Uncategorized

Now!! There is no Tomorrow!! [19+]

trouble_maker-20131028-011-rita

Cast:

– Hyuna

– Hyunseung

Di sebuah klub malam, dua orang manusia duduk di sisi tempat berbeda sambil memikirkan kehidupan mereka yang terasa tidak benar-benar ‘hidup’.

Di meja bar, Hyuna menghela nafas berat memandang gelas winenya dengan satu tangan menopang kepalanya. Dress hitam ketat tanpa lengan yang dia kenakan memperlihatkan lekuk tubuh sexy-nya. Saat itu, suara musik yang memekakkan telinga tak lagi mengganggunya. Orang-orang yang asik menari tak tentu arah dibelakangnya juga sudah seperti bayangan tak terlihat olehnya. Tangannya terangkat dan mengelus bibir gelas berkaki panjangnya dengan ujung jari. Dia merasa tak berguna. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menjadi aib keluarga. Dimulai dengan masalah-masalah yang terus dia timbulkan saat SMA yang membuatnya di keluarkan, lalu keputusannya membuat tattoo di bahu kirinya membuat ia malah di marahi habis-habisan dan membuatnya seperti tak terlihat dirumah. Lahir di keluarga terpandang membuatnya sangat tersiksa sekarang. Dia kembali mengambil gelas itu dan meneguknya hingga habis.

“Segelas lagi nona?” Tanya bartender sambil menyodorkan botol wine.

Hyuna yang sudah setengah mabuk menggeleng, “Aku akan pulang..” Ucapnya sambil membuka tas dan memberikan uang pada bartender. Lalu berdiri dan melangkah sempoyongan menuju pintu keluar. Dia bahkan menabrak beberapa orang yang menari, namun dia hanya mendorong orang-orang itu agar tak menghalangi jalannya.

Disisi lain klub. Disebuah meja VVIP yang tertutup tirai dan bercahaya redup, Hyunseung mengelus rambut seorang gadis yang duduk di pangkuannya. Matanya menelusuri tubuh gadis itu tanpa ekspresi. Melihat seorang gadis hanya menggunakan bra tidak terlalu menarik lagi dimatanya, lalu mengalihkan wajahnya. Dia hanya diam tanpa melakukan apa pun meskipun gadis itu mulai menciumi wajahnya ataupun meraba dada dan perut six-pack nya.

“Tampan, kau ingin aku langsung membuka bajumu?” Tanya gadis itu dengan nada menggoda.

Hyunseung memandang gadis itu dan mengambil gelas wine-nya, dengan satu tegukan semua cairan berwarna merah itu masuk ke kerongkongannya dan kembali memandang gadis itu. “Aku ingin pulang..” Ucapnya sambil bergerak bangkit.

Gadis itu ikut bangkit agar tak terjatuh dari pangkuan Hyunseung dan bergelayut manja di lengannya, “Kau mau langsung ke rumahmu?” Tanyanya.

Hyunseung mendorong gadis itu pelan, “Aku ingin sendiri..” Ucapnya dan langsung pergi. Ia melangkah sambil mengelus pundaknya. Hidupnya terasa memuakkan sejak kedua orangtuanya meninggalkan semua harta kekayaan dan tanggung jawab perusahaan padanya. Tapi dia memutuskan tinggal di sebuah caravan (mobil yang seperti tumah) dan memberikan semua masalah perusahaan pada para sepupunya, dia hanya perlu menghabiskan waktunya dengan uang yang tak akan habis hingga 7 keturunannya nanti itu.

Disaat bersamaan, Hyuna dan Hyunseung melangkah keluar dari klub. Namun karena Hyuna setengah mabuk dia selalu merasa dunianya bergoyang dan hampir terjatuh ke kanan dan kiri jika tak berpegangan ke dinding.

Hyunseung berhenti melangkah karena Hyuna hampir saja menabraknya, dia hanya berdiri di tempatnya sambil memperhatikan gadis itu yang masih sempoyongan. Lalu memutuskan untuk tidak peduli dan kembali berjalan.

Hyuna tiba di parkiran dan membuka tas tangannya untuk mencari kunci mobil, namun matanya seperti berkunang-kunang dan tidak ada yang berhenti bergoyang. “Ahh!!” Erangnya kesal dan membalik tas tangan itu hingga semua isi didalamnya berjatuhan ke aspal. Dia berusaha menemukan yang mana kunci mobilnya, namun tetap tak bisa. Dengan kesal dia berlutut dan meraba-raba yang mana kunci mobilnya. Akirnya dia berhasil menemukan kunci mobil, “Ahh.. Ini dia..” Gumamnya senang, lalu berdiri dan langsung berjalan ke arah mobilnya tanpa mempedulikan tas tangan dan isinya masih berantakan di aspal.

Hyunseung yang sebenarnya berdiri di belakang Hyuna tadi masih berdiri sambil memperhatikan gadis itu mencari mobilnya sambil menekan kunci otomatis, lalu menunduk memandang tas gadis itu. Dia memperhatikan barang-barang disana. Ada beberapa alat make-up, dompet, ponsel, pernak-pernik gelang dan beberapa kondom. Dahinya berkerut melihat benda terakhir itu, lalu kembali memandang gadis di mabuk ditengah parkiran itu. “Mwoya?” Gumamnya tak mengerti.

Hyuna tak bisa menemukan yang mana mobilnya meskipun mendengar suara kunci otomatis terbuka, “Aissh! Dimana dia?!” Tanyanya kesal sambil terus menekan kunci otomatis di kunci. Malam semakin dingin, membuatnya hampir membeku. Saat itu seseorang memegang lengannya dari belakang, dia memandang pria itu dengan mata tetap berkunang-kunang. “Ah! Mwoya?!” Serunya sambil menarik lengannya.

Hyunseung yang satu tangannya memegang tas tangan Hyuna menarik pinggang gadis itu ke tubuhnya, “Percuma kau menekan ini, kau tidak akan menemukannya..” Ucapnya sambil mengambil kunci mobil dari tangan gadis itu.

Hyuna memandang sekitar kesal.

“Ayo.. Kau akan mendapat masalah jika mengemudi seperti ini..” Ucap Hyunseung dan menarik Hyuna menuju mobil sedan tua kesayangannya. Dia memang hidup bertolak belakang dari kenyataan.

Hyuna duduk di kursi disebelah pengemudi. Begitu menyandarkan kepalanya dia langsung memejamkan mata sambil bergumam tak jelas.

Hyunseung mengemudikan mobilnya meninggalkan kawasan klub, “Dimana rumahmu?”

Hyuna membuka matanya dan menatap Hyunseung kesal, “Wae? Kau ingin berakhir di tempat tidurku?”

Hyunseung melirik Hyuna heran. “Berikan ktp-mu..” Ucapnya sambil mengulurkan satu tangan dan tetap memperhatikan jalanan.

Hyuna membuka tas tangannya dan berusaha mencari sesuatu, namun dia tak bisa menemukannya. “Ah! Odiga?!” Ucapnya kesal dan membalik tasnya hingga barang-barangnya berserakan di lantai mobil.

“Aissh! Ya!” Seru Hyunseung kesal.

Hyuna membungkuk untuk mengambil sesuatu di dekat kakinya dan memberikannya ke tangan Hyunseung, lalu memegang kepalanya yang mulai terasa pusing.

Hyunseung tertegun melihat barang yang diberikan Hyuna. Bukan ktp, melainkan salah satu bungkus kondom. Matanya melirik gadis sexy di sebelahnya. Dengan cepat dia memutar stir mobil dan menuju kearah lain.

Paginya.

Hyuna terbangun dari tidurnya karena rasa sakit dikepalanya, “Ahh..” Rintihnya sambil memegang kepala. Hidungnya mencium aroma asap rokok, juga seperti ada yang keras dibawah kepalanya. Setelah beberapa saat dia membuka mata dan menyadari kepalanya menghadap sebuah kursi mobil dari belakang, lalu melihat yang menjadi bantal kepalanya adalah paha seseorang dengan jeans biru. Perlahan kepalanya memandang kebelakang dan melihat seorang pria bertelanjang dada memandangnya. Asap rokok terhembus dari mulutnya.

“Kau sudah bangun?” Tanya Hyunseung.

Hyuna memandang tubuhnya yang terlapisi selimut tipis, dan ternyata di balik itu dia mengenakan kemeja pria berwarna biru. Dia sudah menebak apa yang terjadi semalam. Dia bangkit perlahan dan duduk di sebelah Hyunseung yang masih asik merokok dengan satu pintu mobil disebelahnya terbuka.

Hyunseung memandang Hyuna dan kembali memandang lurus kedepan, “Kurasa ini bukan yang pertama kali kau terbangun bersama seorang pria..”

Hyuna menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dan menoleh ke jendela disisinya, “Ne..” Jawabnya pelan. Saat itu dia menyadari mereka ada dipinggir sebuah pantai.

Hyunseung memandang Hyuna, “Kau beruntung tidak diperkosa di jalanan dan tinggalkan begitu saja..”

Hyuna menghela nafas dalam, “Ne..”

Hyunseung tau bukan hanya dia yang memiliki masalah saat itu, lalu mengulurkan rokok di tangannya pada Hyuna.

Hyuna memandang rokok itu dan mengambilnya, lalu menghisapnya dalam dan kembali menghembusnya. Tapi dia bukan perokok, asap itu membuatnya terbatuk sesaat. Namun itu tak menghentikannya.

Hyunseung melangkah keluar dari mobil dan duduk di kap mobil sambil memperhatikan laut.

Hyuna membuka pintu mobil disisinya dan menghampiri Hyunseung, namun dia sedikit bingung melihat tempat itu karena merasa tak pernah tau ada tempat seperti itu. “Dimana ini?”

“Pantai..” Jawab Hyunseung.

“Apakah ini masih di Seoul? Aku tidak pernah tau ada tempat seperti ini..” Ucap Hyuna mengungkapkan kebingungannya.

“Tentu saja kau tidak tau, ini milik pribadi sebuah keluarga..” Jawab Hyunseung.

“Hm? Lalu bagaimana caramu masuk?” Tanya Hyuna.

Hyunseung membaringkan punggungnya ke kap mobil, “Sayangnya itu keluargaku..”

Hyuna tertegun. Dia kembali mengingat keluarganya yang juga memiliki lapangan golf dan sebuah resort pribadi. Mengingat itu semua membuatnya merasa ingin tenggelam jauh ke dalam tanah karena telah menjadi aib keluarganya. Dia tak berkomentar dan duduk disebelah Hyunseung.

Hyunseung kembali duduk dan memandangi laut. Deburan ombak membuatnya merasa lebih tenang.

Hyuna memandang Hyunseung yang sama sekali tak mengenakan pakaian untuk menutupi tubuh six-packnya, karena kemeja pria itu ada di tubuhnya dan dia juga membalut tubuhnya dengan selimut tipis. “Kau tidak merasa dingin?” Tanyanya.

“Sedikit..” Jawab Hyunseung.

