Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 7]

–Die for You–

 7

Hyunseung melangkah kembali ke gedung tua yang ditinggali Hyuna dengan satu tangan membawa bungkusan makanan, langkahnya terhenti melihat ibunya keluar dan berjalan pergi. “Eomma?” gumamnya bingung, “Eom..” dia langsung membatalkan niat memanggil ibunya, lalu melirik kearah gedung. “Kenapa eomma kemari?” gumamnya curiga, lalu dengan cepat kembali ke kamar Hyuna.

Hyuna duduk bersandar ke dinding sambil memeluk lututnya, dia sangat bingung harus melakukan apa.

Hyunseung membuka pintu dan melangkah masuk, “Hyuna..”

Hyuna mengangkat wajahnya memandang Hyunseung.

Hyunseung langsung duduk di hadapan Hyuna, “Tadi aku melihat ibuku kemari, apa yang dia katakan?”

Hyuna menghela nafas dalam dan kembali menunduk, “Tidak ada..”

“Jangan berbohong! Tidak mungkin ibuku tidak mengatakan apa pun!” ucap Hyunseung kesal.

“Oppa, kenapa kau terus kembali kemari? Urus saja dirimu..” ucap Hyuna heran.

Hyunseung menatap Hyuna curiga, “Ibuku mengatakan sesuatu tentangku kan?”

“Sudahlah oppa, lebih baik kau tidak menemuiku lagi..” ucap Hyuna.

“Aissh.. jika bukan aku, siapa lagi yang akan menjagamu? Pabo!” ucap Hyunseung.

“Oppa, aku bisa menjaga diriku sendiri..” ucap Hyuna.

“Sekali lagi kau membahas tentang ini, aku akan menyeret ibuku kemari untuk meminta maaf padamu!” ancam Hyunseung.

Mata Hyuna membesar, “Oppa!”

“Sudah! Diamlah!” ucap Hyunseung sambil membuka bungkusan ditangannya, “Segera makan ini..”

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung berjalan masuk ke rumah dengan wajah tanpa ekspresi.

“Oh.. Hyunseung-a, kenapa baru pulang sekarang?” Tanya ibu Hyunseung.

Hyunseung berhenti dan tersenyum simpul pada ibunya, “Eomma, aku tidak peduli seberapa besar keinginan eomma menyingkirkan Hyuna dariku. Aku akan tetap bersamanya..” ucapnya, lalu membungkuk sopan dan berjalan masuk.

Ibu Hyunseung tertegun, “Ne?”

=Perjalanan Menuju Sekolah=

Hyuna menahan langkahnya dan menarik tangannya dari pegangan Hyunseung, “Oppa! Kau tau ibumu tidak suka kau mendekatiku, kenapa kau masih melakukan ini?!” tanyanya kesal.

Hyunseung memandang Hyuna dingin, “Karena kau tidak mengatakan apa pun tentang apa yang di ucapkan ibuku padamu, jadi aku juga akan berpura-pura tidak tau apa pun.” Ucapnya, lalu tersenyum tipis. “Khaja cagiya..” ucapnya manis dan kembali menarik tangan Hyuna.

“Oppa..” ucap Hyuna sebal.

Hyunseung terus menarik Hyuna hingga tiba didepan sekolahnya, “Nahh.. kita sudah tiba..” ucapnya.

“Hmm.. segera pergi ke kampusmu..” ucap Hyuna sambil melangkah masuk.

Hyunseung menarik tangan Hyuna, “Tunggu dulu..”

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Apa lagi..”

“Hari ini aku ujian, tidak memberiku jimat lagi?” Tanya Hyunseung heran.

“Ne? oh.. aku tidak tau kau ujian..” jawab Hyuna.

“Aigoo.. bagaimana mungkin kau lupa..” ucap Hyunseung kesal, “Kalau begitu, beri jimat disini..” ucapnya sambil menunjuk pipinya.

Wajah Hyuna merona, “Oppa!” ucapnya malu sambil memandang ke kanan dan kiri.

“Pali.. kau ingin aku terlambat ujian?” Tanya Hyunseung.

