Chapter

Baby Boo~~ [Chapter 1]

–Love–

Trouble-Maker-Official-Photo-trouble-maker-27257828-700-525 copy

Semua orang tau siapa Hyunseung, mahasiswa tahun kedua yang sangat di gemari para gadis. Apalagi pembawaannya yang tenang dan tidak banyak bicara membuatnya selalu menjadi pusat perhatian. Tidak banyak gadis yang benar-benar berterus terang menyukainya. Kecuali gadis ini.

“Oppa!!” panggil Hyuna sambil berlari kecil menghampiri Hyunseung yang baru saja keluar dari mobilnya.

Hyunseung menyandang tas dan memandang Hyuna, “Oh.. Hyuna-a..”

Hyuna tersenyum lebar, “Oppa, aku membawakanmu sandwich. Kau pasti tidak sempat sarapan seperti biasa..” ucapnya sambil memberikan kotak bekal pada Hyunseung.

Hyunseung memandang kotak itu dan kembali memandang Hyuna, “Aku sudah sarapan, untukmu saja..” ucapnya tanpa ekspresi dan berjalan pergi.

“Ne? oppa.. kali ini sandwich buatanku enak kok.. aku memasukkan gulungan telur..” ucap Hyuna sambil mengikuti Hyunseung.

Hyunseung berhenti dan memandang Hyuna, “Terakhir kali aku memakan masakanmu, kau membuatku mual selama dua hari..” ucapnya dan kembali melangkah pergi.

“Tapi oppa, aku sudah mencobanya kali ini..” ucap Hyuna sambil terus mengikuti Hyunseung.

Hyunseung menghela nafas dalam, lalu kembali memandang gadis itu.

Hyuna tersenyum manis sambil menyodorkan tempat bekalnya.

Hyunseung mengambil kotak itu dan kembali pergi.

Hyuna senang Hyunseung mengambil kotak makanannya, paling tidak pria itu akan memakannya nanti. Dengan langkah riang ia berbalik dan pergi sekolah.

Hyunseung menghela nafas berat melihat kotak bekal di tangannya. dia tak mengerti mengapa gadis itu masih saja mengejarnya meskipun mereka sudah beranjak dewasa. Mereka saling mengenal karena orang tua mereka pengusaha dan sering menghadiri acara kantor. Tapi sudah 10 tahun berlalu sejak awal mereka bertemu hingga sekarang, gadis itu tetap saja mengejarnya dan tidak malu mengungkapkan perasaannya meskipun dia selalu cuek dan dingin.

“Hei.. apa itu?” Tanya Taemin, teman sekelas Hyunseung ketika melihat temannya itu duduk sambil melepaskan tangannya.

“Ada seseorang yang memberikannya padaku..” ucap Hyunseung.

“Anak SMA itu?” Tanya Taemin.

“Ne..” jawab Hyunseung sambil menggeser tempat bekal itu kesamping dan mengeluarkan buku-bukunya.

“Apa isinya?” Tanya Taemin.

“Dia bilang sandwich, makan saja..” ucap Hyunseung.

Taemin tersenyum lebar, “Baik..” ucapnya dan membuka tempat makan itu. Dia sempat tertegun melihat sandwich itu tertata rapi, “Hmm.. dia semakin baik..” ucapnya dan mencicipi satu. Matanya membesar merasakan makanan itu di mulutnya, “Wuaa.. enak sekali!! Kau mau coba?” tanyanya sambil menyodorkan sandwich itu pada Hyunseung.

Hyunseung menghindari tangan Taemin, “Ani.. habiskan saja..” ucapnya, lalu memasang earphone dan mulai membaca buku.

Taemin menatap Hyunseung sebal, “Aisshh.. paling tidak hargai saja buatannya..” ucapnya, lalu kembali makan. Dahinya berkerut menemukan sesuatu terselip di antara tutup tempat bekal itu, “Hm? Mwoya?” gumamnya sambil mengambil lipatas kertas disana. Ternyata sebuah pesan.