Hyuna membuka selimutnya, “Kenakan ini..” Ucapnya sambil membalut selimut itu ke bahu Hyunseung.

Hyunseung memandang selimut itu dan Hyuna yang langsung mengelus lengannya untuk mengurangi dingin. “Kemari..” Ucapnya sambil melebarkan kakinya dan menarik Hyuna agar duduk didepannya, lalu memeluk gadis itu dari belakang agar selimut itu menghangatkan mereka.

Hyuna melirik wajah Hyunseung yang bertumpu pada bahunya, “Sepertinya kau terbiasa bermesraan dengan seorang gadis..”

“Ne..” Jawab Hyunseung.

Hyuna menghela nafas dalam dan kembali memandang laut, “Tentu saja, kau kan banyak uang. Pasti gadis-gadis akan datang padamu..”

“Ani..” Jawab Hyunseung, “Aku membayar mereka..”

Hyuna kembali melirik Hyunseung, “Kau menggunakan jasa wanita panggilan?”

“Untuk apa mereka ada jika tidak digunakan?” Tanya Hyunseung santai, “Ahh.. Aku lelah sekali..” Ucapnya sambil membaringkan kepalanya ke bahu Hyuna dan memejamkan mata.

Hyuna tidak tau apa yang sedang terjadi antara dia dan pria yang bahkan dia belum tau siapa namanya itu. Kepalanya berat ke satu sisi dan bertumpu ke kepala Hyunseung.

“Kau bisa mengemudikan mobil kan?” Tanya Hyunseung tanpa membuka matanya..

“Ne..” Jawab Hyuna.

“Bagus..” Ucap Hyunseung.

Ternyata maksud Hyunseung, Hyuna yang mengendarai mobil saat mereka kembali ke area klub untuk mengambil mobil Hyuna. Sedangkan dia bisa melanjutkan tidurnya.

Hyuna yang sudah kembali menganakan bajunya memarkirkan mobil Hyunseung disebelah mobilnya, lalu menoleh pada sang pemilik mobil yang masih terlelap. Melihat wajah pria itu membuatnya tenang, tangannya terulur dan mengelus pipinya.

Hyunseung membuka matanya dan memandang Hyuna.

Hyuna tak menyangka ternyata Hyunseung tidak tertidur dan segera menarik tangannya, “Oh.. Kita sudah tiba..” Ucapnya canggung, “Selamat tinggal..” Ucapnya sambil membuka pintu.

Hyunseung menarik tangan Hyuna dan menatapnya, “Katakan sampai jumpa..” Ucapnya dan mencium bibir gadis itu.

Hyuna memandang Hyunseung, berusaha menebak-nebak maksud ucapan pria itu. “Maksudmu, kita akan bertemu lagi?”

Hyunseung tersenyum tipis, “Kenapa tidak?”

Hyuna tersenyum, “Baiklah, sampai jumpa..”

Hyunseung mengangguk.

Hyuna keluar dari mobil dan masuk ke mobilnya. Saat dia menghidupkan mesin, mobil Hyunseung sudah bergerak pergi. Ia diam sejenak dan tersenyum, “Pabo, aku bahkan tak tau namanya..” Ucapnya dan menjalankan mobil.

=Rumah Keluarga Kim=

“Kau bermalam dengan pria mana lagi sekarang?! Gadis liar!!” Seru ibu Hyuna sambil mengikuti gadis itu ke kamarnya.

Hyuna hanya diam tanpa mengatakan apa pun dan masuk ke kamar.

“Hyuna!” Seru ibunya lagi.

Hyuna berhenti dan menatap ibunya, “Aku tidur dengan kolega appa agar bisa memperlancar bisnisnya!! Eomma puas?!!” Serunya.

PLAKK!!

Wajah Hyuna menghadap satu sisi karena tamparan keras itu. Dia bisa merasakan sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah. Pipinya juga terasa berdenyut.

“Hyuna, apa salah eomma? Kenapa kau jadi seperti ini?” Tanya ibu Hyuna dan mulai menangis.

Hyuna masih tak bergerak di tempatnya. Lalu menghela nafas dalam dan menyeka darah disudut bibirnya, “Ini bukan salah eomma, jangan salahkan dirimu..” Ucapnya.

“Jika ini bukan salah eomma, katakan mengapa kau jadi seperti ini! Eomma benar-benar khawatir padamu!” Ucap ibu Hyuna.

Hyuna memandang ibunya sedih, “Ini salahku eomma..” Ucapnya pelan.

“Apa yang kau sebut ‘kesalahanmu’ itu Hyuna? Katakan pada eomma!” Ucap ibu Hyuna sambil memegang lengan putrinya.

Hyuna menggigit bibir bawahnya dan menunduk, “Aku sangat lelah eomma..” Ucapnya, lalu melangkah ke tempat tidur.

Ibu Hyuna hanya bisa menghela nafas dalam dan meninggalkan kamar putrinya.

Hyuna tak bisa menahan air matanya begitu mendengar pintu kamar tertutup, ia tak pernah ingin melukai ibunya. Tapi semua yang berusaha dia tutupi akan membuat ibunya sangat terluka. Jadi dia akan menutupi semuanya hingga mati.

=Caravan Hyunseung=

Hyunseung menghentikan mobilnya disebelah Caravan yang sudah dia tinggali hampir 3 tahun itu. Sebelumnya dia selalu berpindah-pindah hotel, hingga dia menyadari itu semua membuatnya menjadi sorotan buruk sebagai pewaris harta milyuner. Ia menghisap rokoknya dan membuka pintu, lalu masuk. Ditempat itu dia hanya akan duduk atau pun tidur. Hidupnya tak berarti. Dia bahkan tak tau harus melakukan apa lagi. Melanjutkan perusahaan keluarga bukanlah hal penting untuk hidupnya, karena tidak ada yang akan benar-benar dia hidupi dengan penghasilannya. Itu hanya akan membuatnya merasa semakin sepi dan mungkin hanya menunggu waktu hingga dia mengakhiri hidupnya sendiri.

Hyunseung membuka bajunya dan berjalan ke kulkas untuk mengambil sekaleng bir, lalu duduk disofa kecil sambil menghidupkan tv. Tangannya membuka tutup kaleng itu dan meneguk isinya. Meskipun tau bahaya apa yang akan dia terima nanti dengan gaya hidup seperti itu, dia tetap melanjutkannya.

Ponselnya berbunyi, tertera nama sepupunya, Junhyung, disana. “Ne..”

“Hyunseung, perusahaan akan membangun resort di Jeju. Kau ingin menanganinya?” Tanya Junhyung.

“Ani, lakukan saja..” Jawab Hyunseung dan memutuskan telepon. Dia tau seluruh keluarganya hanya ingin mendapat keuntungan dari perusahaan yang dibangun oleh ayahnya. Meskipun dia juga tau bagaimana tamaknya mereka mengambil perusahaan itu, dia memilih untuk tak peduli.

Setelah memutuskan telepon, dia sempat terpaku menatap ponselnya. “Kenapa aku tidak memberikan nomor ponselku?” Tanyanya sendiri.

=Suatu Malam=

Hyuna muak mendengar ayahnya yang terus membanggakan kakak prianya, Yoseob yang telah berhasil memajukan perusahaan mereka saat makan malam.

Ibu Hyuna memegang tangan Hyuna, “Hyuna-a, bagaimana jika tahun ini kau kuliah bisnis di Amerika? Agar kau bisa membantu perusahaan appa?”

Hyuna diam memandang ibunya, lalu memandang ayahnya dan kembali makan.

“Gwenchana, yobo. Jika Hyuna tidak ingin melanjutkan perusahaan, dia bisa menjadi apa pun yang dia mau..” Ucap ayah Hyuna.

“Ne, eomma.. Aku akan melanjutkannya..” Ucap Yoseob.

Hyuna tetap tak mengatakan apa pun.

“Hyuna-a, katakan sesuatu..” Bujuk ibu Hyuna.

Hyuna menatap keluarganya satu persatu, “Apa yang harus kukatakan? Aku selesai..” Ucapnya sambil bangkit dan berjalan pergi.

“Hyuna-a! Hyuna-a!” Panggil ibu Hyuna.

Ayah Hyuna langsung menarik tangan istrinya, “Yobo, biarkan saja. Jangan dipaksa seperti itu..”

Hyuna masuk ke kamar dan menguncinya. Dia sangat muak dengan ‘keluarga bahagia’nya itu. Dengan cepat dia mengganti baju dan memasukkan beberapa baju ke tas ransel, lalu menyelinap keluar dari jendela kamarnya dengan memanjat pohon. Ia juga tak membawa mobil dan hanya berjalan keluar dari kawasan rumahnya.

Karena belum tau akan pergi kemana, Hyuna masuk ke klub tempat biasa dia datang dan duduk di meja bar.

“Wine, nona?” Tanya bartender yang sudah mengenal Hyuna.

“Berikan aku vodca..” Jawab Hyuna.

Bartender itu mengangguk dan segera mempersiapkan pesanan Hyuna.

Sementara itu, di meja sudut. Hyunseung hanya duduk seorang diri sambil menikmati bir di botolnya. Seseorang yang berlalu menabrak lengannya. Ternyata seorang pria mabuk yang di papah oleh seorang gadis panggilan.

“Cesonghamida..” Ucap gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hyunseung, lalu kembali berjalan pergi.

Hyunseung meneguk bir di botol, saat itu matanya menangkap seorang gadis yang duduk dimeja bar. Karena merasa pernah mengenal gadis itu, dia segera bangkit dan berjalan kesana bersama botol birnya.

“Ini nona..” Ucap Bartender sambil memberikan segelas vodca pada Hyuna.

Hyuna mengambil gelas itu dan memandanginya.

Hyunseung duduk disebelah Hyuna dan mengambil gelas vodca itu, lalu meneguknya hingga habis.

Hyuna terkejut seseorang meneguk vodca-nya, hingga dia menyadari orang itu adalah Hyunseung.

Hyunseung tersenyum tipis, “Sudah kubilang kita akan bertemu lagi kan?”

Hyuna tersenyum tipis, “Ne..”

“Vodca..” Pesan Hyunseung pada bartender.

“Kau sering ke tempat ini?” Tanya Hyuna.

“Ani.. Terkadang, saat aku ingin menghabiskan waktu bersama seorang gadis..” Jawab Hyunseung.

Hyuna menahan tawa dan mengambil gelas vodca yang diberikan bartender, lalu meneguknya hingga habis.

“Apa kau sering ketempat ini?” Tanya Hyunseung.

“Ani.. Hanya saat aku tidak bisa menahan kemarahanku..” Jawab Hyuna.

“Dan kau akan mabuk lalu terbangun bersama seorang pria seperti saat itu?” Tanya Hyunseung dengan nada bercanda.

Hyuna tertawa malu, “Ne..”

Hyunseung tertawa kecil dan melihat tas yang dibawa Hyuna bukan tas tangan biasa, “Apa tas itu berisi kondom semua?”

Hyuna tertawa, “Aniya! Enak saja..”

