Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 12]

–My Heart Will Go On–

12

Hyuna melangkah dikoridor menuju ruang ganti. Dia merasa cukup lelah karena terus menari selama berjam-jam.

“Kim Hyuna..” panggil Manajer Jung ketika Hyuna berlalu.

Hyuna berhenti dan memandang pria itu tanpa ekspresi, “Mwo?”

Manajer Jung tersenyum sinis, “Pekerjaanmu sudah selesai? Bagaimana jika menemaniku sebentar diruang karaoke?”

Hyuna tersenyum sinis, “Lalu kau akan memperkosaku dan membuatku mau melayani tamu-tamumu?”

Manajer Jung tertawa sinis, “Kau gadis pintar..”

“Aku sudah sering mendengar cerita tentang itu dari para gadis-gadismu..” ucap Hyuna, lalu berbalik dan kembali berjalan.

Manajer Jung memperhatikan Hyuna yang berjalan pergi. Rok pendek yang dikenakan gadis itu membuat kakinya terlihat semakin indah. “Kau hanya menunggu giliranmu..” ucapnya pelan.

=Kamar Hyunseung=

Hyunseung membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sedikit pusing. Dahinya berkerut seperti melihat seseorang yang sangat dia kenal, atau yang sangat ingin dia lihat, tersenyum padanya.

“Oppa, gwenchana?” Tanya Hyuna, lalu tersenyum manis.

“Hyuna?” ucap Hyunseung lemah.

“Hyunseung-ssi?” ucap seorang pria.

Bayangan wajah Hyuna menghilang dari mata Hyunseung, kepalanya menoleh ke kanan dan melihat seorang dokter berdiri disebelah tempat tidurnya. Saat itu dia menyadari ada tiang infuse yang terhubung ke tangan kanannya. Tampak juga ada perban di tangan kanannya itu.

“Sudah merasa lebih baik?” Tanya dokter itu.

“Ada apa denganku?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

“Tidak apa-apa..” jawab dokter pria itu, “Kau hanya perlu menenangkan diri..”

Hyunseung mengangkat tangan kanannya dan memandang perban ditangannya, dia kembali teringat bagaimana dia menghancurkan gelas dengan tangannya.

“Nah.. istirahatlah lagi.. Aku akan pergi..” ucap dokter itu dan berjalan keluar.

Hyunseung termenung seorang diri ditempatnya mengingat apa yang dia lihat tadi. Dia menyadari itu hanya ilusi yang terlihat dimatanya karena terlalu merindukan Hyuna. “Apa yang harus kulakukan untuk menemukanmu, Hyuna?” gumamnya.

=Sebuah Tempat=

Naeun memandang kesekitar untuk melihat apa saja yang ada disana, ternyata ada klub khusus dewasa. “Hm? Oppa, kau pernah kesana?” Tanyanya pada Taemin saat pria itu mengajaknya berkumpul dengan teman-temannya.

Taemin memandang ke tempat yang ditujuk Naeun, “Pernah sekali, tapi disana sangat mengerikan..” ucapnya ngeri.

Naeun menahan tawa, “Jinja? Aku jadi penasaran..” candanya.

Taemin menatap Naeun serius, “Mwo?! Kau masih dibawah umur, jangan berpikir untuk masuk kesana!”

Naeun tertawa kecil, “Bercanda oppa.” Ucapnya. “Aku akan membeli minuman di mini-market sana..” ucapnya dan melangkah pergi.

“Jangan berbelok ke klub itu!” ucap Taemin mengingatkan.

Naeun tertawa kecil memandang Taemin, pria itu semakin lucu didekatnya. Dia masuk ke mini-market yang tak jauh dari sana untuk membeli minuman dan beberapa makanan kecil. Saat melewati sebuah rak, bahunya tak sengaja menyenggol pajangan plastic hingga terjatuh ke dekat kaki seorang gadis yang mengenakan high heels. “Ohh.. cesonghamida..” ucapnya sambil mengambil benda itu. begitu juga dengan gadis itu, “Maaf, aku…” dia langsung tertegun melihat gadis berambut coklat itu. “Hyuna?”

