Skip to content

I’m So Sorry, I Love You Girl [Chapter 1]

April 6, 2014

1

—Silly Boy—

“Ya!” seru Hyunseung ketika melihat Hyuna berlalu di depannya dengan celana pendek dan dan baju longgar yang memperlihatkan kaki mulus gadis itu.

Hyuna terkejut dan menatap Hyunseung kaget, “Waeyo oppa?!!” serunya kesal.

Hyunseung memutar bola matanya dan bergerak bangkit dari sofa sambil menatap Hyuna dengan kedua tangan terlipat di dada. “Ya, kau pikir berapa usiamu sekarang?! Kenapa mengenakan celana seperti ini disaat ada pria di rumah?!”

Hyuna memandang kakinya dan menatap Hyunseung kesal, “Wae? Semua orang sudah seperti ini sekarang! Oppa saja yang kolot!” ucapnya dan memalingkan wajahnya, lalu melangkah begitu saja.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Aissh.. napeun gijibe..” gumamnya kesal.

Yang Misuk menghampiri Hyunseung yang masih kesal bingung, “Waeyo, Hyunseung-i?”

Hyunseung memandang Misuk, “Eommanim, kenapa Hyuna mengenakan celana sependek itu di rumah? Memangnya dia tidak takut aku akan melakukan sesuatu padanya?” tanyanya tak mengerti.

Misuk tertawa lucu dan memegang bahu Hyunseung, “Kalian sudah seperti saudara, karena itu dia tidak merasa seperti itu padamu..”

Hyunseung menghela nafas dalam dan memijat pangkal hidungnya, “Aku bisa gila melihat pertumbuhannya..”

Misuk semakin tertawa, “Kau bahkan melebihi ayah Hyuna.. Jangan khawatir, eomma yakin dia masih tau batasannya..”

Hyunseung mengangguk berat, “Ne, eommanim..”

 

=Paginya=

Hyuna membalut tubuhnya dengan handuk dan berjalan ke depan cermin untuk melihat wajahnya. Semalaman ia mengenakan masker dan sekarang wajahnya terlihat sangat cerah.

Klek…

Ia menoleh ke pintu dan melihat Hyunseung masuk dengan wajah mengantuknya.

“Hmm.. good morning..” ucap Hyunseung dengan nada mengantuk dan langsung menuju toilet duduk untuk buang air kecil.

Mata Hyuna membesar melihat Hyunseung seperti tidak menyadari ia hanya mengenakan handuk, “Ya oppa!!”

Hyunseung membuka tutup koset dan hendak membuka celananya.

“YAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Hyuna melengking.

Rumah yang di huni oleh Misuk (ibu Hyuna) dan Kim Jongnam (ayah Hyuna) itu langsung gempar mendengar teriakan Hyuna dan mereka berlari panic ke kamar mandi. Namun mereka langsung disambut dengan Hyunseung yang di tending keluar dari kamar mandi.

Misuk dan Jongnam memandang Hyunseung bingung.

“Ahhhh…” rintih Hyunseung yang berguling-guling di lantai sambil memegang pantatnya, tidak salah, Hyuna pemegang sabuk hitam tae kwon do.

“Ada apa ini?” Tanya Jongnam tak mengerti.

Hyuna keluar dari kamar mandi dengan wajah kesalnya, “Appa, eomma!! Oppa berbuat mesum padaku!!” teriaknya.

Mata Misuk dan Jongnam membesar dan menatap Hyunseung tak percaya.

Hyunseung bergerak duduk masih sambil memegang pantatnya, “Aku ingin buang air kecil! Sejak kapan itu dihitung mesum?!” ucapnya kesal.

“Kenapa oppa tidak mengetuk?! Aku kan masih didalam!!” seru Hyuna tak mau kalah.

“Aku tidak ingat! Lagi pula kenapa kau tidak mengunci pintu?!” Tanya Hyunseung kesal.

