Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 11]

–The New Hyuna!!–

 11

Hyuna duduk dikamar sewaannya tanpa ekspresi. Rasanya tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Seluruh tubuhnya seperti merasakan sakit dan merasa mati adalah solusinya. Namun dia tak melakukannya. Dia hanya duduk diam disana. Namun semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa hidupnya memang tidak berguna. Dia tidak lebih dari gadis hina yang beruntung bertemu dengan pria hebat seperti Hyunseung.

Akhirnya, setelah pergelutan panjang dengan dirinya sendiri, Hyuna memutuskan sesuatu yang besar untuk dirinya.

=Setahun Kemudian=

Rumah Hyunseung terasa seperti kulkas ketika semuanya berkumpul dimeja makan. Hyunseung kembali menjadi dingin, bahkan jauh lebih parah. Hanya tubuhnya yang terlihat hidup, namun hatinya tidak.

Eunji dan Taemin juga akan merasa cangggung dan akhirnya meninggalkan Hyunseung sendiri jika bertemu.

Tahun ajaran baru dimulai. Babak baru juga untuk Naeun yang tahun ini resmi menjadi mahasiswi di universitas Hyunseung.

Taemin melangkah menuju perpustakaan dengan earphone di kedua telinganya, saat itu dia seperti melihat seseorang yang dia kenal berlalu sambil tertawa bersama temannya. “Hm? Son Naeun?” gumamnya tak percaya, lalu mengikuti gadis itu sambi melepas earphone di telinganya. “Naeun?”

Naeun berhenti dan berbalik, “Oppa?”

Taemin menatap Naeun tak percaya, “Kau benar Naeun..” ucapnya dan tersenyum.

Naeun tersenyum.

Kafetaria.

“Sejak Hyuna menghilang aku merasa benar-benar sedih, jadi ayah dan ibuku memutuskan untuk melanjutkan SMA-ku dengan home-schooling. Tapi setelah lulus aku kembali ingin menjadi manusia biasa yang bertemu banyak orang..” Cerita Naeun.

“Ohh.. begitu..” ucap Taemin mengerti, “Bukan hanya kau yang benar-benar sedih. Kau tau? Hyunseung sekarang jauh lebih parah. Jika kau berada disekitarnya, kau akan merasakan sesuatu yang aneh dan membuatmu merasa lebih baik pergi..”

Naeun menunduk sedih, “Meskipun sudah setahun berlalu, aku tetap memikirkan Hyuna. Aku berharap dia baik-baik saja..” ucapnya, sebulir air terjatuh dari mata kirinya. Dengan cepat dia menyekanya, “Maafkan aku..”

Taemin tersenyum, “Gwenchana, kalian berteman sejak kecil. Wajar saja jika kau masih sedih jika mengingatnya..”

Naeun mengangguk berat.

Sementara itu.

Disebuah panggung dengan music yang memekakkan telinga. Hyuna menggerakkan tubuh sexy-nya di tiang, wajah tanpa ekspesi dan tatapan sexy itu membuatnya selalu menjadi favorit. Dia memotong pendek rambutnya dan mewarnainya menjadi pirang, juga lipstick merah menyala yang membuat penampilannya semakin menarik. Semua orang yang melihatnya akan berpikir dia benar-benar baik dalam melakukan gerakan seduktif itu, namun apa yang Hyuna rasakan sangatlah menyakitkan.

Hyuna terus menangis didalam hatinya ketika melakukan gerakan sexy itu. meraba atau pun mengelus dirinya sendiri di depan para pria itu membuatnya ingin mati. Bayangan bagaimana Hyunseung menatapnya tak percaya setahun lalu membuatnya ingin langsung membunuh dirinya disana. Namun dia tak pernah melakukannya. Dia tetap menari dan melakukan gerakan dance itu meskipun terkadang air matanya menetes karena teriakan hatinya sangat keras. Beruntung ruangan itu bercahaya redup dan juga dipenuhi orang-orang mabuk yang tidak akan menyadarinya. Dia berdiri membelakangi tiang dan melakukan gerakan turun dengan kaki terbuka, membuat semua pria berteriak lagi dan lagi. Bulir air jatuh dari matanya tanpa sepengetahuan siapa pun, namun dia tak berhenti. Terkadang matanya terpejam seperti menikmati penampilannya sendiri, namun didalam dia menahan tangis yang selalu ingin pecah ketika dia melakukan itu.

=Flashback=

“Aku akan kembali menari disini, tapi kau juga harus mengembalikan mobil dan uang yang telah Hyunseung oppa berikan padamu!” ucap Hyuna tegas.

Manajer Jung tersenyum, “Keure.. Itu tidak sulit…”

Hyuna menatap manajer Jung tajam, “Aku juga tidak akan melayani tamu-tamumu, aku hanya akan menari. Membuat mereka terangsang dan akan tidur dengan pelacur-pelacurmu yang lain!” ucapnya dingin.

Senyum Manajer Jung menghilang, “Kau menghinaku?”

“Kau mau atau tidak? Jika aku membatalkan niatku, kupastikan banyak tamumu yang kecewa karena tidak melihatku diatas panggung lagi..” ancam Hyuna.