Hyunseung tertawa lagi, “Apa kau pergi dari rumah?” Tebaknya.

Hyuna menghela nafas dalam, “Ne..”

Hyunseung mengangguk mengerti dan meneguk botol bir di tangannya. Sebuah ide muncul dikepalanya, lalu memandang gadis disebelahnya. “Kau sudah punya tempat menginap?”

Hyuna menggeleng, “Mungkin aku akan mencari hotel..”

Hyunseung tersenyum, “Kau mau ke tempatku?”

Hyuna memandang Hyunseung tak mengerti, lalu tersenyum.

=Caravan Hyunseung=

“Wuaaa.. Kau benar tinggal disini?” Tanya Hyuna.

Hyunseung membuka kunci pintu dan membukanya, “Ne..”

Hyuna masuk duluan dan melihat-lihat di dalam, “Hmm.. Tidak buruk..”

Hyunseung meletakkan tas Hyuna di sofa dan membuka kulkas untuk mengambil dua kaleng bir, “Ini..” Dia memberikan satu kaleng pada Hyuna yang sedang membuka jaketnya.

Hyuna mengambil kaleng itu dan membukanya, lalu meminum sedikit isinya. “Kau hanya sendiri?” Tanyanya.

“Ne..” Jawab Hyunseung.

“Hmm..” Hyuna mengangguk mengerti dan melangkah ke kamar sambil meneguk birnya, dia cukup terkesan melihat kamar pria itu sangat rapi.

“Caravan ini memang tidak besar, tapi tempat tidurku cukup besar..” Bisik Hyunseung di telinga Hyuna dari belakang.

Hyuna memandang Hyunseung sambil tersenyum, “Apa kau sedang menggodaku?”

“Tidak perlu kugoda, aku hanya perlu menunggumu mabuk dan kau akan melakukannya sendiri..” Jawab Hyunseung menahan tawa.

Hyuna memukul bahu Hyunseung pelan sambil menahan tawa, lalu melangkah keluar dari kamar.

Paginya.

Hyunseung membuka matanya perlahan dan merenggangkan tubuh, saat itu dia menyadari ada seorang gadis berambut coklat muda tidur di dadanya. Seulas senyum muncul diwajahnya dan mengelus rambut gadis itu lembut.

Hyuna terbangun merasakan elusan lembut di kepalanya, lalu memandang pria yang tidur bersamanya.

“Selamat pagi..” Sapa Hyunseung dan memberikan ciuman manis di bibir Hyuna.

Hyuna tersenyum manis, “Selamat pagi..”

Pagi itu tak seperti biasanya, Hyunseung duduk di meja makan sambil memperhatikan Hyuna yang sedang menyiapkan sarapan. Bibirnya membentuk senyuman ketika gadis itu menghidangkan omelete ke meja, “Aku tidak tau kau bisa memasak..”

Hyuna tersenyum lebar dan duduk di hadapan Hyunseung, “Keuromyeon, aku sering membantu ibuku memasak dulu..” Ucapnya.

Hyunseung mengangguk dan mulai makan, “Hmm.. Sudah lama sekali aku tidak makan makanan rumah..”

Hyuna senang mendengarnya, “Oh ya, apakah kau sering membawa gadis-gadis kemari?” Tanyanya sambil makan.

“Hm? Ani.. Aku tidak pernah membawa gadis panggilan kemari.. Itu akan meninggalkan jejak dan membuatku terlihat seperti pria brengsek..” Jawab Hyunseung.

Hyuna memandang Hyunseung dengan mata menyipit, “Kau memang pria brengsek..” Ucapnya dan tertawa.

Hyunseung tertawa kecil, “Baiklah..”

Hyuna merasa seperti tak ada beban hidup ketika bersama Hyunseung seperti ini, “Mmm.. Kurasa aku harus mencari hotel di sekitar sini..”

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna.

“Huufft.. Jika kembali pulang aku akan benar-benar mati..” Ucap Hyuna sambil mengacak rambut pendek sebahunya.

Hyunseung memandang Hyuna yang menikmati makanannya sambil berpikir, “Bagaimana jika kau tinggal disini?”

Hyuna menatap Hyunseung kaget.

“Bersamaku..” Lanjut Hyunseung.

Hyuna diam sejenak, “Ne?”

Tangan Hyunseung terulur dan memegang tangan Hyuna, “Aku selalu merasa seorang diri.. Tapi saat bersamamu, meskipun belum terlalu lama, aku merasa hidup. Hanya berbicara denganmu aku merasa nyaman..”

Hyuna tertegun mendengar ucapan Hyunseung, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk.

Hyunseung bangkit dan menghampiri Hyuna sambil tersenyum, kedua tangannya memegang kedua pipi gadis itu sambil menatapnya dalam.

Hyuna tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Hyunseung.

Itu adalah awal mula kebersamaan mereka. Namun rasa saling memiliki dan selalu bersama itu membuat mereka semakin liar setelah seiring waktu yang bergulir.

=Sebuah Pusat Perbelanjaan=

Hyunseung mendorong troly dengan Hyuna yang duduk di dalamnya, “Apa yang kita butuhkan?” Tanyanya.

“Mmm..” Hyuna memandang sekitar, “Kurasa kita harus membeli beras dan sayuran.. Juga daging, kau kurus sekali..” Ucapnya sambil tertawa.

Hyunseung tersenyum, “Baiklah, ayo kita cari..”

Kedua orang itu berlaku seperti tidak ada siapa pun disekitar mereka, melakukan hal yang menarik perhatian namun tak peduli sama sekali.

Hyuna duduk di dekat pegangan troly, dengan begitu Hyunseung bisa meletakkan dagu dibahunya.

Hyunseung tersenyum memandang Hyuna dan mencium pipi gadis itu dan mengelus rambutnya.

Hyuna tersenyum malu dan memandang Hyunseung.

Hyunseung mengecup bibir Hyuna dan menatapnya dalam.

“Oppa, orang-orang melihat kita..” Ucap Hyuna malu.

Hyunseung tertawa kecil, “Mereka mau melakukan apa? Melaporkan kita ke polisi karena terlalu mencintai? Hahaha..”

Hyuna tertawa, “Oh.. Oppa, ambil itu juga..” Ucapnya sambil menunjuk sebuah barang.

Hyunseung berhenti dan mengambilnya, “Berapa? Satu?”

“Ambil beberapa, sediakan untuk persiapan juga..” Jawab Hyuna.

Hyunseung mengambil beberapa dan memasukkannya ke troly.

“Omo! Hyunseung?” Ucap seseorang.

Hyunseung memandang kearah suara itu, ternyata dua gadis yang pernah dia ‘gunakan’ dulu.

“Omo.. Kau semakin tampan..” Ucap gadis yang lain sambil memegang dada berotot Hyunseung.

Hyuna tertegun melihat gadis itu berani menyentuh Hyunseung.

Hyunseung mendorong tangan gadis itu, “Hei girls.. Bye..” Ucapnya dan langsung mendorong troly pergi.

Hyuna menatap Hyunseung tajam, “Siapa mereka oppa?!”

“Gadis yang dulu pernah bermain denganku..” Jawab Hyunseung, “Dulu.. Aku tidak pernah berhubungan dengan mereka lagi sekarang..”

Hyuna masih menatap Hyunseung kesal, “Ugh! Nappeun namja(bad boy)!” Ucapnya, lalu memalingkan wajahnya dan menyilangkan kedua tangannya di dada.

Hyunseung menahan tawa melihat kekasihnya cemburu, “Aigoo.. Jangan begitu, Hyuna-a..” Bujuknya sambil memeluk bahu gadis itu.

Hyuna mendorong Hyunseung, “Jangan sentuh aku!” Ucapnya sebal.

Hyunseung tersenyum dan malah menciumi pipi dan rahang Hyuna.

Hyuna tak bisa menahan tawanya, “Oppa..” Ucapnya sebal.

“Sudahlah.. Mereka masa laluku sebagai bad boy, sekarang aku akan bersamamu..” Ucap Hyunseung.

Hyuna tersenyum, “Kupegang kata-katamu, oppa..”

“Ne, pegang erat-erat..” Ucap Hyunseung dan kembali mengecup bibir Hyuna.

Hyuna tertawa kecil sambil mengelus pipi Hyunseung di bahunya.

=Suatu Pagi=

Hyuna duduk diatas pangkuan Hyunseung di sofa. Jarinya mengelus wajah pria itu yang sedang serius menonton tv.

Hyunseung menahan tangan Hyuna yang mulai mengganggunya, lalu memandang gadis itu heran. “Wae?”

Hyuna tersenyum manis, “Oppa, kenapa mengacuhkanku terus?”

Hyunseung tersenyum dan mengelus pipi Hyuna, “Kapan?” Tanyanya dan mencium gadis itu dalam.

Saat Hyuna mengelus pipi Hyunseung memperdalam ciuman mereka, ponsel pria itu berbunyi. Meskipun pria itu tak merasa terganggu, Hyuna merasa harus membiarkan Hyunseung mengangkat panggilan itu. Dia mendorong pria itu agar melepaskan ciuman mereka, “Oppa, ponselmu..”

Hyunseung menoleh ke ponselnya dimeja, lalu megambilnya dan melihat siapa yang memanggil. Junhyung.

Hyuna ikut memandang layar ponsel, “Nugu?”

“Sepupuku..” Jawab Hyunseung dan menjawab panggilan itu, “Ne..” Dia diam sejenak mendengar ucapan Juhyung, lalu menghela nafas dalam. “Sudah kubilang lakukan saja!! Tidak perlu menghubungiku!!” Serunya dan melempar ponsel itu hingga hancur berkeping-keping karena membentur pintu kulkas.

Hyuna terkejut dan menatap Hyunseung kaget, “Oppa?!”

Hyunseung menghela nafas dalam, “Miane..” Ucapnya.

“Siapa yang menghubungimu tadi? Kenapa kau marah sekali?” Tanya Hyuna.

“Sepupuku.. Sudahlah.. Aku tidak ingin membicarakannya..” Jawab Hyunseung.

Hyuna menghela nafas dalam, lalu mengelus bahu Hyunseung sambil tersenyum. “Gwenchana.. Jika oppa ingin bercerita, aku akan mendengarkannya..” Ucapnya.

Hyunseung tersenyum mendengar ucapan Hyuna dan mengelus pipinya, ‘Aku tau kau berbeda..’ Batinnya. Kepalanya mendunduk dan kembali mencium bibir gadis itu dalam.

Beberapa hari kemudian.

Hyunseung memeluk pinggang Hyuna yang sedang menyiapkan makan siang, lalu mengangkat gadis itu hingga tak menginjak lantai.

Hyuna tertawa sambil memeluk leher Hyunseung dan melingkarkan kedua kakinya ke pinggang pria itu, “Waeyo oppa?” Tanyanya lucu.

Hyunseung tersenyum, “Aku selalu suka menatapmu seperti ini..” Ucapnya.

Hyuna mengecup bibir Hyunseung dan tersenyum lebar sambil menatap pria itu.