“Aissh! Dasar mesum!” seru Hyuna dan langsung melangkah cepat menuju kamarnya di lantai atas.

“Mwo?!” seru Hyunseung kesal.

Misuk berpandangan dengan Jongnam bingung, lalu menghampiri Hyunseung. “Neo gwenchana?” tanyanya.

Hyunseung bangkit berdiri, “Ne, eommanim.. maaf sudah membuat keributan pagi-pagi seperti ini.. Cesonghamida abeunim..” ucapnya sambil membungkuk sopan.

Jongnam tertawa kecil, “Gwenchana, aku senang kalian masih seperti saudara kandung..” tawanya. “Appa akan bersiap bekerja.” Ucapnya dan berbalik pergi.

Misuk tersenyum memandang Hyunseung dan memegang bahunya, “Bersiaplah, eomma akan menyiapkan sarapan..” ucapnya.

Hyunseung tersenyum dan mengangguk, “Ne, eommanim..” ucapnya sopan, lalu masuk ke kamar mandi.

Setelah itu.

Hyuna merapikan rambutnya di depan cermin dan menyandang tasnya, lalu berjalan keluar kamar masih sambil merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah rapi dengan tangan.

Hyunseung keluar dari kamarnya dengan tas ransel di satu bahu dan tertegun melihat Hyuna melangkah menuju tangga, “Ya..”

Hyuna berhenti dan menatap Hyunseung sebal, “Apa lagi oppa?!”

Hyunseung melangkah maju mendekati Hyuna dan memperhatikan wajah gadis yang lebih muda beberapa tahun darinya itu dengan mata menyipit, “Ya, kenapa kau mengenakan make-up ke sekolah?”

Hyuna tertegun dan memegang kedua pipinya, “Ne?! a-ani..” jawabnya gugup.

“Lalu apa ini?” Tanya Hyunseung sambil mengelus pipi Hyuna dengan ibu jarinya.

“Kyaaa! Oppa!! Hentikan!” seru Hyuna sambil berusaha menyelamatkan wajahnya.

Hyunseung memandang ibu jarinya dan menatap Hyuna kesal, “Ige mwoya?!” tanyanya sambil memperlihatkan ibu jarinya.

“Hanya bb cream! Serkarang semua orang sudah mengenakannya! Kenapa aku tidak boleh?!” Tanya Hyuna kesal.

“Ya, mereka menggunakan bb cream untuk pergi bersenang-senang, bukan ke sekolah. Arasso?!” Tanya Hyunseung kesal.

“YA! Kalian akan bertengkar terus?!” Tanya Jongnam dari lantai bawah.

Hyuna menatap Hyunseung kesal dan langsung melangkah turun kebawah, “Appa.. Hyunseung oppa memarahiku lagi..” kadunya.

Hyunseung menyusul Hyuna menuruni tangga sambil tersenyum pada Jongnam, “Aku akan segera sarapan. Abeunim..” ucapnya, lalu melangkah ke ruang makan seperti tak terjadi apa pun.

Jongnam tertawa kecil dan memandang Hyuna, “Sudahlah.. dia hanya menggodamu, sarapan lah..” ucapnya.

Hyuna cemberut karena ayahnya selalu membela Hyunseung, ia melangkah cepat ke ruang makan dan duduk di tempatnya.

“Aigoo.. hari ini pasti akan sial karena putri eomma selalu cemberut pagi ini..” ucap Misuk sambil menghidangkan makanan untuk Hyuna.

“Eomma!” ucap Hyuna sebal.

Hyunseung sudah mulai makan dan memandang Hyuna, “Makan saja, jika kau cemberut nanti bb cream-mu luntur..” ejeknya dan menahan tawa.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Aissh..” gumamnya sebal, lalu memandang makanannya.

Saatnya berangkat.

“Hyuna, ini bekalmu..” ucap Misuk sambil memberikan tempat bekal Hyuna.