=Flashback End=

Hyuna duduk di dalam toilet wanita sambil termenung. Dia benar-benar merasakan kekosongan yang besar. ‘Oppa.. kau baik-baik saja? Apa kau sudah melupakanku?’ batinnya pedih, bulir air mata mulai berjatuhan dari matanya. Ia sama sekali tak pernah menampakkan dirinya didepan siapa pun yang mengenalnya. Karena dia akan pergi disaat malam dan kembali dipagi buta. Tidak ada yang akan mengenalinya.

“Aku tdak tau kenapa kau tetap tidak mau membuka hatimu untukku, tapi….aku ingin kau tau, kau bisa datang padaku saat kau membutuhkan seseorang untuk memelukmu. Membuatmu merasa aman. Seseorang yang akan menyeka air matamu saat kau menangis dan seseorang yang akan memandangimu hingga tertidur..”

Ucapan Hyunseung itu akan membuat Hyuna tersenyum dalam tangisnya. Kenangan terindah disaat dia bisa benar-benar bersama pria yang dia cintai. Matanya terpejam dengan bulir air mata terus mengalir. Membayangkan Hyunseung akan menyeka air matanya seperti waktu itu, juga memeluknya erat dan membuatnya merasa aman.

=Kampus Hyunseung=

Hyunseung duduk di kafetaria seorang diri. Tidak akan ada yang akan duduk didepan atau disampingnya sejak dia berubah menjadi ‘manusia es’ yang mengerikan. Namun kali ini seseorang duduk dihadapannya. Dia mengangkat wajah dan tertegun melihat Naeun tersenyum padanya.

“Oppa, gwenchana?” Tanya Naeun sambil tersenyum.

Hyunseung hanya menatap Naeun dingin tanpa menjawab pertanyaannya, “Apa maumu?”

Naeun menghela nafas dalam dan memandang Hyunseung sedih, “Oppa, bukan hanya kau yang kehilangan Hyuna. Aku juga..” ucapnya.

Hyunseung mengambil tas dan bergerak bangkit.

“Oppa! Aku tau kenapa Hyuna pergi..” ucap Naeun cepat.

Hyunseung terpaku dan menatap Naeun tak percaya, “Mwo?”

“Aku akan menceritakan sesuatu yang hanya aku dan Hyuna yang tau..” ucap Naeun.

Hyunseung menatap Naeun ragu, namun perlahan dia kembali duduk.

Naeun menghela nafas dalam dan menceritakan saat dia dan Hyuna datang ke ruang ICU Hyunseung hingga penamparan yang dilakukan ibu pria itu.

Hyunseung tertegun, “Ibuku?”

Naeun mengangguk, “Ne, oppa.. Hyuna sudah memohon agar dia bisa melihatmu sebentar. Tapi ibumu melarangnya.” Ceritanya sedih.

Hyunseung benar-benar tak percaya ternyata ibunya yang menyebabkan Hyuna pergi.

“Oppa.. Jika kau mau, kita bisa mencari dimana Hyuna. Kita bisa menggunakan detektif atau melapor pada polisi..” ucap Naeun.

Namun pikiran Hyunseung tidak ada disana sekarang, dia memikirkan ibunya.

“Kita juga…” Naeun tak melanjutkan ucapannya karena Hyunseung sudah berjalan pergi.

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung masuk kerumah dengan wajah marah, namun baru beberapa langkah dia langsung tertegun melihat ada tamu di ruang keluarga.

“Ohh.. Hyunsueng-a, sudah kembali?” ucap ibu Hyunseung sambil menghampiri putranya. “Ayo, kenalkan. Ini teman eomma, bibi Cho dan putrinya Jihyun..”

Hyunseung membungkuk sopan.

“Omo.. tampan sekali..” ucap bibi Cho, “Sepertinya perjodohan ini sangat serasi..” ucapnya.

Hyunseung tertegun, apalagi melihat Jihyun yang tersipu malu, itu berarti hanya dia yang belum tau. Dia menatap ibunya tajam.

Ibu Hyunseung tertegun mendapatkan tatapan seperti itu dari putranya, “Hyunseung?”

Hyunseung menepis tangan ibunya dan melangkah cepat ke kamar, tidak peduli lagi dengan sopan santun. Begitu masuk kekamar, dia langsung melempar tasnya kelantai dan menendangnya penuh emosi. “Aaarrrgh!!” erangnya kesal.

Tak lama ibu Hyunseung ikut masuk dengan wajah kesalnya, “Hyunseung! Kenapa kau pergi begitu saja?! Kau membuat eomma malu!” serunya marah.

Hyunseung menatap ibunya tajam, “Eomma malu? Aku tidak peduli..” ucapnya dan berbaring di tempat tidur.

“Ya! Jang Hyunseung!! Bibi Cho dan Jihyun datang kemari untuk membicarakan perjodohan kalian! Cepat bangun dan temui mereka!! Juga ucapkan permintaan maafmu!!” ucap ibu Hyunseung sambil menarik tangan putranya bangkit.