“Pergilah..” ucap Hyuna dan langsung berlari masuk.

“Ya.. Kim Hyuna!” panggil Hyunseung kesal, namun bibirnya membentuk senyuman.

Sepulang sekolah.

“Hyuna-a, kenapa kau tidak menerima Hyunseung oppa? Sepertinya sekarang oppa benar-benar menyukaimu.” Ucap Naeun.

Hyuna diam sejenak dan tersenyum tipis, “Kupikir lebih baik seperti ini..”

“Wae?” Tanya Naeun.

Hyuna memandang Naeun sambil tersenyum, “Naeun-a, semua orang sudah tau ayahku seorang penipu. Juga hidupku jadi sangat sulit sekarang. Aku tidak ingin menyulitkan Hyunseung oppa juga..”

“Tapi kan Hyunseung oppa tidak pernah merasa sulit karenamu..” ucap Naeun.

“Ne.. Tapi aku yang merasa sulit melihatnya seperti itu..” ucap Hyuna.

Naeun memandang Hyuna khawatir, “Hyuna-a, kenapa kau masih ingin menanggungnya sendiri? Hyunseung oppa sekarang akan selalu berada disisimu, yang kau perlukan hanya membiarkannya memiliki hatimu..” ucapnya.

Hyuna tersenyum sedih, “Naeun-a, jika kau berada diposisiku. Kau pasti mengerti..”

Naeun hanya menghela nafas dalam.

=Kampus Hyunseung=

Taemin melangkah keluar dari kelasnya sambil mengemut lollipop, “Oh.. Eunji-a..” panggilnya begitu melihat Eunji berlalu di lorong.

Eunji berhenti dan memandang Taemin, “Taemin, kau melihat Hyunseung? Tadi dia ada dikelas tapi tiba-tiba menghilang..”

“Aku juga ingin menanyakan itu..” ucap Taemin.

“Aigoo.. kemana dia sebenarnya..” ucap Eunji sebal.

“Ya sudah, ayo kita pergi.” Ucap Taemin, lalu melangkah bersama Eunji keluar dari gedung kampus.

Eunji berhenti melangkah ketika melihat seorang gadis mengenakan seragam SMA berdiri di depan kampus dan sepertinya mencari-cari seseorang, “Hm? Siapa itu?”

Taemin berhenti dan menoleh kearah orang yang dimaksud Eunji. Matanya langsung membesar, “Wuaaa.. yeppo!” ucapnya kagum.

“Aigoo.. dia masih SMA..” ucap Eunji aneh.

Dahi Taemin berkerut, “Oh.. seragamnya sama seperti Hyuna..” ucapnya.

“Hyuna? Kekasih Hyunseung itu?” Tanya Eunji.

“Ne..” jawab Taemin, “Aku akan menghampirinya..” ucapnya sambil menghampiri gadis yang tak lain adalah Naeun itu. “Permisi..”

Naeun memadang Taemin, “Ne?”

“Mmm.. kau teman Hyuna?” Tanya Taemin.

“Ne..” Jawab Naeun cepat sambil tersenyum, “Apa oppa mengenal Jang Hyunseung?” Tanyanya langsung.

Taemin tersipu mendengar Naeun memanggilnya oppa, “Ne? ohh.. ne.. Aku sangat mengenal Hyunseung..”

Naeun tersenyum lega, “Syukurlah.. Apakah Hyunseung oppa masih dikampus? Sejak tadi aku tidak bisa menemukannya..”

“Sepertinya dia sudah pergi.” Jawab Taemin.

“Ne? ohh.. beigtu…” ucap Naeun kecewa.

“Oh.. jangan sedih, nona.. Aku bisa menghubunginya untukmu..” ucap Taemin cepat.

“Jinja?” Tanya Naeun kembali ceria.

“Keurom, khaja..” ajak Taemin.

=Sebuah Kafe=

“Oh.. begitu, jadi karena itu kau ingin berbicara dengan Hyunseung?” Tanya Eunji setelah mendengar cerita Naeun.

“Ne, eonni..” jawab Naeun.