Hyuna menghela nafas dalam, “Eomma, aku sudah SMA, tidak perlu membawa bekal lagi. Di sekolah juga ada kafetaria..” ucapnya sebal.

Misuk memandang Hyuna dalam, “Tapi tidak ada yang lebih sehat dari makanan rumah sayang..” ucapnya.

“Shiro! Aku tidak mau membawa bekal lagi!” ucap Hyuna dan berbalik pergi.

“Hyuna-a..” panggil Misuk. Namun putrinya terus saja pergi. Ia hanya bisa menghela nafas dalam dengan perubahan putrinya menjadi remaja seperti ini.

Hyunseung memandang Misuk yang tampak sedih dengan sikap Hyuna, ia menghampiri wanita berusia akhir 30-an itu sambil tersenyum manis. “Eommanim, aku akan berangkat sekarang..”

Misuk tersenyum pada Hyunseung dan mengambil tempat makan yang lebih besar, “Ini, belajarlah yang rajin..” ucapnya.

Hyunseung membungkuk sopan sambil mengambil bekal itu, “Ne, eommanim.. Aku pergi..” ucapnya, lalu berbalik. Tapi baru beberapa langkah ia kembali memandang Misuk, “Mmm.. kurasa aku akan memberikan ini pada Hyuna..” ucapnya sambil mengambil tempat bekal Hyuna.

“Ne, tapi dia tidak mau membawanya..” ucap Misuk.

Hyunseung tersenyum, “Tenang saja eommanim, dia tidak akan menolak jika aku yang memberikannya..” ucapnya, lalu membungkuk sopan dan berjalan pergi.

Misuk tersenyum melihat sifat Hyunseung yang selalu sopan dan perhatian padanya.

Hyunseung mengayuh sepedanya meninggalkan rumah dan melihat Hyuna melangkah seorang diri, ia menghentikan sepedanya di depan gadis itu.

Hyuna terkejut, “Oh! Oppa!” serunya kesal.

Hyunseung membuka tasnya dan mengambil tempat bekal Hyuna, “Ini, pastikan kau menghabiskannya..” ucapnya sambil memberikan tempat bekal pada gadis itu.

Hyuna menatap Hyunseung kesal, “Oppa! Aku tidak mau membawa bekal lagi! Memangnya aku anak SD?!”

Hyunseung kembali menutup tasnya dan memegang stang sepeda, “Pokoknya habiskan saja.. Aku pergi..” ucapnya dan kembali mengayuh sepedanya.

Hyuna menghentak kakinya kesal dan terpaksa memasukkan tempat bekal tadi ke dalam tas, lalu kembali melangkah cepat.

 

=Sekolah Hyuna=

Hyuna sudah bisa melihat pintu gerbang dari tempat ia berdiri. Ia memandang ke kanan dan kiri memastikan tidak ada yang memperhatikannya, lalu menyelinap masuk ke balik sebuah pohon cemara. Ia melipat pinggang roknya hingga roknya itu terlihat lebih pendek. Lalu membuka dua kancing teratas bajunya. Ia menarik rambutnya ke kedua bahunya dan melangkah keluar dari balik pohon cemara itu. Tangannya mengambil cermin kecil dari tas dan memperhatikan dirinya beberapa saat, lalu kembali menyimpan cermin itu. Dengan senyuman percaya diri ia melangkah menuju sekolahnya.

Ketika ia beralu, semua mata akan memandang ke arahnya. Dia sangat senang saat ia menjadi pusat perhatian.

“Oh.. Hyuna-a..” panggil Jiyoon, teman sekelas Hyuna.

Hyuna tersenyum dan menghampiri Jiyoon yang saat itu sudah bersama teman mereka yang lain, Gayoon. “Annyeong..” sapanya.

“Khaja, kita langsung ke kelas saja..” ucap Gayoon dan melangkah bersama dua temannya.