Mata Hyuna membesar melihat Naeun dan langsung berbalik pergi.

“Hyuna!!” panggil Naeun sambil menarik Hyuna didepan mini-market.

“Kau salah orang! Lepaskan aku!!” ucap Hyuna sambil berusaha melepaskan pegangan Naeun dari tangannya.

Bulir air mata Naeun berjatuhan menatap Hyuna, “Hyuna..” tangisnya.

Hyuna berhenti memberontak dengan wajah berpaling dari Naeun, bulir air matanya ikut berjatuhan bertemu sahabatnya itu lagi.

“Hyuna.. kemana saja kau? Kenapa kau menghilang begitu saja?” Tanya Naeun, namun gadis itu tidak menjawabnya. Dia memperhatikan penampilan gadis itu yang terlihat seperti wanita penghibur, “Hyuna, kau kembali menjadi penari?” tanyanya tak percaya.

Hyuna tak bisa mengatakan apa pun. Rasa malunya terasa mencekik lehernya hingga tak bisa mengeluarkan kata-kata.

“Wae?” tangis Naeun dan menarik Hyuna ke pelukannya. “Kenapa kau menderita seorang diri Hyuna? Aku selalu ada untukmu..”

Hyuna hanya bisa menangis sambil memeluk Naeun.

Taemin mengeluarkan ponselnya karena ada pesan masuk, dahinya berkerut mendapat pesan dari Naeun. “Mwo?” ucapnya bingung, lalu memandang ke arah mini-market. Tapi tidak terlihat gadis itu disana. Kemudian menghubungi gadis itu namun ponselnya mati. “Ahhh.. mwoya?”

From: Son Naeun

Oppa, miane.. aku ada urusan mendadak, jadi aku langsung pergi. Sampai jumpa besok.. J

=Kamar sewaan Hyuna Lainnya=

Naeun duduk di pinggir tempat tidur Hyuna sambil memandang sekitar, “Kau tinggal disini selama setahun ini?”

Hyuna mengganti bajunya dan duduk disebelah Naeun, “Ne..”

“Hmm.. keadaannya tidak lebih baik dari yang sebelumnya..” komentar Naeun.

Hyuna tersenyum tipis, “Memang, tapi ini lebih baik menurutku..”

Naeun menatap Hyuna sedih, “Hyuna-a, kenapa kau kembali menjadi penari di klub?”

Hyuna memandang Naeun, dan menunduk. “Aku tidak bisa melakukan apa pun lagi setelah semua orang melihat video itu, ini labih baik untukku..”

Bulir air mata Naeun kembali menetes mendengar ucapan Hyuna, “Aku sudah memberi pelajaran pada anak yang menyebarkan video itu. Aku juga menyita semua rekaman yang dikopi dan menghancurkan semuanya..”

Hyuna tersenyum sedih pada Naeun, “Gumawoyo, Naeun-a..” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Aku sangat khawatir padamu, kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” Tanya Naeun tak mengerti.

Hyuna menunduk dengan bulir air mata mulai berjatuhan, “Aku sangat malu.. Padamu.. juga Hyunseung oppa..”

Naeun dapat merasakan kesedihan Hyuna dan merangkulnya dari samping, juga meletakkan kepalanya ke bahu gadis itu. “Kenapa kau harus malu padaku? Aku sudah mengenalmu dari kecil, lebih banyak hal memalukan yang kita lakukan dulu..” ucapnya, “Kau tau? Hyunseung oppa sangat terpukul karena kau menghilang begitu saja..” ucapnya.

Hyuna sangat sedih memikirkan Hyunseung.

Naeun mengangkat kepalanya memandang Hyuna, “Hyuna, Hyunseung oppa pasti sangat senang melihatmu lagi..”

