Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 3]

–The Sexy Dancer–

 3

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung memandangi jimat pemberian Hyuna di meja belajarnya. Dia tak bisa memikirkan apa pun karena terlalu khawatir pada gadis itu, “Hyuna-a, odiga?” gumamnya. Akhirnya dia bangkit dan melangkah keluar dari kamarnya. Ketika melewati ruang kerja ayahnya, dia heran melihat ayahnya termenung. Seperti memikirkan sesuatu yang berat. “Appa, gwenchana?” tanyanya.

Ayah Hyunseung tertegun dan memandang putranya, “Ne? oh.. ne.. gwenchana..”

Dahi Hyunseung berkerut, lalu melangkah masuk ke ruang kerja ayahnya. “Appa, waekeure?” tanyanya sambil bergerak duduk.

“Aniya..” jawab ayah Hyunseung, dia tak memandang putranya dimata karena terlalu gugup.

Hyunseung semakin curiga melihat gelagat ayahnya, “Appa, katakan saja..” ucapnya.

Ayah Hyunseung menatap putranya, lalu menghela nafas dalam. “Hyunseung, ini tentang Hyuna.”

Hyunseung tertegun, “Kim Hyuna?”

“Ne..” jawab ayah Hyunseung.

Hyunseung langsung penasaran tentang apa yang dirisaukan ayahnya, “Waeyo appa?”

“Mmm…” ayah Hyunseung membuka mulut untuk berbicara, namun membatalkan niatnya. “Ah.. ani, appa tau kau selalu terganggu olehnya. Gwenchana, kembalilah kekamarmu..”

“Ani! Katakan appa!! Waeyo?!” Desak Hyunseung panic.

“ohh.. itu.. beberapa hari lalu appa pergi ke klub bersama rekan bisnis appa, saat itu appa hanya iseng masuk ke ruang VIP. Dan…” ayah Hyunseung menggantung ucapannya.

“Mwo?!” Tanya Hyunseung.

Ayah Hyunseung mengelus pundaknya, “Appa tidak yakin, tapi sepertinya penari striptis yang appa lihat memang Hyuna..”

Mata Hyunseung membesar, “Ne?!! dimana klub itu?!”

“Mungkin saja appa salah lihat, karena disana tidak banyak cahaya..” ucap ayah Hyunseung.

“Dimana klub itu, appa?!!” Tanya Hyunseung emosi.

=Klub=

Hyunseung melangkah masuk ke klub yang disebutkan ayahnya dan mencari ruang VIP.

“Maaf tuan, anda harus menunjukkan tanda pengenal untuk masuk kemari.” Ucap pelayan di pintu.

Hyunseung mengeluarkan tanda pengenalnya dan menunjukkannya pada pelayan itu.

Setelah memastikan Hyunseung telah diatas umur, pelayan itu membukakan pintu. “Silahkan tuan..”

Hyunseung melangkah masuk. Ternyata tempat itu memang dibuat untuk menikmati penari-penari striptis. Dia langsung memperhatikan semua penari yang sedang beraksi diatas panggung, meskipun cahaya disana redup, dia bisa memastikan tidak ada Hyuna disana. Jadi dia memutuskan untuk duduk di sebuah meja dan menunggu, meskipun dia sebenarnya tidak berharap yang dilihat ayahnya adalah Hyuna.

“Hei tampan, kau mau minum sesuatu?” Tanya seorang gadis sambil mengelus pipi Hyunseung.

Hyunseung menatap gadis itu, “Tidak, kau bisa pergi.” Ucapnya dingin.

Gadis itu tersenyum dan melangkah pergi.

Hyunseung perlu menunggu hingga satu jam hingga pergantian penari tiba. Kali ini hanya seorang penari yang naik keatas panggung, kemunculan penari itu membuat matanya hampir keluar. Dia benar-benar tak percaya gadis sexy yang mengenakan pakaian ketat yang menyerupai pakaian renang sexy dengan bagian perut terbuka itu adalah Hyuna, gadis itu menggerakkan tubuhnya dengan gerakan seduktif yang akan menaikkan birahi pria-pria yang menatapnya.