“Aku akan menghubunginya sekarang..” ucap Taemin sambil mengeluarkan ponsel dan menempelkannya ke telinga, “Hyunseung-i.. odiga?” tanyanya manja.

Eunji menatap Taemin jijik, lalu memandang Naeun yang juga mengerutkan dahinya.

“Datanglah kemari, ada seseorang yang ingin menemuimu. Ani.. aku tidak akan memberitaumu siapa orangnya hingga kau datang sendiri..” ucap Taemin, “Aniya.. paliwa..” ucapnya lagi, namun wajahnya berubah kesal. “Aissh.. orang ini akan membicarakan tentang Hyuna. Ne! paliwa!” tegasnya, lalu kembali tersenyum. “Saranghae..” ucapnya, lalu memutuskan telepon.

“Ya! Kau gay?” Tanya Eunji kesal.

Taemin tertawa geli, “Aniya, Hyunseung akan marah-marah jika aku mengatakan itu. Dan itu sangat lucu..”

Naeun tertawa kecil, “Hyuna juga pernah mengatakan hal seperti itu..”

Akhirnya Hyunseung tiba dengan wajah sebalnya.

“Hyunseung!!” panggil Taemin sambil melambai.

“Oppa..” sapa Naeun sambil tersenyum.

“Son Naeun?” ucap Hyunseung bingung.

=Suatu Malam=

Hyuna melangkah kembali ke gedung tua tempat tinggalnya setelah dari restaurant sushi, dia tertegun melihat Hyunseung berdiri dijalan yang biasa dia lalui.

Hyunseung menatap Hyuna kesal, “Kenapa lama sekali?”

“Oppa, kenapa ada disini?” Tanya Hyuna.

Hyunseung merangkul Hyuna dan berjalan bersama gadis itu, “Aku merasa tidak baik, jadi kuputuskan untuk bertemu denganmu..” ucapnya.

“Oppa, jika kau tidak pulang ibumu akan khawatir..” ucap Hyuna.

“Aniya, aku sudah berkata aku akan menginap dirumah Taemin.” Jelas Hyunseung.

Hyuna menghela nafas dalam dan mendorong Hyunseung agar melepaskan rangkulannya, “Oppa..” ucapnya. “Kemanhe, aku tidak ingin kau terus menemuiku. Aku akan membayar hutang-hutang ayahku. Jadi tidak perlu datang lagi..”

Hyunseung diam menatap Hyuna, “Aku tidak butuh uangmu untuk membayarnya, jadi kau harus membayarnya dengan hatimu. Cukup hanya dengan mencintaiku sepenuh hatimu, tetap berada disisiku, hutang itu akan menghilang selamanya..”

Hyuna menatap Hyunseung sedih, “Oppa..”

Dengan gerakan cepat Hyunseung membungkuk dan menutup mulut Hyuna dengan bibirnya, lalu kembali berdiri tegap sambil memandang gadis itu. “Jika kau berbicara lagi, aku akan melakukanmu lagi.” Ucapnya dan tersenyum. “Khaja..” ucapnya sambil kembali merangkul gadis itu dan menariknya berjalan bersama.

Hyuna tidak bisa mengatakan apa pun lagi sekarang.

Tiba-tiba seorang pria berpakaian hitam dengan topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya muncul didepan Hyunseung dan Hyuna.

Hyunseung terkejut dan menarik Hyuna semakin dekat dengannya.

Pria itu menatap kedua Hyuna dan Hyunseung tajam.

“Mwo? Cepat minggir!” ucap Hyunseung kesal.

Pria itu menggerakkan jarinya kekanan dan kiri tanda tidak akan membiarkan mereka lewat.

Hyunseung menghela nafas kesal, “Mwo? Kau ingin uang? Aiss..” ucapnya sambil mengeluarkan dompet.

Mata Hyuna membesar melihat Hyunseung mulai mengeluarkan uangnya, “Oppa?!”

“Apa? Diam saja..” ucap Hyunseung pada Hyuna dan memberikan semua uang yang dia punya, “Ini, segera menyingkir!”

Pria itu memandang uang ditangan Hyunseung, lalu menggeleng dan menunjuk Hyuna dengan tangannya.

