Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 8]

–I Did it For Love!!–

 8

Hyuna masuk ke kamarnya dan langsung mengunci pintu, dia tak percaya Hyunseung benar-benar mempermainkan perasaannya seperti itu. begitu masuk dia langsung duduk bersandar ke dinding sambil terus menangis.

Hyunseung membuka pintu namun tidak bisa, “Hyuna-a.. buka pintunya..” ucapnya dari luar.

Naeun menyusul Hyunseung dan mengetuk pintu, “Hyuna… buka pintunya.. Mianata..” ucapnya menyesal.

Hyuna menutup telinganya dan tetap menangis ditempatnya.

Naeun memandang Hyunseung bingung, “Oppa, eoteokhe?”

Hyunseung menghela nafas dalam, “Hyuna-a, buka pintunya.. Aku harus membersihkan darah palsu ini, rasanya lengket sekali..” ucapnya.

“Oppa.. katakan sesuatu untuk membujuknya..” ucap Naeun sebal.

Eunji dan Taemin tiba ditempat itu, “Ya.. biarkan dia dulu.. Kau tidak tau perasaannya?” Tanya Eunji heran.

Dengan berat hati Hyunseung dan Naeun beranjak dari tempatnya.

=Rumah Hyunseung=

Mata ibu Hyunseung melotot melihat baju Hyunseung dipenuhi darah, “Omo! Hyunseung!! Apa yang terjadi padamu!!” serunya panic.

Ayah Hyunseung ikut keluar dan juga terkejut, “Hyunseung!!”

“Kemanhe, ini hanya darah palsu..” ucap Hyunseung santai dan terus berjalan ke kamarnya.

“Hyunseung-a..” panggil ayah dan ibu Hyunseung sambil mengikuti putranya.

Begitu tiba di kamarnya, Hyunseung langsung membuka baju dan memperlihatkan tubuhnya pada ibunya. “Nha gwenchana..” ucapnya, membuktikan tubuhnya tidak terluka sama sekali.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau membuat tubuhnya seperti berdarah begitu?” Tanya ayah Hyunseung.

Hyunseung menatap ibunya, “Aku ingin membuat Hyuna panic dan mengatakan perasaannya yang sebenarnya padaku..” jawabnya.

Ibu Hyunseung tertegun putranya menatapnya seperti itu.

Ayah Hyunseung memandang putranya dan istrinya bingung, “Ada sesuatu yang aku tidak ketahui?”

“Aku tidak tau apa yang eomma katakan pada Hyuna. Tapi yang kutahu, eomma berusaha membuat Hyuna menjauhiku..” jawab Hyunseung dingin.

“Ne?” ucap ayah Hyunseung tak percaya sambil menatap istrinya, “Yobo?!”

Ibu Hyunseung menghela nafas dalam dan menatap putranya kesal, “Ne! eomma memang melakukannya! Kau puas?” tanyanya dingin, “Baiklah, sekarang kau sudah tau. Appa juga… Eomma tidak akan melakukannya secara tertutup lagi..”

“Yobo.. waekeure? Kenapa kau begini?” Tanya ayah Hyunseung tak percaya.

“Karena aku tidak ingin Hyunseung melakukan kesalahan dihidupnya! Berpacaran dengan Hyuna?! Yobo! Semua orang sudah tahu bagaimana Tuan Kim! Kau tau apa yang akan terjadi jika para relasi mengetahui putra kita berhubungan dengan putri dari tuan Kim?!” ucap ibu Hyunseung.

“Paling tidak putramu tidak akan menjadi perjaka tua yang tak menemukan pasangan hidupnya!” ucap Hyunseung kesal.

Ibu Hyunseung menatap putranya, “Jang Hyunseung!”

“Wae?!” tantang Hyunseung.

“Yobo-a.. itu adalah keputusan Hyunseung, kita tidak berhak ikut campur!” ucap ayah Hyunseung.

“Oh! Aku tidak bisa ikut campur?! Aku ibunya! Aku yang melahirkannya!! Aku yang membesarkannya penuh kasih sayang!!” ucap ibu Hyunseung marah.

“Yobo!” tegas ayah Hyunseung.

Ibu Hyunseung menatap putranya, “Jika kau masih mendekati gadis itu, jangan memanggilku eomma!!” serunya, lalu melangkah pergi.

“Yobo!” ucap ayah Hyunseung kaget, lalu memandang putranya. “Oh.. Hyunseung-a, jangan pikirkan eomma.. Cepat atau lambat eomma akan berubah..” ucapnya.

Hyunseung menghela nafas dalam dan mengangguk, “Ne, appa..”

“Bersihkanlah dirimu..” ucap ayah Hyunseung sambil menunjuk noda merah di perut putranya dan keluar.

=Sekolah=

Naeun mengejar Hyuna yang tak mau berbicara padanya sejak pagi tadi, “Hyuna-a.. miane.. jeongmall miane!!”

Hyuna tak menjawab dan terus berjalan di koridor.

“Hyuna-a.. Mianata..” ucap Naeun sambil menarik tangan Hyuna.

Hyuna menatap Naeun kecewa, “Naeun-a, kenapa kau membuatku terlihat bodoh seperti itu? aku benar-benar malu pada diriku!!”

Mata Naeun memerah menahan tangis penyesalannya, “Ne.. Miane. Aku tidak ingin kau terus melukai hatimu dengan berpikir akan melupakan Hyunseung oppa.. Jeongmall miane..” ucapnya menyesal, bulir air matanya mulai berjatuhan.

Hyuna menyentak tangannya yang dipegang Naeun, “Aku tidak mau berbicara denganmu lagi..” ucapnya dan berjalan pergi.

“Hyuna..” ucap Naeun sedih.

=Kafe=

“Hyuna tidak mau berbicara denganku lagi.. Dia benar-benar marah padaku..” tangis Naeun di depan Eunji dan Taemin.

Taemin mengelus bahu Naeun, “Gwenchana, kalian kan berteman sejak kecil. Tinggal tunggu suasana hatinya membaik dan kembali berbicara dengannya..”’

Eunji menghela nafas dalam, “Ahh.. micheoso.. Mengapa semua ini jadi semakin rumit?”

Taemin memberikan sapu tangannya pada Naeun dan memandang Eunji, “Eunji-a, apa kau bisa menyelidiki tentang semua ini? Kurasa ini bukan sekedar hal sepele..”

Eunji berpikir sejenak, “Mmm.. Kurasa aku harus menemukan sebuah cara untuk bisa menginap di rumah paman Jang.” Ucapnya.

“Ne, coba saja..” ucap Taemin setuju.

“Baiklah, antarkan Naeun pulang. Aku akan menyusun rencanaku..” ucap Eunji sambil bangkit dan segera melangkah pergi.

“Oke..” ucap Taemin mengerti, lalu memandang Naeun. “Sudah merasa lebih baik?”

Naeun mengangguk dan tersenyum, “Ne, gumawoyo oppa..”

Taemin tersenyum, “Ne..”

“Mmm.. oppa, kenapa Eunji eonni dan kau benar-benar ingin membantu Hyunseung oppa?” Tanya Naeun ingin tau.

“Ohh.. hanya masalah sepele.” Jawab Taemin, “Aku mengenal Hyunseung sejak SMA, dia pria yang misterius. Tapi hanya dia yang mau satu kelompok denganku, juga mau mendengarkanku berbicara. Karena itu aku selalu berada disisinya hingga sekarang..” ucapnya sambil menahan tawa, “Eunji dan Hyunseung itu sepupu, tapi tidak ada yang tau..”

“Ohh.. begitu..” ucap Naeun mengerti.

“Sudah semakin sore, aku akan mengantarkanmu pulang. Khaja..” ajak Taemin.

Naeun mengangguk dan bangkit dari duduknya.

=Beberapa Saat Kemudian, Rumah Hyunseung=

“Gommo(bibi), bolehkan aku menginap disini? Aku takut jika sendirian terus dirumah. Appa dan eomm sedang keluar negeri..” bujuk Eunji pada ibu Hyunseung.

“Ne? kenapa tiba-tiba mereka pergi? Ada urusan pekerjaan?” Tanya ibu Hyunseung.

“Ani..” ucap Eunji, “Mereka sedang bulan madu yang kedua.” Lanjutnya sebal.

Ibu Hyunseung menahan tawa, “Oh.. keure.. menginaplah disini.”

Eunji tersenyum lebar, “Gumawoyo, gommo..” ucapnya senang.

=Flashback=

“Eomma, appa.. pergilah berbulan madu. Apa kalian tidak bosan bekerja terus? Aku juga sudah besar, sekarang saat kalian menikmati waktu berdua..” ucap Eunji pada orang tuanya sambil tersenyum lebar.

Ayah dan ibu Eunji saling berpandangan bingung, lalu tertawa malu. “Ne?”

“Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Aku tau eomma dan appa juga ingin berlibur berdua.. keutji?” Ucap Eunji.

“Aigoo.. putrid kita pengertian sekali..” ucap ayah Eunji senang.

“Keurom.. Appa dan eomma kan sudah membesarkanku dengan baik, ini saatnya memiliki waktu berdua. Aku tidak meungkin menghalangi kalian..” ucap Eunji dengan senyum malaikatnya.

=Flashback end=

Eunji selalu hampir tertawa mengingat saat dia memaksa orang tuanya pergi berbulan madu kedua. Sekarang dia menempati kamar tamu yang dulu di tinggali Hyuna, dengan begitu dia bisa menyelidiki tentang Hyunseung agar bisa membantunya.

Hyunseung melangkah masuk ke ruang makan dan tertegun melihat Eunji, “Apa yang kau lakukan disini?”

Eunji menatap Hyunseung kesal, “Begitu caramu menyapa sepupumu?” tanyanya tak habis pikir.

Hyunseung bergerak duduk dihadapan Eunji sambil memandang ibu dan ayahnya, “Kenapa dia disini?”

“Dia akan menginap disini hingga orang tuanya pulang dari luar negeri..” jawab ibu Hyunseung.

Eunji tersenyum lebar pada Hyunseung.

Hyunseung memandang Eunji aneh, “Ohh..” ucapnya dan mulai makan.

“Hyunseung-a, kau kan sudah masuk semester 5. Bagaimana jika kau mulai mempelajari perusahaan appa?” Tanya ayah Hyunseung.

Hyunseung diam sejenak memandang ayahnya, “Mmm.. aku akan memikirkannya..” ucapnya dan melanjutkan makan.

“Kenapa memikirkannya lagi Hyunseung? Semakin cepat kan semakin baik..” ucap ibu Hyunseung.

“Hmm..” gumam Hyunseung menjawab ibunya.

Ibu Hyunseung menghela nafas dalam, dia tau putranya masih kesal padanya.

Eunji melirik Hyunseung dan ibunya bergantian, ‘Ada apa dengan mereka?’ batinnya tak mengerti.

=Perjalanan Pulang=

Hyuna melangkah kembali ke gedung tua tempat dia tinggal setelah dari restaurant sambil memikirkan Hyunseung yang telah mengatakan perasaannya berkali-kali. Dulu dia selalu bermimpi bisa mendengar ucapan itu, tapi sekarang semuanya sudah berbeda. Dia menghela nafas dalam sambil berhenti dan memandang langit malam yang dipenuhi bintang sedih. Ketika kembali melangkah dia terlonjak kaget melihat Hyunseung sudah berdiri didepannya dengan kedua tangan masuk ke saku jaket. “OH! OPPA!!” teriaknya kaget.

Hyunseung tersenyum manis, “Wae?”

Hyuna mengelus dadanya, “Ahh.. kupikir hantu!!”

“Tidak ada yang namanya hantu, Hyuna.. Khaja..” ajak Hyunseung sambil menarik tangan Hyuna berjalan bersamanya.

Hyuna menyentak tangannya, membuat pria itu memandangnya tak mengerti. “Aku tidak akan memaafkanmu semudah itu!” ucapnya, lalu melangkah cepat melewati Hyunseung menuju gedung tua tak jauh dari sana.

Hyunseung mengikuti Hyuna dari belakang, “Hyuna-a..” panggilnya.

Hyuna tetap berjalan tanpa mendengarkan Hyunseung.

“Itu semua ideku dan Eunji, Naeun hanya membantu. Jangan memusuhinya..” ucap Hyunseung.

Hyuna berhenti didepan gedung tua itu dan berbalik menatap Hyunseung, “Wae?!”

Hyunseung menatap Hyuna dalam, “Naeun itu sahabatmu, dia membantu karena ingin kau sadar kau masih mencintaiku..”

Hyuna menatap Hyunseung marah, matanya memerah menahan air mata dan bulir-bulir air mulai berjatuhan. “Aku tidak pernah berkata aku tidak mencintaimu.. Aku berkata akan berhenti memperdalam perasaanku padamu.. Kenapa kau tidak bisa mengerti?”

“Karena aku mencintaimu..” ucap Hyunseung, “Bukankah kau yang berkata mencintai disatu sisi itu menyakitkan? Aku sedang berusaha agar tidak merasakan sakit itu..”