“Aku tidak bisa menunggu hingga malam..” Ucap Hyunseung dan membawa Hyuna ke kamar.

“Oh.. Kompor!” Ucap Hyuna sambil menunjuk kompor yang masih menyala.

Hyunseung mundur beberapa langkah dan mematikan kompor, lalu kembali melangkah ke kamar. Perlahan dia naik ke tempat tidur dan membaringkan Hyuna, namun gadis itu tak melepaskan pelukan kaki dan tangannya. Membuat ciuman panas mereka tak terlepas. Satu tangannya bergerak meraba paha gadis itu sambil terus berusaha memperdalam ciuman itu seperti itu adalah ciuman terakhir mereka.

TOK! TOK! TOK!

Hyuna memeluk leher Hyunseung lebih erat agar tak melepaskan ciuman mereka. Tapi ketukan itu terus terdengar. Meskipun pria itu tak berniat membukanya, dia tak nyaman mendengarnya. Dengan lembut dia mendorong pria itu hingga bibir mereka terlepas.

“Ahh!! Nuguya!!” Seru Hyunseung kesal.

“Oppa, buka saja dulu..” Ucap Hyuna.

Hyunseung mendengus kesal dan bangkit, lalu melangkah cepat ke pintu.

Hyuna bangkit dan melanjutkan masakannya.

Begitu membuka pintu, Hyunseung langsung memutar bola matanya dan kembali menutup pintu.

Junhyung menahan pintu dan menatap Hyunseung marah, “Ya! Kenapa kau tidak bisa di hubungi selama beberapa hari ini?!”

Hyunseung menatap sepupunya itu marah, “Sudah kubilang urus saja semuanya!!” Serunya.

“Hyunseung!! Kau harus tau juga bagaimana perusahaan!!” Seru Junhyung.

“Aku akan datang kesana jika aku ingin tau!! Pergi!!” Seru Hyunseung dan kembali menutup pintu.

Hyuna memandang Hyunseung bingung, apalagi pria itu tampak marah. “Oppa, waekeure?” Tanyanya sambil memegang kedua pipi pria itu.

“Gwenchana..” Jawab Hyunseung sambil melepaskan tangan Hyuna dari pipinya dan duduk di sofa.

Hyuna hanya memandang Hyunseung sambil menghela nafas dalam, lalu melanjutkan masakannya.

Keesokan harinya.

Hyuna mengenakan lipstik merah kesukaannya dan memperhatikan make-upnya lagi. Ia dan Hyunseung akan pergi ke klub malam ini.

TOK! TOK! TOK!

Kepala Hyuna menoleh ke arah pintu, lalu memandang pintu kamar mandi. Sepertinya Hyunseung masih sibuk disana, jadi dia memutuskan untuk membukanya. “Nuguseyo..” Tanyanya sambil membuka pintu. Dia langsung terpaku melihat siapa yang berdiri di depan pintu.

Junhyung juga terpaku menatap Hyuna, “Oh.. Kim Hyuna? Keutji?” Ucapnya ragu.

Hyuna bingung harus mengatakan apa.

“Hyuna, kenapa kau disini?” Tanya Junhyung.

Hyunseung muncul dibelakang Hyuna, “Hyuna, ayo pergi..” Ajaknya, namun dia langsung tertegun melihat Junhyung. “Untuk apa lagi kau kemari?!”

Junhyung memandang Hyunseung dan kembali memandang Hyuna.

“Aku akan mengambil tasku..” Ucap Hyuna sambil berbalik masuk.

“Hyuna!” Panggil Junhyung.

Hyunseung terkejut Junhyung mengenal Hyuna, pria itu juga hampir berlari masuk mengejar gadisnya. “Ya!” Serunya sambil menahan pria itu.

Junhyung menatap Hyunseung tak percaya, “Dia Kim Hyuna kan?”

Hyuna keluar dengan tas tangannya, “Khaja oppa..” Ucapnya sambil menarik tangan Hyunseung keluar.

“Hyuna! Tunggu dulu..” Ucap Junhyung sambil menahan tangan Hyuna.

Hyunseung mendorong Junhyung, “Menjauh dari kekasihku!!” Serunya.

Junhyung terkejut mendengar ucapan Hyunseung, “Kekasihmu?” Tanyanya tak percaya, lalu memandang Hyuna yang menunduk disisi Hyunseung.

Hyunseung menutup pintu dan menarik Hyuna ke mobilnya, “Masuk..” Ucapnya pada gadis itu.

Hyuna menuruti Hyunseung dan mobil langsung melesat pergi.

Hyunseung melirik Hyuna yang terus menunduk. Terlihat jelas gadis itu memikirkan sesuatu yang sedih. “Kau mengenal Yong Junhyung?”

Hyuna tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung, lalu memandang pria itu. “Mmm.. Ani..” Jawabnya dan memalingkan wajah.

Dahi Hyunseung berkerut melihat ekspresi Hyuna, “Bagaimana dia mengenalmu?” Tanyanya.

“Mola..” Jawab Hyuna tanpa memandang Hyunseung.

“Apa dia salah seorang pria yang pernah tidur denganmu?” Tanya Hyunseung curiga.

“Aniya..” Jawab Hyuna pelan.

“Lalu kenapa kalian terlihat saling mengenal?!” Tanya Hyunseung kesal.

Hyuna memegang pangkal hidungnya sambil memejamkan mata, dia tidak ingin menjawab itu.

“Hyuna!! Jawab aku!!” Seru Hyunseung.

“Dia bukan siapa-siapa!!” Seru Hyuna sambil menatap Hyunseung.

Hyunseung semakin curiga dengan respon Hyuna, dengan cepat dia memutar balik mobil dan masuk ke sbuah parkiran sepi. Dia diam ditempatnya dengan tangan mencengkeram stir mobil. “Aku bertanya lagi, bagaimana kau mengenal Yong Junhyung?” Tanyanya dingin tanpa memandang Hyuna.

“Aku tidak ingin membicarakannya..” Jawab Hyuna.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Hyuna, aku tidak suka kau menyembunyikan sesuatu dariku..” Ucapnya dingin.

Hyuna memandang Hyunseung tak mengerti, “Aku tak menyembunyikan apa pun!”

Hyunseung menatap Hyuna marah, “Bagaimana kau mengenal Yong Junhyung?!!!” Serunya.

Hyuna menatap Hyunseung marah, lalu bersandar sambil menyilang kedua tangan didada. “Aku tidak ingin pergi kemanapun! Kembali pulang!”

Hyunseung menggertakkan giginya menahan marah, lalu kembali menghidupkan mesin mobil dan kembali ke caravan.

Begitu berhenti, Hyuna langsung turun dan melangkah cepat masuk ke caravan.

Hyunseung mengikuti Hyuna dan menarik tangannya sebelum gadis itu masuk ke kamar, “Kim Hyuna!!” Serunya.

Hyuna berbalik menatap Hyunseung marah.

“Aku tidak pernah bertanya berkali-kali! Jawab pertanyaanku!!” Seru Hyunseung.

Hyuna menyentak tangan Hyunseung, “Kenapa itu sangat penting?! Aku tidak ingin membicarakannya!!”

“Tentu saja sangat penting!! Kau kekasihku!! Apakah aku salah ingin tau mengapa kau bisa mengenal sepupuku?!!” Tanya Hyunseung emosi.

Hyuna menghela nafas dalam dan menatap Hyunseung, “Karena kau kekasihku, aku tidak ingin membahasnya..” Jawabnya pelan.

Hyunseung menatap Hyuna curiga, “Jadi benar dia salah satu pria yang pernah tidur denganmu?!” Tuduhnya.

“Oppa! Aku tidak pernah tidur dengannya!! Kenapa kau tidak mempercayaiku?!” Tanya Hyuna marah.

“Bagaimana aku bisa mempercayai wanita sepertimu?!” Tanya Hyunseung.

Mata Hyuna membesar, “Mwo?! Sepertiku?!! Apa maksudmu?!!”

Hyunseung menatap Hyuna dingin, “Sudah berapa pria yang tidur denganmu sebelum bertemu denganku?!”

Tangan Hyuna melayang ke pipi Hyunseung. PLAKK!! Wajah pria itu menghadap satu sisi, “Brengsek!! Kau menyebutku wanita murahan?!!”

Hyunseung menatap Hyuna marah, lalu mendorong gadis itu kasar. “Ne!! Kau wanita murahan!!”

Hyuna tak percaya Hyunseung menyebutnya seperti itu, “Oppa!!” Serunya.

“Wae?! Apa yang salah dari ucapanku?!!” Tanya Hyunseung.

Hyuna menarik baju Hyunseung dan memukul dadanya, “Kau pria brengsek!! Kau juga sudah banyak tidur dengan gadis-gadis bayaranmu!!!”

“Mereka yang datang padaku!! Sama sepertimu!” Ucap Hyunseung sambil menunjuk wajah Hyuna.

Hyuna mendorong Hyunseung marah, “Brengsek!! Seharusnya aku tau kau hanya ingin menggunakan tubuhku secara gratis!! Kau pria paling menjijikkan yang pernah kutemui!” Serunya, lalu berbalik dan masuk ke kamar.

Hyunseung diam ditempatnya menahan amarah, dia tak tau mengapa dia merasa seperti itu. Seperti ada sesuatu yang akan meledak dikepalanya.

Tak lama Hyuna keluar dari kamar dengan tasnya.

Hyunseung tertegun melihat Hyuna membawa tasnya, namun dia tak melakukan apa pun saat gadis itu mendorongnya ke samping agar tak menghalangi jalan.

Hyuna keluar dari caravan dan berjalan pergi, tak jauh dia berhenti dan menatap ke caravan. “Si brengsek itu bahkan tak mengejarku!” Ucapnya marah, lalu kembali berjalan pergi. Hatinya benar-benar sakit. Ia tak percaya Hyunseung menyebutnya wanita murahan.

Di dalam caravan, Hyunseung yang masih terpaku menoleh ke arah pintu. Tubuhnya bergerak untuk mengejar Hyuna, namun dia berhenti. “Aniya.. Aku tidak perlu mengejarnya.. Dia akan kembali..” Ucapnya, lalu bergerak duduk di sofa dengan perasaan gelisah. Namun dia salah, Hyuna tak pernah kembali padanya.

=Keluarga Kim=

Semua orang tertegun melihat Hyuna yang setelah berbulan-bulan pergi kembali pulang.

“Hyuna?” Ucap Yoseob tak percaya melihat adiknya.

Hyuna tak mengatakan apa pun dan langsung melangkah naik ke lantai atas menuju kamarnya.

“Hyuna!! Kim Hyuna!!” Seru Ibunya sambil mengikuti gadis itu.

Hyuna membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk, ibunya juga ikut masuk.

“Hyuna!!” Seru Ibu Hyuna sambil menarik gadis itu hingga berbalik memandangnya.

“Mwo?!” Tanya Hyuna kesal.

“Hyuna!! Kau pikir ini hotel?!! Kau bisa datang dan pergi sesukamu?!! Kau benar-benar sudah keterlaluan!!!” Seru ibu Hyuna.