Hyuna memandang Naeun kaget, “Andwae! Kau tidak boleh mengatakan apa pun tentangku padanya. Atau pada siapa pun!!”

“Tapi, Hyuna-a..”

Hyuna menggengam kedua tangan Naeun dan menatapnya dalam, “Kumohon.. aku tidak bisa hidup lagi jika kembali bertemu Hyunseung oppa. Kumohon Naeun..” pintanya sambil menangis.

Naeun tak bisa mengatakan apa pun. Tangannya mengelus punggung tangan Hyuna dan mengangguk, “Ne.. Aku satu-satunya orang yang bisa kau percayai, jadi jangan menghilang lagi dariku. Arasso?”

Hyuna tersenyum tipis dan mengangguk, “Ne..”

Naeun kembali memeluk Hyuna, dia sedih sahabatnya merasakan situasi yang begitu rumit.

=Kampus=

Taemin melihat Naeun berlalu seorang diri, dengan cepat dia menghampiri gadis itu. “Naeun! Son Naeun!”

Naeun tertegun mendengar suara Taemin dan memandangnya perlahan, “Oh.. annyeonghaseo, oppa..” sapanya canggung.

“Ya.. kenapa kau pergi begitu saja? Juga ponselmu tidak bisa dihubungi? Kau membuatku khawatir…” ucap Taemin tak habis pikir.

Naeun tersenyum bingung, “Mmm.. itu.. aku… aku mendapat telepon dari temanku kalau kami ada tugas kelompok, jadi aku langsung pergi..” jawabnya memberi alasan.

“Ne? kenapa kau tidak memberitauku saja? Aku kan bisa mengantarkanmu..” ucap Taemin bingung.

“Miane oppa, aku tidak ingat..” ucap Naeun sambil garuk-garuk kepala.

Taemin tersenyum, “Gwenchana, yang penting sekarang kau tidak apa-apa..” ucapnya.

Naeun mengangguk.

Taemin tak sengaja memandang ke lorong dan tertegun melihat Hyunseung berlalu dengan tangan kanan masih di perban, “Omo! Hyunseung!!” panggilnya sambil menghampiri pria itu.

Hyunseung menatap Taemin dingin dan terus melangkah pergi.

Taemin berhenti dan hanya memperhatikan temannya itu.

“Oppa, tangan Hyunseung oppa terluka?” Tanya Naeun kaget.

Taemin memandang Naeun dan mengangguk, “Ne, Eunji berkata dia tau kalau ibunya yang menyebabkan Hyuna pergi. Lalu mereka bertengkar dan berakhir dengan Hyunseung yang melukai dirinya sendiri..”

Naeun tertegun dan kembali memandang Hyunseung yang terus berjalan pergi tanpa menghiraukan siapa pun disekitarnya.

“Khaja, kita pergi..” ajak Taemin.

“Mmm.. oppa, aku ada urusan. Jadi aku akan langsung pulang..” ucap Naeun.

“Hm? Oh, baiklah.. Aku akan mengantarkanmu..” ucap Taemin.

“Aniya oppa, supirku sudah menunggu didepan..” ucap Naeun sambil melambai pada Taemin dan melangkah pergi.

Taemin hanya memandangi Naeun dan pergi.

Namun Naeun tidak pergi pulang, dia pergi ke tempat Hyuna. Dengan jaket dan topi yang menutupi sebagian wajahnya, dia melangkah masuk ke gedung yang tampak lebih tua dari gedung yang di tempati temannya itu dulu. Namun bedanya disini ada lift, jadi dia tidak perlu menaiki tangga.

Hyuna membuka pintu dan bingung melihat Naeun, “Naeun?”

Naeun tersenyum lebar, “Annyeong..” sapanya sambil melangkah masuk.

Hyuna tersenyum dan menutup pintu, “Kau tidak perlu datang setiap hari..”

Naeun duduk di lantai dan mengeluarkan bungkusan yang dia bawa dari tasnya, “Aku membawakan ini.” Ucapnya.