Hyunseung bangkit duduk tiba-tiba hingga membuat ibunya terkejut dan sampai terduduk dilantai, “Aku harus mengetahui perasaan malumu?! Apa eomma mengerti rasa sakitku?! Aku tidak bisa bernafas dengan baik selama setahun ini!! Apa eomma tau?!!” serunya.

“Hyunseung?” ucap ibu Hyunseung tak percaya.

Hyunseung memalingkan wajahnya menahan rasa kesal, lalu kembali menatap ibunya yang telah berdiri. “Pikirkan apa yang membuatmu merasa harus kuhormati sebagai ibu!!” ucapnya dan kembali berbaring membelakangi ibunya.

Ibu Hyunseung terkejut mendengar ucapan Hyunseung.

Keesokan paginya.

Hyunseung hanya duduk dimeja makan sambil mengaduk-aduk makanannya.

“Hyunseung-a, kau tidak memakan sarapanmu sama sekali..” ucap ayah Hyunseung.

“Aku pergi..” ucap Hyunseung sambil bangkit.

“Jang Hyunseung!!” seru ibu Hyunseung.

Hyunseung berhenti dan berbalik menatap ibunya tanpa ekspresi.

“Kemarin kau mempermalukan eomma didepan bibi Cho dan putrinya, sekarang kau tidak punya sopan santun di meja makan?!!” Tanya ibu Hyunseung kesal.

“Bibi Cho? Maksudmu nyonya Cho?” Tanya ayah Hyunseung, “Kenapa dia kemari?”

“Aku akan menjodohkan Hyunseung dengan putrinya, tapi lihat sendiri bagaimana putramu..” jawab ibu Hyunseung.

Ayah Hyunseung menatap istrinya tak percaya, “Yobo! Kenapa kau melakukan itu?!”

“Karena aku ingin Hyunseung mendapatkan calon yang lebih baik! Aku…”

PRANKK!!!

Kedua orang tua Hyunseung terkejut mendengar bunyi besar itu dan melotot melihat putra mereka baru saja menghancurkan gelas dengan tangannya. membuat darah menetes-netes dari tangannya.

“Hyunseung!! Apa yang kau lakukan?!! Ahjumma!! Ahjumma!!” seru ibu Hyunseung memanggil pembantunya.

Hyunseung menatap ibunya dingin sambil memperlihatkan tangannya yang terus mengeluarkan darah, “Apa eomma tau apa rasanya ini?”

Ibu Hyunseung tertegun, “Ne?”

“Seperti ini yang hatiku rasakan eomma.. Hatiku terluka sangat dalam dan terus mengeluarkan darah! Apa eomma tidak pernah tau?” Tanya Hyunseung dingin, matanya tampak memerah menahan air mata.

“Hyunseung, bersihkan lukamu dulu..” ucap ayah Hyunseung.

Namun Hyunseung tetap menatap ibunya penuh kemarahan, “Eomma yang membuatku seperti ini.. Eomma penyebabnya!”

“Hyunseung?” ucap ibu Hyunseung tak percaya.

Bulir air mata Hyunseung mengalir perlahan, “Aku tidak pernah benar-benar gila untuk seseorang, Hyuna membuatku merasa seperti manusia. Aku bisa merasakan bahagia dan sedih, aku tau caranya tersenyum dan membuat seseorang tertawa untukku. Tapi kenapa eomma menyingkirkannya?! WAE!!!” teriaknya penuh emosi.

Ayah Hyunseung menatap istrinya tak mengerti, “Yobo, apa yang dimaksud Hyunseung?”

Ibu Hyunseung menunduk sedih dengan bulir air mulai berjatuhan dari matanya.

“Eomma.. Aku mencintai Hyuna.. Tak pernah sekali pun selama setahun ini aku melupakan dirinya! Aku berharap dia pergi karena sudah muak padaku, agar aku bisa membencinya sampai mati!! Tapi kenapa ternyata kau yang mengusirnya pergi?!!!” seru Hyunseung, kakinya melemah dan jatuh berlutut dilantai sambil menangis pedih. “Wae eomma… “ tangisnya.

Ibu Hyunseung menatap putranya sedih.

“Jiwoo, kau..” ayah Hyunseung sampai tidak tau harus mengatakan apa lagi untuk menyadarkan istrinya.

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 11]

  1. ugggghhhhh sebeelll ma umma ny hyunseung…
    udahhh bikin hyun oppa jd makhluk es bukan ny merasa bersalah malah berlagak gag nglakuin apa2…
    pake jodoh2in segalaaa..
    tuuu kan yg buat hidup ny hyunseung oppa berantakan malah bukan hyuna yg dirinya sendirii… >//<
    aahhhh akuu suka naeun dsni..

  2. jdi hyuna kembali lagi jdi penari striptis ??!!! permasalahannya jdi tambah rumit. hyunseung jga pke segala mau dijodohin lagi

  3. aigoo part ini buat aku mengeluarkan air mata hiks hiks

    aku merasakan apa yg hyunseung oppa rasakan,, karna aku jg seperti dia dipaksa berpisah dgn org yg aku cintai huft

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s