Hyuna menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya, lalu kembali memandang Hyunseung. “Oppa…”

“Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu kembali seperti dulu?” potong Hyunseung.

Hyuna menunduk sedih, “Tidak ada..”

“Ani! Pasti ada! Katakan! Apa yang harus kulakukan?!” Tanya Hyunseung.

Hyuna memandang Hyunseung, “Bisakah kau memutar waktu?” tanyanya, “Kembali kesaat sebelum aku dan kau bertemu di pesta kantor itu?”

Hyunseung memandang Hyuna tak mengerti, “Ne?”

“Agar aku bisa membatalkan niatku ikut kesana, dengan begitu aku tidak akan mengenalmu..” jelas Hyuna sedih.

Hyunseung terdiam sesaat, “Hyuna…”

“Kau tau apa yang kurasakan saat itu?” Tanya Hyuna, “Aku merasakan cinta pada pandangan pertama padamu, semua yang ada padamu terlihat mengagumkan dimataku. Meskipun kau tidak pernah tersenyum dan hanya menatapku dingin, aku tetap mengagumimu. Aku meminta ayahku agar mengajakku kerumahmu, agar aku bisa memandangmu. Mengetahui lebih banyak tentangmu. Kupikir dengan tetap bersamamu aku bisa meluluhkan hatimu, aku berdoa setiap malam untukmu. Aku tau kapan kau harus ujian, kapan kau menerima rapor, atau pun ketika kau sakit. Aku tau semuanya. Aku sudah memperhatikanmu selama 10 tahun, tapi tidak sekali pun kau menatap lurus kemataku. Aku mengatakan apa yang kurasakan padamu, tapi tidak sekali pun kau mengatakan hal manis untuk membalasnya. Apakah aku menyerah? Ani, aku terus ada untukmu..” ucapnya, dia berhenti sejenak sambil menyeka air matanya. “Setelah semua yang terjadi padaku. Perusahaan ayahku bangkrut, aku ditinggal oleh ayahku, bahkan sampai menjadi penari striptis di klub. Aku kembali memikirkan semuanya, kalau aku telah keliru menyimpanmu selama bertahun-tahun dihatiku..”

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Hyuna, aku benar-benar mencintaimu sekarang.. Aku akan menebus 10 tahun yang kau rasakan dengan 10 tahun yang indah..”

Hyuna menggeleng pelan, “Apa yang kurasakan selama 10 tahun ini..” ucapnya menggantung, “Aku akan membuangnya..”

Hyunseung terpaku, “Mwo?”

“Aku akan membuang semuanya..” ucap Hyuna, “Terima kasih oppa.” Ucapnya sambil membungkuk sopan, lalu berbalik dan berjalan masuk.

Hyunseung tak percaya Hyuna mengatakannya, “Hyuna!”

Hyuna berhenti melangkah namun tak berbalik sambil menahan air matanya.

Hyunseung menatap punggung Hyuna tegas, “Kau akan kembali padaku.. Aku akan memastikannya!”

Bulir air mata Hyuna kembali berjatuhan, kakinya kembali melangkah.

“Kau akan datang padaku!!” seru Hyunseung.

Hyuna kembali menghentikan langkahnya, lalu menyeka air matanya dan berbalik menatap Hyunseung, “Aku tidak akan datang padamu lagi..”

Kedua tangan Hyunseung menggenggam kuat dan menatap Hyuna marah, “Andwae!! Kau akan kembali padaku!” ucapnya, lalu berbalik dan pergi.

Hyuna memandang Hyunseung yang berjalan pergi sedih, kakinya terasa lemah berjongkok ditempatnya sambil menangis. Memikirkan Hyunseung tak lagi ada disekitarnya sudah membuatnya sangat takut. “Oppa..” tangisnya.

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 8]

  1. ughhh ini semua karna umma ny hyun oppa..
    coba gag nekan hyuna unni pasti dech unni gag kn ngrasa minder gtoo…
    ayoo oppa..
    buat unni datang lg k oppa..
    buat juga umma mu sadar kalo dya salah..
    ahhh suka ma trio wek2 tu *lirik taemin eunji naeun..
    kkk ada2 aja rencana nya..
    moga mereka bisa bantu 2hyun bersatu…
    ^^

  2. huft … kapan penderitaan Hyuna akan berakhir??
    aku harap Hyuna Eonnie segera kembali pada Hyunseung Oppa n Oppa jangan menyerah mendapatkan kembali hati Eonnie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s