“Jadi aku tidak bisa kembali kemari?!! Keure!! Aku akan pergi ke tempat lain!” Seru Hyuna dan melangkah ke pintu.

Yoseob muncul dan menahan Hyuna, “Aniya.. Kau tentu saja harus kembali kemari..” Ucapnya, lalu memandang ibunya. “Eomma, biarkan Hyuna beristirahat dulu..” Ucapnya.

Ibu Hyuna mendengus kesal dan melangkah keluar.

Yoseob memandang Hyuna, “Gwenchana.. Khaja..” Ucapnya sambil menarik adiknya ke tempat tidur.

Hyuna melepaskan tasnya dan naik ke tempat tidur dan berbaring, perasaannya sangat tak karuan.

Yoseob memperhatikan ekspresi adiknya, “Kemana saja kau selama ini?”

Hyuna menghela nafas dalam, lalu bergerak duduk. “Aku bertemu seorang pria menjijikkan!” Ucapnya kesal, “Aissh!! Aku bahkan melayaninya selama berbulan-bulan!!” Serunya lagi dan memeluk lututnya, lalu mulai menangis.

Yoseob memandang adiknya sedih, lalu memegang punggung tangannya.

Hyuna menunduk, membenamkan wajahnya diantara lutut. “Apa aku tidak berarti? Kenapa dia tidak mengejarku?” Tangisnya.

“Sudah.. Jika kau sudah meninggalkannya, lupakan saja dia..” Ucap Yoseob menghibur.

Hyuna mengangkat wajahnya memandang Yoseob, “Dia berkata merasa bahagia bersamaku, tapi dia bahkan tak memanggilku untuk tidak pergi.. Oppa.. Kenapa dia melakukan itu padaku?” Tangisnya.

Yoseob mengelus kepala Hyuna dan memeluknya agar tenang.

=Beberapa Minggu Kemudian=

Hyunseung merasa berkali-kali lipat lebih terpuruk setelah Hyuna pergi. Setelah hari itu, dia selalu datang ke klub tempat mereka bertemu, berharap dia akan bertemu lagi dengan gadis itu. Namun hal itu tak pernah terjadi.

Malam ini, Hyunseung berusaha melupakan kenangan tentang Hyuna. Dia ingin kembali menjadi Hyunseung yang bisa menikmati hidup dengan caranya. Dia kembali duduk di dalam meja VVIP yang tertutup tirai dan berlampu redup bersama dua orang gadis disisi kanan dan kirinya.

“Oppa.. Ayo minum lagi..” Ucap gadis itu sambil mengarahkan botol bir ke mulut Hyunseung.

Hyunseung meneguk bir di botol itu dan memandang gadis disisi kanannya. Hatinya tak berharap memandang gadis itu, hatinya ingin menatap wajah Hyuna. Tangannya ingin mengelus pipi lembut Hyuna. Bahkan telinganya ingin mendengarkan detak jantung Hyuna ketika memeluknya. Ia berusaha mengusir semua keinginan itu dan langsung mencium bibir gadis itu dalam. Gadis di belakangnya mulai menyentuhnya. Matanya terpejam, berusaha melupakan sosok Hyuna dan menikmati gadis-gadis itu. Tapi semakin keras usahanya melupakan sosok Hyuna, semakin sesak terasa baginya.

“Brengsek!! Kau menyebutku wanita murahan?!!”

“Brengsek!! Seharusnya aku tau kau hanya ingin menggunakan tubuhku secara gratis!! Kau pria paling menjijikkan yang pernah kutemui!”

Ucapan Hyuna itu kembali muncul di kepalanya. Dengan cepat dia mendorong gadis di depannya dan menatap kosong ke depan. Perasaannya sangat hancur. Dia memang membutuhkan Hyuna. Bukan karena tubuhnya, tapi karena dia mencintainya.

“Waeyo, oppa?” Tanya gadis tadi tak mengerti.

Hyunseung berdiri dan mengeluarkan dompet, lalu melempar uang ke meja dan berjalan pergi. Selama mengemudi mobil dia hanya memikirkan bagaimana cara menemukan Hyuna, namun dia tidak tau dimana rumah ataupun tempat-tempat yang mungkin di datangi gadis itu. ‘Hyuna.. Torawa(kembali).. Jebal!!’ Batinnya sambil memperhatikan jalanan.

Keesokan Harinya.

Semua orang terkejut melihat Hyunseung muncul di perusahaan dan langsung menuju ruang direktur utama, Junhyung.

“Tuan Jang…” Ucap sekretaris, namun belum sempat dia menyelesaikan ucapannya Hyunseung sudah membuka pintu ruang utama.

Junhyung yang sedang berbicara dengan beberapa karyawannya tertegun melihat Hyunseung, “Hyunseung?” Ucapnya bingung sambil bangkit.

Hyunseung langsung menarik kerah baju Junhyung dan menatapnya marah, “Bagaimana kau bisa mengenal Hyuna?!” Serunya.

Junhyung terkejut Hyunseung langsung melakukan itu di depan karyawannya, “Hyunseung! Lepaskan! Aku sedang rapat!” Ucapnya setengah berbisik sambil berusaha melepaskan tangan sepupunya itu.

Hyunseung menatap para karyawan itu, “Pergi!” Serunya. Mereka langsung beranjak dan keluar dari ruangan itu.

“Hyunseung!” Seru Junhyung marah.

Hyunseung kembali menatap Junhyung, “Katakan! Bagaimana kau bisa mengenal Hyuna?!!”

Junhyung menatap Hyunseung tak mengerti, “Mwo?”

“Jawab aku!!” Seru Hyunseung sambil menyentak tubuh Junhyung.

Junhyung berusaha tetap tenang agar tak lepas kendali, “Dulu Hyuna adalah kekasihku..” Jawabnya pelan.

Mata Hyunseung membesar, “Mwo?!”

“Itu sudah lama sekali! Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi hingga kemarin ditempatmu..” Jelas Junhyung.

Hyunseung benar-benar tak percaya dengan pendengarannya dan menatap Juhyung curiga, “Apa kau tidur dengannya?”

Junhyung terkejut, “Ne? Aniya! Apa maksudmu? Kami berkencan saat SMA, micheoso?!” Serunya.

Hyunseung tertegun, “SMA?” Tanyanya.

“Ne, Hyuna adalah juniorku ketika SMA. Tapi tiba-tiba dia berubah dan mulai sering terkena masalah, hingga dia dikeluarkan dari sekolah. Aku tidak tau lagi bagaimana kabarnya setelah itu..” Jelas Junhyung.

Dahi Hyunseung berkerut, perlahan dia melepaskan kerah baju Junhyung dan memikirkan semua penjelasan sepupunya itu. ‘Karena itu Hyuna tidak ingin membicarakan Junhyung? Karena Junhyung mantan kekasihnya? Gadis jalang!!’ Batinnya marah.

“Ya, terjadi sesuatu pada Hyuna?” Tanya Junhyung ingin tau.

Hyunseung menatap Junhyung dingin, “Tutup mulutmu!” Ucapnya dan berbalik pergi. Semua orang langsung menunduk canggung ketika dia berlalu.

=Klub=

Akhirnya Hyuna kembali datang ke klub malam itu. Ia tak tau mengapa kembali kesana lagi, dia merasa bodoh sendiri karena berharap akan bertemu Hyunseung disana. Karena dia mengenakan dress mini yang hampir memperlihatkan tubuh sexynya, banyak pria yang berusaha mendekatinya. Namun dia hanya berdiri sambil bersandar ke dinding sambil meneguk bir di botol. Ingatan-ingatan manis bersama Hyunseung membuat kepalanya pusing, namun dia tak tau harus melakukan apa untuk menghilangkan pria itu dari pikirannya.

Seorang pria bertubuh sexy menghampiri Hyuna dan menyandarkan satu tangannya ke dinding di sebelah kepala Hyuna sambil tersenyum pada gadis itu, “Kau butuh teman, sexy?”

Hyuna menatap pria itu dingin. Bukan itu senyuman yang ingin ia lihat, bukan pria di depannya.

“Hei.. Kau terlihat sedih, aku bisa membuatmu lupa semua masalahmu..” Ucap pria itu sambil mengelus pipi Hyuna.

Hyuna menepis tangan pria itu dan mendorongnya menjauh, lalu melangkah sempoyongan keluar dari tempat itu. Dia meneguk bir di botol itu, namun karena terlalu terburu-buru bir itu ikut keluar membasahi wajahnya. Lalu menjatuhkan botol itu dan masuk ke mobilnya. Tidak peduli dia dalam pengaruh alkohol, dia tetap menghidupkan mesin mobil dan mengendarainya pulang. Beruntung kondisi jalanan tidak terlalu ramai, jadi dia tak perlu khawatir menabrak siapa pun di jalanan.

Namun masalah utamanya terjadi dirumah. Karena mabuk, Hyuna bukannya memasukkan mobil ke garasi tapi malah menabrak pintu garasi itu. Membuat orang-orang dirumah kaget dan berlari keluar. Hyuna membuka pintu mobil dan bergerak keluar, tapi malah terjatuh karena kepalanya terasa pusing. Dalam keadaan setengah sadar itu dia bangkit sambil berpegangan dengan mobil dan berusaha memfokuskan pandangannya mencari pintu depan rumahnya.

“Omo!! Hyuna! Gwenchana?!” Seru ibu Hyuna sambil berlari menghampiri putrinya, namun dia terkejut mencium aroma alkohol ditubuh gadis itu. “Hyuna! Kau mabuk?!”

“Yobo, bawa dia masuk dulu..” Ucap ayah Hyuna.

“Lepaskan.. Aku tidak mabuk!” Ucap Hyuna sambil mendorong ibunya dan melangkah ke pintu. Namun kakinya salah melangkah dan hampir terjatuh jika Yoseob tidak segera menangkapnya.

“Oh! Kau mabuk berat?” Tanya Yoseob tak mengerti.

“Mmm! Lepaskan! Siapa yang mabuk?!” Seru Hyuna dengan mata setengah tertutup.

“Kau yang mabuk..” Jawab Yoseob sambil menggendong Hyuna dengan kedua tangannya dan membawa gadis itu masuk.

Yoseob membaringkan Hyuna ke tempat tidur dan melepaskan high heelsnya, “Kenapa kau merusak dirimu sendiri?” Tanyanya tak mengerti.

Hyuna memejamkan matanya dan sudah hampir tertidur karena pengaruh alkohol. “Hmm..” Gumamnya sambil mengusap bibirnya.

Yoseob memandang adiknya sedih, lalu menyelimuti gadis itu. Ketika hendak pergi, dia mendengar Hyuna mengigaukan sesuatu.

Bulir air mengalir dari sudut mata Hyuna, “Oppa..” Gumamnya pedih dan mulai menangis.

Yoseob berbalik dan memandang Hyuna.

“Oppa.. Wae? Wae…?” Tangis Hyuna dalam tidurnya.

Yoseob bergerak duduk disebelah adiknya dan mengelus kepala gadis itu, “Hyuna, tidurlah..” Ucapnya.

Hyuna menangis pedih mengingat hari dimana dia dan Hyunseung bertengkar. Pria itu sama sekali tak menghalanginya ketika pergi.

=Caravan=

Hyunseung melakukan hal yang melewati batas demi melupakan sosok Hyuna di caravan-nya dengan membawa dua orang gadis panggilan kesana.

Hyunseung mencium seorang gadis sambil mengelus rambut gadis lain yang  menciumi pinggang dan perut six-packnya. Ia sengaja membuat dirinya mabuk agar tak memikirkan Hyuna dan hanya menikmati tubuh gadis-gadis itu, namun apa pun usahanya, ia tetap tak bisa.

“Brengsek!! Kau menyebutku wanita murahan?!!”

“Brengsek!! Seharusnya aku tau kau hanya ingin menggunakan tubuhku secara gratis!! Kau pria paling menjijikkan yang pernah kutemui!”

Ucapan Hyuna itu kembali berputar di kepalanya. Namun kali ini dia tak mau membiarkan ingatan itu mengusiknya. Dia semakin memperdalam ciumannya pada gadis itu seperti akan memakan gadis itu hidup-hidup.

“Kau pria paling menjijikkan yang pernah kutemui!”

Hyunseung memejamkan matanya lebih erat dan meraba tubuh gadis yang dia cium itu.

“Karena kau kekasihku, aku tidak ingin membahasnya..”

Akhirnya Hyunseung menyerah, dia tak bisa melupakan Hyuna meskipun meniduri puluhan gadis di caravan-nya. Tidak ada gadis yang bisa menggantikan Hyuna dihatinya. Dia melepaskan bibir gadis itu dan bergerak duduk sambil memegang dahinya dengan mata terpejam.

“Oppa, waekeure?” Tanya gadis itu sambil merangkul Hyunseung.

“Oppa, kau terlihat tidak baik..” Ucap gadis satunya.

“Kha(pergi)..” Ucap Hyunseung pelan.

“Ne? Oppa, kita saja belum melakukan apa pun..” Ucap gadis tadi sambil mengelus dada Hyunseung.

Hyunseung menatap kedua gadis itu bergantian, “Kha!!” Serunya.

“Oppa?” Ucap gadis-gadis itu tak mengerti.

“Kharagu(kubilang pergi)!!!” Teriak Hyunseung sambil mendorong kedua gadis itu, “Kha!!” Teriaknya lagi dan melemparkan apa pun disekitarnya untuk membuat gadis-gadis itu pergi.

Kedua gadis itu langsung memunguti pakaian mereka dan berlari keluar.

Hyunseung memegang kepalanya, “Tarawa Hyuna..” Ucapnya memohon, “Hyuna!!!” Serunya sendiri, bulir air mulai berjatuhan dari matanya. Dia sangat menyesal tidak mengejar Hyuna, jika dia mengejarnya pasti mereka tidak akan berakhir seperti ini. “Tarawajo.. Jebal..” Tangisnya.

=Keesokan Harinya=

Hyuna akhirnya membongkar isi tas yang dia bawa dari rumah Hyunseung. Semua itu baju-baju yang dulu dia bawa juga. Namun ternyata ada sebuah baju yang bukan miliknya. Tangannya mengambil kemeja putih besar itu dan menatapnya sedih. Dia mengenakan kemeja itu ketika bangun dipagi sebelum mereka bertengkar. “Oppa..” Gumamnya sedih.

Semua orang tertegun melihat Hyuna muncul di ruang makan dengan kemeja putih besar yang memperlihatkan hampir seluruh kaki panjangnya.

“Hyuna! Apa yang kau kenakan?! Cepat ganti pakaianmu!!” Seru ibu Hyuna.

Hyuna tidak mendengarkan ucapan ibunya dan mengambil sarapannya.

Yoseob memandang adiknya tak mengerti. Tadi malam pulang dalam keadaan mabuk berat dan sekarang malah mengenakan kemeja seperti itu. “Hyuna-a, kenapa kau mengenakan ini?” Tanyanya.

Hyuna berhenti mengoles roti di tangannya dan diam sejenak, lalu menatap anggota keluarganya bergantian. “Bukankah aku memang sudah menjadi aib keluarga? Kenapa kalian masih menanyaiku?!” Tanyanya.

“Hyuna!!” Seru ibu Hyuna kaget.

“Yobo.. Jangan marahi dia terus..” Ucap ayah Hyuna sambil memegang punggung tangan istrinya, lalu memandang Hyuna. “Gwenchana, selesaikan sarapanmu..” Ucapnya pelan.

“Yobo! Kenapa selalu membelanya?!” Tanya ibu Hyuna kesal.

“Dia putri kita, jangan seperti itu..” Ucap ayah Hyuna berusaha menenangkan istrinya.

Ibu Hyuna menatap putrinya marah, “Hyuna! Katakan pada eomma! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?!! Kenapa kau berubah drastis seperti ini?!! Dulu kau sangat manis dan penurut!!”

“Eomma, kemanhe..” Ucap Yoseob.

Hyuna bangkit berdiri sambil menatap ibunya dengan mata memerah menahan air mata, “Eomma ingin tau?!! Eomma ingin tau apa yang membuat hidupku hancur?!!!” Tanyanya dengan nada tinggi, bulir air mengalir dari matanya.

Yoseob berdiri dan merangkul adiknya, “Kemanhe, Hyuna-a..”

Hyuna menatap ayahnya penuh kebencian dan kembali menatap ibunya, “Eomma akan memilih mati jika aku mengatakannya..” Ucapnya dingin, lalu berbalik dan berjalan pergi.

Yoseob menghela nafas dalam memandang adiknya, “Hyuna..” Panggilnya.

“Ada dengannya?!” Tanya ibu Hyuna tak habis pikir, bulir air matanya berjatuhan begitu saja.

Ayah Hyuna merangkul istrinya, “Tenanglah.. Dia masih labil..”

Yoseob mengikuti adiknya keluar, namun gadis itu sudah pergi dengan mobilnya.

Ditempat lain.

Hyunseung terbangun seorang diri di kamarnya. Perlahan dia bangkit sambil mengelus kepalanya yang terasa pusing. Kepalanya menoleh ke sekitar, berharap kepergian Hyuna hanya sebuah mimpi buruk. Tapi dia harus menelan kenyataan itu sekali lagi. “Pabo..” Gumamnya, lalu turun dari tempat tidur dan melangkah keluar. Hal pertama yang dia lakukan adalah membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol bir, lalu membukanya. Tidak peduli bagaimana kondisinya nanti, dia tetap meneguk cairan itu. Tapi tiba-tiba perutnya terasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan bir itu lagi ke toilet. “Uhuk!! Uhuk!!” Batuknya, tangannya terangkat menyeka bibir dan menghampiri wastafel untuk mencuci wajahnya. Saat menghidupkan keran air, matanya terpaku pada sebuah sikat gigi di sebelah sikat giginya. Itu milik Hyuna. Kenangan saat dia dan gadis itu menyikat gigi bersama kembali muncul dan itu membuatnya semakin sesak. Tapi dia tetap berusaha menjadi dirinya. Dia langsung mencuci muka dan mematikan keran air, lalu keluar.

Diruang tengah dia duduk di sofa dan menyalakan rokok. Menghisap benda itu bisa membuatnya merasa lebih baik, itu pikirannya. Begitu memandang kompor, ingatan saat dia menggendong Hyuna dan mendapat kecupan manis dibibirnya seperti terulang lagi didepan matanya. “Aisssh!!!” Serunya sambil melempar rokoknya entah kemana, lalu menunduk sambil memegang kepalanya. “Hyuna.. Tarawa.. Jebal.. Tarawajo..” Mohonnya sepenuh hati.

Hyuna menghentikan mobilnya di depan caravan Hyunseung dan menatapnya sedih. Mobil pria itu masih terparkir disana, berarti pria itu ada disana. Dia tak tau mengapa dia kembali kesana, namun tidak ada tempat yang bisa membuat hatinya tenang selain disana. Perlahan dia membuka pintu dan melangkah ke pintu caravan. Tangannya terulur untuk membuka pintu, tapi dia kembali menarik tangannya. ‘Apa dia akan menerimaku lagi? Atau aku akan digunakan seperti wanita bodoh yang tak punya harga diri?’ Batinnya. Tapi bagaimanapun nanti, dia sangat ingin memandang wajah Hyunseung saat itu. Dengan tekad bulat ia membuka pintu dan melangkah masuk.

Hyunseung tertegun mendengar langkah seseorang dan mengangkat wajahnya, dia benar-benar tak percaya melihat Hyuna yang berdiri disana. Tubuhnya bergerak sendiri bangkit dan langsung mendekap gadis itu, menciumnya dalam.

Hyuna memejamkan matanya dan memeluk leher Hyunseung untuk memperdalam ciuman itu.

Hyunseung mendorong Hyuna menuju kamar tanpa melepaskan pelukan ataupun ciumannya. Beberapa kali punggung gadis itu menabrak dinding, namun itu tak menghentikan mereka. Hingga dia mendorong gadis itu ke tempat tidur dan naik ke atas tubuhnya.

Hyuna membuka matanya dan menatap kedua mata Hyunseung dalam, memperlihatkan betapa dia sangat merindukan pria itu.

Hyunseung mengelus pipi Hyuna lembut, “Hyuna, saranghae..” Ucapnya pelan sepenuh hati.

Hati Hyuna bergetar mendengar ucapan Hyunseung dan memegang pipi pria itu, “Saranghae oppa..” Ucapnya.

Hyunseung memejamkan matanya dan kembali mencium Hyuna dalam. Dia tak ingin dirinya kehilangan gadis itu dan membiarkan instingnya bekerja saat itu.

…………………………………………………

Hyuna membuka matanya perlahan. Setelah beberapa detik dia menyadari kepalanya berada di perut pria six-pack. Kepalanya menunduk sedikit dan menyadari dia tak mengenakan apa pun dibalik selimut yang menutupi tubuhnya. Dia merasakan seseuatu mengelus rambutnya, lalu mendongak perlahan dan melihat Hyunseung masih terlelap. Yang mengelus kepalanya tadi adalah tangan pria itu. Bibirnya membentuk senyuman sambil menarik tangan pria itu ke dadanya.

Hyunseung tersadar dari tidurnya karena merasakan tubuh hangat menempel di tubuhnya. Perlahan matanya terbuka dan memandang ke seorang gadis di perutnya. Tangannya digenggam oleh gadis itu. Bibirnya membentuk senyuman sambil mengelus pipi gadis itu dengan ibu jarinya.

Hyuna tertegun merasakan ibu jari Hyunseung mengelus pipinya dan mendongak, pria itu memandangnya sambil tersenyum.

“Hei..” Ucap Hyunseung lembut.

Hyuna tersenyum dan bergerak membaringkan kepalanya ke bahu pria itu.