_oppa, selamat menikmati! Saranghae.._

Kim Hyuna

Taemin tertegun membaca pesan itu dan memandang Hyunseung. Sejujurnya dia merasa kasihan karena Hyuna tak pernah berhenti berharap pada temannya yang sedingin es itu. Dia menghela nafas dalam dan memasukkan kertas itu ke sakunya, namun sebuah ide muncul di kepalanya. Matanya melirik tas Hyunseung dan diam-diam memasukkan pesan itu kesana. Paling tidak pria itu akan membacanya nanti.

=Sekolah Hyuna=

Naeun memandang Hyuna heran karena sejak istirahat tadi selalu merajut sesuatu dengan senyum riang diwajahnya, “Hyuna-a, apa itu?”

Hyuna tersenyum lebar, “Naeun-a, warnanya baguskan?” tanyanya sambil memperlihatkan hasil rajutannya yang sudah hampir jadi.

Naeun mengangguk sambil melihat hasil rajutan berwarna merah itu, ternyata sebuah syal. “Syal?”

“Ne.. Aku akan memberikannya sebagai hadiah valentine pada Hyunseung oppa..” ucap Hyuna girang.

Naeun memandang Hyuna heran, “Hyuna-a, Hyunseung oppa tidak pernah menyukaimu. Hentikan..” ucapnya pelan.

Hyuna memandang Naeun sambil tersenyum lucu, “Aniya, Hyunseung oppa hanya belum menyadari perasaannya saja. Tenang saja..”

Naeun menghela nafas dalam. Dia dan Hyuna juga berteman dekat karena ayah mereka pengusaha. Dia juga mengenal Hyunseung dan tau bagaimana temannya itu sangat menyukai pria itu. Namun dia tak bisa melakukan apa pun ketika melihat temannya itu selalu mengharapkan pria itu. Dia memberhatikan tangan Hyuna yang merajut syal itu, dahinya berkerut melihat ada sesuatu yang aneh dikulitnya. “Oh.. Hyuna-a! ige mwoya?!” tanyanya sambil menarik tangan gadis itu.

“Ne? oh..” Hyuna langsung menarik tangannya dan menyembunyikannya, “Aniya..”

Naeun memandang Hyuna tak percaya, “Itu sepertinya luka bakar.. waeyo?”

Hyuna tersenyum, “Ani, kemarin aku tidak sengaja menjatuhkan lilin dan terkena tumpahan airnya..”

Naeun menghela nafas dalam, “Aigoo.. sampai kapan kau akan ceroboh begitu?”

Hyuna tertawa kecil, “Hehehe..”

“Kemarikan tanganmu..” ucap Naeun sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menempelkan sebuah plester dingin ke luka ditangan Hyuna, “Ini akan mempercepat penyembuhannya..” ucapnya.

Hyuna tersenyum, “Gumawoyo, Naeun-a..”

=Rumah Hyunseung=

Hyunseung keluar dari kamar dan berjalan ke dapur, saat itu dia mendengar kedua orang tuanya berbicara di ruang tengah. Bukan berarti dia ingin mendengarkan, tapi dia tak sengaja mendengarnya.

“Tuan Kim pasti sedang dalam masalah sulit, kulihat beberapa perusahaannya ditutup..” ucap ayah Hyunseung.

Langkah Hyunseung terhenti dan melirik kearah ayahnya, ‘Tuan Kim?’ batinnya.

“Oh.. yobo-a, bantulah dia.. Kalian sudah berteman cukup lama..” ucap ibu Hyunseung prihatin.

“Keurom, aku dan Tuan Oh masih berusaha menghubunginya. Kuharap mereka baik-baik saja..” ucap ayah Hyunseung.

Hyunseung berbalik ke kamarnya dan menutup pintu, ‘Apakah ayah Hyuna?’ batinnya.

=Keesokan Harinya=

Hyunseung melepas earphone dari telinganya dan mengedarkan pandangan begitu turun dari mobil, tak terlihat Hyuna seperti biasanya. Jadi dia langsung melangkah masuk menuju kelasnya pagi itu.