Hyuna tertawa kecil, “Kau khawatir aku tidak makan teratur ya?”

Naeun tertawa, “Habis kau kurus sekali sekarang, kulitmu juga tampak sangat pucat..”

“Aku tidak pernah berada di bawah sinar matahari hampir setahun ini, karena itu aku jadi lebih pucat.” Ucap Hyuna.

Naeun memandang Hyuna serius, “Hyuna-a, aku ingin mengatakan sesuatu. Tapi jangan marah ya.”

“Mwo?” Tanya Hyuna.

Naeun menggigit bibir bawahnya ragu, “Mmm.. aku memberitau Hyunseung oppa tentang ibunya yang melarangmu melihatnya saat dirumah sakit waktu itu..”

Hyuna tertegun. Mendengar nama Hyunseung membuatnya sangat sedih, namun dia berusaha tetap terlihat seperti biasa. “Mmm.. gwenchana,.” Ucapnya.

“Dan..” lanjut Naeun, membuat Hyuna menatapnya penasaran. “Hyunseung oppa bertengkar dengan ibunya hingga melukai tangannya sendiri..”

Hyuna tampak terkejut, “Ne?”

Naeun mengangguk sedih.

Hyuna terlihat sangat khawatir pada Hyunseung, “Oppa..” gumamnya sedih.

“Hyuna..” ucap Naeun sedih.

Hyuna kembali tersenyum, “Na gwenchana..” ucapnya pelan, “Aku sudah bukan bagian hidup Hyunseung oppa lagi, jadi itu bukan urusanku..” ucapnya.

Naeun tau Hyuna berbohong, namun dia tak bisa mengatakan apa pun tentang itu.

=Ruang Ganti=

Hyuna yang sedang memperbaiki make-up-nya tertegun melihat manajer Jung masuk keruangan itu dari pantulan cermin, lalu berbalik menatap pria itu. “Kenapa kau kemari?”

Manajer Jung tersenyum sinis, “Untuk memeriksa penari favoritku.” Ucapnya, “Apa kau sudah siap?”

Hyuna memutar bola matanya dan menutup tempat alat make-upnya dan melangkah ke pintu.

Manajer Jung menarik tangan Hyuna dan memeluk gadis itu dari belakang.

Hyuna terkejut dan langsung berusaha memberontak, “YA!! Lepaskan!!” teriaknya.

Manajer Jung tertawa, “Wae? Kau takut? Tenang saja, aku tidak akan kasar padamu..” ucapnya.

“Lepaskan!! Brengsek!!” teriak Hyuna.

Pintu terbuka dan masuk seorang penari lain yang langsung terkejut melihat kejadian didalam.

“Lepaskan!!” teriak Hyuna sambil menginjak kaki Manajer Jung dengan high heelsnya.

“Aaahkk!!!” teriak manajer Jung dan spontan melepaskan Hyuna.

Hyuna menjauh dari Manajer Jung dan menatapnya marah, “Brengsek!! Jangan pernah kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu!!” serunya, lalu melangkah ke pintu. “Apa yang kau lihat?!” bentaknya pada penari tadi.

Penari tadi bergidik menatap Hyuna, lalu segera menghampiri Manajer Jung. “Manajer, anda baik-baik saja?”

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung masuk ke rumah dan melihat ada beberapa kotak kardus yang ditumpuk di ruang tengah. Dahinya berkerut dan menghampiri kotak-kotak itu.

“Itu barang-barang yang akan di sumbangkan.” Ucap ibu Hyunseung.

Hyunseung memandang ibunya, lalu berbalik. Namun dia tidak tau ada pembantunya yang sedang membawa kotak kardus dan menabraknya hingga membuat kotak itu terjatuh.

“Oh! Maafkan saya tuan muda..” ucap pembantu itu menyesal dan segera memunguti barang-barang yang terjatuh.

“Omo.. Hyunseung, gwenchana?” Tanya ibu Hyunseung sambil menghampiri putranya dan memegang lengannya.

Hyunseung menepis tangan ibunya sambil menatapnya dingin, lalu melangkah pergi. Saat itu dia juga hampir menginjak tangan pembantunya yang sedang menjangkau sesuatu.

“Maaf tuan muda, saya tidak tau anda akan pergi..” ucap pembantu itu menyesal sambil menarik tangannya.

Hyunseung menatap pembantunya kesal dan melihat benda apa yang akan diambil wanita itu. Dahinya berkerut melihat sebuah kunci, “Tunggu!” serunya sebelum pembantu itu mengambil kunci yang dia lihat.

“Waeyo Hyunseung?” Tanya ibu Hyunseung melihat putranya mengambil sesuatu.

Hyunseung memandang kunci ditangannya baik-baik, memperhatikan setiap sisinya dengan benar tak percaya.

“Hyunseung?” Ibu Hyunseung tampak sangat bingung.

Hyunseung menatap ibunya marah, “Eomma, ini kunci mobilku..” ucapnya dingin.

Ibu Hyunseung tertegun melihat kunci itu dan memandang putranya, “Ne? oh.. apa eomma menyimpan cadangannya ya?” ucapnya berpura-pura bingung.

Hyunseung merasa terbakar didalam tubuhnya, “Ini kunci mobilku!! Ada inisial namaku disini!! Kenapa ada padamu?!!” serunya marah.

Ibu Hyunseung terkejut, “Eo.. eomma tidak tau..” ucapnya sambil menggeleng.

Hyunseung menatap ibunya curiga, “Eomma!! Eomma yang menyebarkan video Hyuna itu kan?!” tuduhnya.

“Hyunseung! Kenapa kau berkata seperti itu?!!” Tanya Ibu Hyunseung marah.

“Lalu kenapa kau memiliki kunci mobilku?!!!” teriak Hyunseung sambil melempar kunci itu ke lantai.

Pembantu dan ibu Hyunseung terkejut mendengar teriakan pria itu.

“Tu.. Tuan Muda.. tenangkan dirimu..” ucap pembantu itu sambil memegang lengan Hyunseung.

Hyunseung menepis tangan pembantunya dan melangkah mendekati ibunya, “Dimana Hyuna?!”

“Eomma tidak tau!” jawab ibu Hyunseung.

“Eomma!!! DIMANA HYUNA?!!!” teriak Hyunseung di depan wajah ibunya.

Ibu Hyunseung memejamkan matanya kaget, lalu kembail menatap putranya. “Kau membentak eomma hanya karena gadis hina seperti Hyuna?!”

Kedua tangan Hyunseung menggenggam kuat menahan amarahnya, bahkan lukanya kembali mengeluarkan darah.

“Tuan muda.. tanganmu..” ucap pembantu itu.

Hyunseung tak mempedulikan tangannya, dia langsung berbalik dan melangkah pergi.

“Hyunseung!!” panggil ibu Hyunseung membuat putranya berhenti. “Jika kau pergi, eomma tidak akan mengakui kau sebagai anak eomma lagi!!”

Hyunseung berbalik menatap ibunya tajam, “Maka aku bukan anakmu lagi!” ucapnya dan langsung pergi dari rumah.

Mata ibu Hyunseung membesar, “Hyunseung!! Ya! Jang Hyunseung!!” teriaknya.

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 12]

  1. brti ibu nya hyun oppa tau dong kalo hyuna kmbli lg k club dr mobil ny hyun oppa..
    yaaaahhhh aku mendukung mu keluar dr rumah ituuu oppa..
    biar ibu mu sadar bukan hyuna yg salah tp dirinyaaa..
    ughhhh dasar menyebalkan…
    >//<

  2. dugaanku ternyata meleset … aku kira hyunseung oppa akan lama dimana hyuna eonnie berada tp ternyata selalu ada keajaiban yg membantu… okaii lets see

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s