Hyunseung memandang Hyuna, lalu tertawa sinis. “Cih.. mwo? Jangan bermimpi..” ucapnya. “Kau tidak mau? Keure..” dia kembali memasukkan uangnya kedompet dan menyimpannya. “Khaja..” ucapnya sambil menarik Hyuna pergi.

Mata Hyuna melotot melihat pria itu mengeluarkan sebuah pisau dan mengarahkannya kepada Hyunseung, “Oppa!”

Hyunseung langsung memeluk Hyuna dan menarik gadis itu kebelakang tubuhnya, “Ya!!”

Pria itu menghunuskan pisaunya dan menyerang Hyunseung.

“Hyuna!! Berlindung!!” seru Hyunseung sambil menahan pisau ditangan pria itu, lalu mendorongnya menjauh dari Hyuna.

“Oppa!!” Teriak Hyuna panic.

Hyunseung menendang pria itu dengan lututnya, lalu mendorongnya ke trotoar. “Ya! Kenapa berdiri disana?! Cepat pergi!!” teriak Hyunseung pada Hyuna.

Mata Hyuna melotot melihat pria tadi sudah bangkit didepan Hyunseung. “Oppa!! Awas!!” teriaknya.

Hyunseung menoleh tepat saat pria tadi menusuknya perutnya, “Ahhk!” teriaknya menahan sakit.

Hyuna membungkam mulutnya melihat itu, bulir air mata langsung berjatuhan dari matanya.

“Aissh!” Hyunseung mengumpulkan kekuatan terakhir memukul kepala pria itu hingga jatuh tak sadarkan diri. Tubuhnya tampak bergetar, darah mulai mengalir dari perutnya. “Ahh…” rintihnya.

“oppa!!” seru Hyuna sambil menghampiri Hyunseung dan memapahnya, “Oppa, ayo kerumah sakit!!”

“Ahh…” Hyunseung tak sanggup menahan tubuhnya tetap berdiri dan jatuh ke trotoar.

Hyuna menangis panic sambil memegang kedua pipi Hyunseung, “Oppa!! Bertahanlah!!” tangisnya.

Hyunseung memejamkan matanya menahan sakit, lalu kembali membukanya untuk memandang Hyuna lemah. “Hyuna.. Miane..” ucapnya pelan.

“Ne?” Hyuna menatap Hyunseung kaget, “Mwo?! Kenapa kau berkata seperti itu?!!” teriaknya semakin panic, lalu mengeluarkan ponsel pria itu dari saku celananya. “Aku akan menghubungi ambulance!”

Hyunseung menahan tangan Hyuna, tampak cairan merah ditangannya juga mengotori tangan gadis itu.

“Oppa..” ucap Hyuna tak percaya.

“Ani.. kau tidak perlu menghubungi siapa pun..” ucap Hyunseung, “Gwenchana..” ucapnya dan tersenyum lemah.

Mata Hyuna membesar, “Mwo?! Ani!! Oppa!! Jangan berkata seperti itu!!” tangisnya.

“Aku tau seharusnya aku menyadari perasaanku lebih cepat.. tapi sekarang sudah terlambat.. Keutji?” Tanya Hyunseung sedih.

Bulir air mata Hyuna semakin deras mengalir, “Oppa…” tangisnya.

Hyunseung tersenyum sambil mengangkat satu tangannya ke pipi Hyuna, “Saranghaeyo..” ucapnya pelan. Matanya mulai terpejam dan tangannya jatuh ke perutnya.

Hyuna terpaku melihat Hyunseung menutup matanya, “Oppa..” panggilnya sambil mengguncang tubuh pria itu. “Oppa!!” panggilnya lagi, tetap tak adak respon. “Andwae!! Oppa!!” teriaknya histeris, lalu menangis di dada pria itu. “Oppa!! Jangan tinggalkan aku!! Oppa!!” teriaknya. Dia mengangkat kepalanya dan memegang kedua pipi Hyunseung, “Oppa!! Jebal!! Jangan tinggalkan aku!! Na saranghaeyo oppa!! Aku tidak mungkin bisa berhenti mencintaimu!! Jangan pergi!!” tangisnya. Bulir air matanya sampai menetes ke pipi pria itu. “Oppa!!” panggilnya sambil memeluk kepala pria itu dan terus menangis, “Oppa…” tangisnya pedih.