Taemin tersenyum lebar sambil menepuk bahu Hyunseung, “Yo Hyunseung!” sapanya.

Hyunseung bergerak duduk disebelah Taemin tanpa membalas sapaannya.

Taemin menatap Hyunseung kesal, “Aissh.. dingin sekali..” ucapnya sebal.

Hyunseung menatap Taemin kesal dan mengenakan earphone dikedua telinganya, lalu mulai membaca buku.

Taemin meletakkan sebuah kotak bekal diatas buku yang sedang di baca Hyunseung. Pria itu menatapnya tak mengerti, dia melepaskan satu earphone di telinga pria itu. “Tadi Hyuna memberikannya, dia bilang tidak bisa menunggumu karena harus segera ke sekolah..”

Hyunseung tertegun, lalu memandang kotak bekal itu. “Hmm..” gumamnya sambil meletakkan tempat bekal itu dimeja dan kembali membaca.

“Apa kau tidak bisa memakannya sedikit saja? Itu kan dia buatkan untukmu..” ucap Taemin.

“Kau saja yang makan..” ucap Hyunseung sambil tetap membaca buku.

“Aishh.. dasar kau..” ucap Taemin sebal, lalu membaca bukunya.

Sekolah Hyuna.

Naeun memandang Hyuna sedih, “Hyuna-a, kudengar perusahaan ayahmu sedang ada masalah. Gwenchana?”

Hyuna tersenyum, “Ne, hanya sedikit masalah. Tak lama lagi akan segera membaik.” Ucapnya.

Naeun masih tampak khawatir, “Kau yakin?”

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Naeun memegang tangan Hyuna dan menatapnya serius, “Dengar, aku akan membantumu jika kau membutuhkan sesuatu. Ara?”

Hyuna tersenyum senang, “Ne, arasso..”

Saat makan siang, Naeun melihat Hyuna hanya menikmati sebuah roti.

“Hyuna-a, kau tidak membawa bekal seperti biasa?” Tanya Naeun.

“Ani, aku hanya bosan.” Jawab Hyuna sambil tersenyum, “Kau mau?” Tanya sambil menyodorkan rotinya.

Naeun merasa ada sesuatu yang mencurigakan, namun dia tak menunjukkannya. “Hmm.. bagaimana jika kita makan bekalku bersama?” tanyanya sambil menyodorkan tempat bekalnya.

“Aniya, makanlah..” ucap Hyuna.

“Aigoo.. kenapa begitu? Kau kan tau aku harus diet tapi ibuku terus membawakan bekal sebanyak ini untukku..” bujuk Naeun.

Hyuna hanya tertawa.

“Ayolah..” paksa Naeun sambil mengambil sumpit cadangan dan memberikannya ke tangan Hyuna, “Chaann.. selamat makan..” ucapnya riang.

Hyuna tersenyum dan ikut makan bersama Naeun.

Keesokan harinya.

Naeun menoleh kesamping dan tertegun melihat Hyuna tertidur dimejanya, “Hm?” dia melirik ke depan, beruntung guru tidak menyadarinya. ‘Ada apa dengannya?’ tanyanya heran. “Hyuna.. Hyuna-a..” panggilnya setengah berbisik.

Hyuna terbangun, “Hm? Wae?” tanyanya mengantuk.

“Jangan tidur, nanti kau dimarahi..” bisik Naeun.

“Oh.. aku tertidur..” ucap Hyuna sambil duduk dan mengelus matanya.

“Son Naeun! Kim Hyuna!” panggil guru yang sedang mengajar, membuat kedua gadis itu tekejut. “Jika kalian tidak menyukai pelajaranku, silahkan keluar..”

“Ani, sam.. cesonghamida..” ucap Naeun menyesal.

“Cesonghamida..” ucap Hyuna menyesal.

Istirahat.

“Miane, Naeun-a.. Karena aku kau jadi dimarahi guru..” ucap Hyuna menyesal.

