Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 10]

–Jump And Fall–

 10

Hyunseung dan Hyuna berbaring di atas kasur lipat sambil tersenyum memandang langit-langit kamar, tangan mereka saling menggenggam sejak tadi.

Kepala Hyunseung menoleh kearah Hyuna, “Ini berarti kau kembali membuka hatimu untukku, kan?”

Hyuna tersenyum malu sambil memandang Hyunseung, “Aku akan memikirkannya..” ucapnya dan tertawa kecil.

Hyunseung menahan tawanya dan menarik tangan Hyuna yang dia genggam dan menempelkannya ke dada, kepalanya juga berat ke sisi gadis itu sambil tetap tersenyum.

“Oppa, jika kau tetap bersamaku. Ibumu akan marah..” ucap Hyuna khawatir.

Hyunseung diam sejenak, lalu memandang Hyuna. “Gwenchana, ibuku akan luluh cepat atau lambat..”

Hyuna masih terlihat khawatir.

“Sudah.. Jangan pikirkan ibuku, aku ingin menikmati waktu bersamamu..” ucap Hyunseung.

Hyuna tersenyum malu, “Keure..”

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung tak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum mengingat dia telah berhasil memiliki Hyuna ketika sarapan, hal itu membuat kedua orangtuanya juga Eunji menjadi bingung.

“Ya.. ada apa denganmu?” Tanya Eunji heran.

Hyunseung memandang Eunji, “Ne?” ucapnya, lalu melirik yang lain dan tersenyum. “Aniya..”

Dahi Eunji berkerut, “Dasar aneh..” ucapnya.

“Hyunseung-a, apakah kau berhasil menaklukan Hyuna?” Tanya ayah Hyunseung penasaran.

Hyunseung memandang ayahnya, senyuman lebar langsung terbentuk diwajahnya. Tidak perlu menjawab, ayahnya pasti mengerti.

“Wuaaa.. daebak!” ucap ayah Hyunseung bangga.

Eunji tertegun mendengar ucapan pamannya, lalu memandang ibu Hyunseung yang tampak menatap putranya marah. ‘Ahh.. eoteokhe?’ batinnya.

=Kampus Hyunseung=

Taemin tersenyum lebar melihat Hyunseung dan Eunji muncul, “Hyunseung! Eunji! Annyeong!!” sapanya sambil melambai.

Hyunseung tersenyum, “Annyeong..” sapanya sambil berlalu.

Taemin terkejut dan menatap Hyunseung kaget, lalu memandang Eunji. “Oh! Dia baru saja membalas sapaanku!” ucapnya tak percaya.

“Ne.. dia berhasil mendapatkan hati Hyuna..” jelas Eunji.

“Ne? wuaa..” ucap Taemin senang.

Eunji menghela nafas dalam, “Tapi masalahnya ibu Hyunseung tidak suka. Bagaimana ini?”

Senyum Taemin menghilang, berubah dengan wajah bingung. “Bagaimana ya?”

Hyunseung merasa dikelilingi bunga-bunga, setiap dia mengingat senyuman Hyuna, dia akan tersenyum lebar dan tidak bisa menutupi perasaan bahagianya. Hal itu membuat teman-teman kampusnya mengerutkan dahi ketika memandangnya. Karena semua orang tau pria itu adalah ice prince yang bisa membekukan siapa saja ketika menatapnya.

‘Pabo.. Aku baru merasa seperti ini setelah hampir 24 tahun.. Ada apa denganku?’ batin Hyunseung menahan tawa.

Eunji memandang Hyunseung khawatir, lalu berpandangan dengan Taemin. Dia takut senyuman sepupunya itu akan segera menghilang jika melihat wajah kesal ibunya tadi.

=Sebuah Ruangan=

Manajer tempat Hyuna bekerja dulu masuk ke ruangannya dan tertegun melihat seorang perempuan duduk di depan mejanya, “Nuguseyo?”

Wanita itu berdiri dan memandang manajer.

“Oh.. annyeonghaseo, nyonya..” sapa manajer sambil membungkuk sopan.

Ibu Hyunseung tersenyum, “Sudah lama tidak bertemu, Manajer Jung…” sapanya.

“Nyonya, apa yang membuat anda datang kemari?” Tanya pria yang dipanggil Manajer Jung itu.

“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku..” ucap ibu Hyunseung.