Perlahan bibir Hyunseung membentuk senyuman, lalu mengelus lengan Hyuna yang memeluk kepalanya.

Hyuna terkejut merasakan Hyunseung mengelus lengannya dan langsung memandang pria itu, “Oppa?”

Hyunseung membuka matanya sambil tetap tersenyum, “Kenapa sulit sekali bagimu mengatakan itu?”

“Oppa? Wae?” Tanya Hyuna tak mengerti sambil memandang darah di perut Hyunseung.

“Ahhh… appo..” ucap pria yang tadi menyerang Hyunseung sambil bergerak duduk dengan kedua tangan memegang perutnya.

Hyuna memandang pria itu kaget, apalagi ketika membuka masker dan topinya, pria itu adalah Taemin!!

Taemin tersenyum pada Hyuna, “Annyeong..”

CUT!!!” seru Eunji dari balik pagar dengan senyuman lebar diwajahnya.

Hyuna semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi.

Hyunseung bergerak duduk sambil tersenyum lebar memandang ekspresi Hyuna.

“Ada apa ini?” Tanya Hyuna tak mengerti.

“Miane Hyuna-a, ini cara untuk membuatmu terbuka dengan perasaanmu..” ucap Eunji.

“Mwo?” ucap Hyuna tak percaya, lalu menatap Hyunseung marah. “Oppa! Kau melakukan ini?!”

“Jika tidak melihatku mati, kau tidak akan mengatakan itu..” ucap Hyunseung senang.

“Oh! Kau… oppa..” ucap Hyuna tak percaya.

Naeun mengintip dari balik pagar, “Hyuna-a..” panggilnya pelan.

Hyuna memandang Naeun tak percaya, “Naeun-a? kenapa kau disini?”

Naeun berjalan pelan ke sebelah Eunji dengan senyum menyesalnya, “Miane, aku juga membantu mereka..”

Mulut Hyuna terbuka mendengar ucapan Naeun, “Ne?!”

Hyunseung menarik dagu Hyuna agar memandangnya, “Ya Kim Hyuna, dia melakukan ini karena kau terus berusaha menyembunyikan perasaanmu..”

Hyuna menatap Hyunseung marah, “Oppa! Tega sekali kau melakukan ini!” ucapnya.

“Ne.. memang kelewatan, tapi dengan begini kau bisa membuka hatimu lagi untukku..” ucap Hyunseung sambil menahan senyumnya.

Hyuna menggigit bibir bawahnya menatap Hyunseug, “Oppa, kau tidak tau betapa paniknya aku beberapa menit lalu? Kupikir aku benar-benar melihatmu mati! Sekarang kau tersenyum seperti tidak melakukan apa pun! Micheoso!!” teriaknya dengan bulir air mata berjatuhan.

“Ne.. arasso. Mianata..” ucap Hyunseung menyesal.

Hyuna mendorong Hyunseung menjauh darinya, lalu berdiri dan berjalan cepat pulang sambil menyeka air matanya yang tak bisa berhenti mengalir.

“Ya.. Hyuna..” panggil Hyunseung sambil mengejar gadis itu.

“Hyuna-a..” panggil Naeun sambil ikut mengejar Hyuna.

Eunji berpandangan bingung dengan Taemin.

Taemin meringis sambil memegang perutnya, “ahh.. dia benar-benar menendangku..” ucapnya.

Eunji tertawa, “Sudahlah.. ayo..”

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 7]

  1. yaaa unni berhasil ngecoh lagii eohh..
    kirain beneran ada insiden kayak gtoo…
    ternyata cuma akal2an hyun oppa doang…
    pyuuhhh sempet nahan napas kalo ada apa2 ma hyun oppa..
    pasti hyuna unni yg kena marah lg ma umma nya hyun oppa..
    jangan lama2 marah nya unn..
    kan hyun oppa nglakuin tu demi unni juga..
    kkkk
    next ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s