Hyunseung memeluk Hyuna dan meletakkan dagunya diatas kepala gadis itu. Dia merasa kembali hidup setelah merasakan keberadaan gadis itu lagi disisinya.

Hyuna merasa tenang berada disisi Hyunseung seperti itu, namun ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. “Oppa..”

“Hmm..” Jawab Hyunseung.

“Aku akan menjelaskan tentang Yong Junhyung..” Ucap Hyuna.

Hyunseung tertegun, “Oh.. Aku sudah tau..”

Sekarang Hyuna yang terkejut, “Kau sudah tau Yong Junhyung mantan kekasihku?”

“Ne..” Jawab Hyunseung, “Junhyung berkata saat itu kau berubah drastis dan dikeluarkan dari sekolah. Apa yang terjadi?” Tanyanya.

Hyuna diam memikirkan apa yang harus dia katakan.

“Hyuna, kau bisa menceritakannya padaku. Aku tidak peduli bagaimana masa lalumu, karena aku mencintai dirimu yang sekarang. Tapi aku juga perlu tau apa saja yang sudah kau lalui..” Ucap Hyunseung pelan.

Hyuna merasa sangat terluka mengenang masa lalunya. Matanya mulai dipenuhi air, “Aku berpacaran dengan Yong Junhyung saat usiaku 16 tahun..” Ucapnya memulai.

“Lalu?” Tanya Hyunseung.

Hyuna berusaha menahan air matanya mengingat kejadian mengerikan yang menimpanya, “Aku tidak tau apa pun tentang sex, aku hanya gadis polos biasa. Tapi seseorang memperkosaku..” Ucapnya dan mulai menangis.

Hyunseung terkejut mendengar ucapan Hyuna dan melepaskan pelukannya sambil menatap gadis itu tak percaya, “Hyuna?”

Hyuna memandang Hyunseung dengan air mata terus mengalir, “Aku sangat ketakutan. Ketika aku berlalu, aku merasa orang-orang menatap ke arahku. Seperti semua orang tau aku sudah di perkosa. Aku mulai menyendiri dan membolos agar tak perlu bertemu siapa pun. Aku kedapatan merokok di sekolah karena aku tak sanggup menahan perasaan tersiksa akibat pemerkosaan itu. Aku tidak bisa kembali menjadi diriku. Aku merasa sangat hina dan mulai menghadapi semuanya dengan alkohol setelah usiaku 20 tahun. Aku sering mabuk berat dan tidak pulang, saat terbangun aku akan berada di sebuah hotel atau penginapan. Ibuku akan berteriak padaku karena tau aku tidur dengan pria. Tapi dia tidak berpikir aku diperkosa, lagi dan lagi. Aku tidak tau bagaimana mengatakannya pada ibuku..” Hyuna menangis tersedu-sedu di dada Hyunseung.

Hyunseung memeluk Hyuna sambil mengelus rambutnya, tak percaya itu yang dialami gadis kesayangannya. Perlahan dia melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Hyuna sambil menatapnya, “Siapa yang melakukannya Hyuna?”

Hyuna memandang Hyunseung sedih dan menggeleng.

“Hyuna! Siapa yang memperkosamu?!” Tanya Hyunseung tegas.

Hyuna kembali menggeleng, tidak mau memberitau siapa yang telah tega melakukan itu padanya.

“Kim Hyuna!!” Seru Hyunseung, namun gadis itu malah menangis pedih. Dia menghela nafas dalam, “Katakan padaku, aku akan membuatnya menyesal telah melakukan hal buruk itu padamu..”

Hyuna tak sanggup mengatakan yang sebenarnya pada Hyunseung, itu sama saja membuat semua aib didalam hidupnya.

“Yong Junhyung?” Tebak Hyunseung.

Hyuna menggeleng pelan.

“Lalu siapa? Katakan padaku!!” Tegas Hyunseung.

Hyuna menggigit bibir bawahnya dan memeluk Hyunseung erat.

Hyunseung memeluk Hyuna untuk menenangkannya, ia dapat merasakan gadis itu sangat ketakutan. “Katakanlah, aku akan melindungimu..” Ucapnya lembut.

Hyuna melepaskan pelukannya dan memandang Hyunseung, lalu menyebutkan siapa yang telah mengambil keperawanannya.

Mata Hyunseung melotot, “MWO?!!”

=Rumah Keluarga Kim=

Ibu Hyuna melangkah masuk ke rumah bersama Yoseob dengan wajah cemas, “Eomma tidak tau apa yang telah terjadi pada adikmu..”

Yoseob merangkul ibunya, “Ne, eomma.. Aku juga. Tapi yang Hyuna butuhkan sekarang bukanlah orang yang menekannya, tapi orang yang mendukungnya. Agar dia bisa terbuka tentang dirinya..”

Ibu Hyuna menghela nafas berat.

“Nyonya..” Panggil pembantu di rumah itu.

Ibu Hyuna dan Yoseob berhenti, “Ne?”

Pembantu itu tampak menggigit bibir bawahnya ragu, “Mmm.. Nyonya, agassi sudah kembali..”

Ibu Hyuna tertegun, “Ne? Oh.. Baguslah.. Dimana dia sekarang?”

“Ada dikamarnya..” Jawab pembantu itu.

“Hmm.. Biarkan dia beristirahat dulu, nanti panggil dia saat makan malam..” Ucap ibu Hyuna dan kembali melangkah bersama Yoseob.

“Tapi nyonya..” Panggil pembantu itu lagi.

Ibu Hyuna berhenti, “Ada apa, ahjumma?”

“Mmm..” Pembantu itu menggigit bibir bawahnya ragu, “Agassi bersama seorang pria..”

Ibu Hyuna dan Yoseob terkejut, “Mwo?!” Seru mereka hampir bersamaan, lalu langsung berlari kelantai atas.

Dikamar Hyuna.

Hyunseung menjebak tubuh kecil Hyuna diantara kakinya. Disaat bibirnya sibuk bersama bibir gadis itu, tangannya membuka kancing baju gadis itu. Sementara bajunya sudah terbang entah kemana.

Hyuna memeluk leher Hyunseung untuk memperdalam ciuman mereka.

BRAKKK!! Pintu terbanting karena Yoseob terlalu emosi.

Mata Yoseob dan ibunya melotot melihat apa yang sedang dilakukan anggota keluarga termuda itu bersama seorang pria di tempat tidur.

“Hyuna!!” Seru ibunya histeris.

Hyunseung dan Hyuna memandang kearah orang yang berteriak. Dengan cepat Yoseob menarik bahunya dan melayangkan pukulan ke wajahnya.

DUAAKK!! Hyunseung hampir terjungkal karena pukulan Yoseob. Sudut bibirnya mengeluarkan darah.

“Brengsek!! Berani kau menyentuh adikku!!!” Seru Yoseob marah.

Hyuna bangkit duduk sambil menahan kemeja di tubuhnya yang sudah terbuka.

“Hyuna! Eomma benar-benar kecewa padamu!” Ucap ibu Hyuna kecewa.

Hyuna menunduk sambil menggenggam kemeja ditubuhnya.

Hyunseung menjilat luka di ujung bibirnya dan tersenyum memandang Yoseob, “Kau kakak Hyuna?” Tanyanya sinis, lalu dengan kasar menarik kerah baju pria itu. “Bagaimana mungkin kau tidak tau apa yang terjadi pada adikmu?!!” Serunya marah.

Yoseob mendorong Hyunseung menjauh, “Lepaskan!! Kau pria yang hanya ingin menggunakan adikku itu kan?!! brengsek!” Dia kembali melayangkan pukulannya ke wajah Hyunseung, namun kali ini pria itu mengelak.

Hyunseung kembali menarik kerah baju Yoseob dan menyeretnya ke tempat tidur, Ibu Hyuna berteriak histeris melihat putranya diseret seperti itu. Dia mendorong Yoseob ke kaki Hyuna, “Kau tau apa yang membuat hidupnya hancur seperti ini?!! Ini bukan salahnya!! Kau seharusnya menjaganya!!” Serunya.

Yoseob memandang Hyunseung tak mengerti, lalu memandang Hyuna yang mulai menangis dengan wajah menghadap ke satu sisi bahunya. “Hyuna-a, apa yang dia katakan?”

Hyunseung memandang ibu Hyuna, “Eommanim, pernahkah kau berpikir putrimu bukan tidur bersama pria? Melainkan di perkosa pria-pria itu?!!” Tanyanya marah.

Ibu Hyuna terkejut, “Mwo?”

Yoseob menatap Hyunseung kaget, “Apa maksudmu?!!”

Hyunseung menatap Yoseob marah, “Adikmu!! Kehilangan kesuciannya saat berusia 16 tahun! Apa kau tau?!!”

Mata Yoseob melotot, “Ne?!” Serunya dan memandang Hyuna tak percaya, “Hyuna-a?”

Ibu Hyuna melangkah maju dan menghampiri putrinya. Tapi dia malah menampar gadis itu berkali-kali, “Kau gadis liar!!” Serunya.

“Eomma!” Yoseob langsung memeluk ibunya dan menariknya menjauh dari Hyuna.

Hyuna tak sanggup mengatakan apa pun dan hanya terus menangis sambil menggenggam kemejanya yang terbuka.

“Hyuna, eomma tak percaya kau mencoreng wajah eomma seperti ini! Mengapa kau seburuk ini?! Apa kau memang sangat memerlukan sex daripada nama baik keluargamu?!” Ucap ibu Hyuna dan mulai menangis.

“Eomma..” Ucap Yoseob menenangkan.

Hyunseung berjalan kedepan ibu Hyuna dan menatapnya dingin, “Berhenti menyalahkan putrimu!” Ucapnya.

“Kau siapa?!! Beraninya kau membuatku merasa malu seperti ini!!” Seru ibu Hyuna.

“Aku adalah orang yang akan melindungi Hyuna. Karena dia tak sanggup membuka kisah buruknya padamu..” Ucap Hyunseung.

“Apa maksudmu?! Katakan dengan jelas!” Ucap Yoseob tak mengerti.

“Eommanim, putrimu mulai berubah karena dia telah diperkosa..”Ucap Hyunseung dingin.

Ibu Hyuna terpaku menatap Hyunseung, begitu juga dengan Yoseob. “Ne?”

Yoseob memandang Hyuna, lalu kembali memandang Hyunseung. “Siapa yang melakukannya?! Katakan!!”

“Dia..”

“Hentikan!! Jangan beritau ibuku!!” Teriak Hyuna histeris.

“Hyuna-a?” Ucap ibu Hyuna tak percaya.

Hyunseung memandang Hyuna sedih.

“Jangan beritau ibuku, kumohon..” Mohon Hyuna pada Hyunseung.

Hyunseung kembali memandang ibu Hyuna.

“Siapa yang melakukannya?” Tanya Yoseob.

Hyunseung miris mendengar Hyuna menangis dibelakangnya, namun dia harus mengatakan itu. “Suamimu, eommanim..”

Ibu Hyuna dan Yoseob seperti mendengar petir di siang bolong, “Ne?!”