Naeun tersenyum, “Gwenchana.. Tapi Hyuna-a, kau biasanya tidak pernah tertidur dikelas. Ada apa?”

Hyuna tertawa kecil, “Semalam aku menonton dvd hingga larut, karena itu aku jadi mengantuk..”

Naeun berhenti melangkah dan menatap Hyuna serius sambil memegang kedua bahunya, “Hyuna-a, kau menyembunyikan sesuatu kan?”

Hyuna memandang Naeun bingung, lalu tertawa kecil. “Aniya..”

“Hyuna-a..” Desak Naeun.

“Kau terlalu berlebihan.. Khaja..” ajak Hyuna sambil menarik Naeun ke kantin.

=Kampus Hyunseung=

Hyunseung keluar dari kelasnya dengan gaya cuek seperti biasa, Taemin sudah menghilang sejak jam terakhir dan dia tau temannya itu pasti membolos agar bisa tidur di suatu tempat. Langkahnya terhenti melihat Hyuna berdiri di dekat mobilnya dengan baju hangat dan make up menghiasi wajahnya.

Hyuna menoleh kearah Hyunseung dan langsung tersenyum lebar, “Oppa!” sapanya sambil melambai.

Hyunseung berjalan mendekati gadis itu sambil memperhatikan penampilannya, “Ada apa denganmu?”

Hyuna tersenyum manis, “Wae? Yeppo?” tanyanya sambil berakting cute dengan mengedipkan satu matanya.

Hyunseung menatap Hyuna heran, “Kau sudah beberapa hari tidak muncul dan datang seperti ini? Kau ingin menggodaku?”

“Oppa merindukanku kan?” Tanya Hyuna senang.

Hyunseung mendengus kesal dan mengeluarkan kunci mobilnya.

“Oppa, sebentar..” ucap Hyuna sambil menarik tangan Hyunseung.

Hyunseung memandang Hyuna, “Wae?”

Hyuna mengeluarkan sesuatu dari saku baju hangatnya dan meletakkannya ke tangan Hyunseung, “Ini untukmu..” ucapnya sambil tersenyum lebar.

Hyunseung memandang gantungan kecil berbentuk kepala kucing yang lucu, lalu memandang Hyuna. “Ige mwoya?”

“Jimat.. Sebentar lagi kan oppa ujian, jadi ini jimatnya. Aku membuatnya sendiri, lihat jari-jariku sampai terluka..” ucap Hyuna sambil memperlihatkan jemarinya yang dibalut plester.

Hyunseung memandang tangan Hyuna dan memandang gadis itu. Dia merasa agak bersalah tidak pernah membalas perhatiannya. “Hmm.. gumawo..” ucapnya.

Hyuna tersenyum, “Baiklah.. aku pergi oppa..” ucapnya dan melangkah pergi.

Hyunseung memperhatian Hyuna pergi dengan dahi berkerut.

Setelah hari itu, Hyuna tidak muncul lagi di kampus Hyunseung. Itu membuatnya khawatir. Namun dia tak ingin berlaku bodoh dengan mencari gadis itu.

=Sekolah Hyuna=

Naeun memandang Hyuna khawatir, “Hyuna-a, kau terlihat tidak sehat..” ucapnya.

“Hm? Oh.. Aniya..” jawab Hyuna sambil tersenyum.

“Tapi wajahmu terlihat pucat, apa kau ingin beristirahat di ruang kesehatan?” Tanya Naeun.

“Aku memang merasa agak pusing, baiklah aku akan ke ruang kesehatan.” Jawab Hyuna sambil bangkit, “Tapi jangan beritau kerumahku ya, nanti ayahku khawatir..” ucapnya mengingatkan.

Naeun mengangguk, “Ne..”

Hyuna berjalan keluar dari kelas dan langsung menuju ruang kesehatan. Perawat disana memintanya berbaring hingga merasa lebih baik. Dia berbaring dengan satu sisi sambil memandangi jendela. Dia tidak tau mengapa dia merasa sangat sesak. Bulir air mengalir begitu saja dari matanya. Matanya terpejam dan mencoba untuk tidur.