Hyuna mengikuti irama music turun dari panggung dan menghampiri para tamu sambil terus menari. Dia sudah mulai terbiasa dengan sentuhan ditubuhnya ketika menarik perhatian mereka sekarang, namun ketika memandang kesatu meja, dia langsung terpaku melihat siapa yang duduk disana menatapnya tak percaya.

Hyunseung tidak tau harus mengatakan apa saat itu karena sangat shock.

Para tamu disana mulai protes karena Hyuna berhenti menari meskipun music masih berjalan, namun gadis itu malah berlari ke belakang panggung.

Hyunseung langsung bangkit dan mengejar Hyuna.

Hyuna tak percaya Hyunseung melihatnya seperti itu. Air matanya mengalir deras mengingat ekspresi pria itu. Dia terus melangkah dilorong untuk menyembunyikan diri.

“Hyuna!” panggil Hyunseung.

Hyuna terkejut melihat Hyunseung mengejarnya dan langsung berlari.

“Hyuna!! Tunggu!!” panggil Hyunseung sambil mengejar gadis itu. Setelah lama saling mengejar akhirnya dia bisa menarik tangan Hyuna hingga berputar menghadapnya. “Ya! Kim Hyuna!”

Hyuna merasa sangat malu. Dia terus memalingkan wajahnya sambil menangis agar Hyunseung tak melihat wajahnya.

Hyunseung menghela nafas dalam dan menatap gadis itu sedih, “Pabo Hyuna..” ucapnya.

“Jangan memandangku oppa, aku sangat malu..” tangis Hyuna.

Hyunseung memegang kedua pipi Hyuna membuat gadis itu memandangnya, “Jadi selama ini kau bekerja disini?”

Hyuna kembali menunduk, dia tak sanggup mengatakan apa pun. Hanya air matanya yang mengungkapkan bagaimana perasaannya saat itu.

Hyunseung memperhatikan penampilan Hyuna sedih, lalu membuka jaketnya dan meletakkannya di bahu gadis itu. Dengan lembut dia menarik gadis itu ke pelukannya.

Manajer klub itu bersama beberapa pria bertubuh besar menghampiri mereka.

“Ya!!” seru manajer itu sambil menarik Hyunseung menjauh dari Hyuna, “Apa-apaan kau?!”

Hyunseung menatap pria itu tajam, “Mwo?! Aku akan membawa Hyuna pergi! Dia tidak pantas berada disini!”

Manajer itu tersenyum sinis, “Ne? semua orang yang berhutang padaku berhak ada disini..” ucapnya.

Hyunseung menarik Hyuna kebelakang tubuhnya sambil menatap manajer itu tajam, “Kau tidak tau siapa aku?”

Manajer itu tertawa sinis, “Siapa pun kau, aku hanya berbicara mengenai uang..”

“Berikan aku nomor rekeningmu, aku akan mengirimkannya padamu. Semuanya!” tegas Hyunseung.

“Cih..  Ya, anak kecil sepertimu tidak tau apa pun tentang ini. Jika kau ingin membawanya, bayar seakarang juga.” Ucap manajer itu.

“Aku akan membayarmu begitu aku keluar dari sini!” seru Hyunseung.

“Kalau begitu kau akan mendapatkan gadis itu setelah kau membayarnya..” ucap manajer itu.

Hyuna memandang Hyunseung yang tampak menatap pria didepannya tajam, dia melepaskan tangannya yang memegang lengan pria itu.

Hyunseung tertegun Hyuna melepaskan tangannya dan menatap gadis itu tak percaya.

“Gwenchana oppa, pergilah. Aku akan membayar hutang-hutang ayahku disini..” ucap Hyuna dengan air mata mengalir.

Mata Hyunseung membesar, “Mwo?! Ya! Micheoso?!” tanyanya sambil memegang kedua bahu Hyuna.

Hyuna menggeleng sambil melepaskan tangan Hyunseung, “Jika kau membantuku, ayahmu akan terkena masalah juga..”

Manajer itu tertawa, “Pemikiran bagus Hyuna, kemari..” ucapnya sambil mengulurkan tangannya kearah Hyuna.

Hyuna menatap Hyunseung sedih, lalu melangkah kearah manajer.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya. Tangannya langsung menarik tangan gadis itu dan kembali menariknya mundur, “Aku akan membayarnya dengan mobilku..” ucapnya sambil mengambil kunci mobil dari saku celana dan melemparkannya pada menajer itu. “Aku akan membayar sisanya nanti..”

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya, “Oppa?”

Manajer itu tersenyum melihat kunci mobil itu, karena itu adalah salah satu merk mobil mewah di Korea. “Hmm.. kau cukup pandai menukar barang, anak muda..” ucapnya, lalu maju selangkah. “Kau beruntung, dia belum di tiduri pria mana pun..” bisiknya sambil melirik Hyuna.

Hyunseung sangat marah mendengar ucapan manajer itu, “Tutup mulutmu atau aku akan menghancurkannya!”

Manajer itu tertawa sinis dan berjalan pergi bersama anak buahnya.

Hyunseung lega dia bisa membebaskan Hyuna dari tempat itu. “Ganti bajumu, kita pergi..” ucapnya.

“Oppa..” ucap Hyuna.

“Cepat!” tegas Hyunseung.

Taxi.

Hyuna melirik Hyunseung yang duduk tenang di sebelahnya, lalu memandang tangannya yang sejak tadi digenggam erat oleh pria itu. Dia merasa tidak enak karena membuat pria itu memberikan mobilnya. Hingga mereka tiba di rumah pria itu.

Hyunseung menarik Hyuna masuk untuk menemui kedua orangtuanya.

“Oh.. Hyuna?” ucap ibu Hyunseung tak percaya.

Hyuna mengangguk sopan dan menunduk menyesal.

Ayah Hyunseung muncul dan memandang putranya bingung karena menggenggam tangan Hyuna, “Hyunseung? Waekeure?”

“Appa, eomma.. Tolong ijinkan Hyuna tinggal disini sementara waktu..” ucap Hyunseung.

“Ne? oh.. keuromyeon.. mengapa tidak..” ucap ibu Hyunseung.

“Hyunseung, apa yang terjadi?” Tanya ayah Hyunseung.

Hyunseung memandang ayahnya, “Aku akan menjelaskannya nanti, biarkan Hyuna beristirahat di kamarku..” ucapnya.

“Keure, temui appa di ruang kerja..” ucap ayah Hyunseung dan berjalan masuk ke ruang kerjanya.

“Eomma akan menyiapkan makan malam, bawa Hyuna ke kamarmu..” ucap Ibu Hyuna, lalu memegang bahu Hyuna. “Hyuna-a, istirahatlah dulu..”

Hyuna mengangguk, “Ne, eommanim..” ucapnya.

Hyunseung menarik tangan Hyuna ke kamarnya.

Hyuna memandang Hyunseung bingung ketika pria itu menutup pintu kamar, “Oppa..”

Hyunseung memandang Hyuna, “Wae?”

“Oppa tidak perlu melakukan ini, oppa akan mendapat masalah..” ucap Hyuna, lalu memegang tangan Hyunseung. “Aku akan berbicara dengan manajer, aku akan memintanya mengembalikan mobilmu. Tidak apa-apa jika aku harus menjadi penari disana..”

Hyunseung menatap Hyuna marah, lalu menyentak tangannya yang digenggam gadis itu. “Mwo?! Kau merendahkan dirimu hanya karena hutang ayahmu?!”

Hyuna memandang Hyunseung sedih, “Ne..” jawabnya.

Hyunseung menahan nafasnya agar tak berteriak pada Hyuna sambil berjalan beberapa langkah, lalu kembali menatap gadis itu. “Aku bisa membeli mobil lagi nanti, tapi harga dirimu? Apa kau bisa mendapatkannya lagi nanti?!”

Hyuna menunduk sedih, bulir air mata kembali berjatuhan di pipinya. “Aku merasa tidak berharga lagi setelah kau melihatku tadi..” ucapnya.

Hyunseung terdiam mendengar ucapan Hyuna, “Ya.. Kim Hyuna..” ucapnya.

Hyuna memandang Hyunseung.