Hyuna membanting tubuhnya ke kasur dan menangis tersedu-sedu. Sekarang ibunya sudah tau tentang hal memalukan itu.

Ibu Hyuna menatap Hyuna tak percaya, “Hyu.. Hyuna?”

Yoseob menarik bahu Hyunseung dan menatapnya marah, “Jangan asal berbicara!”

Hyunseung menatap Yoseob tajam, “Apa aku tampak asal berbicara?”

Ibu Hyuna berjalan gontai ke tempat tidur dan mengelus rambut putrinya, “Hyuna, benar yang dikatakan pria itu?”

Hyuna menatap ibunya menyesal, “Aku sudah berkata eomma akan memilih mati jika mengetahuinya..” Ucapnya.

Ibu Hyuna menangis pedih dan memeluk putrinya, “Eomma miane, Hyuna.. Jeongmall miane..”

“Ada apa ini?!” Tanya ayah Hyuna sambil masuk ke kamar putrinya.

Yoseob berbalik menatap ayahnya penuh amarah, “Kau!” Ucapnya tertahan.

“Ada apa Yoseob?” Tanya ayah Hyuna tak mengerti.

Yoseob menarik pria tua itu menendang perutnya dengan lutut, “Brengsek!! Kau berlaku baik untuk menutupi kebusukanmu!!” Serunya, lalu menendangi pria tua itu.

“Yoseob!! Ahhkk!! Apa yang kau lakukan?!!” Tanya ayah Hyuna tak mengerti.

“Kau! Kau binatang!! Tega sekali kau memperkosa putrimu!!” Teriak Yoseob dan menendang ayahnya hingga terjungkal kebelakang.

Hyunseung menarik Yoseob agar tidak membunuh ayahnya, “Jangan pukuli dia terus! Biarkan dia mendekam di penjara untuk waktu yang lama! Itu akan menyiksanya!” Ucapnya dingin.

=Pantai Milik Keluarga Jang=

Hyuna menciumi wajah Hyunseung yang duduk di kursi kemudi sambil mengelus dada berototnya.

Hyunseung meraba tubuh Hyuna yang hanya mengenakan celana pendek dan baju berbentuk korset.

Hyuna bergerak duduk dan memandang Hyunseung sambil tersenyum, “Oppa, apa kau tidak ingin menikahiku?” Tanyanya.

Satu tangan Hyunseung memeluk pinggang Hyuna, satu lagi mengelus pipinya lembut. “Aku akan menikahimu jika kau hamil..”

Hyuna memandang Hyunseung bingung, “Wae?”

“Karena aku membutuhkan penerus Jang untuk perusahaanku..” Jawab Hyunseung sambil tersenyum.

Hyuna cemberut, “Jika aku tidak bisa hamil apa kau akau terus menggunakanku selamanya?”

“Ne..” Jawab Hyunseung menahan tawa.

“Aissh! Oppa jinja!!” Ucap Hyuna geram sambil memukul bahu Hyunseung pelan.

Hyunseung tertawa dan menarik gadis itu ke dadanya, lalu dengan lembut mengelus rambutnya. Matanya memperhatikan seluk beluk wajah gadis itu dengan teliti, “Aku akan membuatmu tetap disisiku. Tidak peduli aku harus menikahimu atau mengikatmu, aku akan melakukannya..”

Hyuna tertawa kecil, “Oppa..” Ucapnya lucu.

Hyunseung mengecup dagu Hyuna dan sudut bibirnya. Gadis itu menatap kedua matanya sambil mengelus pipinya. Tangannya bergerak kepinggang gadis itu dan menariknya naik. Mereka kembali berciuman panas.

Dari kejauhan, Junhyung berdiri disebelah mobilnya dengan kedua tangan didada. Kepalanya bergeleng-geleng melihat apa yang dilakukan Hyuna dan Hyunseung didalam mobil, “Aigoo.. Dia benar-benar menggunakan tempat ini sesukanya..” Ucapnya tak percaya, lalu masuk ke mobilnya dan pergi.

===THE END===

Advertisements

49 thoughts on “Now!! There is no Tomorrow!! [19+]

  1. Hai.. ^^
    Maaf ya, ikut baca.. Ga sengaja nemu fict ini pas lagi nyari fict trouble maker..
    Dan… Daebaaaakkk!! Keren bgt ceritanya ><
    Ahhh~ seperti nonton film dibalik mv now trouble maker..
    Makasih udah buat fict trouble maker yg daebak ini..
    Aku bener2 suka sama mereka.. 😀

  2. OMO nie FF cast nya favorit aq 🙂
    wah gomawo ya thor udda bikin FF nie #hugsauthor >_<
    sumpah aq baru kali nie nemu FF yg cast nya 2hyun dan keren bangettttt sumpah dapet banget feel nya aq baca nie (y)
    aq kira bakal sad ending kan di mv TM sad ending , but untung banget happy ending 😀
    gomawo thor saranghae ❤
    adakah FF lain yg cast nya 2hyun ?????

  3. Wuaaaaaa… maaf ya semua, aku baru baca koment kalian sekarang.. makasiii udah baca ff aku.. serius, ampe mau nangis tau ada yang menghargai karya aku kayak gini.. Maksiii semuanyaaaa.. ngga sia-sia aku jadi fans berat Trouble Maker.. Love you all.. 😀

  4. uwahhhhh aku suka bgt ff ini.. detail bgt brasa bneran kyk d mv.. aduhhhh bgus bgt.. hahaha bayangin juga ini >< keren bgt kkkkk buat lagi yah pairing mrka lagi aww thx authornim

  5. Sumpah keren banget pake aja deh thor .. kebawa perasaan bacanya .. sialan banget tuh ya appanya si hyuna .. bejat banget perkosa anaknya sendiri -.-” .. gue suka sosok hyunseung disini .. mungkin kalo bukan karna dia masalahnya hyuna gak akan selesai2 .. Huah, daebak deh buat author :))

  6. wooo cucokkkk
    setelah hampir nyerah nyari author 2hyun yg cuma seupil /? di jagat raya indonesia, akhirnya ketemu disini pas nulis keyword ‘ktp hyuna’ di google wkwk :va
    keren nih, pas baca ditengah tengah agak cemas juga bakal sad ending kayak mv now eh ternyata enggak deh :3
    bahasanya sederhana aja, tapi karna ceritanya dirangkai sedemikian rupa cakepnya /? bikin baca jadi gak bosen. Sukses ya, keep writing. Ditunggu ff 2hyun selanjutnya dengan karakter hyunseung yang lebih dingin kalo bisa :3
    oh ya, izin ubek ubek blogmu ya thor, mau nyari ff 2hyun yg lainnya hehe ._.v
    sekian aja deh, maaf ya, kalo sedikit sok ngritik /? ._.v
    sankyuuuu ❤

  7. Lg baca berita hyuna hyunseung ehh ketemu cerita ini.
    tp ga nyesel bacanya, keren banget. Kaya lg nntn mv nya…kereennn\ (^.^)/

  8. huah…… daebak bgt…. dan gk seonoh yg q kira.
    awlnya yg memperkosa itu yoseob, eh… tpi ayhnya sndri yg perkosa. pantesan ayhnya slalu lindungi hyuna jika hyuna dimrhi ibu.
    huah….. bgs ini bnr2, awlnya gk sengaja nemu di google, kok q kepikiran pingin nyari ff yg bercast trouble maker.
    bgs thor q ska….

  9. wuaaaaaah baru koment niiiih heheheh..
    maaf ya blog nya dah aku ubek -ubek tp bru koment skrang….. ff nya bagus.. ceritanya juga menarik.. baca nya juga gx bosen-bosen… aku suka..

  10. n ini adalah fF favorit saiiaa..

    #telat koment..
    pdhl dah baca lama n baru sadar ini bikinan Hanna juga…

    ciehhhh….jiwa NoVELISnya gak diragukan lagi…

    berasa liat MV….

    #Jjang jjang girl

  11. Huaa!! Akhirnya bisa nemu juga ini ff 2hyun :3 dulu pas mv now udah muncul aku pernah cari versi ff nya tapi ga ada dan akhirnya pasrah.. dan sekarang akhirnya nemu juga ff 2hyun :3 ga nyangka ff seDAEBAK ini baru di temuin sekarang 😀

    dan karena ff ini terinspirasi dari mv now dan beberapa adegan juga mirip sama di mv now jadi lebih mudah ngebayanginnya 🙂

    oh iya cara penulisan ff nya bagus, alurnya juga pas ga terlalu lambat ga terlalu cepat, feel nya juga dapet :3 pokoknya daebak banget buat ff ini (y)

  12. great job thor!! :3 alurnya gak gampang ditebak, bikin penasaran, dan bener2 kaya di mv nya xd huhu penasaran kehidupan 2hyun pas udh nikah deh :3 bikin sequelna dong thor hihi

  13. sumipah baru nemu nih ff keren abis feelnya kerasa banget, sama romantis abislah haha kebetulan aku suka 2hyun jadi jedor deh. lanjut kak memperbanyak ff 2hyun ya. 😉

  14. Sumpah ini ff keren bangettt .. baru pertama baca ff sekeren ini .. thor hebat bgt sih thor .. lanjut bikin cerita yg lebih keren lg ya thor .. berbakat bgt ente thor … ada cerita sedih nya juga yg buat mata aku ampe berkaca2berkaca2 love this ff ❤ laaaff laaaff laaafff maaahhh :*

  15. jujur ini FF troublemaker favorite ku dr sekian FF yg udh aku baca
    , best of the best pokokx.
    ceritanya berkaitan dg adegan2 yg ada di MV NOW, dan membuat fantasiku melayang jauh.. hahah
    ga tau mau bilang apa2 lg,
    ❤ u author, ditunggu FF troublemaker lainnya 😀

  16. Woohoo.. Ini keren, biasanya kalo castnya si duo troublemaker ini mereka selalu cari kesempatan bikin fic nc, tapi ini malah gak terlalu ekstrim.
    Suka sama ficnya, gak sengaja nemu, tapi ternyata bagus loch. 😀

  17. FF nya kereeeeeeeeeeennnnnn .. serasa lagi liat mini drama ,, feel nya dapet, mereka berdua ini couple favorite ku .. keep writing yaa, ditunggu karya selanjutnya, terutama untuk couple duo trouble maker ini …

  18. wahhh keren banget ini ff :v baru engeh kolo ini ceritanya kek di mv trouble maker yg Now, hehe jadi suka dehh sama ff yg castnya trouble maker xD wkwk
    keep writeing yaa author buat ff trouble maker yg lainnya(?) kkkkk

  19. Huuuu ceritanya keren banget,ini ff favorite aku dri semua ff oneshott author…
    Itu ayahnya hyuna jahat banget memperkosa anknya sendiri,benci deh sama bapanya

    Keep writing thorr,semoga author bikin ff 2hyun lgi ^^

  20. Love this one shoot storyyyyyyy jinjaaa daebakiyeyoooo. Troublemaker jeoroyoo. Eunni yg bikin ff ini sukses bikin aku gatidur sampe malemm👍👍❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s