=Beberapa Hari Kemudian=

Hyuna melangkah menuju kelasnya seperti biasa. Namun hari itu dia merasa ada sesuatu yang aneh. ‘Kenapa orang-orang memandangku seperti itu?’ batinnya tak mengerti sambil memandang sekitar bingung.

“Annyeong!” sapa Naeun yang baru datang juga.

“Oh.. annyeong..” ucap Hyuna sambil tersenyum, lalu mereka bersama-sama masuk ke kelas.

Ketika masuk ke kelas pun orang-orang kembali memandangi Hyuna aneh, dia merasa ada sesuatu yang terjadi.

“Ahh.. dasar tidak tau malu, dia masih bisa muncul seperti ini?” bisik dua gadis tak jauh dari Hyuna.

Hyuna memandang mereka dan kedua gadis itu berpura-pura tidak melakukan apa pun.

“Hyuna-a, waekeure?” Tanya Naeun tak mengerti.

Hyuna menggeleng, “Aku tidak tau..”

Keadaan tidak enak itu terus terjadi hingga pulang, bahkan ketika istirahat Hyuna kembali mendengar ucapan seperti tadi.

“Teman-teman!! Kalian tau tidak, akan ada pertunjukan special hari ini..” ucap seorang teman sekelas Hyuna.

Semua orang memandangnya penasaran.

“Kalian akan melihatnya sebentar lagi, pertunjukan itu akan diputar di tv-tv kelas..” ucapnya dengan senyuman evil.

Dahi Hyuna berkerut, dia merasa seluruh kelas melirik kearahnya.

“Hyuna, kenapa mereka bertingkah aneh seperti itu?” Tanya Naeun ngeri.

Hyuna hanya menggeleng tanda tak tau.

Saat itu siaran di tv yang biasanya hanya digunakan untuk belajar atau tidak saat jam pelajaran berubah. Terdengar music kencang dan suara sorakan orang-orang. Semua orang dikelas juga ikut bersorak melihat seseorang yang menarik sexy di tv itu.

Hyuna melotot melihat itu adalah rekamannya saat masih menjadi penari striptis di klub. ‘Bagaimana.. inikan..’ batinnya panic. Seluruh tubuhnya bergetar melihat dirinya di dalam tv itu mulai melepaskan baju luarnya sambil tetap menari. Bulir air matanya berjatuhan melihat dirinya dilecehkan didepan public. Dia mengerti sekarang mengapa semua orang memandanginya sejak pagi.

Mata Naeun melotot, “YA!! Matikan tv itu!!!” teriaknya.

Para pria dikelas mulai melirik Hyuna, “Ya.. Kim Hyuna, aku tidak tau kau sangat sexy..” ucap pria dikelas Hyuna.

Dengan cepat Hyuna bangkit dan berlari keluar kelas sambil menangis.

“Hyuna!” panggil Naeun, lalu menatap temannya yang memberi pengumuman tadi. “YA!! Kim Jinki!! Akan kupastikan ayahmu kehilangan pekerjaannya di perusahaan ayahku!!” serunya marah, lalu segera mengejar Hyuna.

Kampus Hyunseung.

Eunji, Taemin dan Hyunseung berjalan keluar dari kampus dan bersiap pulang.

“Ya.. bagaimana jika kita pergi makan dulu? Ajak Naeun dan Hyuna.. wuaaa.. pasti menyenangkan..” usul Taemin.

Hyunseung tersenyum tipis, “Ide bagus..”

Ponsel Taemin berbunyi dan segera melihat siapa yang memanggil, “Wuaa.. baru saja dibicarakan Naeun sudah menghubungiku..” ucapnya dan mengangkat panggilan itu, “Ne, Naeun-a..” ucapnya dengan senyuman lebar.

“Ahh.. anak itu..” ucap Eunji sebal.

Namun senyum Taemin memudar mendengar suara Naeun, “Naeun, tenang! Kenapa kau menangis? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan!” ucapnya.

Hyunseung dan Eunji langsung memandang Taemin.

“Ne.. pelan-pelan..” ucap Taemin dan mendengarkan. Mendadak dia seperti mendengar pesawat jatuh dan menatap Hyunseung kaget, “Hyuna?”

Hyunseung tertegun, “Wae?!”

Sekolah Hyuna.

Hyunseung berlari sekencang dia bisa bersama Taemin dan Eunji menuju sekolah Hyuna, dari kejauhan dia bisa melihat Naeun menangis di depan sekolah dengan wajah panic. “Son Naeun!!” panggilnya.

Naeun memandang ke asal suara Hyunseung, “Oppa!!” ucapnya sambil terus menangis.

Hyunseung menghampiri Naeun dan memegang kedua bahunya, “Apa yang terjadi?! Siapa yang menyebarkan video itu?!”

“Mola..” jawab Naeun sambil menggeleng, “Hyuna sangat terkejut dan melarikan diri. Aku tidak tau dia dimana.. Tapi sepertinya dia belum pergi dari kawasan sekolah..”

Hyunseung memandang sekitar gusar, “Kita harus menemukannya..” ucap Hyunseung.

Taemin dan Eunji akhirnya tiba disebelah Hyunseung dan Naeun dengan nafas sesak.

“Ahh.. aku akan mati..” ucap Eunji sambil mengipas-kipas wajahnya.

“Dimana Hyuna?” Tanya Taemin ditengah nafasnya yang memburu.

“Aku tidak tau..” jawab Naeun sambil tetap menangis.

Eunji mengatur nafasnya sambil memandang sekitar sekolah, saat itu matanya tak sengaja melihat atap sekolah. Seluruh tubuhnya menjadi kaku melihat seorang gadis berdiri dibalik pagar pembatas. Matanya membesar menatap gadis itu dan langsung memukul bahu Taemin gugup, “Hyu.. Hyuna!!! Itu HYUNA!!!” teriaknya.

Hyunseung, Taemin dan Naeun langsung memandang kearah Eunji menatap, dan sama-sama melotot.

“HYUNA!!” teriak Hyunseung.

“Hyuna!!!!” teriak Naeun panic.

“Hyunseung!! Segera kejar dia keatap!! Aku akan mencari matras dan membentangnya dibawah!! Gedung ini hanya 3 tingkat, jadi tidak akan mati jika jatuh ke matras..” ucap Taemin sambil mendorong Hyunseung pergi.

Tanpa pikir panjang lagi Hyunseung langsung berlari masuk ke gedung sekolah.

“Ayo Naeun!! Dimana gedung olahraga?!” Tanya Taemin sambil menarik Naeun berlari.

Hyuna sejak tadi menangis diatap sekolah seorang diri. Hingga sekolah sepi dia masih disana. Sekarang seluruh sekolah sudah melihat video itu, rasanya tidak ada lagi harga dirinya yang tersisa. Semua orang melihat bagaimana dia membuka bajunya sambil tetap menari liar. Dia tidak akan punya muka lagi bertemu siapa pun. Terutama Hyunseung. Bagaimana pria itu akan bersama gadis hina sepertinya. Bulir air matanya terus mengalir. “Oppa, miane..” ucapnya pelan, lalu memanjat pagar pembatas itu dan bersiap terjun kebawah.

Hyunseung berusaha secepat yang dia bisa menaiki tangga menuju atap. Dengan nafas sesak akhirnya dia berhasil membuka pintu menuju atap dan melihat Hyuna masih berdiri diatas pagar pembatas. “Hyuna.. Hyu.. HYUNA!!” panggilnya ditengah nafasnya yang memburu.

Hyuna tertegun mendengar suara Hyunseung, kepalanya menoleh dan melihat pria itu dengan wajah dipenuhi keringat.

“Hyuna.. jangan.. kumohon.. turun..” ucap Hyunseung sambil mendekati Hyuna  perlahan dengan tangan terulur.

Hyuna menatap Hyunseung sedih, ‘Miane oppa.. Aku tidak pantas untukmu.. Aku sudah tak berharga..’ batinnya.

“Hyuna.. jebal..” Mohon Hyunseung.

“Miane oppa..” ucap Hyuna dan langsung terjun ke bawah.

Mata Hyunseung melotot, “HYUNA!!” teriaknya yang tanpa sadar juga ikut meloncat. Disaat tubuhnya terjun itu dengan cepat dia menarik tubuh Hyuna dan melindungi tubuh gadis itu dengan tubuhnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!” teriak Naeun dan Eunji histeris.

BRUKKKK!!! Tubuh Hyunseung dan Hyuna jatuh ke matras yang telah ditumpuk Taemin. Dia, Eunji dan Naeun menatap kedua orang itu shcok.

“Hyu.. Hyuna?” ucap Naeun tercekat.

“Ahhh…” Rintih Hyunseung sambil melepaskan pelukannya pada Hyuna, tubuhnya terasa remuk. Dia memandang gadis diatasnya, “Hyuna…” panggilnya lemah, namun gadis itu memberi jawaban. Rasa sakit didadanya juga semakin menyiksa dan membuatnya tak sadarkan diri.

=Rumah Sakit=

Hyuna mengerutkan dahi dan membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa lemas dan nyeri dibeberapa sendinya.

“Omo! Hyuna-a! kau sadar?!” Tanya Naeun senang.

Hyuna memandang Naeun bingung, “Aku dimana?”

Naeun tersenyum lebar dengan air mata haru mengalir dipipinya, “Hyuna.. aku senang sekali melihatmu sadar..”

“Apa yang terjadi?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Naeun menyeka air matanya dan menggenggam tangan Hyuna, “Kemarin kau loncat dari gedung sekolah, tapi beruntung Hyunseung oppa berhasil melindungimu..” ucapnya dan mulai menangis.

Hyuna kembali mengingat kejadian kemarin, Hyunseung menariknya dan memeluknya erat. “Hyunseung oppa?! Bagaimana keadaannya?!” Tanyanya panic.

Naeun berusaha menghentikan tangisnya, “Tulang rusuknya patah, juga mengalami pendarahan didadanya..” jawabnya.

Hyuna benar-benar terkejut dengan mata melotot, “Ne?! bagaimana kondisinya?!”

“Hyunseung oppa baru selesai menjalani operasi, dia masih harus melewati masa kritisnya akibat pendarahan itu..” jawab Naeun sedih.

Bulir air mata Hyuna mulai berjatuhan, “Oppa..” tangisnya, lalu bergerak bangkit perlahan, “Ahhh..” rintihnya karena tubuhnya terasa sakit ketika digerakkan.

“Hyuna! Jangan bergerak dulu!” ucap Naeun sambil menahan tubuh Hyuna.

Hyuna memegang kedua lengan Naeun, “Naeun-a! aku harus melihat kondisinya! Kumohon bawa aku kesana!!” pintanya.

Naeun memandang Hyuna sedih. Akhirnya dia membawa Hyuna ke ruang ICU Hyunseung menggunakan kursi roda, begitu tiba disana hanya ada ibu Hyunseung didepan ruang ICU Hyunseung.

“Eommanim.. bagaimana kondisi Hyunseung oppa?” Tanya Hyuna sambil berusaha bangkit dari kursi rodanya.

“Hati-hati Hyuna..” ucap Naeun sambil membantu Hyuna bangkit.

Ibu Hyunseung menatap Hyuna marah dan langsung menamparnya. PLAKK!!! Wajah gadis itu menghadap kesatu sisi.

Mata Naeun membesar melihat kejadian itu, “Eommanim!” serunya.

“Aku sudah berkata secara baik-baik Hyuna!! Jauhi Hyunseung!! Kau lihat sekarang apa yang terjadi padanya?!!!” seru ibu Hyunseung dengan bulir air mata berjatuhan.

Hyuna memegang pipinya dan terus menangis.

“Jika kau tidak menerimanya terus menerus ditempatmu, dia tidak akan seperti ini!! Jika kau ingin mati kenapa harus dia yang mengalami ini?!!” Tanya ibu Hyunseung marah.

Hyuna menatap ibu Hyunseung penuh menyesal, “Aku tidak tau Hyunseung oppa melindungiku, eommanim. Maafkan aku..” tangisnya.

Naeun merangkul Hyuna dan ikut menangis mendengar temannya malah disalahkan karena kejadian itu.

“Ini peringatan keras untukmu Hyuna! Pergi dari hidup Hyunseung!! Kau mengerti?!!” seru ibu Hyunseung marah.

Hyuna menangis pedih mendengar ucapan ibu Hyunseung, “Eommanim, ijinkan aku melihat Hyunseung oppa. Setelah itu aku akan pergi.. aku tidak akan mengganggunya lagi..” mohonnya.

“Ani!! Kau tidak pantas bertemu dengannya lagi!! Kau mengerti?!! PERGI!!” seru ibu Hyunseung.

“Eommanim! Kenapa anda tidak mengijinkan Hyuna melihat Hyunseung oppa? Dia sudah berjanji akan pergi!” ucap Naeun kesal.