“Melihatmu disentuh pria-pria itu tidak membuatku merasa jijik padamu, aku merasa sangat marah pada diriku! Karena aku tidak melihat apa yang kau rasakan..” ucap Hyunseung. “Saat kau datang memberikan syal, aku tau ada sesuatu padamu. Tapi aku tidak melakukan apa pun, kau tau bagaimana perasaanku sekarang setelah melihat kau diperlakukan seperti itu oleh mereka?! ARA?!!” teriaknya diujung kalimat.

Hyuna terkejut dan menunduk takut.

Hyunseung menatap Hyuna marah, namun perlahan kemarahan itu melunak dengan air mata yang berkumpul dimatanya. Kakinya melangkah maju dan memeluk Hyuna, “Gwenchana, aku lebih memilih berjalan kaki. Daripada memikirkan kau harus memberikan tubuhmu untuk pria-pria brengsek itu..” ucapnya pelan sambil mengelus rambut gadis itu.

Hyuna menangis di bahu Hyunseung, kedua tangannya bergerak memeluk pria itu.

“Gwenchana, oppa akan melindungimu..” ucap Hyunseung lagi.

Ruang Kerja Ayah Hyunseung.

Mata ayah Hyunseung melotot setelah mendegar cerita putranya, “Mwo?! Kau memberikan mobilmu dan akan membayar sisa hutangnya?!”

“Ne appa..” jawab Hyunseung tanpa ragu. “Aku tau appa sangat terkejut dan pasti marah padaku, tapi aku tetap akan melakukannya. Meskipun aku harus menguras habis semua tabunganku, aku akan membebaskan Hyuna dari hal buruk itu..” ucapnya yakin.

Ayah Hyunseung menatap putranya tak percaya, “Hyunseung-a, kau tau..”

“Arayo, appa..” potong Hyunseung, “Aku tau pasti semua ini akan berimbas pada perusahaan dan imej appa, tapi aku tidak bisa membiarkan Hyuna menjadi budak disana. Aku yang akan menangani semuanya, appa tenang saja..” ucapnya yakin.

Ayah Hyunseung bukannya marah malah tersenyum, “Aniya, dengarkan dulu ucapan appa..” ucapnya.

Hyunseung tertegun melihat ayahnya tersenyum, “Mengapa appa tersenyum?”

Ayah Hyunseung tertawa kecil, “Karena kau terlihat sepertiku dulu..”

Dahi Hyunseung berkerut, “Ne?”

“Keteguhan hatimu, juga karismamu saat berbicara sangat mirip denganku. Aku sangat bangga mendengarmu membela Hyuna seperti itu..” ucap ayah Hyunseung.

Hyunseung bingung mendengar ucapan ayahnya, “Appa tidak marah?”

“Aigoo..” ucap ayah Hyunseung sambil menepuk bahu putranya, “Kenapa appa marah?” tanyanya, “Bayarlah sisa hutang itu, untuk apa appa mencari uang selama ini jika bukan untukmu? Kita bisa mencarinya lagi nanti, keutji?”

Hyunseung menatap ayahnya tak percaya, lalu tersenyum dan mengangguk sopan. “Gamshamida, appa..”

“Hmm.. sekarang kau yang jatuh hati pada Hyuna kan?” ledek ayah Hyunseung.

Hyunseung menatap ayahnya kaget, “Ne? aniya..”

Ayah Hyunseung tertawa lucu, “Aigoo.. mana ada pria yang rela melakukan apa pun demi seorang gadis jika tidak mencintaimu.”

Hyunseung tersenyum malu, “Kurasa begitu, appa..”

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 3]

  1. yeeeaayyyy hyunhyun oppa akirnya isa ngakuin jugaaa perasaan nya…
    n keren bingit oppa yg belain hyuna unni sampe kayak gtoo..
    rela mobil n tabungan ny yg jadi taruhan nya..
    aghhhh unni pengorbanan mu slama ini gag sia2 kan..
    ^^

  2. uwaaaa … hyunseung oppa ternyata sudah jatuh hati pada hyunna eonnie … eonnie penantianmu tidak sia-sia eon..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s