bahunya dan menamparinya berkali-kali. PLAKK!! PLAKK!! PLAKK!! PLAKK!! PLAKK!! Tubuhnya terasa lemas karena tamparan bertubi-tubi itu. wajahnya terasa kebas dan pedih disudut bibirnya. Dia tak merasakan tangan pria tadi dibahunya lagi karena sudah antara sadar dan tidak sadar sekarang.

Manajer Jung tersenyum melihat Hyuna tak berdaya di atas sofa, “Aku akan melakukannya terlebih dahulu..” ucapnya dan mendekati gadis itu. tawa sinis keluar dari mulutnya merasa seperti mendapat medali baru, “Ini giliranmu, Hyuna..” ucapnya sambil mengelus pipi gadis itu.

Hyuna seperti berada di dunia lain. Namun dia bisa merasakan seseorang menyentuh pahanya. Dia berusaha kembali tersadar tapi sangat sulit. ‘Oppa..’ batinnya.

BRAKKK!!!

Pintu terbanting kedinding, muncul Hyunseung dengan wajah marahnya. Apalagi melihat Manajer Jung tampak menyentuh kulit dibawah rok mini Hyuna. Pria-pria berjas hitam lain, anak buah ayah Eunji, dari belakangnya masuk dan langsung melumpuhkan anak buah Manajer Jung. Dia melangkah masuk menghampiri pria bejat yang hampir menodai gadis yang sangat ia cintai.

Manajer Jung berdiri tegap sambil melangkah mudur menghindari Hyunseung.

“Kau tidak akan lepas kali ini..” ucap Hyunseung, tanpa terduga dia langsung menendang dada Manajer Jung hingga terhempas ke belakang.

“Ahhhk!!” rintih Manajer Jung menahan sakit.

Hyunseung gelap mata, tubuhnya membungkuk sedikit untuk menarik kerah kemeja Manajer Jung dan tanpa ampun melayangkan pukulannya bertubi-tubi ke wajah pria itu hingga darah bermuncratan hingga mengenai wajah dan tangannya.

“Hyunseung!!! Berhenti!!! YA!!” teriak Taemin sambil menarik Hyunseung, “Sudah!! Jika dia mati kau akan celaka!!” serunya.

Hyunseung mengatur nafasnya yang terasa sesak sambil menatap Manajer Jung yang terbaring tak bergerak di lantai penuh amarah.

Eunji menghampiri Hyuna, “Hyuna.. Hyuna..” ucapnya sambil mengguncang tubuh gadis itu perlahan.

Hyuna membuka matanya perlahan, namun masih terlihat setengah sadar akibat tamparan tadi.

“Ohh.. syukurlah..” ucap Eunji lega.

Hyunseung menarik Eunji dan menggantikan posisi gadis itu disebelah Hyuna, “Hyuna..” ucapnya cemas.

Hyuna memandang Hyunseung lemah, “Oppa..” gerak mulutnya tanpa suara.

Hyunseung menyeka darah dari sudut bibir Hyuna dan mencium dahinya, “Gwenchana.. oppa ada disini.. oppa akan melindungimu..” ucapnya sambil memeluk gadis itu.

“Hyunseung, ayo pergi dari sini..” ucap Eunji.

Hyunseung memandang Eunji dan Taemin, lalu mengangguk. Perlahan dia mengangkat tubuh Hyuna dan membawanya keluar dari tempat itu.

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung tidak tau mengapa membawa Hyuna kerumahnya, tapi menurutnya disana adalah tempat teraman untuk dirinya dan gadis itu sendiri.

Ibu Hyunseung terkejut melihat putranya masuk menggendong seorang gadis dengan pakaian sexy, apalagi wajah pria itu babak belur. “Hyunseung!!”

Hyunseung menatap ibunya tajam sambil berlalu menuju kamarnya.

“Hyunseung!! Berani sekali kau membawa gadis seperti itu kerumah!!” seru ibu Hyunseung sambil mengikuti putranya ke kamar.

Hyunseung membaringkan Hyuna di tempat tidur dan berbalik menatap ibunya, “Wae? Bukankah aku bukan putramu lagi?!” tanyanya sinis.

Ibu Hyunseung menatap putranya marah, “Kau benar-benar keterlaluan!!” ucapnya, lalu melangkah cepat ke tempat tidur. “Eomma akan menyeretnya keluar!!”

Hyunseung menahan ibunya dan kembali mendorong mundur.

Beruntung ayah Hyunseung muncul dan langsung menangkap tubuh istrinya, jika tidak wanita itu sudah terjungkal ke belakang. “Hyunseung! Apa yang kau lakukan?!”

“Appa! Katakan pada istrimu untuk tidak mencampuri urusanku!” ucap Hyunseung dingin, lalu menatap ibunya. “Karena dia sudah tidak menganggapku putranya lagi..”

“Hyunseung..” ucap ibu Hyunseung dengan eskpresi terluka.

Ayah Hyunseung terkejut melihat seorang gadis berpakaian sexy berbaring di tempat tidur, “Hyunseung! Siapa itu?!”

Hyunseung langsung menghalangi pemandangan ayahnya, “Jangan pandang dia! Aku tidak ingin appa melihat tubuhnya!” ucapnya marah.

Ayah Hyunseung menatap putranya tak percaya, “Siapa dia?”

Hyunseung menatap ibunya tajam, “Gadis yang paling kucintai, yang bahkan tega disakiti ibuku sendiri..” jawabnya dingin.

Ayah dan Ibu Hyunseung tertegun, “Hyuna?”

“Silahkan keluar..” ucap Hyunseung.

“Hyunseung, kau…”

“KELUAR!!!” teriak Hyunseung pada ibunya.

Ayah Hyunseung langsung membawa istrinya yang shock karena teriakan Hyunseung keluar, “Appa akan berbicara denganmu besok pagi..” ucapnya sambil menutup pintu.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil memejamkan matanya dan mengelus dahinya, itu adalah malam yang sangat berat baginya.

“Oppa..” ucap Hyuna lemah.

Hyunseung langsung berbalik dan menghampiri tempat tidur, senyuman terbentuk di wajahnya. “Hyuna, kau sudah sadar?” tanyanya sambil mengelus pipi gadis itu yang tampak membengkak.

Hyuna memandang Hyunseung sedih, “Oppa..” ucapnya sambil mengulurkan tangan ke wajah pria itu yang babak belur.

Hyunseung memegang tangan Hyuna di pipinya, “Ne, oppa disini..”

Mata Hyuna memperhatikan wajah pria itu, sebulir air mengalir dari matanya. “Kenapa kau membahayakan dirimu untukku lagi?” tanyanya.

Hyunseung menatap Hyuna dalam sambil menggeleng, “Selama aku masih hidup, aku akan mengorbankan segalanya untukmu..” ucapnya dan mencium punggung tangan Hyuna.

Tangan Hyuna bergerak lemah ke leher Hyunseung, pria itu mengerti maksudnya dan membungkukkan tubuh agar dia bisa memeluk lehernya. Dia hanya bisa menangis di bahu pria itu.

Hyunseung mengelus rambut Hyuna dan memeluknya erat.

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 13]

  1. huwaaaaa oppa kereeennn…
    bisa nglawan bodyguard yg pasyiny jumlah nya gag banyak..
    hanya berdua ma bebeb ku*lirik taemin
    hahha nth knpa aku suka pas hyun oppa blg “Appa! Katakan pada istrimu untuk
    tidak mencampuri urusanku! Karena dia sudah tidak
    menganggapku putranya lagi..”
    hahahaha sukaa bayangin muka nya umma hyunseung..
    jahat banget sichhhh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s