=Kampus Hyunseung=

Hyunseung berdiri didepan kampusnya sambil memandang sekitar, Hyuna tak pernah muncul lagi. Sudah hampir seminggu. Dia mengeluarkan tangannya dari saku celana dan melihat hadiah yang diberikan Hyuna sebagai jimat ujian itu. ‘Kenapa aku malah memikirkannya?’ batinnya tak mengerti.

“Oh.. Hyunseung..” ucap Eunji sambil berlalu di sebelah pria itu.

Hyunseung memandang Eunji, “Wae?”

Eunji tersenyum, “Mumpung kau disini, khaja..” ajaknya sambil menarik pria itu.

Dahi Hyunseung berkerut, “Ya.. apa-apaan kau?” tanyanya sambil menahan langkahnya.

“Aigoo.. diam dan antarkan aku!” ucap Eunji sebal dan menarik Hyunseung.

Hyunseung memutar bola matanya kesal dan terpaksa mengikuti gadis itu. Ternyata gadis itu memintanya menjadi supir karena ingin pergi kesuatu tempat. “Ya! Kau punya supir kan, kenapa menyulitkanku?!” tanyanya kesal.

“Aissh.. hanya kau yang tidak punya kegiatan setelah kuliah. Tutup mulutmu!” ucap Eunji sebal, “Sudah, jalan saja!”

Hyunseung mendengus kesal dan tetap berkonsentrasi pada jalanan. Tak lama dia menyadari kalau mereka akan melewati sekolah Hyuna, kepalanya menoleh ketika berlalu di depan gerbangnya. ‘Apa dia sudah pulang?’ batinnya.

“Khaja..” ajak Eunji begitu tiba di tempat tujuan.

“Oh.. kau turun saja, aku ada urusan sebentar. Nanti aku akan menjemputmu lagi..” ucap Hyunseung.

“Keure..” ucap Eunji dan turun dari mobil.

Hyunseung memutar mobilnya dan kembali menuju sekolah Hyuna. Dia hanya duduk di mobilnya sambil menunggu didepan gerbang. Tak lama terlihat gadis itu keluar sambil tertawa bersama Naeun. Entah mengapa hal itu membuatnya lega, ‘Dia baik-baik saja tapi tidak menemuiku. Aneh sekali..’ batinnya.

<<Back          Next>>

Advertisements

7 thoughts on “Baby Boo~~ [Chapter 1]

  1. kenapa hyuna ya ???
    apa dy menghindari hyunseung 😦
    ada main cast yg aq gg suka -_-
    semoga aja dya kagak suka am seungi gw #dibakarhoneys

  2. unni akuu datang lg ngubek2 epep nyaaa…
    hihihihihi

    argghhhh ini hyunhyun oppa knpa cuek nya kayak gtoo..
    kasihan kn hyuna unni..
    ituuu hyuna unni gag knpa2 kn???
    jgn sampe sakit yg macem2 dechh..
    nahhh kehilangan kn pas hyuna unni gag adaa…
    cuek banget sichh oppa..
    next lanjuutt chap berikut nyaa ^^

  3. wah ini ff terakhir yg aku baca,
    n happy bgt krna ternyata ampe season 2 🙂 *jingkrak2dikamar
    tp kalo cerita iini udh slese, trz aku baca apa lg thor 😥 *nangishisteris
    semua ff troublemakerx udh dilahap hbs !
    ayo thor ditunggu karya troublemaker couple selanjutnyq *hwaiting ❤

  4. Annyeong … Naneun Nanda Wang imnida … aku fans baru dari Hyuna Eonnie n Hyunseung Oppa (troble maker couple). aku senang akhir ny menemukan ff ttg 2Hyun ^_^

    cerita yg Eonnie buat keren sekali (y). salam kenal Eonnie n mulai hari ini aku ingin menjadi pembaca ff 2Hyun setiamu n akan selalu meninggalkan jejak ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s