“Son Naeun! Jangan sampai ayahmu tau tentang kelancanganmu ini!!” ucap ibu Hyunseung tegas.

“Eommanim!” tegas Naeun.

Hyuna memegang tangan Naeun, “Gwenchana.. kita kembali saja..” ucapnya ditengah tangis.

Naeun memandang Hyuna sedih, lalu menatap ibu Hyunseung marah. Dia kembali membantu Hyuna duduk dan membawanya ke kamar perawatan.

Malam itu Hyuna berbaring seorang diri dikamar perawatannya karena Naeun harus pulang. Dia sama sekali tidak bisa tidur. Ingatan saat Hyunseung menarik dan memeluknya erat terus terulang-ulang dikepalanya. Bulir air matanya juga terus mengalir mengingat dia hampir saja membunuh pria yang sangat dia cintai. “Miane oppa.. Jeongmall mianeyo..” tangisnya. Dia tertegun mendengar seseorang masuk dan memandang ke pintu, namun matanya langsung membesar melihat Manajer Jung.

Manajer Jung tersenyum sambil menghampiri tempat tidur Hyuna, “Hei Hyuna, bagaimana keadaanmu?”

Hyuna bangkit sambil menatap pria itu tak percaya, “Kenapa kau disini?!”

“Ssshh.. tidak perlu berteriak..” ucap Manajer Jung, “Aku kemari untuk memberikan penawaran baik untukmu..” ucapnya.

Hyuna menatap Manajer Jung penuh kebencian.

“Pertama, kau tetap menjalani hidupmu seperti ini. Tapi penuh dengan cacian dan makian orang-orang disekitarmu, juga pria yang kau cintai itu tetap menatap iba padamu.” Ucap Manajer Jung dengan senyum sinisnya, “Atau kedua, kau kembali menjadi penari ditempatku. Kau akan mendapat kehormatan disana sebagai stripstis dancer yang dipuja semua orang..”

“Kau! Pasti kau yang menyebarkan video itu kan?!!” teriak Hyuna.

“Ani.. aku memberikannya pada seseorang..” ucap Manajer Jung.

“Ne? siapa?!” Tanya Hyuna tak percaya.

“Nyonya Kim Jiwoo..” jawab Manajer Jung.

Mata Hyuna melotot dengan mulut terbuka, karena itu adalah nama asli ibu Hyunseung.

Keesokan harinya, Hyuna kembali datang keruang ICU Hyunseung, bukan untuk melihat pria itu tapi untuk berbicara dengan ibu Hyunseung atau Kim Jiwoo.

Hyuna menatap ibu Hyunseung tak percaya, “Eommanim, kenapa kau tega sekali menyebarkan video itu? kau telah menghancurkan seluruh hidupku!”

Ibu Hyunseung menatap Hyuna dingin, “Aku sudah memperingati Hyunseung, tapi dia tak mendengarkanku. Jadi itu yang kulakukan untuk membuatnya sadar..”

Hyuna terkejut, “Maksudmu, dengan menghancurkan hidupku?” tanyanya tak percaya dengan bulir air mulai berjatuhan lagi.

Ibu hyunseung tersenyum sinis, “Sejak awal hidupmu memang sudah berantakan, aku hanya ingin menyelamatkan hidup putraku. Karena dia masih memiliki masa depan yang panjang, sedangkan kau.. Kau hanya gadis hina yang tidak berguna, bahkan ayahmu lebih memilih pergi untuk menyelamatkan dirinya sendiri..”

Hyuna tak percaya ibu Hyunseung menghinanya seperti itu, “Eo.. eommanim..”

“Dan enyahlah! Hyunseung tidak membutuhkanmu lagi!!” ucap ibu Hyunseung dan berbalik pergi.

Hyuna tidak bisa melakukan apa pun selain menangis pedih. Sekarang dia tidak punya siapa pun lagi untuk bersandar. Kakinya terasa lemas dan jatuh terduduk dilantai.

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 10]

  1. ughhh cara ny hyunseung umma bener2 kejam bangeett…
    jahat banget sichhh..
    udahh gto masi nyalahin lg…
    ughhhh sebeeellll >//<

  2. boleh nggak jika aku saja yg menampar atau menjambak eomma hyunseung oppa??
    tega sekali dia berkata seperti itu pada hyuna eonnie??
    apa dia termasuk org tua yg tdk diajarkan sopan santun oleh org tua ny dulu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s