“Oh ya, kau tau. Senior kita akan mengadakan party..” ucapJiyoon memberitau.

“Ne? senior yang mana?” Tanya Gayoon ingin tau.

“Yong Junhyung sanbae..” jawab Jiyoon dengan senyuman lebar.

Mata Hyuna berbinar, “Jinja?! Apa kita bisa datang kesana juga?” tanyanya.

“Entahlah.. sebelumnya senior tidak mengundang anak tahun pertama ke party mereka..” ucap Jiyoon.

“Ahh.. itu mudah.. kita temui saja Junhyung sanbae, lalu bilang jika kita juga ingin datang ke acara itu..” ucap Gayoon santai.

“Wuaaa.. kau memang berkarisma sekali.. hahaha..” tawa Hyuna.

Gayoon tersenyum, “Ne, aku terlahir dengan itu.. hahaha..” tawanya.

 

=Seoul of University=

Semua orang tau bagaimana sulitnya menjadi mahasiswa/i di universitas bergengsi ini. Apalagi jika jurusan yang di ambil merupakan ilmu pasti seperti hukum, kedokteran, kesehatan, dan lainnya. Tapi Hyunseung, menghabiskan waktunya berjuang dan lolos dengan nilai tertinggi di fakultas kedokteran. Hal ini berpengaruh pada obsesinya untuk menyembuhkan orang karena ibunya meninggal karena penyakit lupus. Begitu juga dengan ayahnya yang harus berjuang melawan sakit selama hampir 5 tahun sebelum akhirnya meninggal akibat tumor otak. Karena itu ia dirawat dan dibesarkan oleh sahabat baik ayahnya, Kim Jongnam.

Hyunseung yang sedang membaca buku tebalnya di perpustakaan menoleh ketika seseorang duduk disebelahnya.

“Sanbae, aku tidak mengerti tentang anatomi. Apakah kau mau mengajariku?” Tanya seorang gadis manis dengan senyuman malunya.

Hyunseung tersenyum, “Keure..”

Gadis itu memandang Hyunseung tak percaya, “Ne? ohh.. gamshamida sanbae..” ucapnya sambil mengeluarkan bukunya dan membuka gambar anatomi tubuh manusia di hadapan Hyunseung.

Hyunseung menjelaskan bagian-bagian penting anatomi tubuh manusia dengan baik. Gadis itu mengangguk beberapa kali tanda mengerti.

“Sanbae, terima kasih sudah mengajariku..” ucap gadis bernama Jihyun itu sambil tersenyum manis sembari berjalan di lorong bersama Hyunseung.

Hyunseung tersenyum sambil mengelus belakang kepalanya, “Aku hanya menjelaskan apa yang kutau..” jawabnya.

“Mmm.. sebagai ucapan terima kasih, apa sanbae mau kutraktir makan?” Tanya Jihyun malu-malu.

Hyunseung memandang Jihyun lucu, namun menurutnya ia tidak memiliki alasan untuk menolak. “Keure..” ucapnya.

Jihyun menunduk malu.

 

 

         Next>>

From → Chapter

3 Comments
  1. yeah akhirnya baca ff 2hyun juga \^_^/
    ehm kayaknya nie bakal jd ff yg confused , benarkan ???????????
    OMOna my seungi jd dokter , uuu rela degh sakit tiap hri jga asal dokternya seungi :*
    next ^^
    #bbyong

  2. ducky fanfan permalink

    akirnyaaaaa nemu epep 2hyun…
    salam kenal unni*sok akrab..
    reader baru dsni..
    numpang baca yaa eon..

    hihihihi d percakapan awal aja udah lucu konflik nyaa…
    hyuna yg karakternya selengekan gto n hyunseong yg maniss…
    huwaaaa gag sabar k chap selanjutnya..
    next langsung yaaa eon.. ^^

  3. titis sungie hyuna permalink

    lagi bayangin Kejadian hyuna selesai mandi tadi..wkkk

    next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: